Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-247. Hilangnya energi Dewa


__ADS_3

Hari-hari kian berlalu, kondisi Lin Feng juga sudah semakin membaik dari sebelumnya, bahkan energinya juga sudah hampir pulih seperti sediakala, namun masalahnya sekarang adalah, Lin Feng belum bisa menggunakan kekuatan penuhnya.


Sebelumnya, Lin Feng sempat mencoba untuk melihat keadaan di dimensi pertama dengan kemampuan khususnya, tapi usahanya itu malah tidak membuahkan hasil apapun, bahkan ia tidak bisa menggunakan kekuatannya untuk menciptakan portal dimensi.


Lin Feng sempat berpikir jika hal itu disebabkan oleh penurunan basis kultivasi-nya, namun setelah ia periksa, basis kultivasi-nya masih tetap sama seperti sebelumnya yaitu ranah Supreme God Emperor dan tidak ada penurunan apapun.


"Ini sudah yang kesekian kalinya, tapi kenapa masih tidak bisa juga?" gumam Lin Feng.


"Kau sedang melakukan apa?" tanya Chu Hua yang sejak tadi memperhatikan Lin Feng.


"Aku sedang mencoba membuka portal dimensi" jawab Lin Feng.


Chu Hua tersentak kaget mendengar perkataan Lin Feng, bahkan ia hampir saja tertawa karenanya, "Maaf, aku tidak bermaksud apa-apa" ucapnya, kemudian menghela napas panjang untuk mengendalikan dirinya agar tidak tertawa.


"Lin Feng, yang bisa membuka portal dimensi itu hanya para Dewa, sedangkan kita manusia, meskipun kita memiliki kekuatan yang hebat, tetap tidak akan bisa membukanya."


Lin Feng hanya menanggapi perkataan Chu Hua dengan senyuman dan sedikit gelengan kepala, karena bagaimanapun juga, ia sudah mengetahui hal itu jauh sebelum Chu Hua. Selain itu, ia juga tidak akan melakukan hal tersebut jika dirinya bukanlah seorang Dewa.


Tapi kemudian, perkataan Chu Hua membuat Lin Feng mengingat sesuatu, lalu ia duduk bersila di tanah dan langsung bermeditasi. Dalam meditasi-nya, Lin Feng kembali memeriksa tubuhnya dan ternyata, kecurigaannya memang benar.


Alasan kenapa dia tidak bisa menggunakan kemampuan khususnya serta tidak bisa membuka portal dimensi adalah, karena energi Dewa dalam dirinya sudah tidak ada lagi, bahkan tidak tersisa sedikitpun. Dengan kata lain, dia yang sekarang bukanlah Dewa lagi.


Namun anehnya, jika energi Dewa dalam tubuhnya sudah lenyap, seharusnya basis kultivasi Lin Feng sudah menurun sampai ke tahap Supreme God, karena empat tahapan lain di atasnya adalah tahapan yang hanya bisa di capai oleh seorang Dewa saja.


"Ini benar-benar aneh" gumam Lin Feng.


"Chu Hua, apa di dunia ini ada yang namanya Dewa?" tanya Lin Feng setelah menyelesaikan meditasi-nya yang begitu singkat.


Chu Hua mengangguk pelan, "Tentu saja ada, tapi hanya dalam legenda, yang artinya, para Dewa itu tidak nyata" ucapnya.

__ADS_1


Jawaban Chu Hua membuat berbagai macam pertanyaan muncul dalam benak Lin Feng, karena menurutnya, mustahil di dimensi ini tidak ada yang namanya Dewa, karena jika para Dewa tidak ada, tidak mungkin ada yang namanya kultivator.


Lain halnya dengan salah satu dimensi yang pernah Lin Feng kunjungi, yaitu dimensi tempat ia bertemu dengan lima pemburu. Dan menurutnya, wajar saja jika di dimensi itu tidak ada Dewa, karena orang-orangnya tidak mengenal yang namanya kultivasi.


Meski begitu, mereka masih percaya jika para Dewa itu memang nyata adanya, karena di tempat itu terdapat kuil Dewa, yang tidak lain adalah kuil Dewa Asura, bahkan Lin Feng berhasil menyempurnakan kekuatannya berkat setiap kuil yang ia kunjungi.


"Sudahlah, jangan terlalu memikirkannya, sebaiknya kita masuk sekarang, karena malam akan segera tiba" ucap Chu Hua.


"Aku masih ingin di sini" sahut Lin Feng, kemudian melanjutkan meditasi-nya.


Chu Hua hanya bisa menghela napas panjang, sejujurnya ia ingin bisa lebih dekat dengan Lin Feng, menghabiskan waktu bersamanya dengan mengobrol berdua, namun sejak keadaannya pulih, Lin Feng selalu saja bermeditasi.


Bahkan Chu Hua tidak memiliki kesempatan untuk mengungkapkan isi hatinya pada Lin Feng, padahal ia sudah cukup lama memendam perasaan tersebut dan ingin segera mengungkapkannya.


Walaupun Lin Feng tidak memberikan jawaban secara langsung, setidaknya dia sudah mengatakan isi hatinya, tapi apalah daya, pemuda yang ia sukai itu malah selalu sibuk dengan dirinya sendiri hingga tidak punya waktu untuk memikirkan yang lainnya.


***


Malam semakin larut, namun Lin Feng masih setia duduk di halaman rumah Chu Hua sembari melakukan kebiasaannya, yaitu menatap gelapnya langit malam yang dihiasi oleh jutaan bintang, dan hal ini selalu ia lakukan saat dirinya merindukan keluarganya.


"Ning'er, kau harus bersabar, aku berjanji akan mencari cara agar bisa segera kembali ke sisimu" gumam Lin Feng.


"Sedang memikirkan siapa?" tanya Chu Hua menghampiri Lin Feng, kemudian duduk di sisinya.


Lin Feng menoleh sejenak kemudian kembali menatap lautan bintang di atasnya, "Memikirkan orang yang sangat berharga" jawabnya.


"Kekasihmu?"


Lin Feng menggeleng pelan dan Chu Hua nampak menghela napas lega, namun kemudian, raut wajahnya berubah ketika mendengar perkataan Lin Feng.

__ADS_1


"Aku merindukan istri dan anak-anakku."


"Ja-jadi kau..."


"Iya, aku sudah menikah dan memiliki tiga orang anak" sahut Lin Feng.


Sebagai seorang laki-laki, Lin Feng tentu mengerti apa yang dirasakan oleh Chu Hua, bahkan ia bisa menebak jika gadis itu tengah memendam perasaan padanya, karena semua itu terlihat dari sikap yang selama ini ia tunjukkan.


Lalu, alasan kenapa Lin Feng tidak pernah menghiraukannya adalah, karena ingin Chu Hua melupakan perasaannya itu, namun sayangnya, gadis itu malah semakin penasaran dan ingin mendekati dirinya.


Karena itulah, Lin Feng langsung jujur jika dirinya sudah menikah dan sudah memiliki anak, hal itu ia lakukan agar gadis tersebut tidak lagi mengejarnya dan Lin Feng berharap, gadis itu bisa membuang perasaan yang ia pendam dalam dirinya.


"Maaf" ucap Chu Hua dengan suara pelan.


"Tidak masalah dan sebaiknya, kau lupakan saja perasaanmu itu" sahut Lin Feng.


Chu Hua mengangguk paham, ia tentu menyadari jika dirinya berada diposisi yang salah, walaupun ada rasa perih yang tidak bisa dijelaskan dalam hatinya, namun ia tetap harus melupakan perasaannya pada Lin Feng.


"Malam semakin larut, sebaiknya kau tidur sekarang!"


"Baiklah!"


Setelah Chu Hua pergi, Lin Feng kemudian memperbaiki posisi duduknya, lalu memejamkan mata dan mulai bermeditasi untuk menenangkan pikirannya, selain itu, ia juga harus mengembalikan energinya sampai benar-benar pulih.


Tidak lama kemudian, kesadaran Lin Feng masuk ke dalam ruang jiwanya, lalu mencoba berkomunikasi dengan Dewa Asura yang sebelumnya, namun sayangnya, usahanya itu juga tidak membuahkan hasil apapun.


Biasanya, setiap kali Lin Feng memanggilnya, Dewa Asura akan selalu muncul di alam bawah sadarnya, dan selama kekuatan Asura ada dalam dirinya, ia pasti bisa bertemu dengan Dewa Asura sebelumnya.


"Mungkin ini dampak dari energi Dewa yang tiba-tiba menghilang" gumam Lin Feng.

__ADS_1


__ADS_2