Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-273. Ujian pertama, selesai


__ADS_3

Suara gemuruh terdengar di langit gelap di atasnya, pada saat yang bersamaan, aura kekuatan yang begitu besar tiba-tiba menyebar ke segala arah, hingga memberikan penindasan pada Sun Xiang.


"Bersiaplah, sambaran pertama akan segera datang!" ujar Dewi Nuwa.


Sun Xiang mengangguk, kemudian mempersiapkan dirinya untuk menyambut sambaran yang pertama, ia juga melepaskan aura kekuatannya untuk menahan tekanan intimidasi yang tengah menindas dirinya.


Dhuaaar!


Petir yang sangat besar muncul di langit dan langsung menyambar tubuh Sun Xiang. Namun, kekuatan pada sambaran pertama ini tidaklah terlalu besar, karena Sun Xiang masih dapat menahannya dengan mudah.


"Jangan lengah!" ujar Dewi Nuwa.


Dhuaaar!


Sesaat setelah Dewi Nuwa memberikan peringatan, petir yang kedua langsung muncul dan menyambar tubuh Sun Xiang. Namun, pemuda itu masih dapat menahannya walaupun kekuatannya itu jauh lebih besar dari sebelumnya.


Sama seperti itu, tubuh Sun Xiang selalu dihantam oleh petir yang semakin lama kekuatannya semakin besar, jika di awal Sun Xiang dapat menahannya dengan mudah, namun sekarang ia harus berusaha dengan keras.


"Satu lagi, hanya satu sambaran lagi" gumam Sun Xiang seraya mengatur napasnya.


Langit kembali mengeluarkan suara gemuruh, tidak lama kemudian, petir dengan ukuran yang jauh lebih besar muncul dan langsung menghantam tubuh Sun Xiang, kemudian disusul oleh delapan petir lainnya.


Berbeda dengan sebelumnya, sambaran yang kesembilan ini tidak hanya ada satu petir, melainkan ada sembilan petir yang akan menyambar tubuh Sun Xiang, dan masing-masing dari petir tersebut memiliki kekuatan yang sama besarnya.


"Arkhhh!" Sun Xiang berteriak kencang karena rasa sakit yang menyerang seluruh tubuhnya.


"Bertahanlah, jangan sampai kau mengecewakan gurumu!" ujar Dewi Nuwa memberikan semangat.


Setengah jam berlalu, sembilan petir yang menyambar akhirnya menghilang, meninggalkan murid sang Dewa Asura yang masih berdiri tegak.


Walaupun tubuhnya nampak tidak terluka sedikitpun, namun Dewi Nuwa mengetahui jika keadaannya jauh dari kata baik-baik saja.


"Yang mulia, apa aku berhasil?"


Dewi Nuwa tersenyum dan mengangguk pelan, "Iya, kau berhasil melewati ujian pertama ini."


"Syukurlah, aku..." perkataan Sun Xiang terpotong karena kesadarannya telah lebih dulu meninggalkan tubuhnya.


"Murid Dewa Kematian memang luar biasa" gumam Dewi Nuwa seraya mengobati murid Lin Feng tersebut.


Sementara itu.

__ADS_1


Lin Feng yang tengah duduk bersama istrinya di taman istana, tiba-tiba saja berdiri dan menatap langit biru yang membentang luas di atasnya.


Seulas senyum terukir di bibirnya, walaupun ia tidak berada disisi muridnya, namun ia bisa merasakan jika Sun Xiang telah berhasil melewati ujian pertamanya.


"Gege, ada apa?"


Lin Feng menoleh pada istrinya seraya tersenyum lembut, "Dia berhasil melewati ujian pertamanya."


"Syukurlah, aku turut senang mendengarnya" sahut Luo Ning.


"Tapi, apa Gege tidak mau melihatnya?"


Lin Feng menggeleng pelan, "Aku akan ke sana setelah dia berhasil melewati ujian kedua."


Sebenarnya, Lin Feng ingin datang ke sana untuk memberikan selamat pada muridnya itu, namun ia hanya bisa mengurungkan niatnya sampai Sun Xiang berhasil melewati ujian kedua.


Alasannya sederhana, Lin Feng hanya tidak ingin muridnya itu merasa puas dengan hasil yang ia dapatkan sekarang, karena setelah ini, masih ada dua ujian lain yang harus ia lewati.


***


Berbeda dengan Sun Xiang tengah mempersiapkan diri untuk melewati ujian tahap kedua, Xie Long justru masih berusaha keras untuk meningkatkan kekuatannya, karena waktu yang ia miliki hanya tinggal sedikit lagi.


"Tuan muda."


"Tidak usah khawatir, karena aku baik-baik saja" sahut Xie Long.


"Sudahlah, mari kita lanjutkan perjalanan."


"Tuan muda, bagaimana kalau kita ke Alam Nirvana saja?"


Xie Long diam sejenak seraya memikirkan perkataan bawahannya itu, "Benar juga, kenapa aku tidak memikirkan itu sebelumnya?"


Sebagai seorang putra Dewa Kematian, Xie Long tentu sudah mengetahui berbagai informasi mengenai dimensi pertama ini dari ayahnya, salah satunya mengenai Alam Nirvana.


Menurut informasi dari ayahnya, Alam Nirvana memiliki sumberdaya yang jauh lebih tinggi dari tempat lain, dan jika ia datang ke sana, maka kemungkinan untuk meningkatkan kekuatannya akan semakin besar.


Namun, masalahnya sekarang adalah, ia dan Xiao Xue tidak bisa datang ke sana begitu saja, karena Alam Nirvana adalah sebuah tempat yang berada satu tingkatan di bawah Alam Nirvana Agung.


Dengan kata lain, Alam Nirvana tidak ubahnya seperti alam para Dewa, dan untuk bisa datang ke sana, mereka membutuhkan bantuan dari Lin Feng atau ketujuh bawahannya.


"Seharusnya aku tidak melakukan ini, tapi tidak ada cara lain selain meminta bantuan ayah" gumam Xie Long.

__ADS_1


Meski sebelumnya sudah berjanji akan berusaha sendiri, namun untuk kali ini, Xie Long tidak bisa untuk tidak meminta bantuan ayahnya, karena tempat yang akan ia datangi berada diluar jangkauannya.


***


"Ada apa, Long'er?" tanya Lin Feng yang telah muncul di hadapan anaknya.


Xie Long tersentak melihat ayahnya yang muncul secara tiba-tiba didepannya, meski ia menginginkan bantuan ayahnya itu, namun ia tidak menyangka jika ayahnya akan datang secepat itu.


"Ayah, aku butuh bantuan" jawab Xie Long.


"Maksud ayah adalah, bantuan apa yang kau butuhkan?"


"I-itu..."


Xie Long menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, kemudian mengumpulkan segala keberanian dalam dirinya agar bisa mengucapkan apa yang ingin ia sampaikan.


"Aku ingin ke Alam Nirvana."


Lin Feng tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, "Baiklah, ayah akan membantumu" ucapnya, kemudian membuka gerbang dimensi menuju ke Alam Nirvana.


Sebelum berangkat, Lin Feng memperingati anaknya untuk selalu berhati-hati, karena Alam Nirvana adalah tempat yang benar-benar berbeda dari Benua Biru ataupun Daratan Suci.


"Baik ayah, aku selalu akan mengingat nasihat ayah" ucap Xie Long, kemudian melesat masuk kedalam gerbang dimensi yang dibuka oleh ayahnya.


Setelah gerbang dimensi itu tertutup, Lin Feng kemudian menghubungi Lao Tzu, lalu meminta bantuannya untuk mengawasi putranya itu.


Meski begitu, Lin Feng tetap melarang Lao Tzu membantu putranya, kecuali jika masalah yang dihadapi oleh putranya itu adalah masalah besar yang mungkin saja akan mengancam nyawanya.


"Sekarang aku bisa lebih tenang" gumam Lin Feng, lalu kembali ke Dunia Bawah.


***


Alam Nirvana.


"Seperti yang ayah katakan Alam Nirvana benar-benar dari yang lain" gumam Xie Long.


"Tuan muda, energi alam disini sangat padat, sebaiknya kita gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan kekuatan."


Xie Long mengangguk setuju, "Kau benar, kita harus memanfaatkan kesempatan ini."


Kemudian, mereka berdua mencari tempat yang cocok untuk digunakan sebagai tempat bermeditasi, karena bagaimanapun juga, mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang sangat bagus tersebut.

__ADS_1


__ADS_2