Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-76. Warisan sang Dewa


__ADS_3

Karena mereka berlima tidak ingin masuk, Lin Feng akhirnya memutuskan untuk masuk ke kuil seorang diri. Setibanya di bagian dalam kuil, pandangan Lin Feng langsung tertuju pada ukiran enam pasang sayap yang ada di dinding bangunan kuil.


Meski hanya sekedar ukiran, namun Lin Feng merasa bahwa tiga pasang sayap itu sangat mirip dengan sayap Phoenix miliknya, hanya saja, ukiran sayap itu ada tiga pasang, sedangkan sayap Phoenix miliknya hanya dua pasang, itupun akan muncul saat ia membuka segel Asura seorang diri.


"Sayap ini benar-benar mirip dengan sayap Phoenix" gumam Lin Feng, kemudian mendekati ukiran tersebut, lalu menyentuhnya dengan telapak tangan kanannya.


Saat telapak tangan Lin Feng bersentuhan dengan ukiran sayap tersebut, Lin Feng merasa seperti jiwanya ditarik dengan paksa untuk keluar dari tubuhnya dan sesaat kemudian, ia telah berada di suatu tempat yang dikelilingi oleh kobaran api berwarna emas.


"Selamat datang, Lin Feng"


"Siapa itu?!" Lin Feng dikejutkan oleh suara yang tidak diketahui darimana asalnya.


Tidak lama kemudian, kobaran api emas yang mengelilingi tempat tersebut mendadak bergerak ke satu arah, kemudian menyatu dan membentuk satu sosok yang sangat besar dengan tiga pasang sayap di punggungnya, namun Lin Feng tidak bisa melihat dengan jelas sosok tersebut, karena seluruh tubuhnya diselimuti oleh api emas.


"Kenapa malah bertanya? Bukankah kau sendiri sudah mengetahui siapa aku?"


"Asura, apa itu kau?"


"Benar! Aku adalah Asura dan kau juga Asura, namun aku yang sekarang hanyalah pecahan roh Asura, sedangkan kau, kau adalah manusia yang ditakdirkan untuk menjadi Asura" jawab sosok tersebut.


"Aku tahu itu, lalu apa tujuanmu membawaku ke sini?" tanya Lin Feng.


"Aku tidak membawamu ke sini, tapi takdir lah yang telah menuntun mu hingga sampai di tempat ini" jawab Dewa Asura.


"Dan karena takdir sudah mempertemukan kita, maka aku akan menyerahkan sesuatu yang sudah seharusnya menjadi milikmu" lanjutnya.


"Apa maksudmu?" tanya Lin Feng.


"Kau akan mengetahuinya nanti, tapi sebelum itu, ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan padamu" jawab Dewa Asura.


Setelah itu, serpihan roh Dewa Asura menjelaskan jika dirinya ingin Lin Feng melakukan sesuatu untuknya, yaitu membebaskan alam semesta dari cengkeraman kehancuran. Lalu, ia menceritakan peristiwa yang terjadi ratusan ribu tahun yang lalu.


Dalam ceritanya itu, Dewa Asura mengatakan jika dirinya di masa lalu pernah berhadapan dengan seorang Dewa yang sangat kuat, yaitu seorang Dewa yang menjadi penguasa pertama dimensi kesembilan.

__ADS_1


Pertarungan mereka berdua saat itu sangatlah dahsyat, dan bisa dikatakan sebagai pertarungan terdahsyat yang pernah ada, bahkan dampak dari pertarungan mereka sampai menyebar ke seluruh dimensi yang ada.


Meskipun akhirnya Dewa Asura berhasil mengalahkan musuhnya itu, namun, ia juga mendapatkan luka yang sangat parah, hingga jiwa dan rohnya terpecah menjadi beberapa bagian dan menyebar ke seluruh alam semesta.


"Lalu bagaimana dengan Dewa itu?" tanya Lin Feng.


"Dia sudah mati, tapi aku sangat yakin jika dia akan bangkit lagi untuk menguasai alam semesta ini sekali lagi" jawab Dewa Asura.


"Benar-benar merepotkan" gumam Lin Feng.


"Sekarang aku akan memberikan warisanku padamu, dan semoga saja kau bisa melindungi alam semesta ini dengan warisanku itu" ucap Dewa Asura.


"Tapi aku tidak ingin menjadi penguasa!"


"Lin Feng, aku tidak memintamu menjadi penguasa, aku hanya memintamu menjaga alam semesta ini saja, masalah kau mau menjadi penguasa atau tidak, keputusannya ada di tanganmu sendiri."


Lin Feng menghela napas lega setelah mendengar perkataan Dewa Asura, meski ia sendiri masih tidak menyangka jika takdir lah yang telah mempertemukannya dengan Dewa Asura, tapi setidaknya ia tidak diminta untuk menjadi penguasa, yang artinya, meskipun ia menjadi Asura, ia tetap bisa memilih jalannya sendiri.


"Sekarang bersiaplah, aku akan memberikan warisanku padamu."


Setelah itu, sosok Dewa Asura berubah menjadi bola api emas yang sangat besar, kemudian bola api tersebut melayang mendekati Lin Feng dan langsung masuk kedalam tubuhnya. Pada saat yang bersamaan, di punggung Lin Feng tumbuh tiga pasang sayap yang mirip seperti sayap Dewa Asura.


Selain menumbuhkan tiga pasang sayap di punggungnya, Lin Feng juga merasakan adanya kekuatan yang sangat besar masuk kedalam dirinya dan menyatu dengan kekuatan yang telah ia miliki selama ini, tidak hanya itu saja, kekuatan tersebut juga membuat kekuatan api emas miliknya menjadi jauh lebih kuat lagi dari sebelumnya.


"Lin Feng, datanglah ke semua kuil dan kumpulkan semua warisanku, meski tidak terlalu kuat, tapi aku yakin apa yang aku tinggalkan untukmu dapat membantumu menjaga alam semesta ini."


Di dalam kuil.


Lin Feng membuka matanya lagi setelah sebelumnya sempat tidak sadarkan diri, "Terima kasih, Dewa Asura. Aku pasti akan memenuhi permintaanmu itu" gumam Lin Feng, kemudian keluar dari kuil.


Sebenarnya Lin Feng sangat berharap jika kekuatannya akan kembali setelah pertemuannya dengan Dewa Asura, namun sayangnya, harapan itu masih belum bisa menjadi kenyataan, karena setelah jiwanya kembali ke tubuhnya, kekuatannya masih saja belum kembali seperti semula.


Meski begitu, Lin Feng sudah tidak terlalu menghiraukan hal tersebut, karena sekarang ia sudah tahu jika kekuatannya telah bertambah, dan jika dirinya menemukan semua warisan yang ditinggalkan oleh Dewa Asura, maka kekuatannya akan semakin bertambah lagi.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Zhen Shao yang nampak khawatir.


Lin Feng mengangguk pelan, "Memangnya kenapa?"


"Syukurlah, kami takut terjadi sesuatu padamu, karena beberapa menit yang lalu kami merasakan sesuatu yang aneh dari dalam kuil" jawab Zhen Shao.


"Benarkah? Tapi aku tidak merasakan apapun saat di dalam sana" sahut Lin Feng.


"Sudahlah, mungkin hanya perasaan kalian saja, kalaupun memang terjadi sesuatu, aku pasti akan memanggil kalian untuk meminta bantuan."


Lin Feng terpaksa berbohong karena tidak ingin mereka mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya, dan akan sangat merepotkan jika Zhen Shao dan teman-temannya mengetahui jika dirinya adalah Dewa Asura. Meskipun belum tentu mereka akan percaya atau tidak, tapi akan lebih baik lagi jika tidak ada yang mengetahuinya.


"Kau benar, tapi apa yang kau lakukan di dalam sana?" tanya Wen Chao.


"Hanya meminta beberapa permohonan pada Dewa Asura" jawab Lin Feng, "Ya sudah, mari kita lanjutkan perjalanan menuju ke kuil kedua" lanjutnya.


"Kuil selanjutnya akan sangat jauh, mungkin butuh waktu dua Minggu untuk sampai di sana" sahut Zhang Kai.


"Tidak masalah, yang penting kita bisa ke sana."


"Lin Feng, kami punya permintaan."


"Katakan saja, selagi itu mungkin, aku pasti akan memenuhi permintaan kalian itu."


"Ajari kami menjadi pendekar yang hebat sepertimu" ucap Zhen Shao.


Kemudian, mereka menjelaskan alasan kenapa mereka ingin menjadi pendekar hebat seperti Lin Feng, dan salah satu alasannya adalah, karena mereka tidak ingin menjadi beban bagi Lin Feng, walaupun mereka tidak sehebat Lin Feng, setidaknya mereka bisa membantu saat Lin Feng bertarung.


"Apa kalian yakin?"


Zhen Shao dan teman-temannya mengangguk pelan, "Kami sangat yakin!"


"Baiklah, aku akan mengajari kalian cara bertarung, dan semoga saja sebelum tiba di kuil kedua, kalian sudah bisa menjadi petarung yang handal" sahut Lin Feng.

__ADS_1


"Terima kasih!" ujar Zhen Shao dan teman-temannya, lalu setelah itu, mereka memacu kudanya lagi menuju ke kuil Dewa Asura yang kedua.


__ADS_2