Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-204. Mengunjungi sekte Naga Angin


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Perkataan Huanran tempo hari memang membuat Xie Long menyadari kesalahannya, bahkan perkataan itu berhasil mengembalikan tatapan tajamnya yang sempat menghilang untuk waktu yang lumayan lama.


Meski begitu, Xie Long masih belum mau menyerang sekte Naga Angin, atau lebih tepatnya, ia menunda penyerangan itu selama beberapa hari ke depan, karena sebelum menyerang, ia ingin meningkatkan kultivasi-nya lagi.


Wushh!


Boom!


Boom!


Setelah bermeditasi selama beberapa hari dengan menyerap sumberdaya yang didapat dari cincin penyimpanan milik anggota sekte Naga Angin yang mereka bunuh tempo hari, dari dalam tubuh Xie Long akhirnya terdengar suara ledakan teredam sebanyak dua kali.


Dengan kata lain, meditasi-nya selama beberapa hari ini telah membuahkan hasil yang lumayan memuaskan, dan untuk saat ini, tingkat kultivasi Xie Long telah berada di ranah Expert bintang delapan, sedangkan kekuatan penuhnya setara dengan kultivator ranah Saint bintang tiga.


"Tuan, selamat atas pencapaian Anda" ucap Xiao Xue setelah Xie Long membuka mata.


"Zilong, selamat karena telah berhasil meningkatkan kekuatanmu" Huanran menimpali.


"Terima kasih!" sahut Xie Long.


"Tuan, apa kita akan berangkat sekarang?"


Xie Long mengangguk pelan, "Tapi sebelum itu, ada rencana yang harus kita susun terlebih dahulu, karena jika kita langsung menghancurkan mereka, pastinya tidak akan terasa seru!"


"Maksudmu?"


Xie Long tersenyum dibalik penutup bagian bawah wajahnya, "Aku punya rencana yang bagus" ucapnya, kemudian membahas rencana yang ia maksud dengan Huanran dan Xiao Xue.


***


Beberapa murid yang bertugas menjaga gerbang sekte dikejutkan oleh kemunculan sepasang kultivator, karena penampilan mereka berdua yang mencurigakan, para murid penjaga gerbang sekte itupun menghentikan langkah keduanya.


Meski begitu, Xie Long masih terlihat santai saat menjawab berbagai macam pertanyaan yang dilontarkan oleh para penjaga gerbang tersebut, bahkan ia masih sangat tenang saat mengatakan maksud dan tujuannya datang ke sekte tersebut.

__ADS_1


"Apa kau tidak berbohong?" tanya salah seorang murid penjaga gerbang.


"Kenapa aku harus berbohong, tapi jika kalian tidak percaya, kalian bisa bertanya langsung pada para tetua atau patriark sekte kalian" jawab Xie Long.


Para murid penjaga gerbang itu mengerutkan alisnya, ketenangan yang ditunjukkan oleh Xie Long dapat membuktikan bahwa perkataannya bukanlah suatu kebohongan, dan oleh karena itu, mereka berdua diizinkan untuk memasuki sekte.


Pada saat yang bersamaan, salah seorang murid telah mendahului mereka berdua, ia berhasil menuju ke aula pertemuan sekte untuk menyampaikan kedatangan Xie Long dan Huanran pada patriark dan para tetua sekte.


Patriark dan para tetua sekte tentunya sangat senang mendengar kabar tersebut, dan tanpa banyak bicara lagi, patriark langsung memerintahkan murid itu untuk menjemput Xie Long dan Huanran, karena ia berpikir jika mereka berdua mau bergabung dengan sekte-nya.


"Hahaha! Setelah sekian lama, akhirnya mereka mau bergabung dengan kita!"


"Lalu, bagaimana dengan murid-murid sekte yang sudah mereka bunuh, patriark? Apakah masalah ini akan dilupakan begitu saja?"


"Tentu saja tidak, karena aku akan memberikan hukuman pada keduanya sebelum menerima mereka menjadi murid sekte ini!"


Beberapa menit kemudian, murid yang sebelumnya datang memberikan laporan, akhirnya muncul lagi di aula pertemuan, tentunya bersama Xie Long dan juga Huanran.


"Hahaha!" kedatangan Xie Long dan Huanran disambut dengan tawa lantang oleh patriark sekte, "Setelah sekian lama, akhirnya kalian mau datang juga menemui ku" ucapnya.


"Kami benar-benar minta maaf karena sudah membuatmu menunggu lama" jawab Xie Long.


"Lancang sekali kau! Kenapa tidak berlutut saat berhadapan dan bicara dengan patriark sekte?!" ujar salah seorang tetua sekte.


"Aku belum bergabung dengan sekte ini, jadi aku belum punya kewajiban untuk berlutut saat bertemu dengannya ataupun kalian semua."


"Kau..."


"Tetua pertama, yang diucapkan anak ini memang benar, dia belum punya kewajiban untuk berlutut saat bertemu denganku!" ujar patriark sekte Naga Angin.


"Tapi... aku harap kau mengubah sikapmu setelah menjadi bagian dari sekte ini?"


"Hmm? Menjadi bagian dari sekte ini? Kapan aku mengatakan hal itu?"


Patriark dan para tetua sekte terdiam saat mendengar perkataan Xie Long, mereka tidak menyangka jika bocah berumur empat belas tahun itu ternyata memiliki keberanian yang tinggi.

__ADS_1


Selain itu, patriark sekte juga merasakan adanya sesuatu yang janggal dengan kedatangan mereka berdua. Padahal, selama ini mereka selalu melarikan diri, lalu kenapa sekarang malah datang ke sekte?


Jika maksud dan tujuan kedatangan mereka memang untuk bergabung dengan sekte Naga Angin, lalu kenapa tidak mereka lakukan sejak lama? Dan kenapa pula mereka tiba-tiba saja datang setelah membunuh banyak murid sekte.


"Bocah, apa tujuanmu yang sebenarnya?"


"Ada dua alasan yang membuatku datang ke sekte ini, pertama karena aku ingin membinasakan kalian semua, lalu yang kedua, aku ingin menghancurkan sekte kebanggan kalian ini."


Perkataan Xie Long berhasil membuat patriark dan tetua sekte terdiam untuk yang kedua kalinya, namun tidak berselang lama, suasana hening itu langsung pecah karena suara gelak tawa yang keluar dari mulut patriark dan para tetua sekte.


"Bocah, memiliki mimpi adalah hal yang wajar, tapi jika terlalu tinggi, kau bisa saja jatuh ke kubangan lumpur yang dalam" ucap patriark sekte.


"Kau benar, tapi aku tidak akan jatuh selama aku mendaki dengan hati-hati" sahut Xie Long, masih dengan gayanya yang santai, dan tidak ada rasa takut sedikitpun.


Di dalam ruangan itu, selain patriark sekte yang kultivasi-nya sudah mencapai ranah Nirvana, juga ada beberapa tetua sekte yang memiliki tingkat kultivasi di ranah yang sama, tapi hal itu tidak membuat Xie Long merasa gentar sedikitpun.


Walaupun ia sendiri sudah tahu jika mustahil baginya untuk menang melawan mereka tanpa mengandalkan kekuatan Asura, namun hal itulah yang diinginkan oleh Xie Long, karena dia bisa berhadapan dengan kultivator kuat untuk menembus batasannya sendiri.


"Bocah sialan! Kau, bunuh bocah tidak tahu diri itu!" perintah patriark sekte.


Murid yang datang bersama Xie Long mengangguk patuh, kemudian ia bangkit dan langsung menyerang Xie Long, tapi saat Xie Long mengarahkan pandangannya pada pemuda itu, tubuhnya tiba-tiba saja dibakar oleh kekuatan api langit.


Kejadian itu sontak membuat semua orang yang ada di sana kaget, karena tidak seorangpun dari mereka yang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, bahkan mereka semua tidak mengetahui darimana api hitam bercampur warna perak itu berasal.


"Kenapa kalian diam saja? Bunuh bocah itu!" ujar patriark sekte.


Para murid yang telah bersembunyi sejak Xie Long dan Huanran datang akhirnya menampakkan diri mereka, namun saat mereka hendak mendekati keduanya, tubuh mereka semua tiba-tiba saja terbakar seperti murid sebelumnya.


"Zilong, jangan memaksakan diri, kekuatan itu belum kau kendalikan sepenuhnya."


Huanran yang terlihat khawatir mencoba mengingatkan Xie Long agar tidak menggunakan kekuatan mata ungu secara berlebihan, karena kekuatan itu bisa menyakiti dirinya sendiri, lain halnya jika Xie Long sudah menguasai kekuatan itu sepenuhnya.


"Tenang saja, aku tahu kapan harus berhenti menggunakan kekuatan ini" sahut Xie Long.


Sejak mendapatkan mata berwarna ungu itu dan menyadari kemampuannya, Xie Long terus melatih dirinya agar terbiasa dengan kekuatan tersebut, jadi dia bisa mengetahui kapan dirinya harus berhenti menggunakan kekuatan misterius itu.

__ADS_1


__ADS_2