
Sebelumnya.
Setelah membuka gerbang menuju ke dimensi pertama, Dewa Huo memang mengikuti Shen Guoshi dan pasukannya masuk ke dalam gerbang tersebut, namun saat mereka semua lengah dan tidak memperhatikannya, Dewa Huo langsung pergi meninggalkan mereka.
Menurut Dewa Huo, kekuatan Shen Guoshi memang sangat luar biasa, bahkan ia sangat kesulitan saat mencoba memeriksa tingkat kekuatan penguasa dimensi kesembilan itu. Tapi, bukan berarti ia mau datang begitu saja ke dimensi pertama, apalagi datang tanpa adanya persiapan sedikitpun.
Walaupun ia sendiri mengetahui bahwa Lin Feng sedang tidak berada di dimensi pertama, tapi bukan berarti mereka bisa berkeliaran dengan bebas, karena selain Lin Feng, masih ada delapan Dewa yang menjaga dimensi tersebut. Selain mereka, juga ada Dewi Nuwa yang masih berkuasa di sana.
Dengan kata lain, jika dia datang tanpa adanya persiapan yang matang, maka sama saja dengan ia menyerahkan dirinya secara sukarela kepada Dewi Nuwa. Memang benar jika mereka membawa banyak pasukan, tapi Dewa Huo mengetahui dengan jelas bagaimana kekuatan pasukan penjaga dimensi pertama.
Ketika peperangan besar sebelumnya berlangsung, Yama membawa jutaan pasukan bersamanya, namun hasil akhirnya justru tidak sesuai dengan yang ia inginkan. Padahal, kekuatan pasukan Yama saat itu sudah mampu untuk memporak-porandakan satu dimensi.
Dengan kekuatan pasukan penjaga yang sangat luar biasa, sudah pasti lima ratus ribu pasukan milik Shen Guoshi bukanlah apa-apa bagi pasukan dimensi pertama, dan bisa dikatakan bahwa, kedatangan mereka ke dimensi pertama bukanlah untuk berperang, melainkan menyerahkan nyawa.
Oleh sebab itu, Dewa Huo lebih memilih untuk menyusun ulang semua rencananya, dan rencana itu dimulai dengan melenyapkan penguasa dimensi kesembilan, kemudian dia akan membangun kekuatannya sendiri dengan menjadi penguasa dimensi kesembilan yang selanjutnya.
***
"Siapa yang dia cari?" gumam Lin Feng yang menyadari gerak-gerik Shen Guoshi.
"Kau juga menyadarinya?" tanya Xiao Lang.
Lin Feng mengangguk, "Dari yang terlihat, sepertinya dia tidak datang dengan sendirinya dan mungkin saja, ada seseorang yang memerintahkannya atau menghasutnya untuk menyerang dimensi ini" jawab Lin Feng.
"Tapi siapa yang mampu melakukan itu?"
"Siapa lagi kalau bukan..."
"Dewa Huo!" ujar Xiao Lang memotong ucapan Lin Feng.
"Benar! Aku yakin dialah dalang dari semua ini."
Meskipun mereka sangat yakin dengan apa yang mereka pikirkan saat ini, namun Lin Feng masih belum puas sebelum menanyakannya secara langsung, dan jika apa yang ia pikirkan itu memang benar, maka jalan untuk menemukan Dewa Huo akan semakin terbuka lebar.
"Mau menginterogasinya?"
"Biar aku saja" jawab Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan Xiao Lang.
Disisi lain.
__ADS_1
Shen Guoshi yang masih berusaha mencaritahu keberadaan Dewa Huo mendadak merasakan adanya aura kekuatan tengah mendekatinya, namun sebelum ia sempat menemukan darimana asal aura kekuatan tersebut, ia sudah dikejutkan dengan kemunculan seorang pemuda di hadapannya.
"Siapa kau?" tanya Shen Guoshi.
"Akulah yang seharusnya bertanya, siapa kau dan apa tujuanmu datang ke dimensi ini?"
"Hahaha! Aku adalah Dewa yang akan menguasai dimensi ini!" jawab Shen Guoshi.
"Benarkah? Kalau begitu coba kau buktikan ucapan mu itu" sahut Lin Feng.
"Hahahaha, aku harap kau tidak menyesali kata-kata mu!" Shen Guoshi kemudian melesat maju dan menyerang Lin Feng.
Berbagai jenis serangan dilancarkan oleh Shen Guoshi, namun tidak satupun yang berhasil menyentuh Lin Feng, baik itu serangan fisik ataupun serangan dengan menggunakan energinya, semuanya berhasil dihindari dengan sangat mudah oleh Lin Feng.
"Aku beri kau kesempatan sekali lagi, katakan... siapa yang memberimu perintah untuk menyerang dimensi pertama?" tanya Lin Feng.
"Memberi perintah? Aku adalah Shen Guoshi, penguasa dimensi kesembilan, tidak ada seorangpun di alam semesta ini yang bisa memberikan perintah padaku!"
"Penguasa dimensi kesembilan, ya? Pantas saja aku merasakan aura penguasa dari tubuhmu" sahut Lin Feng.
"Benar! Aku adalah seorang penguasa, apa sekarang kau merasa takut?"
Shen Guoshi melayangkan tinjunya ke wajah Lin Feng, namun pukulannya itu berhasil ditangkap oleh Lin Feng dengan menggunakan tangan kirinya, "Takut? Apa kau tidak tahu siapa aku?"
Shen Guoshi mengerutkan alisnya ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Lin Feng, dan entah mengapa, sekarang ia malah merasakan perasaan aneh dalam dirinya, seakan-akan dia telah salah menyinggung orang.
Namun, Shen Guoshi langsung menepis perasaan tersebut, karena menurutnya, tidak mungkin jika pemuda didepannya itu adalah penguasa dimensi pertama. Lagipula, Dewa Huo sebelumnya sudah mengatakan jika penguasa dimensi pertama tidak ada di sana.
"Siapa kau?" tanya Shen Guoshi.
"Dengarkan baik-baik, aku adalah orang yang akan melenyapkan para penguasa seperti dirimu!" jawab Lin Feng.
Krak!
Suara tulang yang dipatahkan terdengar sangat nyaring ketika Lin Feng mencengkeram tinju Shen Guoshi dengan menggunakan kekuatan yang besar.
"Arkhhh!" Shen Guoshi berteriak kencang karena rasa sakit di jari-jari tangannya yang patah. Namun, rasa sakit itu tidak berlangsung lama dan langsung menghilang setelah beberapa saat berlalu, bahkan jari-jarinya yang patah juga telah kembali ke keadaan semula.
"Kau... apa jangan-jangan kau adalah orang yang dimaksud oleh Dewa Huo?"
__ADS_1
"Oh... sepertinya aku sudah mengerti siapa dalang dibalik semua ini" ucap Lin Feng.
"Apa maksudmu?"
"Jika kau mengatakan dimana Dewa Huo berada, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk tidak memisahkan tubuhmu menjadi beberapa bagian."
"Hahahaha, apa kau mengancam ku?"
"Aku tanya sekali lagi, dimana Dewa Huo berada?"
"Kau mau tahu dimana dia berada? Dia ada di neraka!" jawab Shen Guoshi, kemudian menyerang Lin Feng lagi.
Karena sudah berhasil memastikan dalang dari penyerangan itu, Lin Feng pun tidak menahan dirinya lagi, ia yang sebelumnya hanya menghindar saat diserang oleh Shen Guoshi, sekarang justru melakukan serangan balasan, bahkan Lin Feng tidak memberikan kesempatan sedikitpun pada Shen Guoshi untuk membalas serangannya.
Wushh!
Dhuaarrr!
Satu pukulan Lin Feng mendarat dengan telak di wajah Shen Guoshi, dan pukulan keras tersebut berhasil membuatnya terlempar hingga menabrak sebuah bukit yang cukup tinggi.
"Si-sial! Pukulan pemuda itu ternyata sangat keras" gumam Shen Guoshi sembari menghapus jejak darah yang mengalir dari sudut bibirnya.
"Hah" Shen Guoshi menghela napas, "Aku benar-benar sudah salah menilai mu, awalnya aku sempat berpikir jika kau tidak akan bisa menyentuhku, tapi ternyata, kau tidak hanya berhasil mendaratkan pukulan telak di wajahku, tapi pukulan mu juga sangat keras."
"Tapi, jangan senang dulu, karena aku akan melawan mu dengan..."
Sebelum ia sempat menyelesaikan ucapannya, sebuah tendangan telah mendarat lagi di wajah Shen Guoshi, dan lagi-lagi, ia terlempar sangat jauh karena tendangan keras tersebut.
Wushh!
Dhuaarrr!
"Kau ini mau bertarung atau mengobrol?"
(*Hari ini dua chapter dulu ya, besok author usahakan update tiga atau empat chapter sekaligus.
Ingat ya, tiga atau empat chapter, bisa tiga bisa empat, jadi jangan komplain kalo cuma tiga chapter yang update.
Satu lagi, kalau mau updatenya banyak, jumlah like-nya juga harus banyak dong, hehehe.
__ADS_1
Sekian dari author, see you next chapter, Bai-bai*)