
Pada peperangan sebelumnya, para penguasa memang berada dibawah kendali Dewa Huo, sedangkan jiwa mereka telah dimakan oleh giok jiwa yang ditanamkan oleh Dewa Huo kedalam tubuh mereka semua.
Akan tetapi, saat giok jiwa itu hancur, jiwa mereka yang ada di dalamnya tidak ikut hancur, melainkan kembali ke alam kematian dan menunggu sampai mereka bereinkarnasi.
Oleh sebab itu, Lin Feng memutuskan untuk pergi ke alam kematian untuk menemui jiwa para penguasa, karena sejak awal, ia sudah mengetahui jika jiwa mereka tidak lenyap bersamaan dengan hancurnya giok jiwa.
Alam kematian.
Kemunculan Lin Feng di alam kematian, membuat semua penghuninya menggigil ketakutan, meski ia tidak berada dalam wujud Asura, namun aura yang terpancar dari tubuhnya sudah memberitahukan siapa dia sebenarnya.
Sementara itu, Lin Feng mengabaikan jiwa-jiwa yang sedang ketakutan karena kehadiran dirinya, ia kemudian melesat terbang mencari keberadaan jiwa para penguasa dimensi. Lalu setelah mencari cukup lama, ia akhirnya berhasil menemukan mereka.
"Hormat pada yang mulia!" ucap kedelapan jiwa penguasa serempak.
"Tidak perlu sungkan seperti itu, aku datang ke sini untuk menyampaikan sesuatu pada kalian semua" sahut Lin Feng.
"Kami siap mendengarkan, yang mulia."
"Saat ini, delapan dimensi masih dalam keadaan baik-baik saja, namun aku tidak yakin keadaan ini akan bertahan lebih lama lagi."
"Jadi, aku bermaksud untuk mencari penerus kalian yang selanjutnya, tapi hal ini akan memakan waktu yang tidak sebentar" jelas Lin Feng.
"Lalu, apa yang bisa kami bantu, yang mulia?"
"Ada dua cara" ucap Lin Feng seraya menunjukkan dua jari tangan kanannya.
"Pertama, jiwa kalian harus bereinkarnasi dan kembali ke dimensi kalian masing-masing, kedua, jika tidak ingi bereinkarnasi, maka kalian harus mengatakan siapa yang ingin kalian rekomendasikan untuk menjadi penguasa baru."
"Yang mulia, izinkan kami membahas masalah ini terlebih dahulu."
"Cepatlah, aku tidak punya banyak waktu!" ujar Lin Feng.
Kedelapan jiwa penguasa itu kemudian membahas rencana yang ingin dilakukan oleh Lin Feng, lalu setelah mereka menentukan keputusan apa yang akan diambil, mereka kemudian menghampiri Lin Feng lagi.
"Yang mulia, kami semua setuju untuk mengambil pilihan yang pertama."
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu ikut aku sekarang " sahut Lin Feng, kemudian membawa mereka menuju ke tempat yang berbeda.
Selama perjalanan, Lin Feng menjelaskan jika mereka tidak akan mengingat apapun tentang kehidupan pertamanya, meski begitu, kekuatan mereka akan tetap ada dan hanya perlu waktu untuk bisa mendapatkannya kembali.
Selain itu, Lin Feng juga menjelaskan jika dirinya akan membantu mereka sampai menjadi pantas untuk menduduki takhta penguasa sekali lagi, ia juga berjanji akan melatih mereka hingga mereka semua menjadi kultivator hebat dan tak terkalahkan di dimensinya masing-masing.
"Apa ada yang keberatan?" tanya Lin Feng.
"Tidak ada yang mulia, bisa bereinkarnasi lebih cepat saja sudah menjadi anugerah untuk kami, jadi bagaimana mungkin kami bisa keberatan hanya karena masalah sepele ini" sahut Jiwa Shen Liu Yang.
"Yang mulia, bagaimana dengan penguasa dimensi kesembilan?"
"Dia sedikit berbeda, jadi aku tidak akan membiarkan dia bereinkarnasi, dan akan lebih baik jika aku mencari penggantinya secara langsung" jawab Lin Feng.
Tidak lama kemudian, mereka akhirnya sampai ditempat yang dimaksud, tempat itu adalah sebuah altar raksasa dengan sebuah gerbang ditengahnya.
Sekilas, gerbang besar itu terlihat mirip seperti gerbang dimensi, namun sudah jelas bahwa gerbang itu bukanlah gerbang dimensi, melainkan gerbang reinkarnasi yang hanya ada di alam kematian.
Setelah tiba di sana, Lin Feng kemudian menggunakan kekuatan Asura untuk mengaktifkan gerbang tersebut, "Shen Yao, kau yang pertama" ucapnya setelah berhasil mengaktifkan gerbang tersebut.
Tidak lama setelah jiwa Shen Yao masuk, gerbang itu kembali tertutup, lalu Lin Feng mengaktifkan gerbang itu lagi dengan kekuatan Asura miliknya, "Gong Sun, selanjutnya kau!"
"Baik, yang mulia!" jiwa Gong Sun kemudian melangkah masuk kedalam gerbang reinkarnasi, lalu kejadian yang sama terus terulang sampai mereka semua berhasil memasuki gerbang reinkarnasi tersebut.
Istana Dewa.
"Hah" Lin Feng menghela napas lega setelah jiwanya kembali ke tubuhnya, "Aku tidak menyangka jika proses ini sangat menguras tenaga" gumamnya.
Meski saat ini Lin Feng adalah sang Dewa tertinggi, namun melakukan proses reinkarnasi sangatlah menguras tenaga, apalagi Lin Feng baru saja melakukannya kepada delapan jiwa, pastilah sangat banyak tenaganya yang terkuras.
Setelah itu, Lin Feng beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju ke alam manusia, karena sebelum melanjutkan perjalanannya ke dimensi kesembilan, ia harus memulihkan tenaga terlebih dahulu. Selain itu, ia juga ingin menemui muridnya terlebih dahulu.
Alam manusia, istana kekaisaran Wu.
"Yang mulia, ada seorang pemuda yang ingin menemui yang mulia" ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang.
__ADS_1
"Seorang pemuda? Apa dia menyebutkan namanya?"
Prajurit itu mengangguk, "Namanya Lin Feng, ia juga mengaku sebagai guru pangeran mahkota."
Kaisar Wu tersentak kaget mendengar jawaban prajurit itu, kemudian ia turun dari singgasananya dan langsung memanggil putra pertamanya, Wu Nan.
"Ayah, ada apa?"
"Gurumu datang berkunjung, cepat, jemput dia di gerbang ibukota" jawab kaisar Wu.
"Baik ayah!" ujar Wu Nan, kemudian bergegas menuju ke gerbang kota.
Setibanya di gerbang kota.
"Guru, selamat datang" ucap Wu Nan seraya berlutut pada Lin Feng.
Lin Feng mengangguk pelan, kemudian meminta Wu Nan untuk segera berdiri, karena orang-orang yang ada di sekitar gerbang memandangi mereka dengan tatapan tajam dan curiga. Selain itu, Lin Feng sangat tidak suka menjadi pusat perhatian orang banyak.
"Guru, ayah sudah menunggu di istana."
"Baiklah, mari kita ke sana sekarang" sahut Lin Feng, lalu mereka berdua pergi ke istana kekaisaran dengan ditemani oleh beberapa prajurit.
Saat hendak memasuki gerbang istana, Lin Feng langsung disambut oleh kaisar Wu dan Tuan Li yang telah menunggunya di sana, "Selamat datang, Tuan Lin" ucap keduanya serempak.
Lin Feng menganggukkan kepala, "Terima kasih! Bagaimana kabar kalian? Apa ada hal buruk yang terjadi semenjak aku pergi dari sini?"
"Terima kasih karena Tuan Lin mengkhawatirkan keadaan kami, tapi semuanya baik-baik saja, dan tidak ada hal buruk apapun yang terjadi setelah Tuan Lin pergi" jawab kaisar Wu.
"Baguslah" sahut Lin Feng singkat.
"Tuan Lin, Anda pasti lelah, bagaimana kalau kita mengobrol di istana saja?"
"Kebetulan sekali, tujuanku datang ke sini memang untuk beristirahat sejenak, itupun jika diizinkan oleh yang mulia kaisar."
"Tentu saja Tuan Lin, justru suatu kehormatan bagiku karena bisa melayani Anda" sahut kaisar Wu.
__ADS_1
Kemudian, kaisar Wu mengajak Lin Feng masuk ke istana kekaisaran, ia juga memerintahkan para pelayan istana untuk menyajikan makanan serta minuman untuk Lin Feng.