
Lin Feng diam memikirkan perkataan penguasa dimensi ketujuh sebelumnya, ia memang sangat kesal dan marah atas perlakukan pasukan Xiao Lang, namun apa yang dikatakan oleh Sang Maha Dewa memang benar, ia tidak bisa mementingkan egonya sendiri tanpa memikirkan keselamatan banyak orang.
Jika sebelumnya, mungkin dia akan mengabaikan perkataan itu, namun sekarang dia adalah Dewa, jadi dia harus memikirkan setiap keputusan yang akan diambil, begitu juga dengan resiko dari keputusan tersebut. Misalnya seperti sekarang ini, jika dia melanjutkan pertarungan, pastinya akan banyak manusia yang menjadi korbannya.
"Cihh, akan aku turuti saran mu itu, tapi bukan berarti masalah ini selesai begitu saja, dan ingatlah, aku pasti akan membalas perbuatan kalian!" ucap Lin Feng, lalu menghampiri Huise yang tengah terluka.
"Bocah sialan! Apa kau baru saja..."
"Cukup! Tidakkah kau sadar jika kaulah yang paling bersalah dalam hal ini? Jika kau tidak menyadarinya, setidaknya jangan memperpanjang masalah ini lagi!" ujar Sang Maha Dewa memotong ucapan Luo Li.
"Ma-maaf, yang mulia."
"Kalian semua, kembalilah ke istana bintang!"
"Baik yang mulia!" jawab seluruh pasukan, kemudian mereka kembali ke istana bintang.
Berkat kemunculan penguasa sebelumnya, malapetaka yang hampir saja mengguncang dimensi ketujuh akhirnya bisa dihentikan, namun dampak dari pertarungan itu benar-benar jauh melebihi bayangan Sang Maha Dewa, bahkan kehancurannya sama dengan kehancuran yang terjadi akibat peperangan besar.
Selain dampak kehancuran, peperangan itu juga berdampak besar bagi dimensi ketujuh, karena hampir setengah pasukan yang ikut dalam pertarungan itu mendapatkan luka yang sangat parah, walaupun tidak ada yang meregang nyawa, namun luka yang mereka dapatkan benar-benar mengkhawatirkan.
Disisi lain.
"Huise, bagaimana keadaanmu?"
"Aku baik-baik saja Tuan, hanya mengalami sedikit luka dalam akibat ledakan sebelumnya" jawab Huise.
Lin Feng mengangguk pelan, "Syukurlah, kalau begitu aku akan menyembuhkan lukamu" ucapnya, kemudian menyembuhkan luka dalam Huise dengan kekuatan api emas, dan kurang dari lima menit, luka dalam yang didapatkan Huise telah sembuh sepenuhnya.
"Terima kasih, Tuan" ucap Huise.
Lin Feng tersenyum, "Jangan berterima kasih, bagaimanapun juga, luka dalam mu ini juga disebabkan olehku."
Tidak lama kemudian, Sang Maha Dewa dan Xiao Lang datang menghampiri mereka berdua, "Asura, bagaimana keadaanmu?" tanya Sang Maha Dewa.
__ADS_1
"Bukan urusanmu!"
"Hah" Sang Maha Dewa menghela napas, "Asura, aku yakin Dewi Nuwa tidak akan senang mendengar kabar ini, dan aku yakin dia akan..."
"Dia tidak ada hubungannya dengan semua ini, dan perlu untuk kau ketahui, dia tidak sama sepertimu yang suka mencampuri urusan orang lain!" ujar Lin Feng.
"Asura, jaga ucapan mu! Walaupun kau bukan dari dimensi ini, setidaknya hormatilah..."
"Aku hanya akan menghormati orang yang pantas untuk aku hormati!"
"Asura, aku minta maaf, aku akui jika diriku lah yang bersalah dalam hal ini, aku juga minta maaf atas nama istri dan semua prajurit ku" ucap Xiao Lang dengan tulus.
"Maaf? Tidak semudah itu! Kalian sudah berani menyerang ku dan tidak mudah bagiku untuk memberikan maaf pada kalian!" sahut Lin Feng.
Xiao Lang dan Sang Maha Dewa kehabisan kata-kata, mereka berdua benar-benar tidak menyangka bahwa Lin Feng adalah orang yang sangat keras kepala. Padahal, Xiao Lang sudah berusaha untuk melupakan masalah sebelumnya, dan ia juga mengakui bahwa dirinyalah yang bersalah, tapi Lin Feng malah ingin memperpanjang masalah tersebut.
Meski begitu, Xiao Lang juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi, karena semua ini terjadi memang karena kesalahan pasukannya, terutama istrinya yang telah membuat Lin Feng sangat murka. Jika saja istrinya tidak ikut campur dalam masalah ini, mungkin sekarang mereka sudah berteman baik, atau bahkan mereka bisa bersulang untuk menjalin ikatan persaudaraan.
"Sama seperti sebelumnya, kalahkan aku dalam pertarungan yang adil!" sahut Lin Feng.
"Baiklah, aku terima tantangan mu ini, tapi aku tidak ingin kita bertarung di sini."
"Tidak masalah!"
Setelah itu, Xiao Lang membawa Lin Feng menuju ke suatu tempat yang letaknya sangat jauh dari Benua Bintang. Selain letaknya yang sangat jauh, tempat tersebut juga tidak berpenghuni, jadi mereka berdua bisa bertarung dengan bebas tanpa memikirkan dampak dari pertarungan mereka nantinya.
"Tempat ini sangat jauh dari Benua Bintang dan juga tidak memiliki penghuni, jadi kita tidak perlu memikirkan dampak dari pertarungan kita nanti" ucap Xiao Lang setelah mereka tiba ditempat tersebut.
"Baguslah, kalau begitu, mati kita mulai sekarang!" sahut Lin Feng.
Pertarungan Lin Feng dan Xiao Lang pun akhirnya berlanjut, baik Lin Feng maupun Xiao Lang, keduanya benar-benar mengerahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki, bahkan, mereka sudah tidak peduli lagi dengan kehancuran yang akan terjadi akibat pertarungan mereka itu.
Lin Feng dan Xiao Lang melesat dengan kecepatan tinggi seraya melepaskan aura kekuatannya masing-masing. Lalu, setelah jarak keduanya sangat dekat, mereka langsung melancarkan serangan terkuatnya.
__ADS_1
Dhuaarrr!
Ledakan dahsyat langsung terjadi ketika pedang Dewa Asura milik Lin Feng berbenturan dengan Dragon Spear milik Xiao Lang, dan karena besarnya kekuatan yang mereka kerahkan, ledakan itu sampai menyebabkan seisi pulau bergetar hebat karenanya, bahkan hutan yang menyelimuti pulau itu langsung rata dengan daratan akibat dampak dari ledakan tersebut.
Ledakan yang sangat dahsyat itu nyatanya tidak mampu menghentikan mereka berdua, dan lagi-lagi, keduanya benar-benar tidak peduli sedikitpun dengan dampak yang ditimbulkan oleh ledakan tersebut.
Bagaimana tidak, keduanya memiliki pertahanan yang sangat kuat, Xiao Lang dengan Dragon Armor dan Lin Feng dengan jubah hitam Asura, jadi bagaimana mungkin mereka peduli dengan dampak tersebut, lagipula, dampak ledakan itu tidak akan bisa menyakiti mereka berdua.
"Dewa Bintang, apa cuma ini saja yang kau miliki?!"
"Jangan buru-buru, pertarungan kita baru saja dimulai!"
"Justru sekaranglah saat yang tepat untuk mengerahkan semuanya!" sahut Lin Feng.
"Hahaha, aku suka dengan kepercayaan dirimu, Asura. Tapi jangan sampai kau menyesali perkataan mu itu!"
Wushh!
Xiao Lang melepaskan kekuatan darah naga Azure sehingga membuat tubuhnya diselimuti oleh cahaya biru yang sangat terang, tidak lama kemudian, wujudnya berubah menjadi seekor naga berwarna biru yang sangat besar, begitu juga dengan kekuatannya yang ikut meningkat berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya.
"Hahaha, bagus! Memang inilah yang aku inginkan!" ucap Lin Feng, kemudian melepaskan kekuatan darah naga yang ia miliki.
Walaupun sama-sama memiliki kekuatan darah Naga dalam tubuhnya, namun Lin Feng tidak bisa mengubah wujudnya menjadi seekor naga seperti Xiao Lang, meski begitu, kekuatan darah naga yang ia miliki bukan hanya sekedar hiasan belaka, karena darah naga dalam tubuhnya itu juga bisa meningkatkan kekuatannya.
Selain memiliki kekuatan darah naga, Lin Feng juga memiliki kekuatan darah Phoenix dalam tubuhnya, dan jika ia mengkombinasikan atau menggunakan dua kekuatan darah itu sekaligus, maka kekuatannya akan bertambah lebih besar lagi, dan bukanlah sesuatu yang mustahil bagi Lin Feng untuk bisa menandingi kekuatan Xiao Lang dalam wujud Naga Azure.
"Apa hanya itu saja yang kau miliki?" Xiao Lang mengulang pertanyaan Lin Feng.
"Hahaha, buka matamu dan lihat baik-baik!"
Wushh!
Lin Feng melepaskan kekuatan darah Phoenix, kemudian di punggungnya tumbuh dua pasang sayap berwarna merah keemasan. Selain memunculkan sayap di punggungnya, kekuatan darah Phoenix yang ia lepaskan juga meningkatkan kekuatannya ke tingkatan yang lebih tinggi lagi.
__ADS_1