Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-51. Mau mencoba racun ku?


__ADS_3

Tidak lama kemudian, Huise akhirnya sampai ditempat mereka berdua berada, "Tuan, bagaimana keadaan Tuan?" tanya Huise yang nampak khawatir.


"Hanya kelelahan saja" jawab Lin Feng.


"Asura, apa dia saudara yang kau maksud tadi?"


"Benar! Dia adalah saudaraku, tapi entah kenapa dia selalu saja memanggilku Tuan" jawab Lin Feng.


"Itu karena aku sangat menghormati Anda, Tuan" sahut Huise.


"Yasudah, sekarang bawa kami pergi dari sini" pinta Lin Feng.


"Baik, Tuan!"


Huise kemudian mengubah wujudnya menjadi Serigala Bintang, agar bisa membawa Lin Feng dan Xiao Lang pergi dari sana, lalu setelah mereka berdua naik ke punggungnya, Huise kemudian melesat meninggalkan tempat tersebut dengan Xiao Lang dan Lin Feng yang terbaring di punggungnya.


"Huise, ini kali keduanya aku menunggangi mu, apa kau tidak masalah?"


"Tuan, apa yang Anda katakan? Bisa menunggangi Tuan adalah suatu anugerah untukku, dan aku yakin mereka bertiga juga ingin melakukan hal yang sama" jawab Huise.


"Mereka bertiga, ya?" gumam Lin Feng sembari memikirkan tiga orang yang tidak lain adalah Yin Ouyang, Lang Diyu dan juga Heilong.


"Huise, bagaimana keadaan kedua anakku?"


"Tuan dan Nona Muda baik-baik saja, tapi sepertinya mereka merindukan sosok Tuan, karena beberapa waktu yang lalu, mereka berdua menangis dan tidak ada seorangpun yang bisa mendiamkan mereka, bahkan kakak ipar dan ibu sampai dibuat kewalahan."


"Jadi kau sudah berkeluarga?"


"Iya! Aku memiliki dua anak kembar" jawab Lin Feng.


"Sayang sekali, padahal aku sempat berniat untuk menjodohkan mu dengan salah seorang putriku, tapi sepertinya aku harus melupakan niatku itu" sahut Xiao Lang.


Lin Feng tidak menyahuti perkataan Xiao Lang, karena yang ia pikirkan sekarang bukanlah ucapan Xiao Lang, melainkan kedua anaknya yang berada di dimensi pertama dan saat ini, ingin sekali rasanya dia kembali ke dimensi pertama untuk bertemu dengan kedua anaknya, apalagi setelah Huise menceritakan tentang keadaan mereka berdua yang membuatnya semakin merindukan mereka.


"Tuan, kemana tujuan kita sekarang?" tanya Huise.


"Ke istanaku saja" sahut Xiao Lang.


"Tuan, bagaimana?"


"Terserah kau saja, aku benar-benar lelah untuk berpikir" jawab Lin Feng.

__ADS_1


"Baik, Tuan"


Karena Lin Feng tidak memberikan jawaban, Huise akhirnya memutuskan untuk mengikuti saran Xiao Lang, walaupun ia sendiri sebenarnya enggan berada di istana bintang, namun yang ia pikirkan sekarang adalah keadaan Tuannya, karena untuk saat ini, yang paling dibutuhkan Lin Feng hanyalah beristirahat sesegera mungkin.


Istana bintang.


Kedatangan Lin Feng dan Xiao Lang disambut dengan kepanikan oleh penghuni istana bintang, bagaimana tidak, keduanya datang dalam keadaan tidak sadarkan diri dan hal itu membuat mereka semua sangat khawatir, tapi yang mereka khawatirkan bukanlah Lin Feng, melainkan hanya Xiao Lang saja.


"Serigala sialan, apa yang kau lakukan pada raja kami?!"


"Tenanglah, dia hanya sedang tidur" jawab Huise dengan santai, "Jika kau berisik, kau bisa saja mengganggu tidur raja mu itu."


"Huise, bagaimana dengan Lin Feng?" tanya sang Maha Dewa.


"Tuan juga tengah tertidur" jawab Huise, ia memilih untuk tidak mengubah wujudnya menjadi manusia lagi, karena tidak ingin mengganggu kenyamanan Tuannya yang tengah tertidur lelap di punggungnya.


"Shen Long, bawah suamiku ke kamar, dia akan lebih nyaman jika beristirahat di sana."


"Baik, yang mulia" jawab Shen Long, kemudian membawa Lin Feng ke kamarnya, bersamaan dengan itu, semua orang yang semula berkumpul di sana juga pergi meninggalkan aula tersebut, dan hanya meninggalkan Huise dan sang Maha Dewa.


"Huise, boleh aku menanyakan sesuatu padamu?"


"Tentu saja"


"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya."


Huise sama sekali tidak merasa keberatan untuk menceritakan tentang hubungannya dengan Lin Feng, lagipula, kedekatan mereka bukanlah sesuatu yang harus di rahasiakan, jadi menurutnya, tidak akan masalah jika dia menceritakannya pada Sang Maha Dewa.


Dari cerita Huise, sang Maha Dewa akhirnya mengetahui bahwa Huise adalah sosok yang telah menemani Lin Feng sejak lama, bahkan bisa dikatakan bahwa Huise telah menemani Lin Feng sejak ia memulai perjalanannya di dunia kultivator sampai saat ini.


Selain itu, sang Maha Dewa juga mengetahui jika Lin Feng dan Huise tidak hanya terikat dalam hubungan kontrak jiwa saja, tapi keduanya juga telah melakukan penggabungan jiwa, jadi sangat wajar jika Lin Feng menganggap Huise sebagai saudaranya sendiri.


Disisi lain.


Shen Long yang kebetulan mendengar obrolan Huise dan sang Maha Dewa nampak sangat kesal, apalagi setelah ia mengetahui jika status Huise jauh lebih tinggi darinya. Padahal, sebelumnya ia sangat sombong dan memandang rendah Huise, bahkan ia sempat menganggap bahwa Huise tidak lebih dari hewan peliharaan semata.


Akan tetapi, setelah mendengar obrolan mereka dan mengetahui status Huise yang sebenarnya, Shen Long akhirnya sadar siapa hewan peliharaan yang sesungguhnya. Selain itu, Shen Long juga sudah memahami maksud dari ucapan Huise sebelumnya, yang mengatakan bahwa dirinya tidak sebanding dengan Shen Long.


"Hah" Shen Long menghela napas panjang, "Sepertinya kekuasaan sudah mulai membuat aku lupa siapa diriku yang sebenarnya."


"Aku selalu menganggap diriku sudah berada di langit tertinggi, tapi di hadapan Huise, aku nyatanya masih berada di titik yang paling rendah."

__ADS_1


Shen Long kembali mengarahkan pandangannya pada Huise, "Suatu saat nanti, aku pasti akan mencapai tempat yang jauh lebih tinggi darimu, dan saat hari itu tiba, aku pasti akan mengembalikan ucapan mu sebelumnya!" gumamnya, kemudian pergi dari sana.


***


Keesokan harinya.


Suasana di istana bintang nampak tenang dan damai seperti biasanya, orang-orang yang tinggal di sana juga melanjutkan aktivitas mereka seperti biasa, hanya saja, ada satu hal yang membuat mereka semua seolah merasa tidak nyaman berada di istana tersebut, yaitu karena keberadaan dua orang baru ditengah-tengah mereka. Dan kedua orang itu adalah Lin Feng serta Huise.


"Asura..."


"Aku lebih suka jika dipanggil Lin Feng"


"Baiklah, Lin Feng, bagaimana keadaanmu?" tanya Xiao Lang.


"Yang pastinya sudah jauh lebih baik dari dirimu" jawab Lin Feng.


Xiao Lang mengerutkan alisnya seakan tidak percaya dengan perkataan Lin Feng, "Benarkah?" ucapnya.


"Salah besar jika kau berpikir aku masih belum memulihkan semua energi ku."


Lin Feng kemudian mengeluarkan botol kecil dari cincin penyimpanannya, lalu melemparkan botol tersebut pada Xiao Lang, "Minumlah dan kekuatanmu akan segera pulih dalam sekejap" lanjutnya.


"Yang mulia, tunggu!"


"Ada apa, Dao Fang?"


"Yang mulia, hamba tidak bermaksud lancang, tapi bagaimana kalau botol itu berisi racun?"


Xiao Lang tersenyum, "Dao Fang, aku sangat menghargai niat baikmu ini, tapi kau tenang saja, Lin Feng tidak akan mungkin meracuniku, benarkan, Lin Feng?"


"Bisa iya dan bisa juga tidak" jawab Lin Feng.


"Kalaupun iya, aku akan tetap meminumnya, karena aku penasaran dengan racun jenis apa yang kau berikan padaku."


"Yang pastinya kau tidak akan pernah bisa menemukan penawarnya."


"Sombong sekali kau! Aku adalah seorang master di bidang racun, dan tidak ada satupun racun yang tidak aku ketahui penawarnya" sahut Dao Fang.


"Benarkah? Kalau begitu, apa kau mau mencoba racun ku?"


"Kenapa tidak?"

__ADS_1


Lin Feng mengarahkan pandangannya pada Xiao Lang, "Bagaimana? Apa kau tidak keberatan jika aku menguji bawahan mu?"


__ADS_2