Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-170. Melanjutkan perjalanan


__ADS_3

Jendral Zhuo dan seluruh prajurit kerajaan yang ada di sana, seketika langsung berlutut setelah mengetahui identitas pria misterius tersebut, bahkan para prajurit yang menghadang pria itu sebelumnya nampak gemetaran karena takut.


Ya! Pria misterius yang telah membantu dan sebelumnya mereka hadang tidak lain adalah Lin Feng, orang paling ditakuti dan dihormati di seluruh Benua Biru ini. Jadi wajar jika mereka ketakutan setelah mengetahui identitasnya.


"Lin Feng, kapan kau datang? Kenapa tidak langsung menemui ku?"


"Ah, dimana sopan santunku? Mari masuk, lebih baik kita bicara di dalam."


Lin Feng mengangguk, kemudian mengikuti Qing Zong Xian dan jendral Zhuo memasuki istana kerajaan.


"Jadi, kapan kau datang?"


"Sejak putraku datang ke sini" jawab Lin Feng.


"Lalu, kenapa kau tidak datang menemui orang tua ini?" tanya Qing Zong Xian.


Lin Feng meminta maaf pada kakeknya itu, kemudian ia menjelaskan alasan kenapa dia bisa berada di kota Shuijing, yaitu untuk mengawasi Xie Long, namun karena sedang ada masalah, iapun memutuskan untuk membantu.


"Tuan Lin, maaf jika hamba lancang, tapi apakah yang hamba temui kemarin malam itu adalah Tuan Lin?"


Jendral Zhuo yang masih penasaran memberanikan diri untuk bertanya pada Lin Feng, karena ia masih tidak yakin jika Xie Long bisa melakukan penyusupan dengan sangat sempurna seperti itu.


"Benar, itu aku" jawab Lin Feng.


"Pantas saja aku tidak merasakan keberadaan siapapun di sana" sahut jendral Zhuo.


Sebenarnya, yang ditemui oleh jendral Zhuo saat itu bukanlah Lin Feng yang sebenarnya, melainkan hanya bayangannya yang tengah menyamar sebagai Xie Long.


Penyamaran itu ia lakukan agar keberadaannya tidak diketahui, namun karena sudah kepalang tanggung, iapun memilih untuk membuka identitasnya, lagipula, tidak ada salahnya jika kakeknya itu mengetahui keberadaannya.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan setelah ini?"


"Aku sudah melihat Long'er dan keadaannya baik-baik saja, jadi aku akan kembali ke kota Zuanshi" jawab Lin Feng.

__ADS_1


"Tidak bisakah kau tinggal selama beberapa hari?"


"Maaf kakek, tapi aku tidak bisa berlama-lama di sini, lagipula, aku tidak ingin Long'er mengetahui jika aku mengawasinya."


Qing Zong Xian hanya bisa pasrah menerima keinginan Lin Feng, lagipula dia tidak berhak memaksanya untuk tetap tinggal lebih lama di kota Shuijing ini, selain itu, ia juga harus menghargai keputusan Lin Feng yang tidak ingin keberadaannya diketahui oleh Xie Long.


"Kakek, aku minta maaf tapi aku harus pergi" ucap Lin Feng seraya berdiri dari tempat duduknya.


"Baiklah, terima kasih karena sudah membantu kakek" sahut Qing Zong Xian.


Lin Feng hanya menanggapi perkataan Qing Zong Xian dengan anggukan dan senyuman, lalu ia menghilang dari pandangan mereka semua.


***


Esoknya.


Suasana kota Shuijing yang selalu tenang dan damai, mendadak menjadi heboh karena kabar mengenai musnahnya keluarga Xu.


Awalnya kabar ini hanya dianggap sebagai omong kosong belaka oleh para penduduk, namun setelah melihat kepala Xu Heijin digantung di alun-alun kota, barulah semua orang percaya jika berita itu benar adanya.


Tidak hanya tidak merasa sedih ataupun kehilangan, para penduduk justru senang setelah mengetahui pemberontakan yang dilakukan oleh keluarga Xu, mereka bahkan sangat setuju dengan keputusan raja untuk memusnahkan keluarga Xu dari kota Shuijing.


Lin Xie Long yang telah mengetahui hal itu, juga sependapat dengan keputusan kakek buyutnya, karena pemberontakan yang dilakukan oleh keluarga Xu akan memberikan dampak yang besar bagi kota Shuijing.


"Semoga saja tidak ada lagi keluarga lain yang berniat untuk mengikuti jejak keluarga Xu" gumam Xie Long, kemudian beranjak dari alun-alun kota menuju ke istana kerajaan.


Setibanya di istana kerajaan, Lin Xie Long kemudian berpamitan kepada kakek buyutnya itu, karena dia harus melanjutkan perjalanannya dalam menyusuri Benua Biru ini.


"Long'er, apa kau yakin mau pergi sekarang?"


Xie Long mengangguk, "Kakek, aku pergi bukan karena tidak nyaman tinggal di sini, tapi tujuanku dari awal adalah menyusuri Benua Biru ini."


"Hah" Qing Zong Xian menghela napas panjang, "Baiklah, kakek tidak bisa menahan mu, tapi ingatlah untuk mengunjungi kakek suatu hari nanti."

__ADS_1


"Tentu saja, kakek" sahut Xie Long, kemudian menunduk hormat pada kakeknya itu sebelum pergi meninggalkan istana kerajaan.


***


Beberapa Minggu kemudian.


Istana kerajaan Dunia Bawah.


Sudah lebih dari satu bulan lamanya sejak Lin Feng kembali ke dimensi pertama dan kini, tiba masanya bagi Lin Feng untuk membawa Wu Nan kembali ke dimensi kesembilan dan melanjutkan perjalanannya.


Walaupun sangat berat baginya untuk meninggalkan istri dan anak-anaknya lagi, namun tidak ada pilihan lain yang bisa ia ambil, karena bagaimanapun juga, ia tidak bisa melepaskan tanggung jawabnya begitu saja.


"Ning'er, maaf karena harus meninggalkanmu lagi"


Luo Ning menggeleng, "Gege, berhentilah meminta maaf, karena hal itu hanya akan membuatku semakin sedih" ucapnya.


Lin Feng tersenyum, kemudian mengecup dahi istrinya itu, lalu turun ke pipinya dan berakhir pada kecupan manis di bibirnya, "Terima kasih, karena kau selalu sabar" ucapnya.


"Pergilah, jika terlalu lama, maka aku tidak akan pernah mengizinkan Gege pergi meninggalkanku lagi" sahut Luo Ning.


Lin Feng mengangguk, kemudian ia mengajak Luo Ning keluar dari kamar mereka, karena Wu Nan sudah menanti kedatangan mereka di halaman istana. Dan setelah berpamitan pada semua orang, Lin Feng kemudian membuka gerbang dimensi.


"Kami pergi" ucapnya, lalu masuk kedalam gerbang dimensi yang telah ia ciptakan sebelumnya.


Kepergian Lin Feng kali ini sedikit berbeda dengan kepergiannya yang sebelumnya, karena kepergiannya kali ini disaksikan oleh semua anggota keluarganya, termasuk Xie Ling dan Jia Zhen.


Ya! Lin Feng akhirnya memutuskan untuk tidak membohongi anak-anaknya lagi, walaupun kepergiannya itu membuat anak-anaknya sedih, tapi setidaknya, tidak ada lagi kebohongan yang terjadi antara dia dan anak-anaknya.


Meski begitu, Lin Feng tetap memutuskan untuk meninggalkan bayangannya di dimensi pertama, tapi bukan untuk menemani anak-anaknya seperti sebelumnya, melainkan untuk melatih mereka agar menjadi lebih hebat lagi.


Hanya saja, kepergian Lin Feng kali ini tidak disaksikan oleh Xie Long yang tengah mengembara dan hanya dia, satu-satunya orang yang tidak mengetahui mengenai kepergian ayahnya tersebut.


Pada awalnya, Lin Feng sempat ingin menemui Xie Long dan mengajaknya menjelajahi dimensi, namun setelah memikirkannya berulang kali, Lin Feng akhirnya mengurungkan niatnya untuk membawa Xie Long.

__ADS_1


Alasannya hanya ada dua, pertama ia ingin anaknya tumbuh menjadi kuat dengan usahanya sendiri, kedua dia tidak ingin keberadaannya malah menjadi suatu halangan untuk perkembangan putranya itu. Oleh karena itulah, Lin Feng memutuskan untuk tidak membawa Xie Long bersamanya.


__ADS_2