Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-136. Xie Long dijebak


__ADS_3

Setelah puas mengobrol bersama sang kakek dan para tetua, Xie Long kemudian berpamitan kepada mereka, karena ia tidak bisa terlalu berlama-lama diluar sekte, selain itu, masih ada beberapa tanaman herbal yang ingin ia cari di kota Zuanshi.


Pada awalnya, Lin Jianheeng menawarkan bantuan kepada cucunya itu, ia bahkan berniat untuk mengantarnya kembali ke sekte Phoenix Emas, namun Xie Long langsung menolak tawaran itu, karena ia tidak ingin identitasnya diketahui oleh orang lain.


"Tuan Muda, apa Anda yakin tidak butuh pengawalan kami berdua?" tanya penjaga gerbang klan.


Xie Long menggelengkan kepalanya, "Paman lebih baik disini saja, karena akan gawat jika kakek tidak menemukan paman berdua disini."


"Tuan Muda, jangankan marah Patriark, demi untuk menjaga keamanan Anda, kami bahkan rela mengorbankan nyawa."


"Terima kasih paman, tapi aku terpaksa harus menolak keinginan paman berdua dan maaf jika aku membuat paman kecewa" sahut Xie Long, kemudian menundukkan kepalanya.


"Tuan Muda, jangan lakukan ini, kami tidak pantas menerima rasa hormat Anda."


"Paman salah, justru paman sangat pantas mendapatkannya, karena menurut ayah, orang yang patut dihormati adalah orang baik seperti paman berdua ini."


"Yasudah, kalau begitu aku permisi" lanjutnya, kemudian pergi meninggalkan kedua penjaga gerbang tersebut.


Kedua penjaga itu masih memandangi punggung Xie Long yang semakin menjauh, keduanya juga tidak menyangka jika Tuan Muda mereka memiliki sikap yang sangat sopan, bahkan diusianya yang masih sangat muda, ia sudah bisa menghargai orang lain.


"Keluarga Lin benar-benar diberkati, semoga saja keluarga kita akan selalu berjaya."


"Kau benar, aku juga mengharapkan hal yang sama."


Di kota.


Setelah meninggalkan wilayah keluarga Lin, Xie Long kemudian menuju ke pasar dan mengunjungi beberapa kedai yang menjual tanaman herbal, namun setelah berkeliling cukup lama, ia masih belum menemukan taman yang ia cari.


Ketika sedang beristirahat, seseorang tiba-tiba saja mendatanginya, orang itu adalah mata-mata yang dikirim oleh pemimpin sekte Halilintar Hitam untuk mengawasi Xie Long dan adiknya, Xie Ling.


"Boleh aku duduk disini?" tanya pria itu.


"Tentu saja, paman" jawab Xie Long tanpa adanya rasa curiga sedikitpun.

__ADS_1


"Kau terlihat kelelahan, apa kau baru saja selesai melakukan latihan?"


Xie Long menggelengkan kepalanya, "Aku sedang mencari tanaman herbal, tapi sampai sekarang masih belum menemukannya."


"Tanaman herbal? Memangnya tanaman apa yang kau cari? Mungkin saja aku bisa membantumu menemukannya."


"Ginseng Merah berusia sepuluh tahun" jawab Xie Long.


"Ginseng Merah, ya? Sepertinya aku punya satu" sahut pria tersebut, kemudian mengeluarkan tanaman yang dimaksud dari sakunya.


"Benar! Ini ginseng merah yang aku cari dan usianya sudah lebih dari sepuluh tahun" Xie Long nampak bersemangat setelah melihat tanaman tersebut, "Apa paman mau menjualnya padaku?"


"Sayang sekali, aku hanya punya satu dan tidak berencana untuk menjualnya, tapi jika kau memang membutuhkan tanaman ini, aku bisa menunjukkan tempat dimana aku mendapatkannya, mungkin saja di sana masih ada ginseng yang lain."


"Benarkah? Dimana paman menemukannya?"


"Di bagian Utara kota ini, tapi tempat itu agak jauh dari sini."


"Terima kasih paman, suatu hari nanti aku pasti akan membalas kebaikan paman" sahut Xie Long, kemudian pergi meninggalkan pria tersebut.


Tidak lama setelah Xie Long pergi, pria itu mendadak menghilang dari pandangan, beberapa saat kemudian, ia telah muncul di kedalaman hutan sembari mengikuti Xie Long dari kejauhan, namun langkahnya tiba-tiba terhenti saat merasakan aura kekuatan yang sangat besar.


"Siapa kau?!"


"Sampah tidak tahu diri, berani sekali kau menjebak anak Tuanku!"


Sesaat kemudian, seorang pria berpakaian serba hitam kayaknya seorang Assassin muncul di depan pria itu, dia adalah bayangan Lin Feng yang baru saja tiba di kota Zuanshi beberapa saat yang lalu.


Awalnya, bayangan Lin Feng bermaksud untuk membantu Xie Long, namun saat ia sampai di kota Zuanshi, ia malah melihat Xie Long tengah berbicara dengan orang asing, dan saat mendengarkan obrolan mereka, bayangan Lin Feng sudah mengetahui jika pria itu memiliki niat jahat pada Xie Long.


"Apa maksudmu?" tanya pria itu.


"Jangan pura-pura bodoh!" ujar Lin Feng, kemudian menghampiri pria tersebut, "Jika tidak ingin mati, sebaiknya katakan apa tujuanmu yang sebenarnya?"

__ADS_1


Pria itu gemetaran saat bertatapan dengan Lin Feng, tatapan matanya yang sangat tajam serta aura membunuh yang terpancar dari tubuhnya, membuat pria itu merasa seperti bertemu dengan Dewa Kematian yang ingin mencabut nyawanya.


"A-aku..."


"Terima kasih, aku sudah mengetahui semuanya" sahut Lin Feng, kemudian memenggal kepala pria itu.


Setelah itu, Lin Feng menghilang dari pandangan, sesaat kemudian, ia muncul lagi tidak jauh dari Xie Long, namun ia tidak langsung menghentikannya, melainkan hanya mengawasinya dari kejauhan.


***


Satu jam telah berlalu sejak Xie Long pergi menuju ke wilayah Utara, namun sampai saat ini ia masih belum menemukan tempat yang dimaksud, dan jangankan menemukan tempat itu, ia bahkan tidak menemukan adanya tanaman herbal di sekitar sana.


"Kenapa tidak ada satupun tanaman herbal di sekitar sini?"


Ketika Xie Long sedang fokus mencari tanaman herbal yang ia inginkan, tanpa disengaja ia seperti melewati sebuah formasi pelindung yang tidak terlihat oleh mata, dan seketika itu juga, Xie Long yang awalnya berada di hutan, tiba-tiba saja telah berada di depan sebuah gerbang.


"Tempat apa ini?"


Tidak lama berselang, beberapa orang muncul di hadapannya, mereka adalah pemimpin sekaligus para tetua sekte tersebut, "Selamat datang, apa kau ingin bergabung dengan sekte ku?"


"Maaf, Tuan, sepertinya aku salah jalan" jawab Xie Long dengan sopan.


"Tidak masalah, jadi, apa kau mau bergabung dengan sekte ku?" pemimpin sekte mengulang pertanyaannya.


"Aku benar-benar minta maaf, tapi aku adalah murid sekte Phoenix Emas, jadi tidak mungkin aku bergabung dengan sekte Tuan" jawab Xie Long, masih dengan nada yang sopan, karena ia tidak ingin menyinggung orang-orang didepannya itu.


"Hahahaha! Aku tidak peduli kau murid sekte mana, karena kau sudah masuk ke sini, mau tidak mau kau harus bergabung dengan sekte ini, jika tidak, kau tidak akan keluar dengan selamat."


"Benarkah? Aku ingin lihat siapa yang berani melakukan hal itu pada anakku!" ujar Lin Feng, kemudian muncul di samping Xie Long.


"Ayah!"


"Siapa kau? Bagaimana kau bisa menembus penghalang yang aku ciptakan?"

__ADS_1


"Siapa aku tidaklah penting, tapi karena kau mau mencelakai anakku, maka bersiaplah untuk menerima akibatnya!" jawab Lin Feng.


__ADS_2