Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-203. Pecundang?


__ADS_3

Malam semakin larut, Xie Long dan Xiao Xue masih saja sibuk mengobrol, sementara Huanran sudah tidur sejak tadi, atau lebih tepatnya, ia hanya berpura-pura tidur untuk menghilangkan rasa malunya pada Xiao Xue.


"Tuan!"


"Hmm?"


"Maaf jika aku lancang, tapi bolehkan aku menanyakan sesuatu?"


"Tentu saja, memangnya apa yang ingin kau tanyakan sampai harus minta maaf?"


"Ini berhubungan dengan Nona Hua" jawab Xiao Xue.


"Maksudmu?"


Sementara itu, jantung Huanran yang sudah berdetak dengan normal mendadak cepat lagi saat mendengar perkataan Xiao Xue, rasa penasarannya membuat Huanran menajamkan pendengarannya, karena ia ingin mengetahui apa yang akan ditanyakan oleh Xiao Xue.


"Apa Nona Hua kekasih Tuan?" tanya Xiao Xue.


Huanran melebarkan pandangannya ketika mendengar pertanyaan Xiao Xue dan disaat yang sama, jantungnya semakin cepat memompa darah dalam dirinya, sehingga membuat seluruh tubuhnya terasa memanas.


Dan jika saja Xie Long dan Xiao Xue menajamkan pendengaran mereka, mungkin keduanya akan mendengar suara jantung Huanran yang berdegup semakin kencang.


"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Sulit untuk menjelaskan apa yang aku rasakan saat ini, mungkin itu karena usiaku yang masih sangat muda."


"Tapi yang jelas, aku tidak ingin melihatnya terluka, dan siapapun yang berani melukainya, aku pasti akan membunuhnya dengan tanganku sendiri."


Meski Xie Long tidak mengatakan secara langsung jika dirinya menyukai Huanran, namun perkataannya itu berhasil membuat Huanran bahagia, dan ada perasaan haru di dalam dadanya saat mendengar kata-kata Xie Long.


Tanpa ia sadari, setetes cairan bening keluar dari sudut matanya, mengalir melalui pipinya yang putih hingga akhirnya jatuh ke tanah. Jika Xiao Xue tidak ada di sana, mungkin Huanran sudah bangkit dan memeluk Xie Long dengan erat.


Namun apalah daya, keberadaan Xiao Xue mengharukan dirinya menahan keinginannya itu di dalam dada, karena ia tidak ingin ada orang lain yang melihatnya memeluk pemuda pujaan hatinya itu, apalagi sekarang dia sedang menangis karena bahagia.


"Jika memang itu yang Tuan rasakan, aku bisa menjamin jika perasaan Tuan itu adalah perasaan suka" sahut Xiao Xue.


Xie Long tersenyum, lalu berkata, "Entahlah, aku juga tidak tahu, tapi semoga saja yang aku rasakan ini adalah perasaan suka."


"Zilong, andai saja tidak ada Xiao Xue, mungkin aku sudah berteriak dengan kencang dan mengatakan jika aku sangat bahagia" ucap Huanran dalam hatinya.


"Apa Tuan sudah mengatakan hal itu pada Nona Hua?"


Xie Long menggeleng pelan, "Sayangnya belum, aku masih belum memiliki keberanian untuk mengatakannya!"

__ADS_1


"Cobalah bicara pada Nona Hua, dan mungkin saja, dia juga merasakan hal yang sama seperti yang Tuan rasakan" sahut Xiao Xue.


"Aku pasti akan mengatakannya, tapi tidak sekarang."


Sebenarnya percuma saja Xie Long menunda hal tersebut, karena apa yang tadi ia katakan sudah didengar dengan sangat jelas oleh Huanran.


Oleh karenanya, Huanran tidak akan peduli lagi, apakah Xie Long akan mengatakan hal itu padanya atau tidak, karena apa yang ingin ia dengar selama ini sudah dikatakan oleh Xie Long.


***


Esoknya.


Xie Long yang tengah tertidur lelap, terpaksa harus membuka matanya saat cahaya hangat mentari pagi menerpa wajahnya, saat membuka mata, ia langsung menolah pada Huanran yang masih tertidur tidak jauh darinya.


Senyuman indah terukir di bibir Xie Long ketika menatap wajah Huanran yang masih tertidur, ia kemudian mendekat dan hendak mengecup dahi Huanran, namun tindakannya terhenti ketika mengingat Xiao Xue.


"Hampir saja" gumam Xie Long, kemudian menoleh kearah Xiao Xue yang juga tidak jauh dari mereka.


"Kemana dia sepagi ini?" Xie Long bertanya pada dirinya sendiri saat tidak menemukan Xiao Xue di tempatnya.


Tidak lama berselang, Xiao Xue akhirnya muncul dengan membawa seekor rusa beserta buah-buahan. Dia yang telah bangun lebih dulu, memutuskan untuk berburu di hutan tersebut.


"Tuan" sapa Xiao Xue ramah.


"Sudah menjadi tugasku menyiapkan makanan untuk Tuan dan Nona Hua" jawab Xiao Xue.


"Ah, ya! Jika Tuan ingin membasuh wajah, tidak jauh dari sini ada sebuah sungai kecil, airnya sangat jernih" lanjutnya.


Xie Long mengangguk pelan, ia memang harus membasuh wajah atau sekalian membersihkan tubuhnya, namun tidak mungkin ia pergi sendiri saat Huanran belum bangun dari tidurnya.


Bukannya tidak percaya pada Xiao Xue, hanya saja, kebersamaannya dengan Huanran selama ini membuatnya enggan meninggalkan gadis bercadar itu. Oleh sebab itu, Xie Long lebih memilih untuk menunggu sampai Huanran bangun.


Wushh!


Dhuaaar!


Sebuah serangan melesat dengan kecepatan tinggi menuju kearah mereka, beruntung Xiao Xue langsung menyadarinya, sehingga ia bisa menciptakan perisai sebelum serangan itu mengenai mereka.


"Hahahaha! Akhirnya kami menemukanmu, bocah sialan!"


"Sekte Naga Angin, aku tidak menyangka mereka bisa menemukan kita secepat ini!" ujar Xie Long kesal.

__ADS_1


Ledakan dahsyat yang terjadi sebelumnya membuat Huanran terbangun, ia nampak kaget ketika menyadari keberadaan beberapa anggota sekte Naga Angin yang tengah melayang di udara. Namun, ia segera mengendalikan diri agar siap bertarung kapanpun.


"Zilong, kapan mereka datang?"


"Aku juga tidak tahu, karena keberadaan mereka tidak terdeteksi olehku sebelumnya" jawab Xie Long.


"Maafkan aku Tuan, harusnya aku tidak menurunkan kewaspadaan!" ujar Xiao Xue.


"Sudahlah, tugas kita sekarang adalah melenyapkan mereka semua!"


"Baik!"


Xie Long, Xiao Xue dan Huanran kemudian melesat terbang ke udara, disaat yang sama, ketiganya juga melancarkan serangan kearah anggota sekte Naga Angin, namun serangan mereka berhasil dihindari dengan mudah.


"Bunuh mereka!" ujar ketua kelompok tersebut.


Suasana pagi yang cerah dan harusnya dinikmati dengan ketenangan, malah berubah menjadi kacau karena kemunculan anggota sekte Naga Angin, dan untuk yang kesekian kalinya, Xie Long dan Huanran kembali berhadapan dengan mereka.


Tapi kali ini, mereka tidak hanya berdua saja, melainkan ada Xiao Xue yang membantu mereka. Dengan adanya bantuan dari Xiao Xue, pertarungan itupun tidak berlangsung lama, dan hanya dalam hitungan menit, mereka telah berhasil memenangkan pertarungan tersebut.


"Tuan! Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi!" ujar Xiao Xue.


"Zilong, yang dikatakan Xiao Xue benar, jika kita tidak melawan, sampai kapanpun mereka akan terus mengganggu kita!" Huanran menimpali.


"Tapi..."


"Zilong, aku tahu kau mengkhawatirkan diriku, tapi cobalah untuk mengerti, situasinya sekarang sudah diluar kendali kita!" ujar Huanran.


"Dengarkan aku, jika alasanmu tidak mau menyerang mereka karena takut aku terluka, maka aku berjanji akan menjaga diriku dengan baik."


"Zilong, sejak aku mengenalmu, aku tahu kau bukanlah laki-laki pecundang, tapi sekarang? Apa kau berubah menjadi seorang pecundang hanya karena takut aku terluka?"


"Jika itu benar, lebih baik aku membuang perasaanku padamu, karena yang aku inginkan adalah Zilong yang dulu, Zilong yang memiliki tatapan tajam dan tidak segan-segan membunuh siapapun yang mengusiknya!"


Xie Long terdiam mendengar perkataan Huanran, meski nada bicaranya sedikit kasar, namun hal itu berhasil membuat Xie Long menyadari sesuatu.


Jika tidak ingin melihat orang yang disayangi terluka, maka yang harus dilakukan bukanlah melarikan diri, tapi harus membinasakan orang-orang yang ingin melukainya.


Lagipula, sejauh apapun berusaha menghindar dan melarikan diri, selagi musuh-musuh tidak dibinasakan, maka sampai kapanpun, orang yang disayangi akan selalu terancam, dan bukan tidak mungkin jika suatu saat nanti, malah nyawanya yang akan menjadi korban.


Xie Long memejamkan mata dan menghela napas panjang, setelah beberapa saat, ia membuka matanya lagi, namun dengan tatapan tajam serta niat membunuh yang terpancar dari tatapannya itu.

__ADS_1


"Kau benar! Aku tidak mungkin melarikan diri lagi!"


__ADS_2