Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-215. Misteri kekuatan Jia Zhen


__ADS_3

Hari-hari kian berlalu, kebersamaan keluarga Asura terpaksa harus disudahi, karena mereka semua harus segera kembali ke kota mereka masing-masing, begitupun dengan Xie Long yang ingin melanjutkan perjalanannya di Daratan Suci.


Sama halnya dengan mereka semua, Lin Feng pun ingin menemui sahabatnya Lao Tzu di Alam Nirvana, karena sudah sangat lama sejak terakhir kali ia bertemu dengan pria itu, namun dia tidak sendirian, karena istri dan kedua anaknya juga akan ikut serta.


Setelah saling berpamitan, Lin Feng kemudian memerintahkan Huise untuk mengantar anggota keluarganya, ia juga menciptakan portal dimensi yang terhubung dengan Daratan Suci, agar Xie Long dan Huanran bisa segera kembali ke sana.


Tidak lama setelah semua orang pergi, Lin Feng kemudian membuka satu lagi portal dimensi yang terhubung ke Alam Nirvana, dan setelah itu, mereka berempat langsung masuk ke dalamnya.


***


Alam Nirvana.


Desa Angin.


Sama seperti saat pertama kali datang ke Desa Angin, Lin Feng masih saja menemukan Lao Tzu yang duduk dengan setia didepan gerbang.


Lin Feng sendiri tidak mengerti kenapa Lao Tzu masih saja menjaga gerbang desa tersebut, padahal, Alam Nirvana sudah sangat aman sekarang, dan tidak mungkin ada bahaya yang mengintai lagi.


Lao Tzu mengangkat wajahnya ketika merasakan keberadaan seseorang yang tidak asing baginya, seketika itu juga, seulas senyuman terukir indah di bibirnya, ia bahkan berdiri dari tempatnya untuk menyambut kedatangan sahabatnya itu.


"Selamat datang, teman" sapa Lao Tzu.


"Terima kasih sudah menyambut, kami" sahut Lin Feng.


Lao Tzu kemudian menoleh pada dua anak yang datang bersama Lin Feng dan Luo Ning, "Apa mereka..."


"Benar, mereka adalah anak-anak kami, sebenarnya ada satu lagi, tapi dia lebih memilih untuk memulai perjalanannya sendiri" sahut Lin Feng.


"Semua burung yang sudah dewasa pasti akan terbang meninggalkan sarangnya, tapi suatu saat nanti, mereka pasti akan kembali juga."


Setelah saling menyapa, Lao Tzu kemudian mengajak mereka ke rumahnya, dan masih sama seperti sebelumnya, kecepatan yang ia miliki tetap saja membuat Lin Feng takjub.


Dalam segi kekuatan, Lin Feng memang lebih unggul dari Lao Tzu, namun dari segi kecepatan, Lin Feng tidak pernah merasa lebih tinggi dari Lao Tzu. Padahal, kecepatan Lin Feng sekarang sudah benar-benar sangat luar biasa.

__ADS_1


"Ada gerangan apa kau datang mengunjungi ku, teman?"


"Apa salahnya mengunjungi seorang teman, atau kau malah tidak suka dengan kehadiran kami?"


Lao Tzu terkekeh pelan, kemudian Lin Feng melanjutkan ucapannya, "Tapi kau benar, memang ada yang ingin aku sampaikan padamu, lebih tepatnya aku ingin meminta bantuan mu, teman."


"Sudah kuduga! Jadi, bantuan seperti apa yang dibutuhkan oleh seorang Lin Feng?"


Lin Feng menoleh pada Xie Ling dan Jia Zhen, "Aku ingin kau melatih mereka berdua" ucapnya.


Ya! Tujuan Lin Feng datang ke Alam Nirvana bukan hanya untuk mengunjungi Lao Tzu, tapi juga ingin memintanya agar mau menjadi guru kedua anaknya itu.


Lao Tzu mengerutkan dahinya, ia benar-benar tidak menyangka jika seorang Dewa Asura ternyata malah meminta bantuannya untuk mengajari anak-anaknya, padahal, dia sendiri tentu bisa melakukan hal itu.


Namun, Lao Tzu dapat merasakan keresahan dalam permintaan Lin Feng barusan, dan ia bisa menebak jika ada masalah besar yang tengah Lin Feng hadapi, sehingga ia tidak memiliki waktu untuk mengajari kedua anaknya.


"Tidak masalah, tapi ada syaratnya" jawab Lao Tzu.


"Jika mereka ingin menjadi murid-ku, maka mereka harus siap menerima pelatihan apapun yang aku berikan dan kalian berdua, tidak berhak untuk ikut campur, bagaimana?"


Lin Feng tidak langsung menjawab, namun menoleh pada kedua anaknya, "Ling'er, Zhen'er, bagaimana menurut kalian?"


Keduanya diam sejenak dan saling bertukar pandangan, kemudian mengangguk secara bergantian. Lalu setelah itu, mereka berdua berdiri dari tempat duduknya.


"Murid memberi hormat pada guru!" ucap keduanya seraya bersujud pada Lao Tzu, sebagai tanda penghormatan mereka padanya.


Lao Tzu mengangguk, "Baiklah, mulai hari ini kalian berdua resmi menjadi murid-ku, apapun yang aku katakan, aku harap kalian dapat mematuhinya."


"Baik, guru!"


Setelah itu, Lin Feng menjelaskan pada Lao Tzu mengenai kekuatan alami yang dimiliki oleh kedua anaknya, alasannya adalah, dia berharap agar Lao Tzu dapat membantu kedua anaknya itu membangkitkan potensi mereka yang sebenarnya.


Lin Feng juga menjelaskan keanehan yang ia rasakan pada kekuatan Jia Zhen, dan sampai saat ini, ia belum menemukan jawaban dari rasa penasarannya itu. Tapi, Lin Feng percaya jika keanehan itu tidak akan memberikan dampak buruk pada Jia Zhen.

__ADS_1


"Lin Feng, boleh aku tahu seperti apa keanehan yang kau maksud itu?"


"Kita bicara ditempat lain" jawab Lin Feng, kemudian membawa Lao Tzu ke suatu tempat yang tidak terlalu jauh dari desa.


"Aku semakin penasaran dengan keanehan yang kau maksud" ucap Lao Tzu.


"Kau pasti tahu betapa dahsyatnya kekuatan Asura, bukan?"


Lao Tzu mengangguk pelan, meski sudah lama tidak melihat Lin Feng mengeluarkan kekuatan itu, namun ia masih mengingat dengan jelas betapa dahsyatnya kekuatan Asura milik Lin Feng.


"Aku sempat berpikir jika kekuatan Asura sudah tidak memiliki tandingan lagi, tapi apa kau tahu apa yang aku rasakan saat merasakan kekuatan Jia Zhen?"


Lao Tzu tidak menjawab, ia masih setia mendengarkan Lin Feng menyelesaikan penjelasannya.


"Tubuhku gemetar dan kekuatan Asura dalam tubuhku berguncang karenanya, aku tidak mengerti kenapa perasaan itu bisa muncul, tapi yang jelas, kekuatan Jia Zhen tidaklah biasa."


"Ini terdengar tidak mungkin, karena selama ini, aku tidak pernah mendengar ada kekuatan lain yang bisa membuat kekuatan Asura berguncang" sahut Lao Tzu.


"Itulah yang aku pikirkan sebelumnya, tapi saat merasakan kekuatan Jia Zhen, aku mengetahui jika masih ada kekuatan yang lebih dahsyat dari kekuatan Asura."


"Hah" Jia Zhen menghela napas panjang, "Baiklah, aku akan membantu mereka dengan segenap pengetahuan yang aku miliki, tapi aku tidak bisa berjanji."


"Aku mengerti, karena potensi seseorang hanya akan bangkit berdasarkan usaha orang itu sendiri, sedangkan kita sebagai guru dan orang tua, hanya bisa memberikan bimbingan."


Setelah itu, mereka berdua kemudian kembali ke rumah Lao Tzu, dan setelah mengobrol cukup lama, Lin Feng dan Luo Ning berpamitan kepada Lao Tzu juga kedua anaknya.


Jia Zhen terlihat sangat berat melepaskan kepergian ibunya, namun ia sadar jika dirinya tidak mungkin terus bergantung pada kedua orang tuanya, apalagi menjadi kultivator yang hebat adalah salah satu impiannya.


Dan untuk mencapai tujuannya itu, ia harus rela untuk berpisah sementara waktu dengan kedua orang tuanya, lagipula, Lao Tzu bukanlah orang asing bagi mereka, melainkan paman mereka sendiri, karena Lin Feng sudah menganggap Lao Tzu sebagai saudaranya sendiri.


"Ling'er, Zhen'er, dengarkan kata guru kalian, jangan membuat masalah untuknya, dan hormati dia seperti kalian menghormati ayah dan paman-paman kalian."


"Baik ayah!"

__ADS_1


__ADS_2