Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-310. Perjuangan terakhir (end)


__ADS_3

Disisi lain.


Meskipun masih kalah dalam jumlah, namun Lin Feng dan pasukannya masih bisa memimpin jalannya peperangan, bahkan pasukan mereka jauh lebih mendominasi daripada pasukan monster Xin Yi.


Selain kekuatan pasukan yang memang luar biasa, kehadiran sosok Xiao Lang dan pasukannya juga sangat membantu, bahkan mereka tidak kalah hebatnya bila dibandingkan dengan pasukan raja malam.


Tidak hanya itu saja, keberadaan para bawahan Lin Feng dan Xiao Lang juga membuat mereka semakin mendominasi, apalagi di pasukan itu ada Yin Lang yang menguasai kekuatan tujuh api suci.


"Shen Long, pimpin bangsa naga untuk menerobos pertahanan mereka!"


"Baik, tuan!"


"Pasukan raja malam, ikuti bangsa naga! Bantai mereka semua dan jangan sisakan satupun!"


"Baik, yang mulia!"


Setelah bangsa naga mengubah wujudnya, Shen Long kemudian memimpin mereka untuk menerobos pertahanan musuh. Lalu, diikuti oleh pasukan raja malam yang bertugas melakukan pembantaian.


"Huise, lakukan tugasmu!"


"Baik, tuan!"


Huise kemudian mengubah wujudnya menjadi serigala bintang, lalu ia melepaskan kekuatan dan menciptakan badai yang sangat dahsyat.


Pada saat yang bersamaan, bangsa Phoenix juga menggunakan kekuatan api mereka. Seketika itu juga, badai angin yang menyatu dengan kekuatan api, menyapu pasukan monster tersebut.


"Jangan takut, aku dan bangsaku akan melindungi kalian!" ujar Xuan Wu.


"Aku juga akan membantu!" imbuh Qin Hanzi.


Kemudian, mereka berdua memimpin bangsanya masing-masing untuk menciptakan pelindung di sekitar pasukan raja malam, sehingga tidak ada satupun serangan yang bisa menyentuh mereka semua.


"Du Fang Ren, gunakan racun itu."


"Ta-tapi, racun itu..."


Lin Feng mengangguk dan berkata, "jangan takut, aku yang akan melindungi mereka."


Sejak mengikuti Lin Feng, ada satu kekuatan yang tidak pernah digunakan oleh Du Fang Ren. Alasannya, karena kekuatan racun itu sangatlah dahsyat, bahkan Du Fang Ren sendiri tidak yakin untuk menggunakannya.


Walaupun ia dijuluki sebagai Dewa Racun dan sudah menggunakan racun selama bertahun-tahun, tapi masih ada satu racun yang membuatnya ketakutan, yaitu kekuatan racun api dan es, racun terkuat yang pernah ada.


"Tidak usah ragu, aku yakin kau sudah bisa menguasai kekuatan itu."


Du Fang Ren menghela napas panjang, mengumpulkan semua keberanian yang ada dalam dirinya, kemudian meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja, karena ada Lin Feng yang akan membantunya.


"Baiklah, akan kulakukan" ucap Du Fang Ren, kemudian melesat terbang ke udara.


"Zhu Ling, jaga suamimu, dia butuh waktu untuk melepaskan kekuatan itu."


"Baik, tuan."


Berbeda dengan Lin Feng yang bisa melepaskan kekuatan racun api dan es secara langsung, Du Fang Ren justru membutuhkan waktu untuk bisa melepaskannya.


Oleh karena itu, tidak ada yang boleh mengganggu proses tersebut, jika tidak, Du Fang Ren tidak hanya akan gagal melepaskan kekuatan itu, tapi dirinya juga akan terluka karena racun tersebut.


Setelah beberapa menit berlalu, Du Fang Ren akhirnya berhasil melepaskan kekuatan itu dari dirinya, lalu ia membentuk sebuah segel dengan jari-jari tangannya.


Ketika segel berhasil dibentuk, di langit muncul gumpalan energi berwarna merah dan biru, kemudian gumpalan energi itu membentuk sebuah bunga teratai dengan dua warna berbeda.


"Hahahaha! Akhirnya aku berhasil mengeluarkan kekuatan terkuat ini!" ujar Du Fang Ren.


Wushh.


Aura dingin dan panas menyebar ke segala arah dan menimbulkan perasaan mengerikan yang membuat siapapun bergidik karenanya.


Dingin yang menusuk sampai ke tulang, lalu panas yang membuat darah seakan mendidih, memberikan penyiksaan yang sangat menyakitkan bagi siapapun yang diterpa oleh aura tersebut.


"Si-sial, apa dia mau membunuh kita semua?!"


"Ning'er, bantu aku!"


Luo Ning mengangguk paham, kemudian ia dan Lin Feng melakukan penyatuan untuk bertranformasi menjadi Dewa Asura. Lalu, mereka yang telah menjadi Dewa Asura pun melepaskan kekuatan yang sama.


Akan tetapi, kekuatan yang dilepaskan oleh Dewa Asura tidak menyakiti pasukan mereka, justru kekuatan itu menghilangkan dampak buruk yang didapatkan oleh pasukan mereka.


"Du Fang Ren, lakukan sekarang!"


"Baik, yang mulia!" sahut Du Fang Ren, kemudian menyerang pasukan musuh dengan teratai tersebut.


Dhuaaar!


Teratai energi itu langsung meledak ketika mencapai pasukan musuh. Namun, ledakan itu tidak menimbulkan dampak yang berarti dan hanya menimbulkan kabut berwarna ungu.


"Arkhhh!"


Dari dalam kabut ungu terdengar suara teriakan, walaupun tidak ada yang bisa melihat apa yang terjadi, namun suara teriakan itu sudah menjawab rasa penasaran mereka.


Hanya dalam hitungan detik, suasana ditempat itu berubah menjadi hening, tidak ada lagi suara teriakan atau suara lainnya dari para monster, bahkan aura keberadaan mereka juga ikut lenyap.


"Apa yang terjadi?"


"Peperangan sudah hampir selesai" jawab Dewa Asura.


"Hampir?"


"Peperangan ini akan selesai ketika mereka berhasil mengalahkan Xin Yi."


"Berarti..."


Xiao Lang tidak melanjutkan ucapannya, ia benar-benar tidak menyangka jika peperangan itu akan langsung selesai hanya dengan satu serangan, padahal, kekuatan para monster itu tidak-lah lemah sama sekali.


Tidak hanya Xiao Lang, bahkan Du Fang Ren yang melancarkan serangan itu sulit untuk percaya. Ia tentu mengetahui seberapa besar kekuatan itu, namun tidak menyangka jika dampaknya akan sangat dahsyat.


Akan tetapi, dampak yang ia dapatkan juga tidak sedikit, karena setelah melepaskan kekuatan dahsyat itu, ia langsung muntah darah, lalu energinya juga terkuras sangat banyak.


"Istirahatlah" ucap Zhu Ling.


"Aku belum bisa istirahat sebelum semuanya benar-benar selesai."


Disisi lain.


"Hmm... aku tidak menyangka jika kalian bisa mengalahkan pasukan-ku secepat itu" ucap Xin Yi.

__ADS_1


"Kau sudah kalah!"


"Kalah? Apa kau yakin?"


Xin Yi kemudian mengeluarkan sebuah kristal dari telapak tangannya, lalu ia menancapkan kristal berwarna merah itu di dadanya.


Tidak lama berselang, tanah tiba-tiba bergetar, kemudian diikuti oleh aura kekuatan yang menerpa semua orang di sana.


"Semuanya, bersiaplah!" ujar Lin Feng.


Dari kejauhan, muncul pasukan Beast dengan jumlah yang sangat banyak. Lalu, dari arah berlawanan juga muncul pasukan bangsa roh, kemudian diikuti oleh pasukan siluman yang tidak terhitung jumlahnya.


"Hahahaha! Inilah pasukan khusus yang aku siapkan untuk kalian!" ujar Xin Yi.


"Tunggu, sepertinya ada yang kurang."


Wushh.


Di langit muncul gerbang dimensi yang sangat besar. Kemudian, aura mengerikan yang telah lama hilang, terpancar dari dalam gerbang yang sangat besar tersebut.


"Aura ini..."


"Cihh! Aku lupa kalau dia memiliki darah bangsa iblis" sahut Dewa Asura.


Beberapa saat kemudian, dari dalam gerbang dimensi itu keluar pasukan iblis. Namun, kekuatan mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan pasukan iblis yang pernah mereka hadapi sebelumnya.


"Ada yang aneh dengan kekuatan mereka."


"Itu sangat wajar, karena mereka adalah bangsa iblis yang pernah menguasai dunia ini di masa lalu."


"Dan aku yakin, mereka adalah iblis yang sama dengan iblis yang pernah Xin Yi hadapi dahulu."


***


Kemunculan empat pasukan itu membuat pasukan Lin Feng terkepung dari segala arah. Bahkan, tidak ada sedikitpun celah bagi mereka untuk mundur dari medan peperangan.


"Xiao Lang, aku akan membawa pasukan raja malam untuk menghadapi bangsa iblis dan siluman."


"Tidak masalah, biar aku dan pasukan-ku yang mengurus sisanya."


Baik pasukan dimensi pertama ataupun pasukan dimensi ketujuh, keduanya memiliki kekuatan dan kemampuan khusus masing-masing. Namun, untuk menghadapi bangsa iblis, Lin Feng lebih percaya pada pasukannya.


Tapi, bukan berarti Lin Feng meremehkan pasukan Xiao Lang, hanya saja, pasukan raja malam adalah pasukan khusus yang dibentuk untuk memusnahkan iblis, sehingga kemampuan mereka sudah tidak diragukan lagi.


"Ada satu hal yang ingin aku sampaikan" ucap Dewa Asura.


"Apa itu?" tanya Xiao Lang.


"Setelah perang ini usai, aku akan mengajakmu menikmati makanan spesial buatan-ku."


"Dengan kata lain, aku tidak tidak boleh kalah, bukan? Dan artinya, aku harus menyelesaikan peperangan ini secepat mungkin!"


Setelah itu, mereka berdua memimpin pasukannya masing-masing untuk menyerang pasukan musuh.


Xiao Lang dan pasukannya menyerang pasukan beast dan bangsa roh, sementara Lin Feng, ia dan pasukannya menyerang pasukan iblis dan siluman.


***


Jia Zhen yang sebelumnya selalu mampu mendaratkan serangan ditubuh Xin Yi, kali ini justru sangat sulit baginya untuk melakukan hal itu. Bahkan, ia selalu gagal mendekati Xin Yi.


Selain Jia Zhen, Xie Long juga kesulitan menggunakan kekuatannya. Jika sebelumnya ia selalu berhasil menahan Xin Yi, tapi kali ini, kekuatan mata ungu justru tidak memberikan dampak apapun pada Xin Yi.


"Hahahaha! Mana kesombongan kalian yang tadi? Bukankah sebelumnya kalian sangat bersemangat?"


"Semangat itu tidak pernah luntur sedikitpun!" ujar Jia Zhen yang tiba-tiba muncul di depan Xin Yi seraya melancarkan serangan.


Sayangnya, serangan yang ia lakukan itu juga gagal menyentuh Xin Yi, justru dirinya-lah yang mendapatkan serangan dari Xin Yi hingga membuatnya terlempar dan muntah darah.


"Kak, sebaiknya kita menyatukan kekuatan" ucap Zhen Jia.


"Belum saatnya!"


"Apa lagi yang kakak tunggu? Jika hal ini terus dibiarkan, kita semua akan mati!"


"Aku tidak akan mati sebelum iblis sialan itu mati!"


"Kak, kita tidak mungkin menang melawannya."


Jia Zhen terdiam, ia tentu sadar jika mereka tidak mungkin menang tanpa menyatukan kekuatan, namun jika ia dan Zhen Jia melakukan hal itu, akan ada resiko besar yang harus mereka tanggung.


Saat masih di dalam neraka Asura, Jia Zhen diberitahu oleh Yin Lang jika dirinya tidak boleh melakukan penyatuan dengan Zhen Jia, kalau tidak, Zhen Jia tidak akan bisa memiliki raga untuk selamanya.


"Kakak, apalagi yang kakak pikirkan?! Semuanya harus kita akhiri sekarang juga!"


"Aku tidak mau kehilanganmu!"


"Kau pikir untuk apa aku berusaha mati-matian menghadapi Xin Yi, padahal aku tahu apa kelemahannya?!"


"Dengar! Apapun yang terjadi, aku tidak akan melakukan penyatuan denganmu, karena aku tidak mau kehilangan dirimu!"


"Karena aku..." Jia Zhen tersentak dan menghentikan ucapannya, karena hampir saja ia mengatakan yang seharusnya tidak ia katakan.


"Aku apa?"


"Hah" Jia Zhen menghela napas untuk menenangkan dirinya, "sudahlah, lupakan saja!" ucapnya, kemudian menghilang dari pandangan Zhen Jia.


Meski pergi tanpa memberikan jawaban, namun kebisuan kakaknya itu memberikan jawaban pasti untuk Zhen Jia, karena dirinya juga merasakan hal yang sama.


***


Dhuaaar!


Ledakan terjadi ketika serangan Xin Yi menghantam Xie Long dan Xie Ling, yang menyebabkan keduanya terlempar hingga mengalami luka yang cukup parah.


Padahal, keduanya sudah menggunakan kekuatan Asura, namun tetap tidak bisa menahan serangan dahsyat yang dilakukan oleh Xin Yi.


"Ayolah, apa hanya ini saja yang bisa kalian lakukan?"


"Pertarungan ini jadi membosankan, jadi bagaimana kalau aku buat lebih menarik lagi?"


Setelah itu, Xin Yi mengangkat tangannya ke udara, kemudian tubuh Xie Ling tiba-tiba saja terangkat ke udara dengan sendirinya, lalu tubuhnya melayang mendekati Xin Yi.


"Ling'er!"

__ADS_1


"Kau akan menjadi korban pertamaku" ucap Xin Yi dan bersiap untuk menyerang Xie Liang.


"Jangan sentuh kakakku!" ujar Jia Zhen yang telah muncul di hadapan Xin Yi dan berhasil menahan serangan tersebut.


"Cihh! Kenapa kau selalu saja mengganggu kesenanganku!?"


Dhuaaar!


Serangan kedua yang dilakukan Xin Yi mendarat tepat di dada Jia Zhen, akibatnya, ia terlempar sangat jauh hingga menghantam sebuah bukit yang cukup tinggi.


"Jika kau ingin mati lebih dulu, maka akan aku kabulkan!" ujar Xin Yi, kemudian menciptakan bola energi kegelapan dengan ukuran yang sangat besar.


DHUAAAR!


Ledakan yang jauh lebih dahsyat terjadi ketika bola energi itu menghantam tubuh Jia Zhen, bahkan ledakan itu sampai menghancurkan bukit tempat Jia Zhen berada.


"Kakak!"


"Hahahaha!" Tawa kebahagiaan keluar dari mulut Xin Yi, ia benar-benar bahagia karena berhasil membunuh Jia Zhen.


"Hei, apa kau tidak bisa mengecilkan suaramu? Kupingku sakit!"


"A-apa?!"


Xin Yi benar-benar kaget, ia benar-benar tidak bisa percaya melihat Jia Zhen yang masih baik-baik saja, padahal kekuatan yang ia gunakan seharusnya bisa melenyapkan putra Lin Feng itu.


Tapi, yang lebih mengejutkan bukanlah Jia Zhen yang berhasil selamat, melainkan aura kekuatan yang terpancar dari tubuhnya, juga dirinya yang sangat berbeda dari sebelumnya.


Rambut panjang yang sebelumnya berwarna hitam, sekarang telah berubah menjadi warna putih, begitupun dengan pupil matanya yang berubah menjadi merah cerah.


Selain itu, di belakangnya terdapat tujuh bola api sebesar kepalan tangan yang melayang membentuk lingkaran, ketujuh bola api itu mewakili masing-masing kekuatan api suci.


Lalu, sekujur tubuhnya diselimuti oleh kekuatan petir berwarna merah, yang merupakan perwujudan dari kekuatan petir terkuat, yaitu kekuatan petir surgawi.


"Xin Yi, pertarungan sebenarnya baru saja akan dimulai!"


Wushh.


Dhuaaar!


Dhuaaar!


Jia Zhen tiba-tiba saja menghilang dan bersamaan dengan itu, Xin Yi tiba-tiba saja terlempar sangat jauh. Tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi, namun mereka yakin, yang melakukannya adalah Jia Zhen.


"Kecepatannya benar-benar..."


Slash!


Wushh.


"Arkhhh!"


Xin Yi berteriak kencang saat api emas tiba-tiba membakar dirinya, kemudian disusul oleh lima kekuatan api suci lainnya yang juga membakar dirinya.


Dhuaaar!


Kemudian, serangan itu dilanjutkan oleh sambaran petir surgawi yang langsung menghantam tubuh Xin Yi.


"Si-sial, kenapa kekuatan bocah ini tiba-tiba saja meningkat?!"


"Kenapa? Karena aku ingin melenyapkan dirimu!" ujar Jia Zhen yang telah muncul lagi di hadapan Xin Yi.


Xin Yi tersentak, namun sebelum ia sempat bereaksi, Jia Zhen sudah lebih dulu menebas salah satu lengannya hingga putus. Lalu setelah itu, ia menendang Xin Yi hingga terlempar kearah Xie Long.


"Inilah yang akan kau dapatkan jika berani menyentuh adik-adikku!"


Slash.


Xie Long menebaskan pedangnya dan berhasil memotong tangan kiri Xin Yi, tidak hanya itu saja, ia juga menebas semua sayap Xin Yi. Kemudian, ia menghantam wajah Xin Yi dengan tinjunya.


Wushh.


Aura yang terpancar dari tubuh Xie Ling langsung mengubah udara menjadi dingin, lalu ia menciptakan bola energi berwarna biru di telapak tangan kanannya, kemudian menghantam tubuh Xin Yi dengan bola energi itu.


"Arkhhh!"


Teriakan mengiris hati kembali keluar dari mulut Xin Yi saat darah ditubuhnya membeku, meski bagian luar tubuhnya nampak baik-baik saja, namun sangat tersiksa di bagian dalam tubuhnya.


"Kau kedinginan? Kalau begitu, biar aku bantu menghangatkan tubuhmu!"


Zhen Jia yang tidak mau ketinggalan, kemudian membakar tubuh Xin Yi dengan api emas.


Panas api itu memang membuat darahnya mencair lagi, namun panas api itu juga memberikan penyiksaan luar biasa untuk dirinya.


"A-aku tidak rela."


"Bagus, memang itulah yang aku inginkan!" ujar Jia Zhen, lalu menebas kedua kaki Xin Yi.


"Arkhhh!"


"Kau tenang saja, aku sudah melapisi pedang ini dengan kekuatan petir surgawi dan api emas, jadi bagian tubuhmu yang terpotong tidak akan tumbuh lagi."


"Ka-kau sudah puas? Kalau begitu, bunuh aku sekarang."


"Sangat mudah untuk membunuhmu, tapi aku tidak akan membiarkan kau mati begitu saja."


Jia Zhen kemudian menyentuh dari Xin Yi dengan telunjuknya, lalu ia membakar kekuatan darah dalam diri Xin Yi, hingga akhirnya, semua kekuatan darah yang ia miliki lenyap tanpa sisa.


Bersamaan dengan itu, kekuatan yang ia miliki juga ikut menurun dengan drastis, bahkan kekuatannya sekarang jauh lebih lemah daripada kekuatan kultivator ranah Supreme God.


Terakhir, Jia Zhen menghancurkan lautan spiritual Xin Yi, sehingga membuat sisa kekuatan yang ia miliki benar-benar lenyap dan sekarang, Xin Yi tidak lebih dari sekedar manusia biasa.


"Kakak, aku serahkan sisanya padamu" ucap Jia Zhen, lalu menjauhi Xin Yi.


Xie Long mengangguk, kemudian berdiri di hadapan Xin Yi yang sudah tidak berdaya, "Aku akan membuatnya menjadi mudah, jadi cukup nikmati saja" ucapnya, lalu menyiksa Xin Yi.


Pada akhirnya, Xin Yi mati karena terus-terusan disiksa oleh Xie Long dan setelah ia mati, Xie Long memotong tubuhnya menjadi ratusan bagian, lalu membakar setiap potongan itu dengan kekuatan api langit.


Tidak hanya itu saja, Xie Long juga meminta bantuan Zhen Jia untuk membakar jiwa Xin Yi, agar ia tidak bisa bereinkarnasi dan mengacau di masa depan nanti.


Kematian Xin Yi menjadi penanda akhir dari peperangan itu, karena empat pasukan yang Xin Yi panggil, juga berhasil dilenyapkan tidak lama setelah kematiannya.


End.

__ADS_1


__ADS_2