
Pertarungan terus berlanjut, meski menghadapi musuh yang jumlahnya lebih banyak, namun Xin Yi tidak terlihat kesulitan sama sekali, hanya saja, ia menjadi lebih waspada pada Jia Zhen, karena kecepatan anak itu benar-benar luas biasa.
Jika membandingkan kekuatan, sangat jelas bahwa Jia Zhen bukanlah tandingan Xin Yi, namun jika membandingkan kecepatan pergerakan, maka Jia Zhen masih lebih unggul daripada Xin Yi dan terbukti, beberapa serangan Jia Zhen hampir mengenai Xin Yi.
Selain serangannya yang sama sekali tidak bisa dibaca, Xin Yi juga sedikit kerepotan saat menyerang Jia Zhen, karena setiap kali ia melancarkan serangan, bahkan dengan kecepatan maksimal sekalipun, Jia Zhen selalu saja berhasil menghindar.
Tidak hanya itu saja, keberadaan Huise dan yang lainnya juga membuat Xin Yi kesulitan untuk menyentuh Jia Zhen, karena setiap kali ia ingin mengerang putra bungsu Lin Feng itu, Huise dan yang lainnya selalu saja menghalangi pergerakannya.
"Sial! Kalian semua pasti akan menyesal karena berani melawanku!" ujar Xin Yi.
Wushh!
Boom!
Energi yang jauh lebih besar terpancar dari tubuh Xin Yi, bahkan ledakan energi tersebut sampai membuat Huise dan yang lainnya terpental cukup jauh. Selain itu, energi yang ia lepaskan juga menimbulkan penindasan yang jauh lebih besar.
"Te-tekanan ini sangat besar."
"Ki-kita harus segera pergi dari sini, kalau tidak, kita semua bisa celaka!"
"Paman, buka portal dimensi, aku akan menahannya!" ujar Jia Zhen.
"Apa?! Tidak, ini terlalu berbahaya!" sahut Huise.
"Paman, lakukan saja perintahku!"
"Kami akan membantu!"
Setelah Huise bersiap-siap untuk membuka portal dimensi, Yin Ouyang dan yang lainnya kemudian melesat maju untuk menyerang Xin Yi, begitupun dengan Jia Zhen, namun ia tidak langsung maju seperti yang lainnya.
"Zhen Jia, pinjamkan kekuatanmu."
"Tentu saja, kakak!"
Jia Zhen menutup matanya, memfokuskan pikirannya dan memusatkan energinya di pedang dalam genggaman tangannya, disaat yang bersamaan, langit tiba-tiba diselimuti oleh awan mendung.
__ADS_1
Suara gemuruh terdengar menggelegar di langit, kemudian diikuti oleh petir merah keemasan yang terus menyambar ke daratan. Disisi lain, Jia Zhen terlihat sedang mengacungkan pedangnya ke langit.
"Kekuatan ini..."
Untuk pertama kalinya, Xin Yi dibuat bergidik ketika merasakan aura kekuatan yang berasal dari petir merah keemasan tersebut, bayangan tentang masa lalu muncul dalam benaknya, bahkan tubuhnya nampak gemetar melihat petir yang terus menyambar.
"Sial! Aku haru segera pergi!" ujar Xin Yi, kemudian melesat terbang meninggalkan tempat tersebut, lalu menghilang di kejauhan.
"Apa yang terjadi?" tanya Lang Diyu yang nampak kebingungan.
"Entahlah, tapi apapun yang terjadi, kita berhasil selamat kali ini" sahut Yin Ouyang.
Karena Xin Yi sudah melarikan diri, Jia Zhen kemudian menurunkan tangannya dan menarik kekuatan yang sempat ia lepaskan, pedang di tangannya juga telah berubah lagi menjadi gumpalan energi, lalu masuk kedalam tubuh Jia Zhen.
"Kepalaku..."
Rasa sakit yang begitu luar biasa tiba-tiba menyerang kepala Jia Zhen, sehingga membuatnya kehilangan keseimbangan dan hampir saja terjatuh, beruntung Zhu Ling berhasil menangkap tubuhnya.
"Tuan muda! Apa yang terjadi?"
"Tuan muda!"
Semua orang nampak khawatir karena Jia Zhen yang tiba-tiba saja pingsan, Huise yang telah berhasil membuka portal dimensi, kemudian menghampiri Jia Zhen dan langsung memeriksa keadaannya.
"Tenanglah, Tuan Muda hanya kelelahan, rasa sakit di kepalanya itu diakibatkan oleh penggunaan kekuatan yang berlebihan."
Perkataan Huise berhasil membuat mereka semua merasa lega, apalagi setelah mengetahui jika Jia Zhen baik-baik saja.
Memang tidak bisa dipungkiri jika Jia Zhen telah menggunakan kekuatannya secara berlebihan, terlebih lagi, kultivasi-nya saat ini masih sangat rendah, dan tubuhnya juga belum mampu menahan kekuatan yang begitu besar.
Namun, rasa sakit di kepala Jia Zhen bukan disebabkan oleh penggunakan kekuatan yang terlalu berlebihan, melainkan karena Zhen Jia yang sedang terluka, akibat memaksakan diri untuk membantu kakaknya itu.
Memang benar jika Zhen Jia bisa mengubah wujudnya menjadi apapun, karena dia hanyalah sebuah jiwa yang tidak memiliki raga, namun hal ini juga memiliki dampak buruk bagi dirinya sendiri, karena kekuatannya yang masih lemah.
Keputusan Zhen Jia ini bisa dikatakan sebagai keputusan yang sangat berbahaya, karena akibatnya akan sangat fatal untuk dirinya ataupun Jia Zhen, tapi kalau dia tidak membantu, mungkin sudah ada diantara mereka yang menjadi korban keganasan Xin Yi.
__ADS_1
***
Esoknya.
"Paman, aku ingin menanyakan sesuatu?" tanya Jia Zhen.
Saat ini, keadaannya sudah pulih, namun Huise dan yang lainnya masih memaksanya untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan, karena bagaimanapun juga, mereka tidak ingin ada sesuatu yang buruk menimpa Jia Zhen.
"Silahkan, Tuan Muda" jawab Huise.
"Apakah sebuah jiwa bisa memiliki raga?" tanya Jia Zhen setelah diam selama beberapa saat.
Huise mengerutkan dahi ketika mendengar pertanyaan Jia Zhen, karena ia merasakan adanya sesuatu yang tengah disembunyikan oleh Jia Zhen dalam pertanyaannya itu, namun ia tidak ingin mencaritahu lebih jauh lagi.
Setelah itu, Huise menjelaskan jika sebuah jiwa memang bisa memiliki raga, dan ada dua cara yang bisa dilakukan untuk membuat jiwa memiliki sebuah raga. Cara pertama adalah dengan mencari wadah untuk ditempati oleh jiwa tersebut.
Namun, tidak semua hal bisa dijadikan sebagai wadah untuk sebuah jiwa, karena antara jiwa dan wadah yang akan ia tempati, haruslah ada kecocokan satu sama lain, jika tidak, maka akan berakibat fatal untuk jiwa itu sendiri.
Cara yang kedua adalah dengan meningkatkan kekuatan jiwa tersebut, karena semakin tinggi kekuatan jiwa itu, maka akan semakin besar kemungkinan bagi jiwa itu untuk menampakkan wujudnya secara langsung.
Misalnya saja seperti jiwa bayangan Lin Feng, jiwa bayangan tidak akan bisa menyerupai Lin Feng jika tidak memiliki kekuatan yang besar. Selain itu, antara jiwa bayangan dan Lin Feng juga ada kecocokan, sehingga jiwa itu tidak musnah.
"Dan menurut paman, cara yang terbaik adalah cara yang kedua" ucap Huise mengakhiri penjelasannya.
Jia Zhen terdiam memikirkan penjelasan Huise, dan saat ini, ia sudah menemukan cara apa yang harus ia lakukan demi Zhen Jia, yaitu dengan meningkatkan kekuatannya ke ranah yang lebih tinggi lagi.
Sebenarnya ia bisa saja menggunakan cara yang pertama, yaitu menemukan wadah untuk Zhen Jia, namun ia takut tidak bisa menemukan wadah yang cocok untuk adiknya itu, lagipula resikonya sangatlah besar.
"Terima kasih, paman, aku sudah mengerti langkah apa yang harus aku ambil."
"Sama-sama, Tuan Muda" sahut Huise.
"Tuan Muda, maaf jika aku lancang, tapi kenapa Tuan Muda menanyakan hal ini?" tanya Yin Ouyang.
"Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, dan suatu saat nanti, paman pasti akan mengetahui alasannya" jawab Jia Zhen yang masih belum mau mengungkapkan keberadaan adiknya.
__ADS_1