
Waktu terus bergulir dengan cepat, tidak terasa sudah beberapa bulan berlalu sejak Lin Feng tinggal di rumah mereka sendiri, dan saat ini, Lin Feng, Luo Ning dan ketiga anaknya tengah berada di ibukota kekaisaran Luo.
Untuk sementara waktu ini, Lin Feng dan keluarga kecilnya harus tinggal di istana kekaisaran, karena Luo Ning baru saja melahirkan anak ketiga mereka dua bulan yang lalu, jadi tidak mungkin mereka kembali ke rumahnya yang berada di wilayah kota Zuanshi.
Sebenarnya Lin Feng ingin Luo Ning melahirkan di rumah mereka saja, namun apalah daya, istrinya itu malah ingin melahirkan di istana kekaisaran Luo, jadi, mau tidak mau Lin Feng harus menuruti permintaan Luo Ning tersebut.
Satu Minggu setelah anak ketiga Lin Feng lahir, Luo Ming An langsung mengadakan pesta besar-besaran untuk menyambut kelahiran cucunya itu, bahkan ia sampai membagikan sepuluh koin emas kepada setiap penduduk ibukota sebagai bentuk kebahagian dan rasa syukurnya.
Istana kekaisaran.
"Lin Feng, apa Zhen'er sudah tidur?" tanya Luo Ming An saat Lin Feng keluar dari kamarnya.
Lin Jia Zhen, itulah nama yang diberikan oleh Lin Feng kepada putra ketiganya, dan sama halnya dengan Lin Xie Long, Lin Jia Zhen juga dianugerahi dengan wajah yang sangat tampan, hanya saja, Lin Jia Zhen tidak mewarisi kekuatan Asura seperti kedua kakaknya.
Lin Feng mengangguk pelan, "Iya, ayah, dia baru saja tidur."
"Sayang sekali, padahal aku ingin bermain dengannya sebentar" ucap Luo Ming An kecewa.
"Ayah, ada yang ingin aku sampaikan."
"Baiklah, kita bicara di ruang keluarga saja" sahut Luo Ming An.
Setibanya di ruang keluarga, Lin Feng langsung mengatakan jika dirinya akan segera berangkat melanjutkan perjalanan, namun ia juga menjelaskan jika dirinya akan menggunakan bayangannya, agar Lin Jia Zhen mengenal siapa ayahnya, karena Lin Feng sendiri tidak yakin kapan ia akan kembali lagi.
Selain itu, dengan adanya bayangan dirinya di dimensi pertama, Lin Feng juga tidak akan mengkhawatirkan lagi mengenai latihan Lin Xie Long dan Lin Xie Ling, karena bayangan dirinya akan mengajari mereka sampai keduanya menjadi kultivator yang hebat.
"Jadi, apa pendapat ayah mengenai rencana ku ini?" tanya Lin Feng.
"Hah" Luo Ming An menghela napas, "Sebenarnya akan jauh lebih baik jika kau sendiri yang ada di sini, tapi mau bagaimana lagi, tanggung jawab mu di alam semesta ini masih sangat besar" ucapnya.
"Apa itu artinya ayah setuju?"
Luo Ming An mengangguk, "Aku setuju, tapi usahakan untuk menyelesaikan tugasmu secepat mungkin, agar kau bisa kembali bersama mereka lagi."
"Terima kasih, ayah" sahut Lin Feng.
__ADS_1
"Jadi, kapan kau akan berangkat?"
"Satu Minggu lagi."
Saat keduanya tengah mengobrol, Luo Ning datang ke ruang keluarga menghampiri mereka, "Apa Gege sudah mau berangkat?"
"Ning'er, kenapa kau kesini?"
"Zhen'er di jaga oleh ibu dan kedua kakaknya, jadi aku bisa beristirahat sebentar. Jadi, apa Gege sudah mau berangkat?" jawab Luo Ning yang diakhiri dengan pertanyaan.
Lin Feng mengangguk, "Maafkan aku, tapi tugas ini tidak bisa ditunda lagi" ucapnya.
"Tidak apa-apa, Gege. Lagipula, tugas ini memang sangat penting untuk segera di selesaikan, agar kedepannya nanti tidak ada hal lain lagi yang mengganggu kita."
Lin Feng tersenyum senang mendengar jawaban istirnya itu, ia sangat bahagia karena mendapatkan seorang istri yang sangat pengertian seperti Luo Ning, padahal Lin Feng selalu meninggalkannya, tapi ia tidak pernah menuntut apapun darinya.
"Terima kasih, istriku."
"Kalian berdua mengobrol saja dulu, aku ingin menyelesaikan beberapa pekerjaan yang sudah menumpuk" ujar Luo Ming An, kemudian pergi meninggalkan ruang keluarga.
"Apa Gege sudah memberitahukan masalah ini pada mereka berdua?" tanya Luo Ning setelah ayahnya pergi.
"Lebih baik mereka tidak tahu, lagipula, aku akan meninggalkan satu bayanganku di sini untuk melatih dan menjaga mereka" jawab Lin Feng.
"Itu lebih baik, karena setidaknya, Zhen'er bisa mengenal siapa ayahnya walaupun hanya sekedar bayangannya saja" sahut Luo Ning.
Saat mendengar perkataan istrinya, ada perasaan yang sama sekali tidak bisa dijelaskan dalam diri Lin Feng, tapi mau bagaimana lagi, tugas kali ini memang harus ia lakukan agar dimasa depan nanti, tidak ada lagi masalah yang akan mengganggu waktunya bersama keluarganya.
Lin Feng menggeser tubuhnya mendekati Luo Ning, kemudian memeluk istrinya itu dengan erat, "Aku benar-benar minta maaf karena harus meninggalkanmu lagi."
"Tidak apa-apa, suamiku, jangan pikirkan itu lagi" sahut Luo Ning.
Meski ia terlihat tegar dan baik-baik saja, namun ada rasa sedih yang sangat mendalam didalam hatinya, hanya saja, ia berusaha untuk tidak menunjukkan kesedihannya itu, agar suaminya bisa pergi tanpa beban pikiran apapun.
***
__ADS_1
Satu Minggu kemudian.
Waktu yang ditetapkan sudah datang, dan saat ini Lin Feng tengah bersiap untuk berangkat menjelajahi dimensi lain untuk menemukan penguasa baru, namun kepergiannya kali ini tidak banyak orang yang mengetahuinya, bahkan kedua anaknya sendiri tidak tahu.
"Feng'er, selesaikan tugasmu dengan cepat dan segeralah kembali" ucap Lin Hua.
"Baik, Bu."
"Lin Feng, jangan coba-coba untuk melirik wanita lain lagi!" ujar Luo Ming An.
"Aku tidak akan melakukan itu ayah, lagipula aku sudah mendapatkan istri yang sangat sempurna, jadi tidak mungkin aku akan melirik wanita lain" sahut Lin Feng.
"Gege, jaga dirimu baik-baik."
"Tentu saja, istriku."
"Tuan, selamat jalan!" ujar ketujuh anggota pilar kematian.
Lin Feng mengangguk, "Aku berangkat" ucapnya, kemudian membuka gerbang dimensi dan langsung melesat masuk kedalamnya.
Setelah gerbang dimensi tertutup, mereka kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut, kecuali Luo Ning yang masih berada di sana menatap ke arah gerbang dimensi yang telah tertutup sepenuhnya.
"Gege, jangan pergi terlalu lama" gumamnya, kemudian meninggalkan tempat itu.
***
Alam Dewa dimensi kedua.
Setelah melewati lorong dimensi yang cukup panjang, Lin Feng akhirnya sampai di dimensi kedua, ia memilih untuk menjelajahi setiap dimensi secara berurutan, karena selain dimensi kedua adalah dimensi terdekat, Lin Feng juga ingin melakukan sesuatu sebelum ia menjalankan tugasnya.
Setibanya di dimensi kedua, Lin Feng langsung melesat terbang menuju ke istana Dewa, lalu setelah itu, ia duduk dengan sikap meditasi di halaman istana Dewa.
"Semoga saja cara ini bisa mempercepat tugasku" gumamnya, kemudian menutup mata dan mulai bermeditasi. Kemudian, Lin Feng melepaskan kekuatan jiwanya dan pergi menuju ke alam kematian.
Semenjak dirinya menjadi Dewa Asura, Lin Feng mendapatkan sebuah kemampuan khusus yang membuat jiwanya bisa pergi ke alam kematian. Selain itu, ia juga bisa menarik jiwa orang yang sudah ia bunuh dan membawanya ke jalur reinkarnasi, atau lebih tepatnya, ia bisa mempercepat proses reinkarnasi seseorang.
__ADS_1
Dan, tujuan ia datang ke alam kematian adalah untuk menemui jiwa delapan penguasa, dengan maksud untuk membantu jiwa mereka bereinkarnasi, dan jika cara ini berhasil ia lakukan, pastilah tugasnya bisa diselesaikan dengan mudah, dan ia hanya perlu menunggu sampai reinkarnasi dari jiwa mereka tumbuh Dewasa.