Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-212. Menjemput Xie Long


__ADS_3

Cahaya hangat mentari pagi kembali menyinari seluruh daratan, dua insan yang tengah tertidur lelap di atas bangunan penginapan, akhirnya membuka mata saat cahaya matahari menyinari wajah mereka.


Meski sudah membuka mata, namun keduanya masih belum bangkit, atau lebih tepatnya, mereka berdua terlalu malas untuk beranjak dari sana. Padahal, seseorang bisa saja melihat mereka dari bawah sana.


Xie Long menatap lekat wajah Huanran yang sekarang sudah menjadi kekasihnya, begitupun sebaliknya, dan saat tatapan mereka bertemu, ingatan mengenai kejadian semalam kembali muncul dalam benak keduanya.


Meski tidak terjadi apapun setelah Xie Long mengecup bibir Huanran, namun bagi mereka berdua, hal itu sudah menjadi momen paling indah yang tentunya sangat sulit untuk dilupakan.


"Ekhem!"


Xie Long memutar bola matanya ketika mendengar suara tersebut, namun tidak sama seperti sebelumnya, dimana ia akan segera menjauhi Huanran dan membuang muka ketika mendengarnya, kali ini Xie Long justru nampak acuh dan sedikit kesal karenanya.


Sedangkan Huanran, ia hanya tertawa pelan melihat tingkah Xie Long yang nampak kesal karena kehadiran Xiao Xue, meski begitu, ia tetap merasa malu karena dipergoki oleh Xiao Xue, padahal saat ini mereka tidak melakukan apapun seperti tempo hari.


"Tuan, sampai kapan Tuan mau di sana?" tanya Xiao Xue.


"Hah" Xie Long menghela napas panjang, kemudian berdiri dan menoleh pada Xiao Xue, "Ada apa lagi? kau tidak... tunggu! Sejak kapan kau ada di sana?"


"Sejak semalam, Tuan" jawab Xiao Xue.


"Maksudmu?"


"Sejak Tuan dan Nona..."


"Cukup jangan dilanjutkan!" ujar Huanran dengan wajah yang memerah.


***


Sementara itu.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah mengawasi ketiganya dari balik awan, sosok yang tidak lain adalah Lin Feng itu menajamkan pandangannya ketika melihat Huanran.


Lin Feng mengepalkan tangannya melihat kebersamaan yang terjalin antara Xie Long dan Huanran, dalam dirinya ada perasaan berkecamuk yang ia sendiri tidak mengerti perasaan apa yang ia rasakan itu.


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Luo Ning memang benar, melihatnya yang mulai dewasa membuatku merasa seperti sudah sangat tua."


"Tapi, kenapa takdir masih saja mempermainkan diriku?" gumamnya kemudian diikuti oleh helaan napas panjang.


Disaat yang bersamaan, mata ungu milik Xie Long tiba-tiba saja memancarkan cahaya, seketika itu juga, Xie Long seperti merasakan keberadaan seseorang yang sangat dekat dengannya. Karena penasaran, ia mencoba mencari sosok itu dengan mata ungu, namun sayangnya tidak berhasil.


"Aneh, jelas-jelas aku merasakan keberadaan ayah sebelumnya, tapi kenapa sekarang malah menghilang?" ucapnya dalam hati.


"Zilong, ada apa?"


Xie Long menggeleng pelan, "Bukan apa-apa, aku hanya merasakan keberadaan seseorang."


"Siapa?"


"Ayahku."


"Ka-kau yakin?" Huanran nampak kaget mendengar perkataan Xie Long dan entah kenapa dia malah menjadi sangat gugup.


"Aku sangat yakin dengan apa yang aku rasakan, karena tidak ada orang lain yang memiliki aura seperti ayah" jawab Xie Long.


Perkataan Xie Long terdengar sangat meyakinkan, dan hal itu malah membuat Huanran semakin gugup. Karena jika yang Xie Long katakan itu memang benar, maka Huanran harus mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan sang Dewa kematian.


"Nenek, semoga saja pertemuanku dengannya menjadi awal yang lebih baik" ucapnya dalam hati.


Matahari semakin tinggi, Xie Long, Huanran dan Xiao Xue yang masih duduk di atap bangunan, akhirnya memutuskan untuk turun, karena selain panas yang semakin terik, keberadaan mereka di sana juga sudah diketahui oleh orang-orang yang berlalu-lalang di depan penginapan tersebut.


"Nona! Suatu kebetulan kita bertemu di sini."


Entah memang kebetulan atau memang disengaja, saat mereka turun dari atap penginapan tersebut, mereka malah bertemu dengan Xi Ao Tian bersama beberapa pengawalnya yang sedang melintas di depan penginapan.


"Tuan Muda Xi" sapa Huanran ramah.


"Sial! Kenapa aku harus melihat hal ini lagi" Xiao Xue menggerutu kesal dalam hatinya.


"Cihh! Kenapa orang ini datang lagi? Apa jangan-jangan dia sengaja mengikuti kami ke sini!?"


Sama halnya dengan Xiao Xie, Xie Long juga sangat kesal dengan keberadaan Tuan Muda keluarga Xi itu, namun ia berusaha untuk tersenyum ramah, walaupun senyumannya tidak terlihat karena terhalang oleh kain hitam yang menutupi sebagian wajahnya.


"Nona, bagaimana kalau kita makan bersama? Kebetulan aku sedang ingin makan di restoran paling terkenal di kota ini."


Huanran tidak langsung menjawab, melainkan menoleh pada Xie Long yang berada disampingnya, namun sayangnya, Xie Long malah nampak acuh dan tidak menoleh sedikitpun padanya.


"Dia pasti cemburu."


"Bagaimana, Nona?"


"Aku tidak keberatan sama sekali, tapi aku tidak mau pergi jika mereka tidak pergi bersamaku" jawab Huanran.


"Tentu saja, Nona. Kedua pengawal Anda juga bisa ikut bersama kita" sahut Xi Ao Tian.


Sebenarnya, Xi Ao Tian sangat keberatan dengan permintaan Huanran, namun ia tidak mungkin ia menolak keinginannya itu, karena Huanran pastinya tidak akan ikut bersamanya jika kedua pengawalnya tidak ada.


Setibanya di restoran yang dimaksud, Xi Ao Tian kemudian membawa mereka ke lantai tiga, karena di sanalah tempat yang telah di khususkan untuk keluarga bangsawan di kota ini ataupun dari kota lainnya.


"Silahkan pesan apa saja yang kalian inginkan, aku akan membayar semuanya" ucap Xi Ao Tian.


"Oh, kau ingin berlagak sombong di depanku? Asal kau tahu saja, aku bahkan bisa membeli kota ini dan itu sudah termasuk dengan restoran ini!" ujar Xie Long, namun hanya terdengar oleh dirinya sendiri.

__ADS_1


"Terima kasih, kalau begitu kami tidak akan sungkan lagi" jawab Xiao Xue.


Kemunculan pemuda itu sudah membuat Xie Long semakin kesal dan sekarang, ia dibuat lebih kesal lagi ketika melihat keduanya duduk di meja khusus yang hanya memiliki dua kursi, dan jika tidak dihentikan oleh Xiao Xue, Xie Long mungkin sudah membuat keributan di sana.


"Kenapa kau menghentikan ku!" ujar Xie Long dengan suara pelan.


"Maaf, Tuan, tapi..."


"Tapi apa!?"


"Memiliki semangat memang penting, tapi terlalu bersemangat juga tidak terlalu baik, apalagi sampai tidak melihat situasi dan kondisi."


Xie Long tersentak kaget mendengar suara seseorang yang duduk tidak jauh dari mereka, namun bukan perkataannya yang membuatnya kaget, melainkan orang yang berbicara barusan adalah orang yang sangat ia kenali.


"A-ayah..."


"Itulah yang sebelumnya ingin aku katakan, tapi Tuan Muda tidak memberiku kesempatan untuk bicara" sahut Xiao Xue yang sudah menyadari keberadaan Lin Feng sejak tadi.


Xie Long tertunduk dan tidak berani menatap Lin Feng, saat ini ia benar-benar merasa malu pada dirinya sendiri dan juga ayahnya, karena tindakan bodohnya barusan pasti dilihat oleh ayahnya yang memang sudah berada di sana sebelum mereka datang.


Disaat yang sama, Huanran yang juga menyadari keberadaan Lin Feng langsung bungkam, jangankan berbicara, ia bahkan tidak beranjak sedikitpun dari tempat duduknya. Selain itu, ia juga tidak menghiraukan apapun yang dikatakan oleh Xi Ao Tian yang duduk didepannya.


"Kemari!" ucap Lin Feng. Sedangkan Xie Long hanya mengangguk dan kemudian menghampiri ayahnya.


"Duduk!" Lagi-lagi, perkataan Lin Feng hanya ditanggapi dengan anggukan oleh Xie Long, lalu duduk di kursi yang berseberangan dengan ayahnya.


Setelah Xie Long duduk, Lin Feng tiba-tiba saja berdiri, lalu mendekati meja Xi Ao Tian dan Huanran. Kedatangan Lin Feng tentu membuat Xi Ao Tian semakin kesal, namun ia berusaha untuk menahan kesalahannya itu.


"Nona, bisa ikut aku sebentar?" tanya Lin Feng.


Huanran mengangguk patuh, kemudian berdiri dari tempat duduknya, lalu mengikuti Lin Feng kembali ke mejanya, "Silahkan duduk" ucap Lin Feng sopan.


Sementara itu, Xi Ao Tian yang memang sudah sangat kesal sejak tadi, akhirnya tidak bisa lagi membendung kekesalannya itu, ia berdiri dari tempat duduknya dan bergegas menghampiri meja Lin Feng.


"Tuan! Apa kau tidak punya sopan santun!?"


"Maaf anak muda, sebaiknya kau jangan ikut campur dalam masalah ini, kalau tidak..."


"Kalau tidak apa!? Memangnya apa yang bisa kau lakukan padaku? Aku adalah..."


Wushh!


Boom!


Sebelum Xi Ao Tian sempat menyelesaikan ucapannya, sebuah tinju yang sangat keras sudah lebih dulu mendarat di wajahnya, yang membuat Tuan Muda keluarga Xi itu terlempar cukup jauh hingga menabrak meja sampai hancur.


"Siapa yang memberimu izin bicara seperti itu pada ayahku, sialan!?"


"Bunuh bocah sialan itu!" ujar salah seorang pengawal Ao Tian.


Wushh!


"Maju selangkah lagi, aku pastikan nyawa kalian akan hilang sekarang juga!"


Xiao Xue melepaskan aura kekuatannya, sehingga menimbulkan tekanan intimidasi yang sangat besar, bahkan seluruh bangunan itu ikut bergetar karena tidak sanggup menahan tekanan yang sangat besar itu.


Semua orang yang ada di restoran tersebut berlarian menyelamatkan diri, baik pengunjung ataupun para pelayan, tidak ada seorangpun yang ingin berlama-lama berada di dalam bangunan itu, karena mereka tahu, tidak akan lama lagi akan terjadi kekacauan.


Para pengawal Xi Ao Tian gemetaran, mereka ingin membalas perbuatan Xie Long yang telah lancang menyerang Tuan Muda mereka, namun kekuatan Xiao Xue bukanlah kekuatan yang sanggup mereka hadapi. Pada akhirnya, para pengawal itu lebih memilih membawa Xi Ao Tian pergi dari sana.


Setelah suasana menjadi tenang, Xiao Xue kemudian menarik kembali aura kekuatan yang telah ia lepaskan, lalu setelah itu berdiri dalam diam disisi Xie Long.


"Xiao Xue, duduklah, makanan ini sengaja aku pesan untuk kalian" ucap Lin Feng.


"Tu-tuan..." perkataan Xiao Xue langsung terpotong ketika Lin Feng mengarahkan tatapan tajam padanya, seketika itu juga, ia duduk dan menikmati makanan yang tersaji di atas meja.


"Kalian berdua juga makanlah."


Suasana nampak sangat tenang, tapi hanya Lin Feng saja yang merasakannya, karena tiga anak muda di depannya justru merasakan ketegangan, bahkan terlihat dengan jelas jika mereka bertiga makan dengan perasaan terpaksa.


"Sudah berapa lama kalian bersama?" Lin Feng akhirnya membuka percakapan dengan mengajukan pertanyaan pada anaknya dan Huanran.


"Baru beberapa bulan, ayah" jawab Xie Long.


"Kalian saling menyukai?"


Xie Long diam, begitupun dengan Huanran yang memang tidak berani mengeluarkan suara, bahkan ia tidak punya keberanian untuk mengangkat wajahnya walaupun hanya sesaat.


"Xiao Xue."


"I-iya Tuan."


"Aku yakin kau memahami apa yang mereka rasakan, jadi apa kau bisa membantu mereka menjawabnya?"


Xiao Xue mengangguk paham, sebelum menjawab, ia sempat menoleh pada Xie Long untuk meminta persetujuan, namun Xie Long malah tidak menoleh padanya. Karena tidak mendapat tanggapan apapun, Xiao Xue kemudian menjelaskan apa yang terjadi semalam.


"Sial! Kenapa dia malah menjelaskan semuanya!?" Xie Long menggerutu kesal dalam hatinya.


"Oh, jadi mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih?" tanya Lin Feng setelah mendengar penjelasan Xiao Xue.


"Be-benar, Tuan."

__ADS_1


Lin Feng mengangguk paham, kemudian menoleh pada Xie Long dan Huanran secara bergantian, "Long'er."


"Iya, ayah."


"Ayah tidak menyalahkan mu karena menyukai gadis ini dan kau, Huanran. Aku juga tidak menyalahkan mu karena menyukai putraku. Tapi, apa kalian sudah saling jujur?"


"Huanran, apa kau sudah mengetahui siapa Xie Long sebenarnya?"


"Dan Xie Long, apa kau sudah mengetahui siapa Huanran sebenarnya?"


Xie Long dan Huanran mengangguk bersamaan, yang menandakan jika mereka berdua memang sudah mengetahui siapa pasangannya itu.


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Jika aku katakan ada bahaya yang tengah mengintai kalian, apa yang akan kalian lakukan?"


Xie Long menarik napas panjang, kemudian mengangkat wajahnya, "Ayah, aku sudah menetapkan hatiku untuk Huanran, sama halnya dengan ayah, aku akan menjaganya sama seperti ayah menjaga ibu."


"Huanran?"


"Aku juga sama, Tuan. Sebesar apapun bahaya yang mengintai kami, aku tidak akan meninggalkan Zilong."


Lin Feng mendesah pelan, perasaannya semakin berkecamuk dan bingung harus menetapkan keputusan, di satu sisi, ada masalah besar yang sedang mengintai alam semesta, dan disisi lain, ada kebahagiaan putranya yang tidak mungkin ia hancurkan.


"Ayah, ibu, sekarang aku mengerti kenapa ayah dan ibu sanggup melakukan apapun demi kebahagiaanku, karena sekarang, aku juga merasakan hal yang sama" ucap Lin Feng dalam hatinya.


"Ayah" panggil Xie Long.


"Long'er, kekuatanmu yang sekarang masih belum cukup untuk melindungi Huanran, begitupun sebaliknya."


"Aku tahu itu, ayah. Tapi ayah tenang saja, aku akan melakukan apapun untuk melindunginya" sahut Xie Long.


"Begitupun dengan ayah, nak. Ayah akan melakukan apapun demi melindungi mu, termasuk bertarung melawan Xin Yi" ucap Lin Feng dalam hatinya.


"Ya sudah, sekarang kalian ikut ayah."


"Kemana?"


"Menemui ibu dan kakek mu" jawab Lin Feng, kemudian membawa mereka bertiga kembali ke Dunia Bawah, karena semua anggota keluarga sedang menunggu kedatangan mereka di sana.


Setibanya di istana kerajaan Dunia Bawah, Xie Long nampak terkejut saat melihat seluruh anggota keluarganya ada di sana, tidak hanya ibu dan kakeknya saja, tapi kedua kakek buyutnya juga ada di sana, termasuk kaisar Feng yang juga merupakan kakeknya.


"Ayah, i-ini..."


"Kenapa?"


Xie Long tertunduk, "A-aku malu" jawabnya pelan.


"Mereka semua keluargamu, kenapa harus malu?"


Ruang keluarga.


Semua orang duduk dalam diam dengan tatapan yang tertuju pada Xie Long dan Huanran yang duduk bersebelahan, tidak ada seorangpun yang berbicara, karena menghormati posisi Lin Feng yang dianggap sebagai kepala keluarga.


Di tempat mereka masing-masing, mungkin merekalah yang menjadi kepala keluarga, namun di istana Dunia Bawah ini, Lin Feng lah yang diakui sebagai kepala keluarga, karena jika bukan karena dirinya, keluarga itu tidak mungkin menyatu.


Keluarga besar yang terdiri dari empat keluarga yang besar pula, yaitu keluarga Lin, keluarga Luo, keluarga Yuan dan terakhir keluarga Feng. Empat keluarga ini bersatu di tangan Lin Feng dan membentuk keluarga baru yang mereka sebut, keluarga Asura.


"Aku sudah mendengar penjelasan mereka sebelumnya, dan memang benar, mereka saling menyukai bahkan sudah menjadi sepasang kekasih" ucap Lin Feng.


"Ternyata yang dikatakan Ling'er memang benar" sahut Lin Dian, paman Lin Feng dan kakek Xie Long.


Xie Long tersentak, kemudian menoleh pada adiknya itu, namun Xie Ling malah membuang muka seolah sedang menghindari kakaknya itu.


Sebelum Lin Feng menjemput Xie Long, keluarga Asura sudah berkumpul lebih dulu, dan saat itulah, Xie Ling menceritakan kedekatan kakaknya dengan Huanran.


"Ning'er."


Luo Ning mengangguk, kemudian menoleh pada Xie Long dan Huanran secara bergantian, "Kalian yakin dengan hubungan kalian ini?"


"Ibu, aku minta maaf karena tidak meminta restu ibu sebelumnya, tapi aku sungguh serius dengan hubungan kami."


"Long'er, apa kau tahu dampak dari..."


"Cukup, Ning'er. Jangan diteruskan!" ujar Lin Feng.


"Mereka saling menyukai, sebagai keluarga, kita harusnya mendukung hubungan mereka, dan aku harap, kalian menerima Huanran dengan baik" lanjutnya.


"Hubungan anak muda memang selalu menarik, dan aku rasa, tidak ada salahnya menyambut calon anggota keluarga yang baru." ucap Luo Ming An.


"Aku setuju dengan saudara Luo, dan sudah menjadi tugas kita untuk memberikan dukungan pada hubungan mereka." sahut kaisar Feng.


"Bagaimana dengan yang lain?"


"Apa salahnya menambah keluarga, dan kenapa pula harus menolak kebaikan?"


Disisi lain.


Xie Long akhirnya bisa menghela napas lega, karena sekarang keberadaan Huanran sudah diterima oleh keluarga besarnya, begitupun dengan Huanran yang tidak menyangka jika dirinya dapat diterima oleh keluarga besar Asura.


Namun, diantara mereka semua hanya Luo Ning yang terlihat kurang bahagia, tapi bukan berarti ia menolak ataupun tidak setuju pada hubungan Xie Long dan Huanran, namun ia hanya terlalu takut, takut kehilangan suaminya.


Didepan mereka semua, Lin Feng memang menunjukkan senyuman indah yang terukir di wajahnya, semua itu ia lakukan agar mereka semua tahu jika dirinya sedang bahagia. Namun, apa yang ia rasakan dalam hatinya, hanya Luo Ning yang mengetahuinya.

__ADS_1


__ADS_2