
Ditempat lain.
Ditengah-tengah danau yang dikelilingi oleh daratan es, gadis cantik tengah fokus bermeditasi tanpa menghiraukan suhu yang begitu dingin disekitarnya, rambutnya terlihat memutih karena efek dari dinginnya suhu di sana.
Tidak hanya sekedar rambut, bahkan alis dan bulu matanya juga ikut memutih, bibir dan kulitnya terlihat sangat pucat seolah tidak ada setetes darah-pun lagi di dalam tubuhnya.
Jika orang lain melihatnya, mungkin mereka akan berpikir bahwa gadis itu sudah tidak bernyawa lagi. Akan tetapi, energi panas yang berasal dari kekuatan api dalam dirinya, masih menjaga jantungnya agar tidak membeku seperti tubuhnya.
Wushh!
Energi dingin keluar dari tubuhnya, aura berwarna putih menyelimuti dirinya yang tengah duduk bermeditasi, kemudian aura putih tersebut membentuk siluet seekor naga yang sangat besar.
Naga putih tersebut berputar di udara, kemudian melesat turun dan masuk lagi kedalam tubuh gadis tersebut, disaat yang bersamaan, energi yang jauh lebih besar kembali terpancar dari dalam dirinya.
Boom!
Suara ledakan teredam terdengar dari dalam tubuhnya, yang menandakan jika kultivasi-nya telah meningkat ke tingkatan yang lebih tinggi, begitupun dengan kekuatannya yang juga ikut meningkat ke tingkatan yang lebih tinggi.
Dengan mata yang masih tertutup, gadis itu kemudian berdiri dari tempat duduknya, lalu ia melangkah maju dan melompat kedalam danau yang sangat dingin tersebut.
Ketika ujung kakinya menyentuh air danau, tubuhnya langsung membeku saat itu juga, hingga membuatnya jatuh sampai ke dasar danau tersebut, namun tidak lama setelahnya, es yang menyelimuti tubuhnya tiba-tiba saja hancur.
Energi yang jauh lebih besar terpancar dari dalam tubuhnya, menimbulkan pusaran air yang semakin lama semakin membesar, disaat yang bersamaan, seluruh energi yang ada di dalam kolam terserap masuk kedalam dirinya.
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat terjadi ketika seluruh energi di dalam danau terserap habis ke dalam tubuh gadis tersebut, ia kemudian melompat dan melesat terbang keluar dari danau, hingga kemudian berhenti setelah berada di ketinggian.
Wushh!
Aura dingin yang sangat besar terpancar dari tubuhnya, ia membuka mata, menatap daratan es yang sangat dingin di sekitarnya, tatapan matanya sangat tajam dan begitu dingin, tidak ubahnya suhu yang ada di sana.
"Aku berhasil" gumamnya, kemudian melesat terbang meninggalkan tempat tersebut.
Crasss!
Dhuaaar!
Kekuatan petir menyambar dari langit dan menghantam tubuhnya, beruntung gadis itu berhasil menyadarinya dengan cepat, sehingga ia dapat menahannya dengan menggunakan perisai dari energi yang sangat dingin.
Ia mengangkat wajahnya, menatap sosok pria berambut panjang yang tengah melayang di udara, ketenangan yang terlukis di wajah pria itu memberikan rasa sejuk padanya yang kini menatap lekat wajah pria tersebut.
__ADS_1
Sesaat kemudian, pria itu telah muncul didepannya, seulas senyuman terlukis di bibirnya, "Kakak, lama tidak bertemu" ucapannya pelan.
Xie Ling tersenyum pada adiknya, ia melayang menghampiri Jia Zhen kemudian memukul kepalanya dengan pelan, "Apa begitu, caramu menyambut kakakmu sendiri!?"
Jia Zhen tertawa canggung seraya menggaruk bagian belakang kepalanya, "Maafkan aku, kak."
"Zhen'er, ini hanya perasaanku saja atau kau memang bertambah tinggi?"
"Aku sendiri juga bingung, karena setelah menyelesaikan latihan, aku langsung menyusul kakak kesini."
"Darimana kau tahu aku ada di sini?"
"Entahlah, hanya mengikuti firasat saja."
"Yasudah, sebaiknya kita menemui guru sekarang."
Jia Zhen mengangguk, "Kakak, kenapa warna rambutmu bisa berubah?"
"Maksudmu?"
"Lihat ini" Jia Zhen meraih ujung rambut Xie Ling kemudian menunjukkannya pada kakak perempuannya itu.
"Eh, kenapa bisa begini?"
"Aura di tubuh kakak juga berbeda dari sebelumnya."
"Tunggu sebentar."
Xie Ling memejamkan matanya, kemudian mengalirkan energi ke bagian rambutnya, seketika itu juga, warna rambutnya kembali berubah. Tapi, bukannya berubah menjadi warna hitam, rambutnya malah berwarna perak.
"Wah, kakak terlihat sangat cantik" puji Jia Zhen.
"Jangan mengejekku!"
"Kakak, aku bukan anak kecil lagi, dan yang aku katakan barusan bukanlah ejekan."
"Kau yakin?"
Jia Zhen mengangguk, "Aku berani bersumpah."
"Su-sudahlah, sebaiknya kita menemui guru sekarang!"
__ADS_1
Jia Zhen kembali mengangguk, kemudian meraih tangan kakaknya, lalu setelahnya, mereka berdua menghilang dari daratan es di wilayah Utara Alam Nirvana. Dan sesaat kemudian, keduanya telah sampai di gerbang desa tempat gurunya berada.
Perpindahan yang sangat cepat itu membuat Xie Ling benar-benar kagum dengan adiknya, bagaimana tidak? Kecepatan yang dimiliki adiknya sekarang sudah setara dengan guru mereka, atau bahkan lebih cepat lagi.
Disisi lain.
Lao Tzu yang masih setia duduk di pinggir gerbang desa, nampak sedikit kaget dengan kemunculan Jia Zhen dan Xie Ling, penampilan mereka yang sudah berbeda hampir saja membuatnya tidak mengenali kedua muridnya itu.
"Murid memberi hormat pada guru" ucap keduanya seraya berlutut di depan Lao Tzu.
"Perkembangan kalian sungguh luar biasa, aku bahkan tidak menyangka kalian berhasil menyelesaikan ujian itu hanya dalam waktu setahun" sahut Lao Tzu.
Jia Zhen dan Xie Ling tersentak kaget mendengar perkataan Lao Tzu, mereka benar-benar tidak menyangka jika waktu sudah berlalu selama satu tahun. Padahal, mereka merasa seperti berkultivasi selama beberapa hari saja.
Tapi, tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak percaya pada perkataan gurunya itu, karena perubahan di tubuh mereka bisa dijadikan bukti yang sangat nyata. Lagipula, tidak mungkin Lao Tzu berbohong pada mereka.
Lao Tzu yang telah berdiri mengarahkan pandangannya pada Jia Zhen, ia tersenyum lembut ketika melihat ketenangan yang tergambar di wajah muridnya itu.
Hal yang sama juga ia lakukan pada Xie Ling, ia benar-benar merasa bangga karena Xie Ling berhasil menyatukan aura dingin dengan kekuatan api bumi. Bahkan, Lao Tzu dapat merasakan betapa dinginnya kekuatan api tersebut.
"Xie Ling, coba keluarkan kekuatan api bumi milikmu" pinta Lao Tzu.
"Baik guru!" Xie Ling mengangkat tangannya ke udara, kemudian di telapak tangannya muncul sebuah bola api berwarna perak.
"I-ini..." Xie Ling kembali dibuat bingung dengan aura api di tangannya itu, pasalnya, kekuatan api itu terasa sangat dingin seperti es.
"Perubahan ini terjadi karena suhu dingin di dalam danau, guru yakin kau sudah menyerap semua energi dingin di dalam danau itu."
Yang dikatakan Lao Tzu memang benar, karena Xie Ling memang telah berhasil menyerap seluruh energi dingin di dalam danau. Akibatnya, air danau itu langsung membeku setelah Xie Ling keluar dari dalamnya.
"Jia Zhen, coba kau lukai ular yang ada di pohon itu dengan ranting ini."
Jia Zhen mengangguk, kemudian meraih ranting di tangan gurunya, lalu ia melempar ranting tersebut ke arah pohon yang letaknya sangat jauh dari mereka.
Ranting yang dilempar oleh Jia Zhen melesat dengan kecepatan tinggi, bahkan ranting yang seharusnya patah atau hancur itu, malah menancap seperti pisau saat mengenai batang pohon.
"Bagus, kau benar-benar berhasil mengenainya."
"Apa guru yakin? Maksudku, aku tidak melihat apapun di pohon itu" sahut Xie Ling.
"Kalau kakak tidak percaya, lihat saja sendiri."
__ADS_1
"Aku bukannya tidak percaya, hanya tidak menyangka saja kalau kau bisa melihat ulat itu dengan sangat jelas, padahal jaraknya sangat jauh."
Ujian yang dijalani oleh Jia Zhen bukanlah ujian biasa, melainkan ujian yang membuat dirinya berhasil mencapai ketenangan tertinggi, ketenangan yang bahkan belum pernah di capai oleh ayah mereka sekalipun.