Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-201. Kembalinya Xiao Xue


__ADS_3

Waktu kembali bergulir dengan sangat cepat, tanpa disadari, beberapa bulan telah terlewati dengan sangat cepat dan saat ini, usia Xie Long sudah menginjak empat belas tahun.


Dengan kata lain, Xie Long masih memiliki waktu tiga tahun sebelum masa ujian yang pertama berakhir, yaitu mencapai ranah Supreme Emperor saat usianya tepat tujuh belas tahun.


Jika dia berhasil melewati ujian pertama ini, maka jalan untuk mendapatkan peninggalan kakeknya sudah semakin dekat, namun jika gagal melewati ujian pertama ini, maka ia harus merelakan semua warisan tersebut.


Ujian pertama ini memang memiliki tenggat waktu yang lumayan lama, tapi bukan berarti Xie Long bisa bersantai begitu saja, karena ujian pertama ini adalah penentu dari segalanya, pantas atau tidaknya dia mendapatkan warisan itu, semuanya tergantung pada ujian ini.


Selain ujian yang sulit, masih ada masalah besar yang membuat beban pikirannya semakin bertambah, yaitu masalah dengan sekte Naga Angin.


Meski sudah beberapa bulan berlalu, namun masalah itu masih belum juga terselesaikan, karena sampai saat ini, Xie Long masih belum mau menerima undangan dari patriark sekte Naga Angin.


Alasannya, tentu saja karena Xie Long sudah menyadari niat busuk patriark sekte, walaupun undangannya bermaksud baik, namun Xie Long bisa mencium bau busuk yang sangat menyengat dari undangan tersebut.


"Zilong."


"Iya, ada apa?"


"Apa tidak sebaiknya kita terima saja undangan patriark sekte itu?"


Xie Long menghentikan langkahnya setelah mendengar usulan Huanran, kemudian helaan napas panjang terdengar dari mulutnya, "Xia Hua, bukankah sudah aku ingatkan untuk tidak membahas hal ini lagi?"


"Tapi..."


"Dengar! Aku tidak mau datang ke sana bukan karena takut pada mereka, tapi aku takut mereka menyakitimu, jadi aku mohon, jangan bahas masalah ini lagi!"


Ya! Satu-satunya alasan yang membuat Xie Long menolak undangan itu adalah Huanran, jika dia hanya sendirian, mungkin sudah lama Xie Long datang ke sana dan menciptakan kekacauan di sekte tersebut.


Xie Long melakukan hal itu bukan karena meragukan kekuatan Huanran, justru ia sangat mengagumi kemampuan bertarung Huanran, hanya saja, Xie Long terlalu takut dan tidak mau Huanran terluka saat mereka berada di sana nanti.


Apalagi setelah mendapatkan informasi mengenai patriark sekte Naga Angin, dan dari semua informasi yang ia dapatkan, tidak ada satupun yang mengatakan bahwa patriark sekte Naga Angin itu bukanlah orang yang licik.


"Maaf" nada suara Huanran terdengar lirih.


"Hah" Xie Long membuang napas panjang, "Aku janji, masalah ini akan aku selesaikan secepatnya."

__ADS_1


Selama beberapa bulan ini, Xie Long bukannya tidak memikirkan masalah tersebut, justru ia sangat memikirkannya sampai membuatnya memaksakan diri untuk meningkatkan kultivasi-nya, bahkan, ia sampai mengabaikan peringatan sosok di dalam dirinya.


Selain informasi mengenai kelicikan patriark sekte Naga Angin, Xie Long juga mendapatkan informasi mengenai kekuatan dan tingkat kultivasi-nya, oleh karena itu, Xie Long masih harus berjuang meningkatkan kekuatan agar bisa mengalahkan patriark sekte Naga Angin.


Untuk saat ini, kultivasi Xie Long berada di ranah Expert bintang tiga, dan kekuatan penuhnya setara dengan kultivator ranah Expert bintang tujuh, sementara patriark sekte Naga Angin, kultivasi-nya saja sudah berada di ranah Nirvana.


"Sebentar lagi gelap, sebaiknya kita istirahat di sini" ucap Xie Long, kemudian melepaskan genggaman tangannya dan mulai mengumpulkan kayu bakar.


Malam pun tiba.


Xie Long dan Huanran duduk didekat api unggun yang dibuat oleh Xie Long, ia sengaja membuat api unggun dengan menggunakan kekuatan api langit, agar api tersebut tidak padam sebelum ia menginginkannya.


Beberapa bulan bersama membuat Xie Long mengetahui banyak hal mengenai Huanran, salah satunya seperti takut pada kegelapan. Padahal, Xie Long sudah sering mengingatkan agar Huanran melawan rasa takutnya itu, namun hasilnya sama saja.


"Kau masih memikirkan masalah tadi?"


Huanran menggeleng pelan, "Bukan itu yang aku pikirkan."


"Lalu?"


"Hahaha" Xie Long malah tertawa mendengar jawaban Huanran, "Aku ada di sini, kenapa harus dipikirkan?"


"Memangnya tidak boleh!?"


"Jangan salah paham, kau boleh memikirkan apapun yang ingin kau pikirkan, termasuk memikirkan diriku."


"Lalu, kenapa kau malah tertawa? Memangnya ada yang lucu?!"


Xie Long tersenyum, "Mendekat lah."


Meski sedikit kesal, namun Huanran tetap menuruti permintaan Xie Long dengan duduk didekatnya, sesaat setelah ia duduk, Xie Long kemudian merangkul pundaknya hingga membuat Huanran jatuh dalam pelukannya, selain itu, Xie Long juga menggenggam jemarinya.


Perlakuan Xie Long yang sangat mendadak itu membuat Huanran salah tingkah, akal sehatnya memerintahkan agar dia melepaskan diri dari pelukan Xie Long, namun hatinya malah mengatakan hal yang sebaliknya.


Sejak pertama kali mereka melakukan perjalanan bersama, ini adalah pertama kalinya Xie Long memeluk Huanran, jadi sangat wajar jika hal itu membuatnya salah tingkah, bahkan wajahnya sudah menyerupai merahnya sebuah tomat.

__ADS_1


Xie Long sendiri juga tidak mengerti kenapa dia bisa melakukan hal itu, karena semuanya seperti terjadi secara alami tanpa ia rencanakan sebelumnya, dan jujur saja, selama tidak pernah terlintas dibenaknya untuk memeluk Huanran.


"Xia Hua, apa kau masih bisa sabar?" tanya Xie Long, namun hanya dijawab dengan anggukan oleh Huanran.


"Syukurlah, kalau begitu aku ingin kau sabar selama satu tahun lagi, setelah itu, aku akan membawamu menemui ibuku."


"U-untuk apa?"


"Kau akan tahu nanti, yang jelas, kau harus bisa sabar selama satu tahun lagi" jawab Xie Long.


Huanran mengangguk, "Andai saja kau tahu jika aku sudah sabar menunggumu sejak lama, mungkin kau tidak akan mengatakan hal ini padaku" ucap Huanran dalam hatinya.


"Tapi tidak masalah, selagi aku bisa bersamamu, jangankan satu tahun, lebih dari itupun tidak masalah, karena aku akan tetap sabar menunggumu."


Dinginnya angin malam tak lagi dirasakan oleh Huanran, karena kehangatan yang berasal dari pelukan Xie Long mampu membentengi dirinya dari rasa dingin yang menusuk tulang.


"Xia Hua."


"Hmm?"


"Aku..." Xie Long menggantung ucapannya, kemudian melonggarkan pelukannya.


Huanran yang penasaran kemudian mengangkat wajahnya menatap wajah Xie Long, namun karena terlalu dekat, mereka nyaris berciuman, tapi bukannya menjauh, keduanya malah bertahan pada posisi tersebut.


Suasana yang begitu hening membuat keduanya hanyut dalam perasaan masing-masing, perlahan namun pasti, wajah mereka bergerak semakin mendekati satu sama lain, dengan mata yang terpejam mereka membiarkan naluri menuntunnya.


"Ekhem!"


Suara itu membuat keduanya membuka mata, dan seketika itu juga, keduanya langsung menjauh dan saling membuang muka, entah itu karena malu ataupun kaget mendengar suara tersebut.


"Tuan!"


Xie Long tersentak saat mendengar suara seseorang tidak jauh darinya, bukan karena perkataannya, melainkan karena suaranya yang terdengar tidak asing di telinganya. Dan benar saja, saat Xie Long menoleh, ia menemukan seekor Phoenix hitam yang berada tidak jauh di depannya.


"Xiao Xue!"

__ADS_1


__ADS_2