Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-126. Generasi emas


__ADS_3

Para peserta ujian tahap kedua akhirnya kembali ke tempat ujian pertama setelah menerima perintah dari Lin Feng, tidak peduli apakah mereka berhasil mengumpulkan dua puluh kristal jiwa atau tidak, mereka tetap harus kembali sesegera mungkin, jika tidak maka mereka akan di diskualifikasi.


"Aku sangat senang karena kalian semua kembali dalam keadaan selamat, sekarang, aku akan memeriksa hasil perburuan kalian" ucap Lin Feng.


Setelah itu, Lin Feng meminta mereka maju satu-persatu untuk menunjukkan kristal jiwa yang telah berhasil dikumpulkan. Peserta pertama berhasil mengumpulkan 30 kristal jiwa, meski hanya tingkat rendah, namun ia sudah dipastikan lolos ujian tahap kedua.


Satu jam kemudian.


Pemeriksaan hasil perburuan pada calon murid sudah selesai dilaksanakan, dari seratus sepuluh siswa yang mengikuti ujian tahap kedua ini, hanya ada tujuh puluh orang yang berhasil lolos.


Lalu, dari 70 kultivator muda yang lolos, hanya 20 orang saja yang mendapatkan kristal tingkat tinggi, dan itu termasuk Xie Long dan juga Xie Ling.


"Aku ucapkan selamat kepada kalian yang sudah berhasil lolos ujian ini dan untuk kalian yang gagal, kalian bisa kembali rumah kalian masing-masing."


"Satu lagi, kristal jiwa yang telah kalian kumpulan, itu akan tetap menjadi hak kalian, gunakanlah sebaik mungkin untuk meningkatkan kultivasi" ucap Lin Feng.


"Terima kasih, tetua!" jawab mereka semua.


Para kultivator muda yang gagal kemudian di bawa meninggalkan tempat itu oleh tetua Liu Changhai, sementara para kultivator muda yang berhasil lolos, mereka langsung dibawa memasuki sekte oleh Lin Feng.


Setibanya di bagian dalam sekte, Lin Feng kemudian membawa mereka menuju ke tempat tinggal untuk para murid baru, sesampainya di sana, Lin Feng memerintahkan mereka untuk segera beristirahat, karena besok mereka akan mengadakan acara peresmian.


Tidak lama setelah Lin Feng pergi.


"Aku benar-benar tidak menyangka jika kalian berdua berhasil lolos" ucap salah seorang murid, "Apa jangan-jangan kalian melakukan kecurangan saat ujian?" lanjutnya.


"Jika kami memang curang, tetua sekte pasti sudah mengetahuinya, jadi jangan sembarangan menuduh!" jawab Xie Long.


"Wah, apa kalian dengar itu? Sepertinya ada bocah tidak tahu diri yang berlagak sangat sombong disini!"


"Jangan mengganggu kami, jika tidak..."


"Apa? Memangnya apa yang mau kau lakukan jika kami mengganggu kalian?"

__ADS_1


"Aku akui, kekuatan kalian memang diluar dugaan, tapi apa kalian yakin bisa menghadapi kami semua?"


Para murid lainnya memprovokasi Xie Long dan Xie Ling dengan sengaja, mereka nampaknya masih tidak terima jika kedua bersaudara itu lolos ujian tahap kedua dan menjadi murid sekte, padahal, si kembar tidak pernah mengusik mereka sebelumnya.


Meski begitu, si kembar nampak tidak gentar sedikitpun, meski yang mereka hadapi adalah para murid lain, namun tidak sedikitpun adanya rasa takut dalam diri mereka, khususnya Xie Ling yang sudah tidak tahan dengan tindakan mereka semua.


"Lalu, apa kalian yakin bisa menghadapi kami berdua?"


"Hahahaha" para murid itu tertawa lantang mendengar ucapan Xie Ling, kemudian salah seorang dari mereka angkat bicara, "Adik kecil, perkataan mu barusan terdengar tidak cocok dengan wajahmu yang cantik."


"Begini saja, bagaimana kalau kau menjadi kekasihku dan aku jamin, kau dan kakakmu akan hidup dengan tenang di sini" lanjutnya.


Wushh!


Xie Long yang sudah tidak tahan akhirnya melepaskan aura kekuatannya, namun kekuatan yang ia lepaskan itu tidak memberikan dampak apapun kepada para murid, karena masih banyak yang mampu mengalahkan aura kekuatan tersebut, bahkan mereka malah berhasil mengintimidasi Xie Long.


"Bocah! Berhentilah berlagak sombong didepan ku, dan perlu kau tahu, jika saja tidak ada para tetua yang mengawasi, aku pasti sudah membunuhmu sejak ujian kedua dimulai."


Raut wajah pemuda yang memprovokasi Xie Long berubah total, tatapan matanya menjadi sangat tajam dan dari tubuhnya terpancar aura membunuh yang sangat kuat, yang menandakan jika dia benar-benar ingin membunuh Xie Long.


"Kau benar, kenapa aku tidak membunuhmu sekarang saja!" ujarnya kemudian melesat maju mendekati Xie Long.


Disaat yang bersamaan, ia juga mengeluarkan sebilah belati dari balik lengan bajunya, namun sebelum ia berhasil mencapai Xie Long, gerakan pemuda itu mendadak terhenti, ia juga merasakan cengkeraman tangan yang sangat kuat di lengannya.


"Apa yang ingin kau lakukan, bocah?"


Tubuh pemuda itu gemetaran ketika merasakan tekanan luar biasa ditubuhnya, keringat dingin mulai bercucuran membasahi wajahnya, dengan penuh keraguan dan rasa takut, pemuda itu menolah untuk melihat siapa yang menahan tangannya.


"Si-siapa kau?" tanya pemuda itu.


"Aku Sun Xiang, kau mau apa?" jawab Sun Xiang dan diakhiri dengan pertanyaan.


Seisi ruangan menjadi hening, para murid nampak gemetaran ketika mendengar nama pemuda di hadapan mereka saat ini, terutama pemuda yang ingin menusuk Xie Long dengan belati.

__ADS_1


Sun Xiang, nama ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga para kultivator di kekaisaran Feng, karena selain murid dari tetua terkuat sekte Phoenix Emas, kehebatan serta kekejamannya juga telah menyebar luas ke seluruh wilayah kekaisaran.


"Hormat pada senior" ucap semua murid yang ada di sana.


"Kakak, berhentilah menindas para junior" sahut seseorang yang baru saja muncul di sana, dia adalah Xiao Liang, murid Luo Ning yang sudah menjadi bagian dari sekte Phoenix Emas.


"Aku tidak akan menindas mereka jika bocah sialan ini tidak berbuat seenaknya" sahut Sun Xiang.


"Memangnya apa yang dia lakukan?" tanya Xiao Liang.


"Kau bisa melihatnya sendiri" jawab Sun Xiang.


Karena penasaran, Xiao Liang kemudian mendekati mereka berdua, dan betapa kagetnya ia ketika melihat pemuda itu tengah menggenggam belati ditangannya, namun yang lebih mengejutkan lagi adalah, belati itu diarahkannya pada Xie Long.


"Kau... bocah tidak tahu diri! Apa yang ingin kau lakukan?!" Xiao Liang yang awalnya tenang sekarang malah sangat marah.


Para murid semakin ketakutan, tidak ada seorangpun dari mereka yang berani berbicara ataupun beranjak dari tempatnya. Bagaimana tidak, keduanya adalah sosok yang sangat berpengaruh di kalangan para murid dan saat ini, keduanya terlihat sangat marah.


"Sun Xiang, Xiao Liang, hentikan tindakan kalian sekarang juga!"


Keduanya menolah kearah pintu masuk dan langsung memberikan hormat, "Hormat, guru besar" ucap keduanya pada pria yang berada di pintu, dia tidak lain adalah tetua Liu Changhai.


"Kembalilah ke kediamanku sekarang juga, guru kalian sudah menunggu di sana" ucap tetua Liu Changhai.


"Baik!" jawab keduanya serempak, kemudian menghilang dari pandangan.


Setelah keduanya pergi, tetua Liu Changhai kemudian memerintahkan para murid untuk pergi ke kamar mereka masing-masing, kecuali pemuda yang hendak membunuh Xie Long, karena masih ada hal penting yang ingin ia bicarakan dengannya.


"Apa kau tahu akibat dari perbuatan mu itu?" tanya tetua Liu Changhai, namun pemuda itu hanya diam dan menundukkan kepala.


"Pertama, kau bisa saja dikeluarkan dari sekte karena tindakan bodoh mu itu, dan yang kedua, mungkin saat ini adalah saat terakhir kau bisa bernapas dengan bebas."


"Kali ini aku maafkan perbuatan mu, tapi jangan sampai mengulanginya lagi, kecuali jika kau sudah siap dengan segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi padamu" lanjutnya, kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


__ADS_2