Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-103. Peperangan pertama selesai


__ADS_3

Meski dirinya berhasil memenangkan peperangan seorang diri, namun tidak sedikitpun ada rasa senang tergambar di wajah, dan justru sebaliknya, raut wajah yang ia tunjukkan malah menggambarkan kesedihan dan penyesalan yang teramat besar.


Bagaimana tidak, ia sejak awal sudah mengetahui jika keempat penguasa itu berada dalam pengaruh Dewa Huo, namun ia justru tidak bisa melakukan apapun untuk membebaskan mereka dari pengaruh tersebut.


Sebenarnya, Lin Feng tidak sepenuhnya bersalah, justru satu-satunya orang yang patut disalahkan adalah Dewa Huo, karena dialah yang menyebabkan semua ini, jika tidak, tidak mungkin Lin Feng mau membunuh keempat penguasa tersebut.


Selain itu, keputusan Lin Feng untuk membunuh mereka adalah keputusan yang tepat, karena hanya dengan membunuh mereka, barulah bisa membebaskan jiwa mereka dari belenggu giok jiwa yang ditanamkan oleh Dewa Huo di dalam tubuh mereka.


"Dewa Huo, sebaiknya kau bersiap-siap untuk menerima akibat dari perbuatan keji yang kau lakukan ini" ucap Lin Feng, kemudian menghilang dari sana.


***


Di suatu tempat diluar dimensi kesepuluh.


"Cihh, sampah tetap saja sampah" ucap Dewa Huo.


Dewa Huo terlihat sangat kesal ketika merasakan empat giok jiwa miliknya telah hancur, namun yang membuatnya kesal bukanlah kegagalan keempat penguasa itu, melainkan hancurnya empat giok jiwa miliknya yang merupakan harta berharga peninggalan penguasa pertama.


Dewa Huo mengarahkan pandangannya pada sesuatu seperti bola api yang melayang di sampingnya, "Kau adalah pion terakhirku, jadi jangan sampai membuatku kecewa seperti sampah-sampah itu" ucapnya.


Kemudian, Dewa Huo mengeluarkan satu buah giok jiwa lainnya dari telapak tangannya, lalu ia menyalurkan kekuatannya kedalam giok jiwa tersebut, setelahnya, ia memasukkan giok jiwa itu kedalam sesuatu yang menyerupai bola api berwarna putih tersebut.


Beberapa saat setelahnya, ukuran bola api berwarna putih itu menjadi semakin besar, hingga akhirnya, bola api putih itu berubah menjadi sesosok manusia, "Hormat hamba, yang mulia penguasa."


"Hahahaha" Dewa Huoa tertawa lantang melihat pria yang sekarang berlutut dihadapannya, "Dewi Nuwa, aku harus berterima kasih padamu, karena berkat dirimu, aku akhirnya bisa memanggil jiwa seseorang dari dunia yang berbeda" ucapnya.


***


Sementara itu.


Peperangan yang berlangsung di dimensi pertama juga sudah mencapai akhir, walaupun kalah dalam jumlah, namun pasukan raja malam berhasil membinasakan seluruh prajurit musuh dengan mudah, bahkan, kekuatan mereka membuat korban jiwa yang berjatuhan di pihak mereka sangatlah sedikit.


Selain kemenangan yang berhasil diraih oleh pasukan raja malam, kemenangan yang sama juga berhasil diraih oleh Dewi Nuwa, walaupun ia sempat kewalahan menghadapi dua penguasa sekaligus, namun berkat bayangan Lin Feng, ia akhirnya berhasil membunuh kedua kawannya itu.


"Peperangan ini sudah berakhir, bukankah sekarang adalah saat yang tepat untuk mengatakan dimana Lin Feng yang asli berada?" tanya Dewi Nuwa.

__ADS_1


"Aku akan mengatakannya, tapi sebelum itu, kita harus pergi ke dimensi ketujuh" jawab bayangan Lin Feng.


"Apa maksudmu?"


"Sebelum Tuan pergi, Tuan sudah menduga jika peperangan ini akan terjadi, oleh sebab itu, Tuan menciptakan dua bayangan untuk membantu Anda dan saudaranya."


Dewi Nuwa mengerutkan alisnya ketika mendengar pernyataan bayangan Lin Feng, ia benar-benar tidak menyangka jika Lin Feng sudah lebih dulu mengetahui tentang peperangan ini, padahal, tidak seorangpun dari mereka yang bisa menduga akan hal itu.


"Jika itu memang benar, lalu kenapa dia tidak menghentikan semua ini?"


"Itulah alasan kenapa Tuan pergi, Tuan berniat untuk menghentikan semuanya, tapi sepertinya, usaha Tuan tidak berjalan sesuai rencana."


"Baiklah, kalau begitu kita akan pergi ke dimensi ketujuh sekarang juga!" ujar Dewi Nuwa.


"Yang mulia, izinkan kami ikut pergi" sahut Luo Ning.


"Kami juga ingin ikut, yang mulia!" ucap pasukan raja malam.


Dewi Nuwa mengangguk, "Baiklah, kita akan pergi ke sana untuk membantu Lin Feng" ucapnya, kemudian membuka gerbang dimensi.


***


"Dugaan Lin Feng ternyata benar, di dimensi ketujuh juga terjadi peperangan dahsyat" ucap Dewi Nuwa.


Tidak lama kemudian, Xiao Lang datang bersama bayangan Lin Feng yang kedua, "Yang mulia Dewi, selamat datang di dimensi ketujuh, mari ikut aku ke istana bintang."


"Terima kasih" jawab Dewi Nuwa.


Setibanya di istana bintang, Dewi Nuwa dan Xiao Lang kemudian meminta bayangan Lin Feng untuk menceritakan semua yang diketahui oleh Lin Feng, termasuk tentang dugaannya mengenai peperangan yang baru saja terjadi.


"Sebenarnya, Tuan tidak mengetahui apapun, dan mengenai penyerangan yang terjadi, itu semua benar-benar murni hanya dugaannya saja."


"Itu tidak mungkin!" bantah Dewi Nuwa.


"Kami tidak mungkin berbohong dan tidak ada gunanya kami membohongi kalian."

__ADS_1


"Lalu dimana suamiku sekarang?" tanya Luo Ning.


"Sebelum pergi, Tuan hanya mengatakan jika dirinya ingin pergi mencari Dewa Huo dan tidak mengatakan kemana tujuannya."


"Jika dia mencari Dewa Huo, mungkin tujuannya adalah dimensi kesembilan, tapi itu tidak mungkin, karena Dewa Huo tidak ada di sana" sahut Xiao Lang.


"Maksudmu?"


"Sebelumnya, aku sempat pergi ke dimensi kesembilan, tapi aku tidak menemukan Dewa Huo di sana, bahkan jejak keberadaannya saja tidak ditemukan" jawab Xiao Lang.


"Lin Feng, kenapa dia bisa sangat gegabah seperti ini?!"


Dewi Nuwa terlihat kesal, ia juga tidak menyangka jika Lin Feng akan melakukan hal yang bisa membahayakan nyawanya sendiri, tapi kemudian, Dewi Nuwa teringat dengan percakapannya dengan Lin Feng jauh sebelum peperangan terjadi.


"Lin Feng, apakah ini yang kau maksud sebelumnya?"


"Apa kalian tidak punya petunjuk lain?" tanya Xiao Lang.


"Selain dugaan mengenai peperangan ini, Tuan juga sudah menduga jika dirinya akan melawan empat kekuatan besar, dan mungkin, saat ini Tuan tengah berhadapan dengan empat kekuatan yang ia maksud."


"Empat kekuatan? Jangan-jangan dia tengah berhadapan dengan empat penguasa lainnya!"


Meski tidak tahu pasti siapa yang dimaksud oleh Lin Feng, namun Xiao Lang sangat yakin jika empat kekuatan besar yang dimaksud Lin Feng adalah empat penguasa, karena selain mereka, tidak ada lagi yang memiliki kekuatan besar, kecuali Dewa Huo.


"Yang mulia, kita harus membantu suamiku sekarang juga!" ujar Luo Ning.


"Aku juga ingin membantunya, tapi bagaimana caranya? Kita saja tidak tahu dimana dia sekarang."


"Dimensi kesepuluh, aku yakin dia ada di sana" sahut Xiao Lang.


"Apa yang membuatmu sangat yakin?" tanya Dewi Nuwa.


"Lin Feng pergi mencari Dewa Huo dan tujuannya adalah dimensi kesembilan, namun karena Dewa Huo tidak ada di sana, ia pasti pergi ke dimensi kesepuluh, karena tidak mungkin ia kembali ke dimensi keenam dan dimensi kelima" jelas Xiao Lang.


"Kalaupun dia tidak ada di dimensi kesepuluh, aku yakin dia ada di dimensi kesebelas, karena hanya dua dimensi itulah yang belum pernah di jelajahi oleh Lin Feng" lanjutnya.

__ADS_1


"Itu alasan yang masuk akal, kalau begitu, kita harus ke sana sekarang juga!"


__ADS_2