Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-256. Berkumpul lagi


__ADS_3

Setelah masuk ke lorong dimensi ruang dan waktu, Zhen Jia langsung keluar dari pedang Dewa Asura dan masuk ke tubuh kakaknya dan lagi-lagi, kemunculannya berhasil diketahui oleh Lin Feng yang berada di samping Jia Zhen.


"Syukurlah, energi Dewa telah kembali!" ujar Lang Diyu memecah keheningan.


"Kau benar! Sepertinya daratan itu memang tidak mengizinkan seseorang memiliki energi Dewa" sahut Yin Ouyang.


Meski portal dimensi yang dibuka Jia Zhen hanya membawa mereka keluar dari dimensi tersebut, namun hal itu sangat cukup untuk membuat mereka semua merasa senang, karena sekarang, energi Dewa mereka telah kembali.


"Mendekat-lah!" pinta Lin Feng, kemudian mereka semua mendekatinya.


Lin Feng kemudian menggunakan kekuatannya dan membuka portal dimensi yang langsung terhubung dengan dimensi pertama, dan dengan kekuatan miliknya itu, perjalanan mereka menuju ke dimensi pertama akan semakin cepat.


***


Dimensi pertama.


Walaupun kondisinya sudah membaik, namun masih belum ada keceriaan di wajah Luo Ning, karena sampai saat ini, masih belum ada kabar mengenai keberadaan suaminya, begitupun dengan putra bungsunya.


"Ibu, makanlah sesuatu agar keadaan ibu semakin membaik" bujuk Xie Ling.


Luo Ning menggeleng pelan, "Bagaimana ibu bisa makan sementara ibu tidak tahu apakah ayah dan adikmu telah makan aku tidak" ucapnya parau.


"Ibu, aku juga mengkhawatirkan keadaan ayah dan Jia Zhen, tapi kalau ibu terus-terusan seperti ini, kondisi ibu tidak akan pernah membaik."


"Aku mohon, Bu."


Luo Ning menoleh pada Xie Ling yang tengah duduk disampingnya, senyuman indah nampak terukir di bibirnya yang pucat, seakan-akan sedang memberitahukan pada putrinya jika keadaannya sedang baik-baik saja.


"Ibu tidak apa-apa."


Tidak lama berselang, di depan mereka terbuka sebuah portal dimensi yang cukup besar, lalu dari dalamnya keluar seorang pria dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


Luo Ning dan Xie Ling berdiri dari tempat duduknya, cairan bening langsung membasahi wajah keduanya tak kala menatap pria yang tengah membentangkan tangannya.


Tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Luo Ning berlari menghampiri suaminya itu dan langsung memeluknya, air mata yang sudah lama tertahan akhirnya mengalir dengan begitu deras hingga membasahi baju Lin Feng.

__ADS_1


"Aku kembali" ucap Lin Feng pelan, namun hanya ditanggapi dengan anggukan oleh istrinya itu.


Sementara itu, Xie Ling hanya bisa mematung dengan air mata yang masih saja mengalir, ia ingin menghampiri ayahnya dan memeluknya dengan erat, agar rasa khawatir yang selama ini memenuhi dadanya dapat dihilangkan.


Namun, ia tidak ingin mengganggu ibunya yang tentu lebih khawatir daripada dirinya. Bahkan, ia bisa merasakan betapa besarnya rasa khawatir yang dirasakan oleh ibunya hanya dengan mendengar suara tangisannya saja.


Setelah berpelukan cukup lama, Lin Feng kemudian melepaskan pelukannya, menoleh pada Xie Ling yang masih menatapnya dengan letak, lalu mengangguk dan membentangkan tangannya, agar putrinya itu datang dan memeluknya.


"Ibu" sapa Jia Zhen yang baru saja keluar bersama Huise dan yang lainnya.


Luo Ning berjongkok dan langsung memeluk putra bungsunya itu, kata terima kasih tak henti-hentinya Luo Ning ucapkan pada Jia Zhen serta yang lainnya, karena berkat usaha mereka semua, keluarga mereka tetap bisa utuh seperti sebelumnya.


"Tangan ayah..."


"Sudahlah, ayah tidak apa-apa" sahut Lin Feng seraya menunjukkan senyuman terbaiknya.


"Dimana kakakmu?" tanya Lin Feng ketika tidak merasakan keberadaan putra sulungnya.


"Kakak di Daratan Suci" jawab Xie Ling, kemudian memanggil Xiao Xie, lalu memerintahkannya untuk menjemput Xie Lang dan juga Xiao Xue.


***


Kabar mengenai kembalinya Lin Feng sudah terdengar oleh semua anggota keluarga Asura dan kini, mereka semua telah berkumpul di istana kerajaan Dunia Bawah, sehingga membuat suasana istana yang sempat sepi, akhirnya ramai lagi.


Namun, ditengah keramaian dan kebahagiaan itu, sebenarnya ada kesedihan yang terpendam dalam hati semua orang, kesedihan yang disebabkan oleh kondisi Lin Feng yang sudah tidak seperti dulu lagi.


Akan tetapi, tidak seorangpun dari mereka yang mau menunjukkan kesedihannya itu, bahkan mereka berusaha untuk terus bercanda agar kesedihan itu bisa hilang sepenuhnya, agar kesedihan itu tidak pernah akan pernah mereka rasakan lagi.


"Feng'er, apa yang sebenarnya terjadi padamu?" tanya Lin Hua dan berhasil membuat seisi ruangan menjadi hening.


Sebenarnya mereka juga ingin menanyakan hal yang sama, namun tidak ada yang berani untuk menanyakannya, dan karena Lin Hua sudah menanyakannya, mereka sekarang sangat ingin mendengar jawabannya.


Lin Feng menghela napas panjang, kemudian menceritakan tentang pertarungannya melawan Xin Yi, ia juga meminta mereka semua untuk selalu waspada, karena Xin Yi bukanlah sosok yang bisa diremehkan.


"Xin Yi? Aku sepertinya pernah mendengar nama ini."

__ADS_1


Semua orang menoleh pada Xie Long, tak terkecuali Lin Feng yang nampaknya sedikit bingung mendengar perkataan putranya itu.


"Tidak salah lagi, Xin Yi adalah orang yang sama dengan saudara Asura!" ujar Xie Long setelah diam cukup lama, kemudian menjelaskan semua hal tentang kejadian yang pernah ia alami waktu itu.


Dari penjelasan Xie Long, Lin Feng akhirnya mengetahui alasan kenapa Asura menolak menjelaskan tentang Xin Yi padanya, namun ia tidak bisa menyalahkan Dewa Asura, karena bagaimanapun juga, Xin Yi adalah saudaranya.


"Mendengar penjelasan kalian berdua, aku bisa menyimpulkan bawah Xin Yi ini adalah sosok yang berbahaya."


"Sangat berbahaya hingga berpotensi menghancurkan alam semesta" sahut Lin Feng.


"Tuan, maaf menyela, tapi ada hal yang ingin aku sampaikan" ucap Huise.


"Silahkan, Huise."


"Dalam perjalanan mencari Tuan, kami bertemu dengan seseorang yang mengaku telah membunuh Tuan, kami bahkan sempat bertarung dengannya, dan aku yakin, pria yang kami hadapi itu adalah Xin Yi."


"Lalu apa yang terjadi?" tanya Lin Feng.


"Dia melarikan diri" jawab Huise.


Lin Feng mengerutkan dahi, bahkan merasa tidak percaya pada Huise, karena menurutnya, mustahil Xin Yi melarikan diri hanya karena berhadapan dengan mereka, apalagi kekuatan mereka semua lebih lemah darinya.


"Itu tidak mungkin!"


Huise menoleh pada Jia Zhen yang masih duduk dengan tenang di samping Lin Hua, begitupun dengan Lin Feng yang mengikuti arah pandangan Huise.


"Zhen'er."


"Sulit bagiku untuk menjelaskannya ayah, karena satu-satunya orang yang bisa menjawab pertanyaan ayah hanyalah Dewa Asura" ucap Jia Zhen.


Lin Feng menghela napas panjang sembari memijat pangkal hidungnya, namun tidak lama setelah itu, ia teringat dengan sesuatu di tubuh Jia Zhen, sesuatu yang bahkan membuat kekuatan Asura bergetar karenanya.


"Apa jangan-jangan..." Lin Feng kembali menoleh pada putra bungsunya, kemudian mengarahkan pandangannya pada Xie Long.


"Jika kedua hal ini digabungkan, ada kemungkinan jika kekuatan yang Xie Long maksud dalam ceritanya tadi adalah kekuatan Jia Zhen" gumam Lin Feng dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2