
Hari-hari terus berganti, Xie Long dan Xiao Xue masih setia menjaga kebun milik Huoshen, karena sampai saat ini, Huoshen masih belum juga menampakkan dirinya di hadapan mereka berdua.
Pada awalnya, mereka berdua sempat berpikir jika ujian itu akan berakhir dalam semalam, tapi nyatanya, ujian itu masih terus berlanjut sampai saat ini, dan tidak tahu kapan akan berakhir.
Meski begitu, mereka berdua tidak pernah mengeluh sedikitpun, walaupun musuh yang mereka hadapi semakin kuat, namun mereka masih terus berusaha untuk menjaga kebun tersebut.
"Tuan, malam akan segera tiba" ucap Xiao Xue membangunkan Xie Long yang tengah tertidur.
Saat ini, mereka berdua memiliki kebiasaan baru, yaitu tidur pada siang hari dan akan terus terjaga sepanjang malam.
Xie Long membuka mata, "sudah berapa lama aku tidur?"
"Hampir setengah hari, tuan" jawab Xiao Xue.
"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Aku sedikit lapar, mari kita makan terlebih dahulu."
"Baik, tuan."
Setelah membasuh wajahnya di sungai yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka beristirahat, keduanya kemudian makan bersama untuk mengisi tenaga juga perut yang keroncongan.
Malam-pun tiba.
Sama seperti malam-malam sebelumnya, Xie Long dan Xiao Xue telah bersiap-siap untuk menyambut kedatangan musuh mereka, selain itu, mereka juga telah menyiapkan jebakan untuk menghemat tenaga.
Tidak lama berselang, dari kedalaman hutan muncul ratusan laba-laba hitam dengan ukuran tubuh yang sangat besar, dan tentunya, mereka memiliki kekuatan yang juga sangat besar.
"Mereka sudah datang" ucap Xie Long menatap kearah kedalaman hutan.
Dhuaaar!
Dhuaaar!
Lingkaran formasi yang mereka siapkan sebelumnya langsung aktif saat pasukan laba-laba itu keluar dari dalam hutan, meski tidak semuanya, namun ledakan itu cukup efektif untuk mengurangi jumlah mereka.
"Serang!" ujar Xie Long, kemudian melesat kearah pasukan laba-laba tersebut.
Disaat yang bersamaan, Xiao Xue melompat ke udara, kemudian menciptakan dua bola petir yang cukup besar di kedua telapak tangannya, lalu ia melempar kedua bola petir tersebut kearah musuh.
Dhuaaar!
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat kembali terjadi saat kedua bola petir itu mengenai dua ekor laba-laba, kekuatan petir hitam yang sangat kuat, menyambar ke segala arah dan menghantam laba-laba lainnya.
Disisi lain.
Xie Long mengabaikan kekuatan petir hitam yang terus menyambar, ia terus melesat kearah pasukan laba-laba dan mulai membantai mereka satu-persatu.
"Tebasan kematian!"
Energi pedang yang sangat besar melesat dengan kecepatan tinggi kearah pasukan laba-laba, hanya dalam sekejap, lebih dari sepuluh laba-laba berhasil dilenyapkan oleh Xie Long dengan serangannya.
__ADS_1
"Xiao Xue, sekarang!"
"Baik, tuan!"
Xiao Xue menciptakan bola energi yang sangat besar dari kekuatan petir hitam, lalu setelah itu, Xiao Xue melempar bola energi tersebut kearah pasukan laba-laba didepannya.
Pada saat yang bersamaan, seekor laba-laba hitam yang sangat besar muncul dari kedalaman hutan, kemudian ia menciptakan jaring energi yang sangat besar untuk menahan serangan Xiao Xue.
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat kembali terjadi ketika bola energi itu menghantam jaring raksasa, namun sayangnya, serangan yang disiapkan oleh Xiao Xue gagal membinasakan pasukan laba-laba tersebut.
"Sial, serangan ku malah ditahan olehnya" ujar Xiao Xue.
"Tetap waspada, laba-laba itu memiliki kekuatan yang sangat besar."
"Baik, tuan!"
Setelah itu, mereka berdua maju bersama-sama dan mulai membantai pasukan laba-laba hitam, namun anehnya, kekuatan pasukan laba-laba itu mendadak meningkat dengan drastis.
Tidak hanya itu saja, pasukan laba-laba itu juga memiliki racun yang sangat ganas, sehingga semakin sulit bagi mereka berdua untuk menyerang pasukan tersebut.
Wushh.
Dhuaaar!
Ledakan kembali terjadi ketika laba-laba raksasa melancarkan serangan, beruntung Xie Long dan Xiao Xue berhasil menghindari serangan itu, jika tidak, mereka berdua pasti terluka parah.
"Apa kau bisa mengalihkan perhatian raja laba-laba itu?"
"Tentu saja, tuan!" jawab Xiao Xue, kemudian menghampiri raja laba-laba hitam.
Perhatian laba-laba hitam berhasil dialihkan oleh Xiao Xue, namun ia semakin tersudut oleh raja laba-laba hitam tersebut, karena ada perbedaan kekuatan yang sangat besar antara keduanya.
Sebenarnya, kekuatan Xiao Xue masih lebih tinggi dari raja laba-laba hitam tersebut, namun karena ia hanya bisa menggunakan sepuluh persen kekuatannya saja, sehingga sulit baginya untuk bisa menang.
Pada saat yang bersamaan, Xie Long melesat secara diam-diam mendekati raja laba-laba hitam, dan saat ada kesempatan, Xie Long melompat ke atas tubuh raja laba-laba hitam tersebut.
"Matilah!" ujar Xie Long, kemudian menancapkan pedangnya di kepala raja laba-laba hitam.
"Jangan lupakan aku!"
Xiao Xue juga melancarkan serangan pada raja laba-laba hitam, karena ia sadar jika serangan Xie Long tidak akan langsung membunuh raja laba-laba tersebut.
Disisi lain.
Setelah menikam kepala raja laba-laba hitam itu sebanyak beberapa kali, ia kemudian melompat ke udara, lalu melancarkan serangan dengan semua kekuatan yang ia miliki.
Wushh.
Slash.
__ADS_1
Dhuaaar!
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat kembali terjadi ketika tujuh energi pedang yang tercipta dari tebasan Xie Long menghantam raja laba-laba hitam, ketujuh energi pedang itu tidak hanya membuatnya terluka, tapi juga berhasil memotong beberapa kakinya.
"Selamat tinggal" ucap Xiao Xue, kemudian menyerang raja laba-laba hitam dengan kekuatan petir hitam.
Pada akhirnya, mereka berdua berhasil membunuh raja laba-laba hitam tersebut, dan kematian sang raja membuat laba-laba lainnya ketakutan dan langsung melarikan diri ke kedalaman hutan.
"Akhirnya selesai juga" ucap Xie Long yang nampaknya sangat kelelahan.
"Tuan baik-baik saja?"
"Kondisiku masih lebih baik darimu" jawab Xie Long.
"Syukurlah, aku senang mendengarnya, tuan" sahut Xiao Xue.
"Baiklah, saatnya beristirahat."
Setelah itu, mereka berdua meninggalkan hutan dan kembali ke kebun Huoshen, dan tidak lupa, mereka menyiapkan jebakan lainnya untuk mengantisipasi serangan yang mungkin akan terjadi lagi.
***
Istana kerajaan Dunia Bawah.
Sejak kembali ke istana, Jia Zhen terlihat sangat murung dan selalu saja melamun, bahkan sering kali ia mengabaikan adiknya sendiri, begitupun dengan yang lainnya saat mereka mengajaknya mengobrol.
"Kakak."
"Ada apa, Zhen Jia?"
"Apa yang sedang kakak pikirkan?"
Jia Zhen tersenyum seraya menggeleng pelan, ia juga membelai lembut puncak kepala adiknya, agar adiknya itu tidak lagi mengkhawatirkan dirinya.
Akan tetapi, Jia Zhen lupa jika Zhen Jia bisa merasakan apa yang ia rasakan, dan tidak peduli bagaimana dia menyembunyikannya, Zhen Jia tetap bisa merasakannya.
Meski begitu, Zhen Jia lebih memilih untuk diam dan tidak bertanya lebih jauh lagi, karena ia yakin jika kakaknya sedang butuh waktu untuk sendiri.
"Sejak kembali ke istana, Zhen'er selalu saja murung, apa Gege tahu penyebabnya?"
"Entahlah, aku sendiri tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan" jawab Lin Feng.
"Bagaimana kalau kita bicara dengannya?"
Lin Feng menggeleng pelan, "biarkan saja dia sendiri, jika sudah tiba saatnya, aku yakin dia akan menceritakan semuanya pada kita."
"Tapi..."
"Ning'er, putra kita sedang dalam masa pertumbuhan, jadi biarkan dia berusaha mencari jalan keluar untuk masalahnya sendiri."
__ADS_1
"Baiklah" sahut Luo Ning.