
Peperangan sudah pecah sejak sosok bayangan misterius melancarkan serangan secara terang-terangan, meski masih menimbulkan tanda tanya dibenak semua orang, namun tidak ada yang bermaksud untuk memperdulikan siapa dia sebenarnya.
Bagi Xu Heijin dan pasukannya, sosok itu adalah pengganggu yang berniat membantu kerajaan, sementara bagi Qing Zong Xian, sosok misterius tersebut adalah orang baik yang berpihak pada kerajaan, walaupun ia sendiri tidak yakin dengan opininya itu.
"Tuan, siapa kau sebenarnya?" tanya Komandan Ye yang berhasil mendekati sosok misterius itu.
Kultivator misterius yang membantu kerajaan memilih untuk bungkam dan tidak mau menjawab pertanyaan komandan Ye, ia terlihat masih sibuk dengan membantai pasukan keluarga Xu serta berusaha untuk menghindari komandan Ye.
Slash!
Slash!
Tebasan demi tebasan terus dilakukan oleh kultivator misterius tersebut, di setiap tebasan yang ia lakukan, pasti akan ada satu nyawa yang melayang dibuatnya, dan hal itu sempat membuat komandan Ye dan jendral Zhuo berdecak kagum, karena keahlian membunuh orang misterius itu sangat tinggi.
Bagi seorang kultivator tingkat tinggi, membunuh adalah hal yang sangat mudah untuk dilakukan, namun membunuh dengan hanya mengandalkan satu tebasan adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan, bahkan jendral Zhuo dan komandan Ye saja belum tentu bisa melakukannya.
Untuk membunuh dengan satu tebasan diperlukan tiga aspek penting, yaitu kecepatan, ketelitian dan ketepatan. Kecepatan sangat diperlukan saat bergerak dalam melakukan serangan, ketelitian diperlukan saat mengamati dan mencari titik kelemahan musuh.
Dan yang terakhir adalah ketepatan, yakni aspek paling penting saat melakukan pembunuhan dengan satu tebasan, karena untuk membunuh musuh, serangan yang dilancarkan harus benar-benar mengenai bagian vital ataupun titik kelemahan musuh yang dihadapi.
Disisi lain.
Pertarungan sengit juga tengah terjadi antara Xu Heijin melawan Qing Zong Xian, meski sudah berumur, namun nyatanya tidak melunturkan kehebatan dan keahlian Qing Zong Xian sedikitpun, dan bisa terlihat dengan jelas jika Qing Zong Xian adalah orang yang sangat berpengalaman.
Bagaimana tidak, ia dengan begitu mudahnya menepis setiap serangan berbahaya yang dilancarkan oleh Xu Heijin, bahkan ia terlihat sangat santai seolah-olah dia tidak menganggap Xu Heijin sebagai musuh yang berbahaya baginya.
Sikap yang ditunjukkan oleh Qing Zong Xian tentunya membuat Xu Heijin sangat murka, karena selain merasa telah diremehkan, harga dirinya juga terasa seperti diinjak oleh Qing Zong Xian, dan karena itu pula, Xu Heijin mulai menyerang secara membabi-buta.
"Mati kau, raja sialan!" ujar Xu Heijin sembari terus melancarkan serangan.
__ADS_1
Xu Heijin mengumpulkan energi dalam dirinya dan menciptakan kekuatan petir di telapak tangannya, lalu ia mengarahkan tangannya pada Qing Zong Xian dan seketika itu juga, kekuatan petir tersebut melesat menyambar Qing Zong Xian.
Dhuaarrr!
Ledakan dahsyat terjadi ketika petir itu menyambar tubuh Qing Zong Xian, dan jika minat kekuatan yang digunakan oleh Xu Heijin saat menyerang, bisa dipastikan bahwa Qing Zong Xian tidak akan selamat dari serangan tersebut, atau setidaknya dia akan terluka parah.
Akan tetapi, Xu Heijin harus menelan kekecewaan ketika melihat Qing Zong Xian masih berdiri ditempatnya dalam keadaan baik-baik saja, jangan mati atau terluka, zirah yang ia kenakan bahkan tidak tergores sedikitpun.
"Ini tidak mungkin!"
"Xu Heijin, aku sudah berusaha untuk bersikap lembut padamu dan keluargamu, tapi malah balasan seperti ini yang kalian berikan padaku" ucap Qing Zong Xian.
"Pertama, kau berniat membunuh cucuku dan sekarang, kau malah memberontak dan menyerang istana, perbuatan mu ini sudah tidak bisa dimaafkan lagi!" lanjutnya.
Setelah itu, Qing Zong Xian mendadak menghilang dari pandangan, sesaat kemudian, ia telah muncul di hadapan Xu Heijin dan langsung melancarkan serangannya, namun serangan tersebut berhasil dihindari oleh Xu Heijin.
"Tidak mungkin! Kenapa kau bisa memiliki kekuatan sebesar ini?!" Xu Heijin benar-benar tidak percaya saat merasakan aura kekuatan Zong Xian.
"Kenapa? Karena memang inilah kekuatanku yang sebenarnya!" ujar Qing Zong Xian, kemudian menghilang lagi dari pandangan.
"Kau... sialan! Ternyata kau menyembunyikan kekuatanmu yang sebenarnya!"
Detik berikutnya, Qing Zong Xian telah muncul lagi di hadapan Xu Heijin dan berhasil mendaratkan pukulan keras ditubuhnya, akibatnya, Xu Heijin terlempar sangat jauh hingga menabrak tembok tinggi yang mengelilingi istana.
Tidak hanya itu saja, pukulan keras tersebut juga membuat Xu Heijin muntah darah, bahkan beberapa tulang rusuknya patah karena pukulan telak yang diberikan oleh Qing Zong Xian.
Meski begitu, Xu Heijin masih dapat berdiri dan melanjutkan serangannya, tapi kekuatan yang ia miliki bukanlah tandingan Qing Zong Xian, dan setiap serangan yang ia lancarkan berhasil dengan mudah ditepis oleh raja kota Shuijing tersebut.
Wushh!
__ADS_1
Satu tendangan berhasil mendarat di tubuh Xu Heijin sehingga membuatnya terlempar ke udara, disaat yang bersamaan, Qing Zong Xian mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya.
Kemudian, saat tubuh Xu Heijin berada tepat didepannya, Qing Zong Xian mengangkat pedangnya dan menebas leher Xu Heijin, lalu, ia mendaratkan pukulan dengan tangan kirinya ke tubuh Xu Heijin.
Boom!
Suara ledakan terdengar dengan sangat jelas, pukulan tangan kiri yang dilakukan oleh Qing Zong Xian berhasil membuat tubuh Xu Heijin berubah menjadi kabur darah, sementara kepalanya kini telah berada di bawah kaki Qing Zong Xian.
Kematian Xu Heijin membuat semangat pasukan keluarga Xu menurun dengan drastis, mereka yang masih selamat berusaha untuk melarikan diri, namun pria misterius berpakaian serba hitam itu tidak membiarkan mereka lolos begitu saja.
Dengan gerakan yang sangat cepat, pria misterius itu membantai semua prajurit keluarga Xu yang berniat melarikan diri, bahkan ia tidak membiarkan seorangpun dari mereka yang berhasil melewati gerbang istana kerajaan.
Pada akhirnya, peperangan itu berhasil dimenangkan oleh pihak Qing Zong Xian, walaupun cukup banyak prajurit kerajaan yang gugur, namun mereka tetap merasa senang karena telah berhasil membinasakan para pemberontak.
"Komandan Ye, lanjutkan tugasmu" ucap Qing Zong Xian.
"Baik, yang mulia!" jawab komandan Ye, kemudian ia meninggalkan halaman istana bersama puluhan prajurit.
Sementara itu, pria misterius yang membantu pihak kerajaan juga bermaksud untuk pergi, namun langkahnya malah dihentikan oleh Qing Zong Xian, bahkan beberapa prajurit kerajaan kini telah mengepungnya.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Qing Zong Xian.
Pria misterius itu tidak menjawab dan hanya diam ditempatnya, ia bahkan tidak menoleh kearah Qing Zong Xian.
"Terima kasih karena kau sudah membantuku, tapi aku ingin tahu siapa kau sebenarnya, jika tidak, jangan salahkan aku jika menganggap mu sebagai bagian dari mereka."
"Hah" pria misterius itu menghembus napas panjang, kemudian ia melepas penutup wajahnya, "Kakek, aku tidak mungkin bergabung dengan mereka."
"Kau!"
__ADS_1
Semua orang nampak kaget setelah mengetahui siapa pria misterius yang telah membantu mereka melawan pasukan keluarga Xu.