Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-111. Kemunculan Dewa Asura


__ADS_3

Pada waktu yang bersamaan.


Setelah pertarungan antara Lin Feng dan Dewa Huo berlanjut, dihadapan Dewi Nuwa dan Luo Ning mendadak muncul Lin Feng lainnya, dan hal ini benar-benar membuat Dewi Nuwa terkejut sekaligus bingung dengan keadaan tersebut.


"Lin Feng, kau..."


"Jika kau ada di sini, lalu yang di hadapi Dewa Huo..." ucapan Dewi Nuwa seketika terhenti ketika ia mengingat sesuatu, "Benar juga, aku sampai lupa kalau kau adalah penguasa jiwa bayangan" lanjutnya.


"Maaf jika aku membuatmu bingung, tapi semua ini harus aku lakukan demi mengalahkan Dewa Huo" sahut Lin Feng.


"Tidak masalah, sekarang lakukan apa yang harus kalian lakukan."


Lin Feng mengangguk, kemudian mengalihkan pandangannya pada Luo Ning, "Ning'er, maukah kau membantuku?"


Luo Ning tersenyum menanggapi pertanyaan konyol suaminya itu, "Itulah mengapa aku ada disini, Gege" ucapnya.


Setelah itu, Lin Feng dan Luo Ning membentuk segel tangan yang serupa secara bersamaan, kemudian di bawah kaki mereka muncul pola lingkaran Yin dan Yang yang sangat besar.


"Langit dan Bumi menjadi satu, dua jiwa dalam satu raga, dua roh dalam satu jiwa, dua raga menjadi satu jiwa, teknik kuno, penyatuan jiwa Asura!" ucap mereka serempak.


Wushh!


Lingkaran Yin dan Yang di bawah kaki mereka memancarkan cahaya yang sangat terang, disaat yang bersamaan, lingkaran yang semula berada di tanah, perlahan mulai melayang ke udara melewati tubuh keduanya, dan disertai dengan pancaran aura kekuatan yang sangat dahsyat.


Setelah beberapa saat berlalu, cahaya terang yang menyelimuti tubuh Lin Feng dan Luo Ning mulai lenyap secara perlahan, dan saat cahaya terang itu benar-benar lenyap, di sana sudah tidak ada lagi Lin Feng ataupun Luo Ning, melainkan satu sosok dengan aura yang luar biasa, yaitu Dewa Asura.


Dewi Nuwa yang berada tepat di hadapan Dewa Asura langsung berlutut untuk memberikan rasa hormatnya, "Hormat hamba, yang mulia Asura" ucapnya.


"Dewi Nuwa, tidak perlu bersikap formal seperti ini, bagaimanapun juga, aku adalah Lin Feng dan Luo Ning yang telah menyatu" ucap Dewa Asura.


"Itu memang benar, tapi bagaimanapun juga, tidak pantas jika hamba tidak menunjukkan rasa hormat pada yang mulia" jawab Dewi Nuwa.


Sosok Lin Feng yang saat ini benar-benar sudah berbeda jauh dari biasanya, meski wajahnya tetap sama seperti Lin Feng, tapi jelas ada perbedaan besar yang membuat Dewi Nuwa sampai berlutut dihadapannya, bahkan Dewi Nuwa tidak berani menatap wajah Lin Feng saat berbicara dengannya.

__ADS_1


Disisi lain.


Kemunculan aura yang sangat luar biasa membuat Dewa Huo menghentikan pertarungannya, kemudian ia mengarahkan pandangannya ke arah sumber aura kekuatan itu berasal, dan lagi-lagi, Dewa Huo dibuat kaget ketika mengetahui siapa pemilik aura tersebut.


"I-ini tidak mungkin, kenapa masih saja ada dua Lin Feng di sini?!"


"Hahahaha" Lin Feng yang sebelumnya bertarung dengan Dewa Huo tertawa lantang, "Keledai dungu, sepertinya julukan ini pantas untukmu yang tidak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang palsu."


"Dan satu lagi, aku bahkan tidak pernah menyangka jika tipuan sederhana ini ternyata berhasil menipumu, keledai dungu!" lanjutnya.


"Siapa yang kau panggil keledai dungu, sampah sialan!" Dewa Huo yang sudah sangat kesal kemudian menyerang Lin Feng dengan kekuatan yang sangat besar.


Dhuaarrr!


Ledakan yang sangat dahsyat terjadi ketika serangan Dewa Huo menghantam tubuh Lin Feng, tapi sebesar apapun serangannya, semuanya akan tetap sia-sia saja, karena Lin Feng yang ada dihadapannya saat ini bukanlah Lin Feng yang asli.


"Bersiaplah, keledai dungu" ucap Lin Feng kemudian tubuhnya berubah menjadi bayangan dan lenyap dari pandangan Dewa Huo.


***


Selain itu, kemunculan Dewa Asura juga merupakan anugerah tersendiri bagi pasukan Aliansi, khususnya pasukan raja malam dan semua bawahan Lin Feng, karena kemunculan sang penguasa, membuat kekuatan mereka meningkat dengan sangat drastis.


"Semuanya! Sang penguasa sudah muncul, tunjukkan rasa hormat kalian dengan memenangkan peperangan ini untuknya!" ujar Huise.


Kekuatan yang meningkat secara drastis sudah membuat seluruh pasukan merasa senang, lalu ditambah dengan ucapan Huise barusan, membuat mereka seperti dibakar oleh api semangat yang tidak akan padam meskipun ditengah-tengah hujan yang sangat deras.


"Musnahkan semuanya!"


Seluruh pasukan aliansi yang awalnya lebih banyak bertahan, sekarang mengganti formasi mereka dengan formasi menyerang. Kemunculan Dewa Asura sepertinya tidak hanya membangkitkan semangat dalam diri mereka, tapi juga membuat mereka tidak takut lagi dengan kematian.


***


"Mati kau, sampah!" ujar Dewa Huo yang mendadak muncul tidak jauh dari Lin Feng dan langsung melancarkan serangan kearahnya.

__ADS_1


Wushh!


Serengan Dewa Huo melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi, namun saat berada dalam jarak yang sangat dekat dengan Lin Feng, serangan itu mendadak lenyap tanpa jejak.


"Dewa Huo, kenapa kau sangat terburu-buru? bukankah pertarungan yang sesungguhnya baru akan dimulai?"


Lin Feng mengangkat kaki kanannya untuk melangkah maju, tapi kemudian ia tiba-tiba saja sudah berada tepat didepan Dewa Huo.


Wushh!


Dhuaarrr!


Dewa Huo terlempar sangat jauh sampai menabrak sebuah bukit hingga hancur, bahkan Dewa Huo sampai memuntahkan darah akibat pukulan keras yang mendarat di dadanya "Si-sial, kecepatan macam apa itu?" gumamnya sembari berusaha untuk bangkit.


Akan tetapi, sesaat setelah Dewa Huo berdiri, Lin Feng kembali muncul didepannya sembari melayangkan tendangan, namun sayangnya, tendangan itu masih berhasil ditahan oleh Dewa Huo, tapi karena kekuatan yang digunakan Lin Feng sangatlah besar, Dewa Huo pun kembali terlempar karenanya.


"Cihh, aku tidak akan ka..." sebelum Dewa Huo sempat menyelesaikan ucapannya, sebilah pedang energi sudah berada tepat didepan matanya.


Dhuaarrr!


Ledakan dahsyat terjadi ketika pedang energi itu menghantam tubuh Dewa Huo, dan lagi-lagi, ia terlempar sejauh puluhan meter akibat serangan dengan kecepatan tinggi yang dilakukan oleh Lin Feng, dan tentunya, serangan itu juga berhasil memberikan luka untuknya.


"Kau ini mau bertarung atau mengobrol, keledai dungu?"


"Hahahaha" Dewa Huo mendadak tertawa mendengar ucapan Lin Feng, "Luar biasa, sungguh luar biasa! Aku, Dewa Huo, mengakui kekuatanmu, Lin Feng!"


Wushh!


Boom!


Ledakan aura yang sangat dahsyat terjadi di tubuh Dewa Huo, bersamaan dengan itu, kekuatannya juga ikut bertambah berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya, bahkan wujud Dewa Huo juga ikut berubah karena kemunculan aura kekuatan tersebut.


"Lin Feng, pertarungan ini akan menentukan siapa yang paling kuat antara kita."

__ADS_1


"Jika aku tidak salah, pertarungan yang sama juga pernah terjadi ribuan tahun yang lalu, tapi... pertarungan kedua ini, akulah yang akan keluar sebagai pemenangnya!"


__ADS_2