Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-272. Ujian untuk Sun Xiang


__ADS_3

Negeri Lima Benua.


Bei Wang Lun yang tengah bercengkerama dengan istri dan kedua anaknya, tiba-tiba saja dikejutkan oleh kemunculan gerbang dimensi yang cukup besar di halaman istana kekaisaran.


Namun, ia yang awalnya ingin memerintahkan para prajurit untuk mengepung gerbang dimensi tersebut, langsung mengurungkan niatnya setelah merasakan aura yang tidak asing dari dalamnya.


"Aura ini terasa tidak asing" gumam Wang Lun.


Tidak lama berselang, dari dalam gerbang dimensi tersebut keluar seorang pria dengan jubah hitam yang melekat ditubuhnya, walaupun usainya sudah tidak muda lagi, namun wajahnya masih seperti pemuda berusia dua puluh tahun.


Sesaat setelah pria itu muncul, seorang pemuda lainnya kembali muncul di halaman istana, pemuda itu bergegas menghampiri pria tersebut dan langsung berlutut di hadapannya.


"Murid memberi hormat pada guru" ucap pemuda yang tidak lain adalah Sun Xiang.


"Berdirilah" sahut Lin Feng.


"Lin Feng, bagaimana kabarmu?"


Lin Feng tersenyum, "Aku baik-baik saja, paman."


"Syukurlah, kalau begitu mari kita masuk, akan lebih nyaman jika mengobrol di dalam" ucap Wang Lun.


Setelah mereka semua duduk di ruang keluarga, Lin Feng kemudian menceritakan maksud kedatangannya yang ingin menjemput Sun Xiang, karena pelatihan yang ia jalani di Negeri Lima Benua ini sudah bisa dikatakan selesai.


Selain itu, Lin Feng juga menyampaikan tentang penyerangan yang dilakukan oleh Xin Yi, walaupun mereka tidak sampai di Negeri Lima Benua, namun Lin Feng tetap meminta pamannya itu untuk berhati-hati, karena musuh bisa datang kapan saja.


"Situasinya semakin sulit, andaikan saja paman bisa membantu."


"Paman, aku tidak mengharapkan bantuan apapun, karena yang terpenting bagiku adalah keselamatan kalian semua" sahut Lin Feng.


"Lalu, kemana tujuanmu setelah ini?"


"Kedatanganku hanya ingin menjemput Sun Xiang, karena masih ada satu hal lagi yang harus ia lakukan sebelum diangkat menjadi penguasa" jawab Lin Feng.


"Itu artinya..."


"Maafkan aku, paman. Dilain waktu, aku akan membawa anak dan istriku berkunjung ke sini" sahut Lin Feng.


Wang Lun mengangguk pelan, "Tidak masalah, paman dapat memakluminya."

__ADS_1


Karena sudah tidak ada urusan lain lagi, Lin Feng kemudian berpamitan kepada Wang Lun dan keluarganya, karena setelah ini, ia masih harus membawa Sun Xiang menemui Dewi Nuwa di Alam Nirvana Agung.


"Jangan lupa untuk datang lagi bersama keluargamu."


Lin Feng tersenyum dan mengangguk pelan, "Kalau begitu, kami permisi" ucapnya, kemudian menghilang dari hadapan mereka semua.


Benua Biru.


"Guru, apa aku sudah pantas menerima ujian itu?"


"Kau akan dianggap pantas jika berhasil melewatinya, tapi kalau kau belum siap, guru tidak akan memaksamu."


Sebelum menjadi seorang penguasa yang sesungguhnya, Sun Xiang diharuskan untuk melewati atau menyelesaikan tiga tahapan ujian terlebih dahulu.


Ujian pertama bernama ujian langit, lalu yang kedua adalah ujian surgawi, dan kedua ujian ini akan diberikan oleh Dewi Nuwa.


Sedangkan ujian ketiga adalah ujian kematian, dan yang akan memberikan ujian ini padanya adalah Lin Feng sendiri.


Namun, sebelum bisa menjalani ujian tahap ketiga, ia harus berhasil melewati ujian tahap pertama dan kedua terlebih dahulu.


Tahapan pertama dan kedua dalam ujian ini mungkin tidak akan terlalu sulit, karena Sun Xiang hanya perlu menahan sambaran petir sebanyak sembilan kali.


Tapi, yang menjadi masalah adalah ujian yang terakhir, walaupun yang akan memberikan ujian itu adalah gurunya sendiri, namun tingkat kesulitannya sama dengan nama ujian itu sendiri.


Sun Xiang menggeleng pelan, "Aku sama sekali tidak merasa terpaksa, guru. Hanya saja, aku tidak yakin apakah aku pantas menjadi penguasa atau tidak."


Lin Feng menghela napasnya, kemudian menepuk pelan bahu muridnya itu, "Yakinlah pada dirimu sendiri" ucapnya.


Sun Xiang mengangguk, kemudian membungkuk dan hendak berlutut, namun Lin Feng menahan tubuhnya dan langsung memeluknya dengan erat.


"Dengar, kau sudah ku anggap seperti anakku sendiri, jadi jangan pernah menganggap-ku sebagai orang asing."


Kehangatan dari pelukan Lin Feng menyelimuti tubuh Sun Xiang, ada perasaan haru dan bahagia yang meluap-luap dalam dadanya, sehingga hanya air mata yang bisa mengungkapkan segalanya.


"Guru..."


"Lakukan apa yang menurutmu pantas untuk dilakukan!" ujar Lin Feng, namun hanya ditanggapi dengan anggukan oleh muridnya itu.


"Jika kau siap, aku akan membawamu ke Alam Nirvana Agung sekarang juga, tapi jika belum..."

__ADS_1


"Guru, aku sudah siap!"


Lin Feng tersenyum seraya mengangguk pelan, kemudian membawa Sun Xiang menuju ke Alam Nirvana Agung, karena untuk menjalani ujian tahap pertama, ia harus menemui Dewi Nuwa terlebih dahulu.


Setibanya di Alam Nirvana Agung, Lin Feng langsung menjelaskan tujuannya, kemudian meminta persetujuan dari Dewi Nuwa, karena bagaimanapun juga, ujian itu tidak akan dijalankan jika tidak ada persetujuan darinya.


"Jangan mengatakan sesuatu yang membuatku merasa tidak enak hati" ucap Dewi Nuwa.


Lin Feng tersenyum, "Karena aku menghormatimu sebagai penguasa."


Dewi Nuwa menghela napas seraya menggeleng pelan, karena sampai saat ini ia masih saja tidak mengerti dengan jalan pikiran Lin Feng, padahal statusnya jauh lebih tinggi, namun sikapnya selalu saja merendah.


"Baiklah, aku setuju untuk memberikan kedua ujian itu padanya."


"Syukurlah, aku senang mendengarnya" sahut Lin Feng.


Dewi Nuwa mengangguk, kemudian mengarahkan pandangannya pada Sun Xiang, "Ikut aku, ujiannya akan dilaksakan sekarang juga!"


Sebelum pergi mengikuti Dewi Nuwa, Sun Xiang meminta restu kepada Lin Feng layaknya meminta restu pada orang tuanya sendiri, karena ia merasa tidak akan berhasil jika Lin Feng tidak memberinya restu.


"Pergilah, guru akan selalu merestui-mu."


"Terima kasih, guru!" sahut Sun Xiang, kemudian mengikuti Dewi Nuwa.


"Semoga saja dia berhasil" gumam Lin Feng, kemudian menghilang dari tempat tersebut.


Sementara itu.


Dewi Nuwa dan Sun Xiang kini berada di sebuah altar yang dikelilingi oleh sembilan pilar raksasa, dimasing-masing pilar terdapat nama-nama Dewa yang menjaga keseimbangan dimensi pertama ini.


Setelah itu, Dewi Nuwa menjelaskan mengenai dua ujian yang akan Sun Xiang jalani, walaupun ia yakin jika Lin Feng sudah menjelaskan semuanya, namun ada beberapa hal yang masih harus diketahui oleh Sun Xiang.


Salah satunya adalah kekuatan petir yang akan terus meningkat sebanyak sepuluh kali lipat di setiap sambarannya, lalu Sun Xiang diharuskan menahan semuanya dengan tubuhnya sendiri dan dilarang menciptakan formasi atau perisai pelindung.


"Apa kau sudah siap?" tanya Dewi Nuwa.


Sun Xiang menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, "Aku sudah siap!" ujarnya, kemudian melangkah ke tengah-tengah altar yang sangat besar tersebut.


"Baiklah, kalau begitu aku akan memulainya!"

__ADS_1


__ADS_2