
Kota Zuanshi.
Dikarenakan ada aturan yang melarang para kultivator membawa hewan spiritual memasuki kota, Xie Long hanya bisa turun di depan gerbang dan meminta Xiao Xue untuk kembali ke hutan, namun kemunculannya di sana justru membuat kehebohan.
Bagaimana tidak, burung Phoenix yang ditunggangi oleh Xie Long adalah burung Phoenix yang tidak pernah ditemui di manapun, terlebih lagi, yang menungganginya adalah seorang anak yang nampaknya masih belum berusia lima belas tahun, tentu hal ini menarik banyak perhatian dari orang-orang yang ada di sana.
"Siapa anak ini?"
"Identitas anak ini pastilah tidak biasa, lihat saja tunggangannya yang luar biasa itu."
"Apa jangan-jangan dia adalah cucu kaisar?"
Saat Xie Long berjalan menghampiri gerbang kota, ia mendengar berbagai macam ucapan yang ditujukan untuk dirinya, namun ia lebih memilih untuk mengabaikan mereka semua, bahkan ia terlihat masih santai menghadapi tatapan semua orang yang tertuju padanya.
"Permisi, apa aku boleh masuk ke kota?" tanya Xie Long dengan sopan.
"Tentu saja, tapi kau harus menunjukkan tanda pengenal mu" ucap salah seorang prajurit penjaga gerbang.
Xie Long mengangguk kemudian mengeluarkan sebuah lencana dari cincin penyimpanannya, namun ia menutupi lencana itu dengan tubuhnya agar orang-orang tidak bisa melihatnya, sedangkan para prajurit, sikap mereka langsung berubah setelah melihat lencana tersebut.
"Tu..." Sebelum prajurit itu sempat menyelesaikan ucapannya, Xie Long sudah lebih dulu memberikan isyarat agar dia diam.
"Apa aku boleh masuk?"
"Te-tentu, silahkan masuk" jawab salah seorang prajurit, kemudian mempersilahkan Xie Long untuk memasuki kota.
Setelah dipersilahkan untuk memasuki kota, Xie Long kemudian melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan tatapan orang-orang yang masih belum lepas dari dirinya, dan setelah melewati gerbang, Xie Long memutuskan untuk menjenguk kakeknya terlebih dahulu.
Setengah jam kemudian, Xie Long sudah sampai di gerbang wilayah klan Lin, namun langkahnya terpaksa harus terhenti karena dihentikan oleh para penjaga gerbang, namun sikap mereka jauh lebih sopan daripada sikap prajurit penjaga gerbang kota Zuanshi.
"Nak, ada yang bisa kami bantu?"
Xie Long mengangguk, "Paman, boleh aku masuk? Aku ingin menemui kakek dan kakek buyut."
Kedua penjaga gerbang itu sontak dibuat kaget dengan ucapan Xie Long, "Memangnya siapa kakek mu?" tanya salah seorang dari mereka, namun masih dengan sikap yang sopan.
__ADS_1
Xie Long tidak langsung menjawab, ia kemudian menunjukkan lencana giok yang sama seperti sebelumnya, dan lagi-lagi, sikap kedua penjaga gerbang itu langsung berubah drastis, karena lencana yang ditunjukkan oleh Xie Long adalah lencana tertinggi milik klan Lin.
"Hormat, Tuan Muda" jawab keduanya serempak.
Meski yang menunjukkan lencana itu adalah anak kecil yang menutupi wajahnya, namun kedua penjaga itu tidak berani meragukan keaslian lencana tersebut, karena yang memiliki lencana tertinggi hanya ada beberapa orang penting saja.
Dengan kata lain, anak kecil didepan mereka saat ini adalah satu dari beberapa anggota penting keluarga Lin, dan dari beberapa anggota penting, hanya Xie Long dan Xie Ling saja yang masih kecil, jadi mereka sudah bisa menebak siapa anak kecil didepan mereka saat ini.
"Apa kakek ada di klan?" tanya Xie Long.
Kedua penjaga itu mengangguk serempak, "Apa Tuan Muda ingin diantar ke kediaman patriark?"
Xie Long menggelengkan kepalanya, "Paman disini saja, aku bisa ke sana sendiri dan terima kasih sudah mengizinkanku masuk" ucapnya, kemudian melewati mereka berdua.
Kediaman utama keluarga Lin.
Lin Jianheeng yang sedang mengobrol dengan para tetua, tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya ketika merasakan aura keberadaan seseorang yang begitu akrab, dan benar saja, saat ia membuka pintu, ia menemukan cucunya sudah ada di sana.
"Xie Long memberi hormat pada kakek buyut."
"Hahahaha, selamat datang, cucuku" sahut Lin Jianheeng, kemudian memeluk erat cucunya itu.
"Aku datang untuk menemui kakek, sekaligus mencari beberapa tanaman herbal di kota" jawab Xie Long.
"Mencari tanaman herbal?" wajah Lin Jianheeng langsung berubah ketika mendengar hal itu, "Apa ayahmu tidak memberikan sumberdaya yang cukup untukmu?"
"Jika itu benar, maka kakek akan memberinya pelajaran!"
"Kakek salah paham, aku di utus oleh guru untuk membeli tanaman herbal" sahut Xie Long.
"Tetap saja, jika ayahmu tidak memberikan sumberdaya yang cukup, segera laporkan pada kakek, apa kau mengerti?"
Xie Long mengangguk tanda mengerti, lalu setelah itu, Lin Jianheeng membawa cucunya itu masuk ke aula pertemuan.
Kunjungan Xie Long ke keluarga Lin, disambut dengan hangat oleh para tetua, para orang tua itu bahkan terlihat sangat senang karena Tuan Muda keluarga mereka mau datang berkunjung.
__ADS_1
"Selamat datang, Tuan Muda."
"Tetua ketujuh, maaf merepotkan mu, tapi apakah kau mau membantu Long'er?" tanya Lin Jianheeng.
"Tentu saja, Patriark, membantu Tuan Muda adalah tugas yang tidak bisa ditolak" jawab tetua ketujuh.
"Baiklah, kalau begitu pergilah ke gudang harta klan, ambilkan beberapa tanaman herbal untuk Long'er."
"Baik, Patriark" sahut tetua ketujuh, kemudian meninggalkan aula pertemuan.
***
Sementara itu, di sekte Phoenix Emas.
Sun Xiang yang tengah berkultivasi di kediamannya, terpaksa harus berhenti karena pedang pemberian gurunya tiba-tiba saja bergetar, tidak hanya itu saja, pedang itu bahkan mengeluarkan aura kekuatan yang cukup besar, seolah ingin menyampaikan sesuatu pada Sun Xiang.
"Pedang meteor, apa yang sebenarnya kau rasakan?" gumam Sun Xiang.
Karena penasaran dengan kejadian aneh itu, Sun Xiang memutuskan untuk menemui Lin Feng, pasalnya, hanya gurunya itulah yang bisa menjawab rasa penasarannya itu.
Selain itu, Sun Xiang juga sangat yakin jika gurunya itu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, karena dialah yang telah memberikan pedang meteor kepadanya.
Setibanya ditempat Lin Feng berada, Sun Xiang kemudian menceritakan keanehan yang terjadi pada pedang meteor, ia juga memohon kepada gurunya itu untuk menceritakan asal-usul pedang tersebut.
"Tidak perlu khawatir, pedangmu ini memiliki hubungan khusus dengan hewan spiritual milik Xie Long dan Xie Ling, jadi wajar jika dia merasakan keberadaan hewan tersebut" jelas Lin Feng.
"Maksud guru?"
"Ingat sepasang telur yang dulu aku tunjukkan padamu?" tanya Lin Feng.
Sun Xiang mengangguk, "Jadi, sepasang telur itu memiliki hubungan dengan pedang ini?"
"Lebih tepatnya, hewan spiritual yang ada di dalam telur itulah yang memiliki hubungan dengan pedang ini" jawab Lin Feng, kemudian menjelaskan semuanya pada Sun Xiang.
Tidak hanya itu saja, Lin Feng juga menjelaskan jika si kembar sudah menjalin kontrak dengan sepasang hewan spiritual itu, jadi wajar jika pedang meteor bisa merasakan keberadaannya, karena kedua hewan itu berada tidak jauh dari sekte.
__ADS_1
"Lalu, kenapa guru memberikan pedang ini padaku? Bukankah akan lebih baik jika pedang ini diberikan pada Long'er atau Ling'er?"
"Guru percaya kau bisa menjaga pedang ini dan itulah satu-satunya alasan yang membuat guru mau memberikan pedang ini padamu" jawab Lin Feng.