Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-179. Kekhawatiran seorang kakek


__ADS_3

Boom!


Tubuh monster setinggi tujuh meter itu meledak menjadi kabut darah saat Xie Long menggenggam tangannya, dan seketika itu juga, tawa menggelegar dan mengerikan kembali keluar dari mulut Xie Long.


"Ah, ini sungguh menyenangkan, sekarang..." Xie Long menghentikan ucapannya, sembari mengarahkan pandangannya pada Yuan Chun Zhe dan seluruh pasukan kekaisaran.


"Long'er, sadarlah, jangan biarkan iblis itu menguasai dirimu!" ujar Yuan Chun Zhe yang masih ditekan oleh aura intimidasi.


"Iblis? Sepertinya kau salah paham, pak tua! Aku bukanlah iblis, melainkan Dewa kematian!"


Yuan Chun Zhe mengabaikan perkataan Xie Long, ia dan seluruh prajurit masih berusaha untuk membangunkan Xie Long, karena mereka yakin, yang berbicara dengan mereka saat ini bukanlah Xie Long yang sebenarnya.


"Hahahaha! Percuma saja, kalian tidak akan bisa membangunkan bocah ini, karena aku sudah membawanya ke alam mimpi yang sangat indah."


"Kau... apa yang kau lakukan pada cucuku?!"


"Kau tidak perlu khawatir, dia baik-baik saja, hanya saja, dia tidak akan bisa bangun lagi."


Setelah itu, Xie Long terbang menghampiri Yuan Chun Zhe dan pasukan kekaisaran yang masih ditimpa oleh tekanan intimidasi, kemudian, ia mengangkat pedang yang sebelumnya ia ciptakan untuk memenggal Yuan Chun Zhe.


"Selamat tinggal, pak tua!"


Setelah menyelesaikan ucapannya, Xie Long kemudian menggerakkan tangannya, namun sebelum pedang itu menyentuh leher Yuan Chun Zhe, kesadaran Xie Long yang sebelumnya tertidur mendadak terbangun.


Bangunnya kesadaran Xie Long membuat wujud kekuatan Asura tidak bisa mengendalikan tubuh Xie Long sepenuhnya, bahkan pedang yang sebelumnya hampir memenggal kepala Yuan Chun Zhe langsung terhenti saat itu juga.


"Si-sial, kenapa bocah ini malah bangun?"


"Tidak akan aku biarkan kau menyentuh kakekku!"


"Hei bocah, aku sudah membantumu mengalahkan musuh, tidak bisakah kau diam sementara waktu? Setidaknya, biarkan aku menguasai tubuhmu selama satu hari saja."


"Jika aku membiarkanmu, sama saja dengan aku membiarkan Benua Biru ini hancur di tanganmu" sahut Xie Long.


Di dalam dirinya, Xie Long berusaha sekuat tenaga untuk melawan wujud kekuatan Asura, jika ia kalah dan gagal kembali ke tubuhnya, maka kesadarannya akan hilang untuk selamanya dan kekuatan Asura akan mengamuk di Benua Biru ini.


"Cihh, kau sungguh bocah yang keras kepala!"


"Jika untuk menghentikan mu, aku bahkan rela melakukan apapun" jawab Xie Long.


Sementara itu.


Kembalinya kesadaran Xie Long membuat tekanan intimidasi yang menindas Yuan Chun Zhe dan pasukan kekaisaran menghilang, mereka terlihat ingin membantu namun tidak tahu harus bagaimana, karena masalah ini benar-benar berbeda.


Mungkin mereka bisa membantu dengan menyerang Xie Long, tapi tindakan itu sangatlah berbahaya, karena bisa menyakiti Xie Long, dan kemungkinan terburuknya adalah, Xie Long bisa saja kehilangan nyawanya.


"Yang mulia, apa yang harus kita lakukan?"


"Bentuk formasi, ciptakan perisai pelindung agar dia tidak melarikan diri," jawab Yuan Chun Zhe.


"Baik!" ujar seluruh prajurit, kemudian mengelilingi Xie Long.

__ADS_1


Setelah itu, para prajurit membentuk segel tangan yang serupa secara bersamaan, "Formasi gabungan, perisai langit!" ucap mereka serempak, kemudian, disekitar tubuh Xie Long muncul perisai energi yang sangat tebal.


"Long'er, berjuanglah!" ujar Yuan Chun Zhe.


***


Dimensi kesembilan.


"Long'er, berjuanglah, ayah yakin kau bisa mengalahkan kebencian dalam dirimu itu" gumam Lin Feng yang tengah mengawasi putranya.


Sebenarnya Lin Feng bisa saja kembali ke dimensi pertama untuk membantu anaknya, namun jika dia melakukan hal itu, maka Xie Long akan selalu bergantung pada ayahnya dan sampai kapanpun, dia tidak akan bisa melangkah maju seorang diri.


"Long'er, jika kau berhasil, maka akan semakin mudah untuk mengendalikan kekuatan itu, tapi jika kau gagal, kau akan termakan oleh rasa benci yang tidak terbatas itu."


Setelah itu, Lin Feng beranjak dari tempat duduknya, kemudian menghampiri Wu Nan yang baru saja menyelesaikan meditasi-nya.


"Guru!"


"Bagaimana lukamu?"


"Berkat bantuan guru, luka dalam yang aku alami telah sembuh sepenuhnya, kekuatanku yang terkuras juga telah kembali seperti semula" jawab Wu Nan.


"Baguslah, kalau begitu kita bisa melanjutkan perjalanan sekarang" sahut Lin Feng.


"Baik guru!" ujar Wu Nan, kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan menyusuri setiap daratan yang ada di dimensi kesembilan ini.


***


Kekuatan Asura yang Xie Long lepaskan tidak sampai lima puluh persen dari kekuatan penuhnya, namun kekuatan yang dihasilkan sudah sangat besar, dan kekuatan yang kurang dari lima puluh persen itu sudah membuatnya sangat kewalahan.


"Ka-kakek, serang aku!" ujar Xie Long.


"Apa yang..."


"Pak tua, jangan lakukan itu, atau kau akan menyakiti cucumu ini."


"Kakek, jangan dengarkan dia, jika kakek tidak menyerang ku, maka kekuatan ini akan mengendalikan tubuhku."


Yuan Chun Zhe benar-benar kebingungan, di satu sisi, ia ingin membantu cucunya terbebas dari belenggu kekuatan dalam dirinya itu, tapi disisi lain, ia tidak mungkin menyerang cucunya sendiri, karena hal itu akan sangat berbahaya.


Namun, jika dia tidak membantu cucunya itu, maka kekuatan Asura dalam dirinya akan mengandalkan tubuh Xie Long sepenuhnya, dan saat hal itu terjadi, maka sudah sangat terlambat untuk melakukan apapun.


"Kakek, percayalah padaku!"


"Jangan dengarkan dia, memangnya kau tega menyakiti cucumu sendiri?!"


Wushh!


Boom!


Salah seorang prajurit yang berada dibelakang Xie Long melancarkan serangan secara diam-diam, yang membuat tubuh Xie Long terlempar hingga menabrak dinding perisai yang mengelilinginya.

__ADS_1


"Siapa yang memberimu izin menyerang cucuku!?" Yuan Chun Zhe benar-benar murka karena prajurit tersebut menyerang cucunya tanpa izin.


"Ma-maafkan hamba, yang mulia, hamba hanya..."


"Diam kau! Jika terjadi sesuatu pada cucuku, aku akan memenggal kepalamu!"


"Ka-kakek..."


Berkat serangan diam-diam yang dilakukan oleh prajurit tersebut, kesadaran Xie Long akhirnya bisa kembali ke tubuhnya, namun serangan tidak terduga itu juga membuatnya terluka hingga memuntahkan darah.


"Long'er!"


"Lepaskan perisainya!"


Setelah perisai yang menghalangi cucunya dilepaskan, Yuan Chun Zhe bergegas menghampiri cucunya yang telah tergeletak tak sadarkan diri di tanah.


"Long'er, sadarlah!" ujar Yuan Chun Zhe, kemudian mengalirkan energinya kedalam tubuh Xie Long.


***


Hanya butuh waktu beberapa menit bagi Yuan Chun Zhe untuk menyembuhkan luka cucunya itu, namun sayangnya, Xie Long masih belum juga sadarkan diri, hal ini tentunya membuat Yuan Chun Zhe semakin khawatir sekaligus kesal dengan prajurit yang menyerang Xie Long sebelumnya.


"Ingat ini baik-baik, jika cucuku tidak kunjung sadar, maka kaulah yang akan dianggap bersalah!" ucap Yuan Chun Zhe.


"Ba-baik, yang mulia!" ujar prajurit tersebut.


Meskipun dirinya tengah disalahkan oleh sang kaisar, namun prajurit itu tidak berniat untuk membela dirinya, karena ia yakin jika tindakannya itu tidaklah salah, lagipula, ia juga dapat memaklumi ras khawatir sang kaisar terhadap cucunya.


Setengah jam telah berlalu, Xie Long yang sebelumnya pingsan akhirnya membuka kedua matanya, namun tubuhnya masih terasa sangat lemas, seolah semua tenaga yang ada dalam dirinya telah terkuras habis.


"Long'er, syukurlah, akhirnya kau sadar juga, cucuku."


"Kakek, maaf sudah membuatmu khawatir" sahut Xie Long dengan suara lemah, kemudian mengarahkan pandangannya pada prajurit yang telah menyerangnya.


"Terima kasih karena sudah membantuku, paman."


"Tidak perlu berterima kasih, Tuan Muda, karena sudah menjadi kewajiban ku untuk membantu Tuan Muda. Dan maaf, karena telah lancang menyerang Tuan Muda."


Xie Long tersenyum seraya menggeleng pelan, "Jika bukan karena paman, mungkin aku sudah dikuasai oleh kekuatanku sendiri, jadi tidak perlu minta maaf," ucapnya.


"Prajurit! Siapkan tempat peristirahatan, kita akan bermalam disini!" ujar Yuan Chun Zhe.


"Baik, yang mulia!"


Setelah itu, para prajurit kemudian menyiapkan tempat untuk beristirahat, karena memang tidak mungkin mereka kembali dengan kondisi Xie Long yang masih lemah.


"Jendral!"


"Hamba yang mulia!"


"Bawa beberapa prajurit kehutan, siapkan makan malam untuk kita semua."

__ADS_1


"Baik, yang mulia!"


__ADS_2