
Hari-hari kian berganti, perjalanan panjang yang dilakukan Xie Long dialam mengarungi lautan akhirnya telah selesai, karena sekarang, kapal yang ia tumpangi telah berlabuh di daratan yang tidak lain adalah wilayah Selatan Benua Biru.
Namun, Xie Long cukup kebingungan ketika melihat tempat mereka berlabuh sangat berbeda dari kota Yumin, pasalnya, di sana tidak ada yang namanya kota ataupun pelabuhan, melainkan hanya hamparan pasir pantai yang membentang cukup luas.
"Di sini memang tidak ada kota, makanya kau tidak melihat pelabuhan" ucap Qiao Chen yang mengerti kebingungan Xie Long.
"Lalu, bagaimana cara orang-orang di wilayah ini pergi ke wilayah lain?"
Qiao Chen kemudian menjelaskan jika sebenarnya ada satu pelabuhan di wilayah Selatan ini, namun letaknya sangat jauh dari tempat mereka berada sekarang, selain itu, di sana juga tidak ada kota seperti kota Yumin, tapi hanya sebuah desa kecil yang sangat sedikit penduduknya.
Di pelabuhan tersebut juga tidak pernah disinggahi oleh kapal besar, dan entah apa alasannya, tapi banyak pelaut yang menghindari pelabuhan tersebut, ada begitu banyak kabar mengerikan yang beredar, namun sampai saat ini, belum ada yang berani memastikannya secara langsung.
"Ternyata begitu?"
"Kau juga sebaiknya jangan ke sana, karena tempat itu adalah tempat yang sangat berbahaya, termasuk bagi para kultivator tingkat tinggi."
"Baik, paman. Kalau begitu, aku pamit pergi dan terima kasih karena sudah membawaku ke sini" ucap Xie Long.
"Kapan kau akan kembali?" tanya Qiao Chen.
"Entahlah paman, aku sendiri masih belum tahu berapa lama aku akan berada di sini" jawab Xie Long.
"Baiklah, tapi apa kau perlu dijemput?"
Xie Long menggelengkan kepalanya, "Aku akan mencari cara untuk pulang sendiri" jawabnya.
"Yasudah, tapi ingatlah untuk mampir di kota Yumin saat kau kembali nanti."
"Tentu saja aku akan mampir" ucap Xie Long, kemudian pergi meninggalkan mereka.
Setelah Xie Long pergi, Qiao Chen beserta beberapa awak kemudian kembali ke kapal dengan menggunakan perahu kecil, karena tidak mungkin kapal mereka bisa mendekati bibir pantai, jadi mereka hanya bisa menggunakan sebuah perahu kecil untuk sampai ke daratan.
***
Sementara itu.
__ADS_1
Xie Long yang telah lebih dulu meninggalkan pantai, kini sudah berada di kedalaman hutan yang cukup luas, beruntung ada jalan yang bisa ia ikuti, jika tidak, mungkin butuh waktu yang sangat lama baginya untuk keluar dari hutan tersebut.
Tidak lama kemudian, Xie Long mendadak menghentikan langkahnya ketika merasakan keberadaan kultivator lain disekitarnya. Untuk lebih memastikannya, Xie Long kemudian melepaskan kekuatan jiwanya dan benar saja, di sekitarnya ada sepuluh kultivator.
Xie Long sendiri tidak mengetahui kenapa orang-orang itu mengawasinya, tapi yang jelas, ia sudah bisa menebak maksud mereka tidaklah baik, karena Xie Long juga bisa merasakan aura membunuh yang keluar dari tubuh mereka.
"Keluarlah, aku tidak suka diawasi dari kejauhan" ucap Xie Long.
Beberapa saat kemudian, para kultivator yang sebelumnya mengawasi Xie Long, akhirnya menunjukkan batang hidung mereka, dan semuanya nampak memberikan tatapan yang tidak bersahabat untuk Xie Long.
"Siapa kalian?"
"Hahahaha! Bocah, kau tidak perlu tahu siapa kami, tapi karena kau sudah memasuki wilayah kami tanpa izin, maka ada harga yang harus kau bayar" ucap ketua kelompok tersebut.
"Bukankah ini jalan umum? Lalu apa hak kalian menyebut tempat ini sebagai wilayah kalian?"
"Itu bukan urusanmu!"
"Benarkah? Kalau begitu, kalian juga harus membayar harga karena sudah menginjakkan kaki di wilayah kekaisaran ku!"
"Hahahaha!" para bandit itu tertawa mendengar perkataan Xie Long, "Apa aku tidak salah dengar? Memangnya wilayah mana yang kau maksud itu, bocah?"
"Hahahaha!"
Sekali lagi, tawa yang begitu lantang terdengar dari mulut para bandit, mereka sungguh tidak menyangka jika bocah di hadapan mereka itu sangat pandai membuat lelucon.
Akan tetapi, apa yang Xie Long katakan tidak sepenuhnya salah, karena kakek buyutnya adalah seorang kaisar yang menguasai seluruh wilayah Selatan ini, jadi wajar jika ia menyebutnya sebagai wilayah kekuasaannya.
Meski Xie Long tidak menduduki takhta kaisar, namun bukan tidak mungkin jika suatu saat nanti takhta itu akan menjadi miliknya, atau jika dia mau, sekarang pun ia bisa duduk di takhta kekaisaran dengan cara meminta dari kakek buyutnya.
Jika Xie Long menyampaikan keinginannya itu kepada kakek buyutnya, maka tidak mungkin Yuan Chun Zhe menolak keinginan cucunya itu, karena sejak awal, ia sudah berniat menyerahkan takhta kekaisaran pada ayah Xie Long, sayangnya dia malah menolak.
"Bocah, kau baru saja sampai di sini, tapi perkataan mu sudah sangat sombong, apa kau tidak sadar dengan apa yang telah kau ucapkan itu?"
"Tentu saja aku sadar, bahkan sangat sadar!" jawab Xie Long dengan santai.
__ADS_1
"Kau..."
"Aku kenapa?!" ujar Xie Long.
"Hahahaha! Bunuh bocah sombong ini!"
Salah seorang dari mereka kemudian maju dan langsung menyerang Xie Long dengan penuh rasa percaya diri, bahkan raut wajahnya bisa menunjukkan jika dirinya sangat meremehkan Xie Long. Singkatnya, dia hanya memandang Xie Long dengan sebelah mata.
Akan tetapi, apa yang terjadi selanjutnya sungguh membuat pria itu tercengang, karena setiap serangan yang ia lancarkan, tidak satupun yang berhasil menyentuh tubuh Xie Long, bahkan menyentuh pakaiannya saja tidak bisa.
"Berhentilah bermain-main, aku sedang buru-buru dan tidak punya banyak waktu" ucap Xie Long memprovokasi.
"Kau..." pria itu terlihat sangat kesal mendengar ucapan Xie Long, "Mati kau, bocah sombong!"
Pria itu melompat ke udara sembari mengayunkan pedangnya yang telah ia lapisi dengan energi spiritual, namun untuk yang kesekian kalinya, serangan yang ia lancarkan itu masih saja tidak berhasil menyentuh Xie Long.
Slash!
Suara tebasan terdengar dengan sangat jelas saat pria itu mendarat di tanah, bersamaan dengan itu, kepalanya tiba-tiba saja jatuh ke tanah dan menggelinding mendekati kaki Xie Long, kemudian diikuti oleh tubuhnya.
"Lemah!" ujar Xie Long.
Baik ketua ataupun delapan anggotanya yang tersisa, semuanya nampak tercengang ketika menyaksikan peristiwa yang menimpa teman mereka, pasalnya, kejadian itu sangatlah cepat hingga mereka tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Tunggu apa lagi!? Bunuh bocah sialan itu!" ujar ketua kelompok tersebut.
Mereka yang awalnya sangat meremehkan Xie Long, sekarang malah maju dan menyerangnya bersama-sama, begitupun dengan ketua kelompok bandit yang sudah sangat kesal dengan sikap sombong yang ditunjukkan oleh Xie Long.
Akan tetapi, hal yang sama tetap saja terjadi, meski mereka sudah maju dan menyerangnya bersama-sama, tetap saja sangat sulit bagi mereka untuk mendaratkan serangan ditubuh Xie Long.
Parahnya lagi, Xie Long malah begitu mudahnya mendaratkan serangannya pada mereka, bahkan setiap satu serangan yang ia lancarkan, pasti akan membuat satu nyawa melayang.
"Ini tidak baik, siapa sebenarnya bocah sialan ini? Kenapa dia memiliki kekuatan yang sangat besar?" gumam ketua kelompok tersebut.
Selain tidak menyangka jika bocah yang mereka hadapi itu ternyata memiliki kekuatan yang sangat besar, ketua kelompok bandit tersebut juga mulai merasa ragu untuk melanjutkan pertarungannya, bahkan ia sudah memikirkan cara untuk melarikan diri.
__ADS_1
Tapi, bukan Xie Long namanya jika membiarkan musuhnya pergi begitu saja, apalagi mereka sudah begitu berani menghalangi perjalanannya. Dengan kata lain, Xie Long tidak berniat membiarkan mereka semua tetap hidup dan bebas berkeliaran di hutan tersebut.
"Jangan harap bisa melarikan diri dari kematian!" ujar Xie Long.