
Di alam manusia.
Meski pertarungan di dunia dewa sudah berakhir dan berhasil dimenangkan oleh Lin Feng, namun pertarungan di dunia manusia masih berlanjut, karena Ziran yang berhasil melarikan diri juga telah sampai di dunia manusia dan melanjutkan pertarungannya dengan Xiao Lang.
Akan tetapi, ditengah-tengah pertarungan, kekuatan luar biasa milik Ziran mendadak lenyap begitu saja, bahkan ia juga sudah mendapatkan kesadarannya kembali, namun pada saat yang bersamaan, Dragon Spear milik Xiao Lang juga berhasil menembus dadanya.
"Xiao Lang, a-apa yang terjadi? Ke-kenapa aku bisa hidup lagi?" tanya Ziran.
Xiao Lang mengerutkan alisnya, ia dibuat kebingungan dengan pertanyaan Ziran, tapi kemudian, ia akhirnya mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi, "Sudahlah, yang penting, sekarang kau bisa kembali ke alam kematian dengan tenang" jawab Lin Feng.
Ziran mengedarkan pandangannya ke sekitar, "Apa aku sudah membuat kekacauan lagi?"
Xiao Lang menggelengkan kepala, "Tidak, bukan kau yang menyebabkan kekacauan ini, tapi orang lain yang menggunakan jiwamu."
"Kalau begitu, musnahkan saja jiwaku, agar tidak ada lagi yang bisa menggunakan aku untuk menyebabkan kekacauan di masa depan nanti" pinta Ziran.
"Memang itulah yang ingin aku lakukan" sahut Xiao Lang, kemudian menggunakan kekuatan bintang untuk melenyapkan jiwa Ziran.
***
Alam Dewa dimensi kesepuluh.
Setelah berhasil melenyapkan Ziran, Xiao Lang dan yang lainnya kemudian kembali ke alam Dewa untuk melihat Lin Feng, namun saat mereka tiba di sana, mereka semua langsung dikejutkan dengan kehancuran yang terjadi ditempat peperangan sebelumnya.
"Pertarungan mereka benar-benar sangat dahsyat" ucap Xiao Lang.
"Kau benar! Aku saja tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika pertarungan mereka berlangsung di alam manusia" sahut Dewi Nuwa.
"Tapi, aku sangat senang karena akhirnya Lin Feng berhasil mengalahkan Dewa Huo" lanjutnya.
"Aku juga merasakan hal yang sama, dan pada akhirnya, alam semesta ini benar-benar terbebas dari cengkeraman kegelapan."
Setibanya di dekat Lin Feng dan Luo Ning, seluruh prajurit pasukan Aliansi yang tersisa langsung berlutut pada keduanya, walaupun mereka berdua tidak berada dalam wujud Dewa Asura, namun rasa hormat para prajurit tidak akan pernah berubah, karena bagaimanapun juga, Lin Feng dan Luo Ning adalah Dewa Asura itu sendiri.
"Selamat atas kemenangan Anda, yang mulia!"
"Berdirilah, aku tidak terbiasa menerima penghormatan seperti ini" ucap Lin Feng.
__ADS_1
"Saudaraku, bagaimana mungkin kami tidak menaruh rasa hormat padamu, sedangkan kami semua tahu kalau kau adalah Dewa Asura" sahut Xiao Lang.
"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Sudah aku katakan, aku adalah aku dan Asura adalah Asura, jadi jangan samakan aku dengan dia" ucapnya.
"Dan satu lagi, kemenangan ini bukan hanya milikku saja, tapi juga milik kalian dan semua orang yang ada di alam semesta ini" lanjutnya.
"Lin Feng, sekarang adalah saat yang tepat bagimu untuk menjawab pertanyaan ku" ucap Dewi Nuwa.
"Aku belum memikirkan itu, karena yang aku inginkan sekarang hanyalah segera pulang dan beristirahat" sahut Lin Feng.
"Baiklah, kalau begitu, kita kembali sekarang."
Dewi Nuwa hanya bisa menuruti keinginan Lin Feng untuk segera kembali ke dimensi pertama, walaupun sebenarnya dia sangat penasaran dengan keputusan yang akan Lin Feng ambil, namun ia tidak dapat memaksanya, karena status mereka sudah jauh berbeda sekarang.
***
Waktu kian bergulir, sudah lebih dari dua bulan berlalu sejak peperangan di dimensi kesepuluh terjadi, dan saat ini, Dewi Nuwa tengah mengadakan pertemuan dengan Lin Feng dan Xiao Lang di istana Dewa di Alam Nirvana Agung.
Tujuan dari diadakannya pertemuan itu adalah untuk membahas mengenai nasib dimensi yang lain, karena saat ini, ada sembilan dimensi yang tidak memiliki penguasa. Selain itu, mereka juga ingin membahas mengenai takhta penguasa semesta.
"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Baiklah, aku akan memberikan jawabanku sekarang."
"Mengenai takhta penguasa dimensi pertama, aku tetap tidak mau menerimanya, karena kau masih ada dan masih bisa memimpin dimensi ini dengan baik" lanjutnya.
"Apa? Tapi..."
"Tunggu aku selesai bicara!" ujar Lin Feng.
"Maaf"
"Jika suatu hari nanti, terjadi sesuatu yang membuatmu tidak bisa menduduki takhta itu lagi, barulah aku akan duduk di sana, tapi hanya untuk sementara saja, setidaknya sampai aku menemukan seseorang yang pantas mendapatkannya."
"Lalu, mengenai penguasa semesta" Lin Feng menghentikan ucapannya, kemudian mengarahkan pandangannya pada Xiao Lang, "Aku rasa kau jauh lebih pantas untuk itu."
"Tidak! Aku sangat keberatan dengan keputusanmu ini, karena bagaimanapun juga, kau adalah satu-satunya orang yang pantas untuk..." perkataan Xiao Lang terhenti ketika Lin Feng mengangkat tangannya sebagai isyarat.
"Tujuanku menjadi kuat bukan untuk menjadi penguasa, melainkan untuk melindungi orang-orang yang aku sayangi. Dan sejak aku datang ke dunia ini, aku tidak pernah bercita-cita untuk menjadi penguasa" ucap Lin Feng.
__ADS_1
"Meski begitu, takhta penguasa semesta ini memang sudah sepantasnya menjadi milikmu" sahut Xiao Lang.
"Mungkin itu memang benar, tapi aku tidak mau menjadi penguasa, dan satu-satunya hal yang aku inginkan hanyalah hidup tenang sebagai manusia biasa."
"Tapi..."
"Tapi, bukan berarti aku melepaskan tanggung jawabku sebagai Dewa Asura, jika dimasa depan nanti, muncul sosok yang akan membahayakan alam semesta, maka aku adalah orang pertama yang akan menghadapi sosok tersebut."
"Tidak masalah jika kalian menolak keputusanku, karena hidupku hanya aku sendirilah yang berhak mengaturnya, kemanapun aku mau melangkah, tidak akan ada seorangpun yang bisa menghentikan langkahku itu!"
Xiao Lang dan Dewi Nuwa hanya bisa menghela napas panjang, karena keduanya benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Lin Feng. Biasanya, orang-orang akan berlomba untuk menduduki takhta tertinggi, tapi dia, dia malah menolak takhta yang seharusnya menjadi miliknya.
Meski begitu, keduanya juga tidak bisa menolak ataupun membantah keinginan Lin Feng, karena mereka berdua juga mengetahui seberapa keras kepalanya Lin Feng. Jika mereka masih saja memaksanya, mungkin hal yang buruk akan benar-benar terjadi.
"Baiklah, kami menerima keputusanmu ini, tapi bagaimanapun juga, kami akan tetap menghormatimu sebagai seorang penguasa yang sesungguhnya" ucap Xiao Lang.
"Terserah kalian saja!"
"Lalu, bagaimana dengan masalah dimensi lain?" tanya Dewi Nuwa.
"Itu akan menjadi urusanku" jawab Lin Feng.
"Maksudmu?"
"Aku akan menjelajahi kesembilan dimensi dan mencari seseorang untuk menjadi penguasa berikutnya, aku juga akan melatih mereka hingga benar-benar pantas untuk dianggap sebagai penguasa" jelas Lin Feng.
"Baiklah, tapi izinkan aku membantumu" sahut Xiao Lang.
"Tentu saja, saudaraku."
Pembahasan mereka akhirnya selesai, walaupun tidak sesuai dengan harapan Xiao Lang dan Dewi Nuwa, tapi mereka sudah tidak keberatan lagi dengan keputusan Lin Feng, karena bagaimanapun juga, mereka sudah menganggap Lin Feng sebagai penguasa tertinggi.
Dengan kata lain, takhta yang mereka duduki saat ini hanyalah sebagai formalitas belaka, karena penguasa yang sesungguhnya adalah Lin Feng, dan menurut mereka berdua, hanya Lin Feng lah satu-satunya orang yang pantas untuk disebut sebagai penguasa yang sesungguhnya.
Setelah pembicaraan mereka selesai, Lin Feng kemudian mengajak Xiao Lang untuk datang ke kerajaan Dunia Bawah, namun saat mereka hendak meninggalkan istana Dewa, ketiganya mendadak merasakan keberadaan aura kekuatan yang benar-benar sangat dahsyat, dan itu lebih dari satu aura.
"Sepertinya masih ada sosok yang jauh lebih kuat dari Asura di alam semesta ini" gumam Lin Feng.
__ADS_1