Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-296. Menjaga kebun


__ADS_3

Waktu kian berlalu dengan begitu cepat, usaha keras yang dilakukan oleh Xie Long dan Xiao Xue akhirnya membuahkan hasil, karena sekarang, mereka telah berhasil mencapai puncak air terjun.


"Selamat karena telah berhasil mencapai puncak air terjun ini."


"Terima kasih, senior."


Huoshen tersenyum senang menatap mereka berdua, ia tidak menyangka jika keduanya bisa menyelesaikan ujian itu hanya dalam waktu tiga Minggu, padahal mendaki air terjun itu sangatlah sulit.


"Baiklah, sekarang ikut aku" ucap Huoshen, kemudian membawa mereka menuju ke suatu tempat di puncak air terjun tersebut.


Tidak lama kemudian, mereka bertiga akhirnya sampai ditempat yang dimaksud, dan saat tiba di sana, Xie Long dan Xiao Xue dibuat kagum oleh istana megah yang berada dipuncak gunung yang begitu tinggi.


Selain istana yang sangat megah, keduanya juga kagum dengan keindahan tempat tersebut, bahkan mereka tidak menyangka jika di puncak air terjun, ada tempat yang begitu luas dan juga indah.


Tidak hanya itu saja, kekaguman mereka juga semakin bertambah ketika melihat kebun tanaman herbal yang menghiasi kaki gunung, dan semua tanaman yang ada di sana adalah tanaman langka.


"Apa kalian menyukai kebunku?"


"Tentu saja, senior, kebun anda sangatlah luar biasa" jawab Xie Long.


"Ini semua adalah hasil kerja kerasku, jika aku tidak salah ingat, aku memulai semuanya sekitar tujuh ratus tahun yang lalu."


Huoshen kemudian menjelaskan beberapa hal mengenai dirinya, termasuk alasannya yang memilih untuk tinggal di pulau itu, lalu ia juga menjelaskan tentang pertemanannya dengan Phoenix perak.


Dari penjelasan Huoshen, Xie Long dapat mengetahui jika pulau itu tidak berada dalam perut Beast ikan raksasa sebelumnya, melainkan di suatu tempat yang berada dari Benua Biru atau daratan lainnya.


Selain itu, tempat tersebut juga tidak akan pernah ditemukan, karena tanpa seizin Huoshen, tidak ada seorangpun yang bisa menginjakkan kakinya di sana, termasuk para Dewa sekalipun.


"Lalu, bagaimana dengan Beast itu?"


"Maksudmu ikan itu? Aku dan dia tidak memiliki hubungan apapun, dan bisa dikatakan kalau kami ini adalah musuh" jawab Huoshen.


"Itu berarti..."


"Bukan aku yang membawa kalian ke sini, tapi pulau inilah yang menginginkan kehadiran kalian" sahut Huoshen yang bisa menebak apa yang ingin dikatakan Xie Long.


Xie Long dan Xiao Xue mengerutkan dahi, mereka berdua benar-benar dibuat kebingungan dan tidak mengerti sedikitpun maksud perkataan Huoshen.


"Maaf senior, tapi kami tidak mengerti."


Huoshen tersenyum, "intinya, pertemuan kita ini telah ditetapkan oleh takdir."


Meski masih penasaran dengan misteri yang tersimpan di pulau itu, namun keduanya lebih memilih untuk tidak mengungkitnya lebih jauh, karena mereka tidak ingin menyinggung Huoshen.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menjelaskan tentang ujian kedua kalian."


"Maaf, senior. Tapi hanya tuan saja yang akan menjalani ujian itu, karena aku tidak pantas untuk menerima ujian dari senior" sahut Xiao Xue.


"Jika kau tidak pantas, kau tidak akan pernah bisa menginjakkan kaki di pulau ini."


Setelah itu, Huoshen menjelaskan tentang ujian yang akan mereka jalani, yaitu menjaga kebun tanaman herbal itu sampai Huoshen terbangun dari tidurnya.


Meski terdengar sangat sederhana, namun Jia Zhen menyadari jika ada yang aneh dengan ujian kedua itu, karena tidak mungkin mereka berdua hanya ditugaskan untuk menjaga kebun itu saja.


"Baiklah, kalau begitu aku permisi" ucap Huoshen, kemudian meninggalkan tempat itu.


Namun, sebelum benar-benar menjauh, Huoshen menoleh pada keduanya, "ingatlah, jangan sampai kebunku rusak, jika tidak, kalian berdua lah yang akan menanggung semua akibatnya."


"Baik, senior!"


***


Waktu kembali bergulir, cahaya matahari yang bersinar terang telah menghilang, digantikan oleh langit gelap yang dihiasi oleh rembulan dan jutaan cahaya bintang.


Dan sampai saat ini, Xie Long dan Xiao Xue masih setia menjaga kebun tanaman herbal milik Huoshen, meski tidak ada bahaya, namun tugas itu tetap mereka jalankan dengan baik.


"Tuan, sebaiknya tuan beristirahat, biar aku saja yang menjaga kebun ini."


Xie Long menggeleng pelan, "ini adalah ujian dan kita harus menyelesaikannya bersama-sama."


"Xiao Xue, aku baik-baik saja."


"Groaarrr!"


Dari kejauhan, terdengar suara raungan yang sangat kencang, disaat yang bersamaan, tubuh mereka berdua ditimpa oleh tekanan intimidasi yang cukup besar.


"Bersiaplah, sepertinya masalah yang sangat besar sedang menuju ke sini."


Tidak lama kemudian, dari kedalaman hutan muncul sesosok monster yang seluruh tubuhnya terbuat dari batu, lalu disusul oleh puluhan Beast dengan kekuatan yang tidak bisa diremehkan.


"Jumlah mereka sangat banyak!"


"Siapa yang peduli dengan jumlah mereka!" ujar Xie Long.


Pada saat yang bersamaan, sebuah lingkaran sihir muncul di atas kepala mereka, lalu dari dalam lingkaran sihir tersebut memancar cahaya yang langsung menyelimuti tubuh mereka berdua.


"Ini..."

__ADS_1


Xie Long tersenyum senang, "terima kasih, senior" gumamnya.


Cahaya yang menyelimuti tubuh mereka berhasil mengembalikan kekuatannya, namun cahaya itu hanya mengembalikan energi spiritual dalam diri mereka, dan itupun hanya sebanyak 10 persen.


"Xiao Xue, mari kita habisi mereka semua!"


"Baik, tuan!"


Setelah itu, keduanya melesat kearah gerombolan Beast dan langsung melancarkan serangan, namun sayangnya, serangan mereka malah ditahan oleh monster batu yang sangat besar itu.


"Xiao Xue, halangi para Beast yang mendekati kebun.


"Baik, tuan!"


Karena sudah bisa menggunakan kekuatannya, Xie Long kemudian mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya, lalu menyalurkan energi spiritualnya kedalam pedang tersebut.


"Tujuh tebasan kematian!"


Tujuh energi pedang melesat dengan kecepatan tinggi kearah para Beast, walaupun ada beberapa yang berhasil ditahan oleh monster batu, namun masih ada juga yang berhasil mengenai para Beast tersebut.


"Groaarrr!"


Monster batu itu kembali meraung dengan sangat kencang, ia nampaknya sangat marah karena Xie Long melukai para Beast yang datang bersamanya.


Kemudian, monster batu itu menancapkan tangannya di tanah, dan seketika itu juga, bebatuan runcing muncul tepat di bawah kaki Xie Long, namun masih bisa ia hindari.


Setelah itu, monster baru tersebut menarik tangannya, namun di kedua tangannya sudah ada bongkahan batu yang begitu besar, lalu ia melempar batu ditangannya itu kearah Xie Long.


Pada saat yang bersamaan, Xiao Xue juga melancarkan serangan menggunakan petir hitam, dan serangannya itu berhasil mengenai batu tersebut.


Dhuaaar!


Ledakan yang sangat dahsyat terjadi di udara, dua bongkahan batu besar yang mengarah ke Xie Long, berhasil dihancurkan oleh serangan Xiao Xue sehingga mengubahnya menjadi debu.


Xie Long memanfaatkan debu yang menghalangi pandangan itu untuk mendekati pasukan Beast, setelah berhasil mendekati mereka, ia memulai aksinya dengan membantai mereka satu-persatu.


Xiao Xue juga tidak ingin ketinggalan, namun sebelum itu, ia menciptakan formasi pelindung terlebih dahulu, agar pertarungan merek itu tidak berdampak pada kebun Huoshen.


Meski hanya bisa menggunakan kekuatannya sebanyak sepuluh persen, namun berkat kerjasama yang baik, keduanya-pun berhasil mengalahkan pasukan Beast yang menyerang.


Selain itu, mereka juga berhasil mengalahkan monster batu yang memimpin para Beast tersebut, sehingga para Beast yang tersisa lebih memilih untuk melarikan diri dari pertarungan.


"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "pertarungan tadi benar-benar melelahkan."

__ADS_1


"Semoga saja tidak ada lagi yang datang menyerang, karena aku sudah kehabisan tenaga" sahut Xiao Xue.


"Kau benar! Dan andai saja kita bisa menggunakan kekuatan penuh, kita pasti sudah berhasil mengalahkan mereka dengan mudah."


__ADS_2