
Dewa Huo mengalihkan pandangannya pada Lin Feng, tatapan matanya yang tajam menyiratkan kebencian yang sangat besar terhadap Lin Feng, dan bisa dikatakan bahwa Lin Feng adalah satu-satunya orang yang paling dibenci oleh Dewa Huo.
Kebencian yang Dewa Huo rasakan kepada Lin Feng, mengalahkan rasa kebencian yang ia rasakan pada Dewi Nuwa. Walaupun yang membawa Lin Feng ke dunia ini adalah Dewi Nuwa, namun kebencian itu tidaklah sebanding dengan yang ia rasakan pada Lin Feng.
"Lin Feng, diantara semua orang yang ada di sini, hanya kaulah satu-satunya orang yang sangat ingin aku musnahkan dengan tanganku sendiri" ucap Dewa Huo.
"Aku anggap itu sebagai pujian" sahut Lin Feng.
"Hahaha! Kau benar-benar berbeda dengan yang lainnya, oleh karena itu, aku juga menyiapkan kejutan khusus untuk dirimu" ucap Dewa Huo, kemudian menjentikkan jari tangannya lagi.
Sama seperti sebelumnya, sesaat setelah Dewa Huo menjentikkan jari tangannya, disampingnya muncul satu lagi pria misterius yang langsung menunduk hormat padanya, dan pria itu adalah pria yang sebelumnya ia panggil.
Benar saja, kejutan yang disiapkan oleh Dewa Huo benar-benar berhasil membuat Lin Feng terkejut, bahkan Dewi Nuwa juga sangat kaget ketika melihatnya, pasalnya, pria yang baru saja muncul itu sangatlah dikenali oleh Dewi Nuwa dan juga Lin Feng.
"Dewa Huo, perbuatan mu benar-benar tidak bisa dimaafkan lagi!" ujar Dewi Nuwa.
"Hahahaha, aku tidak pernah mengharapkan maaf darimu, karena sebentar lagi, kalian semua akan aku musnahkan" sahut Dewa Huo.
"Hah" Lin Feng menghela napas, "Aku akui, kejutan yang kau siapkan ini benar-benar membuat aku kaget, tapi apa kau yakin bisa mencapai tujuanmu hanya dengan dia?"
"Aku sangat yakin! Karena bagaimanapun juga, dia adalah salah satu orang yang sangat berharga bagimu" jawab Dewa Huo.
"Hahahaha!" Lin Feng tertawa lantang mendengar perkataan Dewa Huo, "Berharga? Aku justru sangat membenci bocah tidak tahu diri itu! Jika saja aku mengenalinya sejak awal, aku pasti akan mengutuknya saat itu juga!"
Disisi lain.
Sejak kemunculan pria misterius yang kedua, Luo Ning tidak pernah bisa melepaskan pandangannya dari pria itu, bukan karena penasaran mengenai hubungan pria itu dengan suaminya, melainkan karena ia merasa tidak asing dengan pria tersebut, bahkan ia merasa seperti sangat mengenalinya.
"Kenapa aku merasa seperti sangat mengenal pria tua itu?" gumam Luo Ning.
"Gege, siapa sebenarnya pria itu?" tanya Luo Ning.
"Dia adalah guruku di kehidupan pertamaku dulu" jawab Lin Feng.
__ADS_1
"Apa?!"
Luo Ning benar-benar kaget setelah mengetahui siapa pria tua itu, bagaimana tidak? Luo Ning tentunya sudah mengetahui darimana suaminya itu berasal, dan dia juga sudah mengetahui tentang kehidupan pertama suaminya.
Tapi yang menjadi pertanyaan dalam benaknya sekarang adalah, bagaimana mungkin guru dari kehidupan pertama suaminya bisa ada di dunia kultivator ini? Padahal, Lin Feng pernah mengatakan jika gurunya itu telah meninggal.
"Kau akan lebih kaget lagi jika mengetahui identitas dia yang sebenarnya" ucap Lin Feng.
"Memangnya dia siapa?"
"Namanya adalah, Lin Xie Long!"
Bagaikan suara petir yang menyambar di siang hari, begitulah yang Luo Ning rasakan ketika mendengar jawaban dari suaminya, "I-ini tidak mungkin, bu-bukankah putra kita masih..."
"Memang sulit untuk mempercayai hal ini, tapi itulah kenyataannya, dia adalah Lin Xie Long!" ujar Lin Feng.
Tubuh Luo Ning langsung lemas setelah mengetahui semua itu, bahkan ia nyaris jatuh karena kehilangan keseimbangan akibat kepalanya yang pusing, dan jika Lin Feng tidak bergegas menopang tubuhnya, mungkin Luo Ning benar-benar akan terjatuh.
"Tenangkan dirimu, aku akan menceritakan semuanya setelah peperangan ini selesai" ucap Lin Feng.
Dewa Huo tersenyum senang ketika melihat mereka kebingungan, walaupun tidak semuanya, namun rencananya untuk menggoyahkan pasukan musuh sudah biasa dikatakan berhasil, apalagi pasukan Xiao Lang yang nampaknya masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"Bagus! Sekarang adalah saat yang tepat untuk menghancurkan mereka" gumam Dewa Huo, kemudian memberikan aba-aba kepada Ziran dan juga Lin Xie Long.
"Pimpin pasukan dan serang mereka sekarang juga!"
"Baik, Tuan!" jawab mereka berdua, kemudian memimpin pasukan untuk mulai menyerang.
"Huise!" ujar Lin Feng.
"Baik, Tuan!" Huise langsung mengerti apa yang diinginkan oleh Lin Feng, lalu ia memimpin pasukan raja malam dan mulai melakukan serangan.
"Xiao Lang! Fokuslah pada tujuan kita, jika kalian semua seperti ini, maka kita akan kalah dan alam semesta ini akan hancur!" ujar Lin Feng.
__ADS_1
Xiao Lang tersadar dari lamunannya, walaupun sangat sulit baginya untuk menerima kejadian ini, namun ia berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya, karena perioritas utama mereka sekarang hanyalah menyelamatkan alam semesta dari ambang kehancuran.
"Shen Long! Bantu pasukan raja malam!" ujar Xiao Lang.
"Baik, yang mulia!"
Peperangan kedua atau peperangan utama akhirnya dimulai, serangan demi serangan mulai dilancarkan oleh kedua belah pihak, suara ledakan juga mulai menggema di medan peperangan, begitu juga dengan kehancuran yang diakibatkan oleh serangan mereka.
"Lin Feng, kau hadapi Lin Xie Long, aku akan mengatasi Dewa Huo" ucap Dewi Nuwa, kemudian melesat terbang menghampiri Dewa Huo.
Pada saat yang bersamaan, Xiao Lang juga melesat terbang menghampiri Ziran, karena diantara semua orang yang ada di sana, hanya dialah yang paling mengenal Ziran, jadi dia jugalah yang lebih pantas untuk menghadapinya.
"Xiao Lang, senang bisa bertemu denganmu lagi, tapi sayangnya, kali ini akulah yang akan keluar sebagai pemenang!" ucap Ziran.
"Ziran, sadarlah! Apa kau lupa dengan perkataan mu saat itu?" tanya Xiao Lang sembari menghindari serangan Ziran.
"Aku tidak pernah melupakan ucapan ku, tapi kali ini berbeda, karena aku sudah mendapatkan kekuatan yang jauh lebih besar lagi!" jawab Ziran.
"Ziran, kekuatan yang diberikan Dewa Huo hanyalah sementara dan kau hanya dijadikan pion untuk mencapai tujuannya, selain itu, aku yakin dia akan membinasakan mu setelah tujuannya tercapai!"
"Aku tidak peduli! Karena yang aku inginkan sekarang hanyalah membunuhmu saja!"
Disisi lain.
Lin Xie Long melesat terbang menghampiri Lin Feng yang masih bersama Luo Ning, "Zhao Feng, lama tidak bertemu" ucapnya.
"Setelah jiwamu dipanggil oleh Dewa Huo, sepertinya kau semakin tidak tahu diri, ya?"
"Memangnya kenapa, lagipula kau bukanlah ayahku!"
"Itu benar! Tapi bagaimanapun juga, ayahmu di kehidupan yang lalu memiliki latar belakang dan keluarga yang sama denganku, jadi aku yang sekarang tidak ada bedanya dengan ayahmu yang dulu!"
"Cihh! Kau tidak pantas disamakan dengan ayahku!" ujar Lin Xie Long, kemudian menyerang Lin Feng.
__ADS_1
Pada saat yang bersamaan, Lin Feng menciptakan formasi pelindung untuk menahan serangan Lin Xie Long, "Ning'er, tunggulah sebentar, aku ingin memberi pelajaran pada bocah tidak tahu diri ini."