
Tubuh Jia Zhen terasa seperti dihantam oleh sesuatu yang sangat besar saat ia mendarat di batu tersebut, air yang turun dengan sangat deras, membuat tubuhnya terasa seperti akan remuk saat itu juga.
Meskipun terasa sangat menyakitkan, namun Jia Zhen berusaha untuk bertahan dan tidak berteriak, ia tidak ingin terlihat lemah didepan gurunya, apalagi kalau kedua orang tuanya sampai mengetahui hal itu.
Oleh karena itu, Jia Zhen membulatkan tekadnya untuk tetap bertahan walau apapun resikonya, keinginannya untuk melindungi keluarga dan membanggakan kedua orangtuanya, menjadi satu-satunya penyemangat untuk dirinya saat ini.
Demi untuk menahan tekanan air yang terus menimpa tubuhnya, Jia Zhen kemudian melepaskan kekuatannya sampai ke tahap maksimal, walaupun tidak sepenuhnya tertahan, namun kekuatan yang ia lepaskan sudah cukup membantu.
Setelah itu, Jia Zhen duduk bersila di atas batu tersebut, kemudian memejamkan matanya dan mulai bermeditasi seperti yang diperintahkan oleh gurunya.
Namun sebelum benar-benar memulai meditasi-nya, dalam hatinya Jia Zhen menyebut nama ayah dan ibunya, seraya berharap keduanya memberikan restu untuk dirinya.
"Ayah, ibu, aku bersumpah tidak akan membuat kalian kecewa dengan hasil latihan ku nanti!"
Lao Tzu yang masih berada di pinggir danau, dapat mendengar sumpah yang diucapkan oleh Jia Zhen dengan jelas, disaat yang sama, sebuah senyuman terukir indah di bibirnya dan saat itu juga, ia merasa bangga karena Jia Zhen menjadi muridnya.
"Lin Feng, Luo Ning, andai saja kalian mendengar sumpahnya, aku yakin hati kalian akan bergetar dibuatnya."
"Sebagai seorang guru, aku benar-benar bangga memilikinya sebagai murid, dan aku yakin, kalian juga bangga karena bisa menjadi orang tua dari anak yang sangat luar biasa ini" gumamnya, kemudian menghilang dari sana.
***
Dua hari kemudian.
Xie Ling yang sebelumnya diperintahkan untuk membeli beberapa tanaman herbal ke kota, akhirnya kembali setelah mendapatkan semua pesanan tersebut, ada yang ia dapatkan dengan membeli di paviliun obat dan ada pula yang ia dapatkan dari lelang.
Saat kembali ke rumah Lao Tzu, Xie Ling langsung menanyakan keberadaan adiknya, karena sejak ia datang anak itu sama sekali tidak terlihat, dan setelah Lao Tzu mengatakan jika adiknya sedang menjalani latihan khusus, Xie Ling pun langsung meminta hal yang sama.
"Kau tenang saja, Ling'er. Guru sudah menyiapkan latihan khusus untukmu juga" ucap Lao Tzu, kemudian membawa Xie Ling pergi meninggalkan rumahnya.
__ADS_1
Sesaat kemudian, mereka berdua telah berada di sebuah daratan yang dipenuhi oleh es, atau lebih tepatnya, sebuah daratan yang memang terdiri dari es yang sangat dingin.
"Guru, di-dimana ini?" tanya Xie Ling yang mulai menggigil kedinginan.
"Daratan Es wilayah Utara Alam Nirvana" jawab Lao Tzu.
"A-aku pikir guru akan membawaku ke tempat Zhen'er."
Lao Tzu menggeleng pelan, "Kekuatan kalian berbeda, potensi yang kalian miliki juga berbeda, jadi tempat latihannya pun harus menyesuaikan" terang Lao Tzu.
Setelah itu, Lao Tzu meminta Xie Ling untuk menggunakan kekuatan api bumi miliknya, agar bisa menjaga tubuhnya dari dinginnya suhu di daratan tersebut, setelah selesai, Lao Tzu kemudian membawa Xie Ling ke sebuah danau.
Meski berada di daratan es yang sangat dingin, danau yang sangat luas tersebut nampak tidak terpengaruh oleh suhu dingin sama sekali, hal itu bisa dibuktikan dari air danau yang tidak membeku walaupun dikelilingi oleh es.
"Danau inilah yang akan menjadi tempat latihan-mu" ucap Lao Tzu, kemudian mengeluarkan sepotong daging dari cincin penyimpanannya.
Lao Tzu kemudian menggunakan kekuatannya untuk membuat daging itu melayang di udara, lalu ia membuat daging itu melayang ke atas danau, kemudian menurunkannya secara perlahan hingga menyentuh air danau.
"Ini hanya untuk membuktikan betapa dinginnya suhu air di danau ini, jadi jangan sampai kau meremehkannya hanya karena airnya tidak beku" ucap Lao Tzu.
"Sekarang, pergilah ke atas bongkahan es yang ada di tengah danau, berkultivasi-lah di sana, jangan berhenti sebelum kau bisa terjun ke dalam danau dan keluar dengan selamat."
Sama halnya dengan Jia Zhen, Xie Ling juga menunjukkan ekspresi yang sama saat mendengar latihan yang diberikan oleh gurunya itu, namun ia tidak mengatakan apapun dan langsung melompat ke bongkahan es ditengah danau.
Meski sudah melindungi tubuhnya dengan kekuatan api langit, namun karena suhu dingin yang sangat luar biasa, Xie Ling tetap masih bisa merasakan dingin yang mulai membekukan aliran darahnya.
"Jangan remehkan aku!" ujarnya, kemudian melepaskan kekuatan api bumi sampai tahap maksimal.
Perlahan namun pasti, suhu dingin yang sudah menusuk kedalam dirinya, mulai menghilang dan digantikan oleh perasaan hangat yang ditimbulkan oleh kekuatan api langit.
__ADS_1
Setelah keadaannya benar-benar membaik, Xie Ling kemudian duduk di bongkahan es tersebut dan mulai bermeditasi, namun tidak lama setelah ia memejamkan mata, seluruh tubuhnya langsung diselimuti oleh es yang cukup tebal.
"Semoga saja kalian bisa melewati latihan ini, karena jika kalian berhasil, maka kekuatan kalian akan meningkat sampai ke tahapan yang lebih tinggi lagi" gumam Lao Tzu, lalu menghilang dari sana.
***
Daratan Suci.
Hari-hari kembali berlalu, kehidupan Xie Long kini sudah jauh lebih tenang, karena tidak ada lagi masalah yang datang menghampirinya dan saat ini, Xie Long, Huanran dan Xiao Xue tengah menyusuri padang pasir yang sangat luas di Daratan Suci.
"Tuan, didepan sepertinya ada musuh" ucap Xiao Xue.
"Kau benar! Aku juga merasakan keberadaan mereka, dan sepertinya mereka hanya sekelompok Beast penghuni padang pasir ini" sahut Xie Long.
"Lalu, apa kita harus menyapa mereka?" tanya Xiao Xue.
"Kekuatan mereka cukup kuat dan jumlahnya juga lumayan banyak, aku yakin kristal jiwa mereka akan berguna untukku."
"Baik, Tuan!"
Xiao Xue kemudian meningkatkan kecepatan terbangnya, agar mereka segera sampai ditempat para Beast yang dimaksud Xie Long, dan benar saja, hanya dalam hitungan detik, mereka bertiga sudah sampai ditempat tujuan.
"Tuan, izinkan aku memaksa mereka keluar dari tempatnya!"
"Silahkan" sahut Xie Long.
Atas izin Xie Long, Xiao Xue kemudian menggunakan kekuatannya untuk menarik perhatian para Beast yang bersembunyi di bawah pasir, dan tidak tanggung-tanggung, serangan yang ia lakukan juga berhasil membuat beberapa Beast kehilangan nyawanya.
"Mereka datang!"
__ADS_1
Tidak lama berselang, dari dalam pasir muncul puluhan kalajengking hitam dengan ukuran tubuh yang sangat besar, di masing-masing ujung ekornya, terdapat bola api menyala dan memancarkan aura yang luar biasa panas.
"Saatnya berburu!" ujar Xie Long, kemudian melompat turun dari punggung Xiao Xue