Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-41. Shen Guoshi (2)


__ADS_3

"Hahaha, hebat! Rencana yang sungguh hebat!" ucap Shen Guoshi setelah mendengar rencana Dewa Huo.


"Yang mulia, hamba sudah menceritakan semuanya, sekarang izinkan hamba pergi dari sini."


"Kenapa harus pergi, bukankah tujuanmu datang ke sini untuk meminta bantuan?"


Dewa Huo mengerutkan alisnya, "Apa maksud yang mulia?"


"Dewa Huo, jadilah tangan kananku dan aku jamin, rencana mu itu akan berjalan dengan mulus, tapi yang akan menjadi penguasa adalah aku!"


Dewa Huo terlihat bingung, meskipun mengerti maksud perkataan Shen Guoshi, tapi ia masih belum yakin dengan apa yang ada dalam benaknya saat ini, terlebih lagi, Shen Guoshi adalah seorang penguasa dan mustahil jika seorang penguasa memiliki tujuan yang jahat.


"Aku tahu apa yang kau pikirkan sekarang, tapi memang itulah kenyataannya, aku berniat menguasai alam semesta ini untuk diriku sendiri!"


Dimensi kesembilan sebenarnya sama dengan dimensi yang lainnya, hanya saja, ada beberapa hal yang membuat dimensi itu berbeda dengan dimensi lainnya. Pertama, sang penguasa, yaitu Shen Guoshi, tidak pernah memerintahkan bawahannya untuk memusnahkan bangsa iblis.


Kedua, Shen Guoshi memiliki ambisi yang sangat besar, yaitu menguasai seluruh alam semesta untuk dirinya sendiri. Dan yang ketiga, dia tidak sama dengan penguasa dimensi yang lainnya, maksudnya, disaat penguasa lain mementingkan bangsa manusia, ia malah mementingkan keuntungan untuk dirinya sendiri.


"Yang mulia, maaf jika hamba lancang, tapi apa yang membuat seorang penguasa seperti yang mulia memiliki sifat seperti ini?" tanya Dewa Huo.


Shen Guoshi kemudian menceritakan bahwa dirinya bukanlah seseorang yang ditakdirkan untuk menjadi penguasa, dan alasan kenapa dia bisa menjadi seorang penguasa adalah, karena dia berhasil merenggut takhta itu dari penguasa sebelumnya, yang tidak lain adalah adik seperguruannya sendiri.


Shen Guoshi sebenarnya hampir sama dengan Yama, dia adalah murid dari seorang penguasa dimensi kesembilan yang sebelumnya, namun karena tidak dipilih menjadi penerus takhta penguasa oleh gurunya, iapun memutuskan untuk mengambil takhta itu dengan caranya sendiri.


Akan tetapi, Shen Guoshi tidak seperti Yama yang langsung menunjukkan kebenciannya pada Dewi Nuwa dan malah menyerang tanpa memikirkan resiko, ia justru menuruti perkataan gurunya seolah-olah dia menerima keputusan itu dengan lapang dada.

__ADS_1


Bahkan, saat adik seperguruannya menduduki takhta, Shen Guoshi tetap setia mendampinginya seperti seorang kakak yang menjaga adiknya, namun pada saat yang bersamaan, ia juga melancarkan aksinya dengan menyerang adik seperguruannya itu secara diam-diam.


Di dimensi kesembilan sendiri sempat terjadi pertarungan dahsyat antara Shen Guoshi dan adik seperguruannya, yang mana saat itu dia telah menduduki takhta penguasa, namun karena kelicikannya, Shen Guoshi pun akhirnya berhasil melenyapkan adik seperguruannya itu, lalu menggantikan posisinya sebagai penguasa.


Setelah berhasil merenggut takhta penguasa dari adik seperguruannya, rasa ketidakpuasan dalam dirinya malah semakin menjadi-jadi, dan sejak saat itu, ia bertekad untuk menjadi satu-satunya penguasa di alam semesta ini, namun, ia sendiri mengetahui bahwa tekadnya itu tidak mungkin tercapai dengan mudah.


Selama menjadi penguasa, Shen Guoshi terus memikirkan cara untuk meningkatkan kekuatannya, dan hal itu ia lakukan agar dapat mencapai tujuannya tersebut, bahkan ia tidak segan-segan menyerap kekuatan kegelapan dari bangsa iblis hanya karena ingin bertambah kuat.


Oleh sebab itu, Shen Guoshi tidak pernah menampakkan dirinya pada penguasa dimensi yang lain, karena ia takut para penguasa itu dapat merasakan kekuatan kegelapan yang ada di dalam dirinya, dan jika hal itu terjadi, maka tujuannya untuk menguasai alam semesta tidak akan pernah tercapai.


Dewa Huo tersenyum senang ketika mendengar cerita Shen Guoshi, bagaimana tidak, ia telah melakukan perjalanan yang sangat jauh hanya demi mendapatkan bantuan, dan akhirnya, ia berhasil menemukan apa yang selama ini ia cari, yaitu bantuan dan dukungan dari seorang penguasa.


"Yang mulia, karena tujuan kita sama, maka hamba siap menjadi tangan kanan yang mulia."


Dewa Huo setuju untuk menjadi tangan kanan Shen Guoshi, tapi bukan berarti dia mau menyerahkan takhta penguasa alam semesta padanya, dan satu-satunya alasan kenapa dia menerima tawaran Shen Guoshi untuk menjadi bawahnya hanyalah sekedar untuk memanfaatkannya saja.


"Bagus, kalau begitu, kau bisa menjelaskan rencana apa saja yang telah kau susun selama ini" sahut Shen Guoshi.


"Baik, yang mulia."


***


Dimensi keempat.


Setelah melewati lorong dimensi yang panjang, Lin Feng akhirnya berhasil sampai ke dimensi keempat, namun kali ini, kedatangannya justru disambut dengan baik oleh para Dewa serta penguasa dimensi tersebut, bahkan mereka memperlakukan dirinya layaknya seorang tamu terhormat.

__ADS_1


"Saudaraku, apa yang membawamu ke sini?" tanya Shen Huang, penguasa dimensi keempat.


Karena kedatangannya disambut dengan ramah, maka tidak ada alasan bagi Lin Feng untuk tidak bersikap ramah pula, "Maaf jika kedatanganku mengganggu kalian, tapi tujuanku datang kemari hanya untuk mencari seseorang" jawab Lin Feng.


"Jika kami boleh mengetahui, siapa yang tengah kau cari, saudaraku?"


Lin Feng kemudian menjelaskan ciri-ciri Dewa Huo kepada mereka semua, lalu, ia juga menceritakan tentang peristiwa yang terjadi di dimensi pertama, dan juga alasan kenapa dia harus menemukan Dewa Huo.


"Saudaraku, selain dirimu, aku tidak melihat ada Dewa lain yang datang ke dimensi ini, dan kalaupun ada, aku pasti akan mengatakannya padamu" ucap Shen Huang.


"Hah" Lin Feng hanya bisa menghela napas panjang, karena lagi-lagi ia gagal menemukan Dewa Huo.


"Lalu kemana tujuanmu sekarang?"


"Karena dia tidak ada di sini, mungkin aku akan melanjutkan perjalanan ke dimensi ketiga" jawab Lin Feng.


"Baiklah, tapi sebelum melanjutkan perjalananmu, bagaimana jika kau beristirahat di sini selama beberapa hari? Atau setidaknya sampai kekuatanmu pulih."


"Terima kasih atas tawaranmu, tapi aku harus segera melanjutkan perjalanan, lagipula, aku tidak bisa membiarkan dia berkeliaran begitu saja" sahut Lin Feng.


"Baiklah, aku tidak akan memaksamu lagi, tapi jika kau membutuhkan bantuan, jangan segan-segan mengatakannya padaku" ucap Shen Huang.


"Terima kasih."


Setelah berpamitan dengan Shen Huang, Lin Feng kemudian pergi meninggalkan istana Dewa, namun langkahnya terhenti ketika ia berada di bagian luar istana.

__ADS_1


"Jika dia tidak ada di sini, kemungkinan besar dia juga tidak ada di dimensi ketiga, karena berada di sana sama saja dengan menyerahkan dirinya padaku. Dan jika dia ingin menghindari ku, artinya dia harus pergi sejauh mungkin."


Lin Feng diam sejenak sembari memikirkan beberapa dimensi yang mungkin menjadi tujuan Dewa Huo setelah meninggalkan dimensi kelima, "Dimensi ketujuh, sebaiknya aku langsung ke sana saja" gumamnya, kemudian membuka gerbang dimensi.


__ADS_2