
Xin Yi mengerutkan alisnya ketika merasakan keberadaan aura kekuatan yang aneh, walaupun masih terasa sangat lemah, namun entah mengapa aura kekuatan itu malah berhasil membuat tangannya gemetaran.
"Aneh, kenapa tanganku gemetar hanya karena aura kekuatan yang lemah ini?"
Karena penasaran, Xin Yi kemudian mencoba mencaritahu darimana aura kekuatan itu berasal, namun anehnya, ia tidak bisa menemukan keberadaan aura kekuatan tersebut, padahal, tidak ada yang bisa lepas dari matanya.
Kemunculan serta keberadaan kekuatan misterius yang tidak bisa dilihat, membuat Xin Yi merasa khawatir, apalagi kekuatan misterius yang sangat lemah itu malah berhasil membuat tangannya gemetar.
Dengan kata lain, kekuatan misterius yang telah keberadaannya tidak diketahui itu telah membuatnya takut, padahal selama ini Xin Yi tidak pernah merasakan takut pada siapapun dan kekuatan apapun yang ada di alam semesta ini.
"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus menemukan kekuatan itu dan harus segera melenyapkannya, jika tidak, kekuatan itu mungkin saja akan menjadi ancaman untukku nantinya."
"Tapi, dimana aku harus mencarinya?"
"Sial! Jika saja Beast Surgawi itu ada padaku, pasti aku bisa menemukan dimana kekuatan itu berada!"
Xin Yi tidak hanya memiliki kekuatan yang luar baisa ditubuhnya, tapi ia juga memiliki sepasang mata yang tidak kalah luar biasanya, karena dengan kedua matanya, Xin Yi bisa melihat dan mengetahui apapun yang terjadi di alam semesta ini.
Tapi, kekuatan mata yang dimiliki oleh Xin Yi bukanlah kekuatan tertinggi, karena yang memiliki kekuatan mata terhebat adalah Beast Surgawi. Namun, tidak semua Beast Surgawi memiliki kekuatan mata tersebut, melainkan hanya ada satu dalam seribu tahun.
Dan, itulah alasan mengapa Xin Yi memburu Beast Surgawi, karena ia ingin mengambil kekuatan mata yang dimiliki oleh Beast tersebut. Jika dia berhasil mendapatkannya, maka kekuatan dalam dirinya akan benar-benar sempurna.
Xin Yi sudah memiliki banyak kemampuan berkat kekuatan darah yang ada dalam tubuhnya, dan bisa dikatakan bahwa Xin Yi sudah memiliki kekuatan darah dari berbagai jenis bangsa di alam semesta ini, kecuali kekuatan darah Beast Surgawi.
"Hah" Xin Yi menghela napas panjang, "Aku harus tenang dan tidak boleh gegabah, jika tidak, Lin Feng pasti tidak akan tinggal diam."
Memang tidak bisa dipungkiri jika Xin Yi memiliki kekuatan yang dahsyat, tapi ia masih beluk bisa bertindak sesuka hatinya, karena selain dirinya, masih ada Lin Feng yang juga memiliki kekuatan dahsyat.
Pertemuannya dengan Lin Feng sebelumnya membuat Xin Yi semakin tidak bisa bertindak gegabah, karena di dalam diri Lin Feng tidak hanya ada kekuatan Asura saja, tapi ada kekuatan lain yang tidak bisa ia pandang dengan sebelah mata.
Sebut saja salah satunya kekuatan api emas, yaitu kekuatan api suci terkuat yang ada di alam semesta ini, oleh karena itu, Xin Yi harus memiliki rencana yang benar-benar matang sebelum memiliki niat untuk mengacaukan alam semesta.
__ADS_1
Jika tidak memiliki persiapan dan rencana yang matang, maka bukan tidak mungkin nyawanya akan berakhir ditangan Lin Feng, dan jika hal itu terjadi, maka musnahlah sudah impiannya untuk menjadi yang terkuat di alam semesta ini.
***
Daratan Suci.
"Zilong!"
"Hmm?"
"Aku..." Huanran nampak ragu dengan apa yang ingin dia sampaikan.
"Kau kenapa?"
Huanran menggeleng pelan, kemudian menarik napas panjang dan membuangnya perlahan untuk menangkan dirinya, "Jika ada yang aneh padaku, apa kau masih mau... berteman denganku?"
Xie Long mengerutkan alisnya, "Aneh? Bukankah kau memang sudah aneh sejak kita bertemu?"
"Lalu?"
"Aku..."
Jelas ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Huanran pada laki-laki pujaannya itu, namun melihat Xie Long yang nampak cuek dan acuh, Huanran malah tidak yakin untuk menyampaikan hal yang mengganjal dibenaknya.
"Lupakan saja!" ujarnya.
Karena kesal, Huanran kemudian beranjak pergi meninggalkan Xie Long, namun langkahnya tertahan karena Xie Long meraih pergelangan tangannya. Tapi tidak sama seperti sebelumnya, genggaman tangan Xie Long kali ini terasa sangat lembut.
"Maaf" ucap Xie Long lirih.
"Untuk apa?"
__ADS_1
"Semuanya, aku minta maaf untuk semuanya" jawab Xie Long.
"Pergelangan tanganmu pernah sakit karena aku menggenggamnya terlalu keras, aku juga pernah hampir merenggut nyawamu dengan tanganku sendiri. Aku benar-benar minta maaf."
Permintaan maaf Xie Long yang sangat tulus membuat rona merah muncul di pipi Huanran, jantungnya bahkan berdetak dengan cepat, dan ada perasaan aneh dalam dirinya yang tidak bisa ia jelaskan dengan kata-kata.
Selian itu, ada juga rasa haru memenuhi dirinya, karena tidak menyangka jika pria pujaan hatinya itu ternyata memiliki sikap yang lembut, padahal selama mereka bersama, Xie Long tidak pernah menunjukkan sisi lembutnya sama sekali.
"Zilong..." ucapan Huanran terhenti karena Xie Long mengangkat tangannya sebagai tanda agar Huanran menghentikan ucapannya.
"Untuk hari ini saja, biarkan aku melihat dirimu yang sebenarnya, agar aku semakin yakin dengan keputusan yang akan aku ambil."
"Maksudmu?"
"Kau akan tahu saat waktunya tiba" jawab Xie Long, kemudian mendekati Huanran, sangat dekat sampai napasnya dapat dirasakan oleh Huanran.
Setelah berdiam diri selama beberapa saat dan saling memandang satu sama lain, Xie Long tiba-tiba saja mendekatkan wajahnya dan mengecup dahi Huanran, walaupun bibirnya ditutupi oleh kain hitam, namun Huanran masih dapat merasakan kelembutan kecupan tersebut.
"Buatlah aku yakin."
Huanran hanya menanggapi perkataan Xie Long dengan anggukan, bukan karena ia mengerti sepenuhnya pada maksud perkataan Xie Long, tapi karena tidak ada yang bisa ia katakan, sehingga hanya anggukan kepala lah yang menjadi jawabannya.
Xie Long yang awalnya menggenggam pergelangan tangan Huanran, sekarang sudah menggenggam jemarinya, "Mari lanjutkan perjalanan" ucapnya, dan lagi-lagi, hanya ditanggapi dengan anggukan kepala oleh Huanran.
Ditengah lebatnya hutan, sepasang remaja melesat dengan kecepatan sedang melewati dahan pepohonan, hembusan angin yang menerpa serta suara kicauan burung, seolah memberikan nuansa berbeda untuk keduanya.
Huanran mengarahkan pandangannya pada jemarinya yang masih digenggam oleh Xie Long, walaupun hanya sebatas genggaman, namun sudah memberikan perasaan yang sulit dijelaskan pada Huanran, meski Xie Long masih belum membalas perasaannya, tapi berada didekatnya sudah membuat Huanran sangat bahagia.
Lagi dan lagi, ia merasa keputusannya memberikan sebagian jiwa kepada Xie Long adalah keputusan yang tepat, kalaupun nanti perasannya tidak terbalas, setidaknya ia sudah merasakan kebahagiaan bersama pria pujaan hatinya.
"Aku tidak mengharapkan apapun lagi, karena bersamamu seperti ini saja sudah memberikan kebahagiaan yang besar untukku" ucap Huanran dalam hatinya, tanpa ia sadari, setetes cairan bening mengalir dari sudut matanya.
__ADS_1
"Huanran, aku bukannya tidak memahami perasaanmu, tapi umurku masih sangat muda untuk memulai sebuah hubungan. Aku harap, kau bisa bersabar sampai hari itu tiba, hari dimana aku akan menjadikanmu sebagai pendamping hidupku."