
Karena sudah terlanjur datang ke dimensi kesembilan, Lin Feng akhirnya memutuskan untuk membantai habis semua pasukan yang ada di sana, lagipula, ia sangat kesal karena tidak menemukan Dewa Huo dan mereka adalah sasaran empuk untuk melampiaskan kekesalan.
Hanya dalam hitungan menit, ratusan ribu pasukan yang awalnya berlagak sombong didepan Lin Feng, sekarang telah berada di lautan darah yang diciptakan dari darah mereka sendiri, namun anehnya, mereka yang telah dipastikan mati, mendadak bangkit dan hidup lagi seperti tidak terjadi apapun.
"Sudah kuduga, sejak awal mereka memang bukan manusia" gumam Lin Feng.
"Hahaha, ada apa dengan tatapan itu? Apa kau tidak senang melihat kami hidup lagi?" tanya salah seorang prajurit.
"Jangan salah paham, aku justru sangat senang kalian hidup lagi, karena aku bisa bermain-main dengan kalian sampai aku puas" jawab Lin Feng, kemudian melesat maju menyerang pasukan itu lagi.
Memang tidak bisa dipungkiri jika Lin Feng sangat menikmati pembantaian itu, karena selain bisa melampiaskan rasa haus darahnya, ia juga bisa melampiaskan kekesalannya berulang kali pada mereka semua.
Akan tetapi, ada juga beberapa tanda tanya besar yang muncul dipikirannya, salah satunya adalah alasan kenapa mereka bisa hidup lagi setelah dibantai olehnya, padahal mereka semua bukanlah bangsa iblis ataupun makhluk abadi yang memang tidak bisa mati.
Selain itu, Lin Feng semakin yakin jika para prajurit itu sudah pernah ia bunuh sebelumnya, hal itu dibuktikan dari beberapa wajah yang masih bisa ia ingat di peristiwa pembantaian sebelumnya, dan anehnya lagi, Lin Feng tidak merasakan adanya aura kehidupan ditubuh mereka semua.
Lin Feng sempat berpikir jika mereka semua adalah bangsa roh, tapi pikiran itu langsung terbantahkan dengan darah yang mengalir dari tubuh mereka. Dengan kata lain, para prajurit itu adalah manusia, karena jika mereka adalah bangsa roh, mustahil mereka memiliki darah.
"Siapa sebenarnya orang-orang ini? Kenapa mereka bisa hidup lagi setelah dibunuh berulang kali?"
Disela-sela pertarungannya, Lin Feng juga menggunakan kekuatan jiwanya untuk memeriksa tempat itu, karena mungkin saja ia sedang dalam pengaruh formasi ilusi tingkat tinggi, namun dugaannya itu juga tidak benar, karena di sana tidak ada formasi ilusi apapun.
"Cihh, daripada aku memikirkan keanehan ini, lebih baik aku musnahkan saja mereka sekaligus!"
Lin Feng melesat terbang menjauhi pasukan tersebut, lalu ia menciptakan bola api emas dengan ukuran yang sangat besar, kemudian, ia melemparkan bola api raksasa itu kearah pasukan tersebut.
Dhuaarrr!
__ADS_1
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi ketika bola api emas raksasa menghantam pasukan tersebut, seketika itu juga, seluruh prajurit yang ada di sana langsung terbakar habis oleh api emas, dan kali ini, tidak seorangpun dari mereka yang bisa hidup lagi, karena tidak ada apapun lagi yang tersisa dari tubuh mereka semua.
"Kekuatan mereka memang tidak seberapa, tapi jika mereka menyerang dimensi lain, pasti akan ada kehancuran yang tak terbayangkan" gumam Lin Feng, kemudian melesat terbang meninggalkan tempat tersebut.
Lin Feng kemudian berhenti setelah tiba di istana Dewa dimensi kesembilan, namun saat sampai di sana, dia juga tidak menemukan apapun kecuali bangunan istana yang telah menjadi puing-puing. Dengan kata lain, istana itu tidak diperbaiki setelah hancur saat pertarungan mereka enam tahun yang lalu.
Setelah memeriksa istana yang telah menjadi puing-puing bangunan itu, Lin Feng kemudian melesat terbang menuju ke alam manusia, tapi ia juga tidak menemukan jejak keberadaan Dewa Huo di sana, dan bisa dikatakan bahwa Dewa Huo belum pernah menginjakkan kakinya di alam manusia.
"Kemana dia sebenarnya?" Lin Feng mulai kesal karena tidak kunjung menemukan Dewa Huo dimana pun di dimensi kesembilan ini.
***
Di suatu tempat.
"Apa yang ingin kau laporkan padaku?" tanya Dewa Huo.
"Yang mulia, penguasa dimensi ketujuh ingin melakukan pertemuan dengan semua penguasa" jawab Ji Ling.
"Baik, yang mulia!"
Selain Ji Ling sang penguasa dimensi kesepuluh, dan Yan Baihu sang penguasa dimensi kesebelas, Dewa Huo juga telah berhasil menundukkan dua penguasa dimensi lagi, yaitu Hua Xiong sang penguasa dimensi kedelapan, serta He Jin sang penguasa dimensi keenam.
Dengan kata lain, saat ini Dewa Huo sudah berhasil menguasai empat dimensi lain selain dimensi kesembilan, dan dengan kekuatan dari keempat dimensi ini saja, Dewa Huo sudah bisa dikatakan sebagai penguasa utama, atau penguasa dari para penguasa.
Akan tetapi, Dewa Huo tentunya tidak akan puas jika hanya menguasai empat dimensi saja, karena yang ia inginkan adalah menguasai semuanya, khususnya dimensi pertama yang memang sudah ia incar sejak awal dan merupakan tempat ia berasal.
"Xiao Lang, aku ingin melihat rencana seperti apa yang kau dan Lin Feng siapkan untuk menghadapi ku" gumam Dewa Huo, kemudian mengeluarkan satu giok jiwa dari telapak tangannya.
__ADS_1
"Tapi sebelum pertemuan itu dimulai, sebaiknya aku menundukkan satu penguasa lagi, tidak... sebaiknya aku hanya menyisakan dimensi pertama dan ketujuh saja, agar mereka kehilangan bantuan untuk menghadapi ku nanti" ucapnya, kemudian menghilang dari tempat tersebut.
***
Dimensi ketujuh.
Waktu terus bergulir dengan cepat dan persiapan untuk melakukan pertemuan antar para penguasa sudah mencapai tahap akhir, dan saat ini, mereka hanya perlu menunggu sampai waktu yang dijanjikan untuk mengadakan pertemuan itu tiba.
"Lin Feng, aku ingin mengunjungi Dewi Nuwa, apa kau mau membawaku ke sana?" tanya Xiao Lang.
"Tentu" jawab Lin Feng, kemudian ia membuka gerbang dimensi menuju ke dimensi pertama.
Setelah gerbang dimensi terbuka, Xiao Lang dan Lin Feng kemudian melompat masuk ke dalam gerbang tersebut, tidak lama setelahnya, gerbang itu mulai menutup hingga akhirnya lenyap dari pandangan.
Setibanya di dimensi pertama, Xiao Lang dan Lin Feng langsung pergi menuju ke istana Dewa di Alam Nirvana Agung, namun ketika mereka tiba di sana, Xiao Lang justru dikejutkan oleh sosok Lin Feng yang tengah mengobrol bersama Dewi Nuwa dan yang lainnya.
"Lin Feng? Kenapa kau ada dua?" tanya Xiao Lang yang nampak bingung.
"Kau? Kenapa kalian bisa ada dua?"
Luo Ning juga tak kalah bingungnya dengan Xiao Lang, pasalnya, Lin Feng yang datang bersama Xiao Lang juga bukan Lin Feng yang asli, melainkan hanya bayangannya saja. Padahal, ia sendiri tahu bahwa suaminya itu hanya memiliki satu bayangan saja.
"Tenanglah, aku akan menjelaskan semuanya."
"Bagus! Jelaskan semuanya dan katakan dimana suamiku berada!" ujar Luo Ning.
"Tunggu, apa maksudmu, saudariku?"
__ADS_1
"Pria yang datang bersamamu itu bukan suamiku, melainkan hanya bayangannya saja" jawab Luo Ning.
"Bayangan? Maksudmu?" Xiao Lang malah semakin bingung dan tidak mengerti dengan situasi yang tengah terjadi saat ini.