
Setelah itu, Jin Feng Huang memanggil seluruh murid untuk berkumpul di alun-alun sekte, kemudian ia mengumumkan hukuman yang telah mereka tetapkan untuk Zilong dan Ziling, yaitu tidak lagi menjadi murid khusus para tetua sekte.
Pengumuman ini sontak membuat seluruh murid merasa senang, terutama para murid khusus tetua yang memang sudah tidak menyukai keberadaan mereka berdua, namun masih ada juga yang menganggap bahwa hukuman yang diberikan masih terlalu ringan.
Meski begitu, para murid tetap merasa senang, karena dengan turunnya status mereka berdua menjadi murid biasa, tentu akan mempermudah murid-murid lain untuk menggantikan posisi mereka, juga akan lebih mudah untuk menargetkan keduanya.
"Setelah ini, aku tidak ingin mendengar kejadian yang sama terulang lagi, jika masih ada, maka aku akan mengeluarkannya dari sekte!" ucap Jin Feng Huang dengan tegas.
"Baik, pemimpin" ucap semua murid serempak.
Setelah pengumuman itu selesai, Jin Feng Huang dan para tetua kemudian kembali ke aula pertemuan, begitupula dengan para murid yang ingin melanjutkan aktivitasnya, namun masih ada juga yang tinggal di sana untuk menyapa si kembar.
"Lihat dua bocah malang ini, awalnya mereka diangkat sampai ke langit, tapi kemudian, mereka dijatuhkan kedalam lumpur yang dalam."
"Jika aku jadi kalian, mungkin aku sudah pergi dari sini karena tidak tahan menanggung malu."
Beberapa murid mulai memprovokasi mereka berdua dengan kata-kata hinaan, namun Xie Long masih tetap tenang menanggapi perkataan mereka semua, sementara Xie Ling, ia sudah mulai terbakar amarah.
"Bocah, apa kalian tidak malu tinggal di sini?"
"Aku sarankan, sebaiknya malam ini kalian meninggalkan sekte, agar tidak ada yang melihat wajah memuakkan kalian lagi!"
Xie Long yang sudah tidak tahan, akhirnya angkat bicara, "Aku sarankan kalian pergi sekarang, atau kalian akan bernasib sama seperti sampah tidak tahu diri itu!"
"Hahahaha, apa kau pikir kau bisa melakukan itu pada kami?"
"Tentu saja, tapi maaf, aku tidak mau tanganku dikotori oleh bau sampah" jawab Xie Long, kemudian membawa adiknya pergi dari sana.
"Kau..." salah seorang pemuda hendak menyerang Xie Long, namun tindakannya dihentikan oleh temannya.
"Sekarang bukan waktu yang tepat untuk menghajar bocah sombong itu!"
Hutan belakang sekte.
__ADS_1
Karena sudah tidak memiliki guru lagi, Xie Long dan Xie Ling hanya bisa berlatih sendiri di hutan belakang sekte, yang mana tempat itu dulunya pernah menjadi tempat latihan ayah dan paman mereka, Lin Tian.
Saat keduanya tengah asyik mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari selama satu bulan ini, dari kedalaman tiba-tiba hutan muncul seekor singa berbadan putih dan memiliki sepasang sayap di punggungnya.
Awalnya mereka sempat takut melihat kemunculan singa tersebut, namun setelah melihat orang yang menungganginya, mereka berdua pun akhirnya menghela napas lega, karena orang itu adalah Lin Tian.
"Paman!" ujar keduanya serempak.
"Long'er, Ling'er, apa yang kalian lakukan disini?" tanya Lin Tian, kemudian menghampiri kedua keponakannya itu.
"Paman, aku dan kakak sedang berlatih disini" jawab Xie Ling.
"Berlatih? Lalu dimana guru kalian?"
Ekspresi wajah Xie Ling langsung berubah ketika Lin Tian menanyakan guru mereka, "Kami tidak punya guru" jawabnya lirih.
Lin Tian sangat kaget mendengar jawaban Xie Ling, pasalnya, ia sudah mendengar bahwa kedua keponakannya itu sudah diangkat menjadi murid pemimpin dan para tetua sekte, namun ia tidak ingin mempermasalahkan hal tersebut, karena ia tidak ingin keponakannya semakin sedih.
"Karena kalian tidak punya guru, bagaimana kalau paman saja yang membimbing kalian? Setidaknya sampai kalian menemukan seorang guru yang tepat" ucap Lin Tian.
Lin Tian mengangguk, "Tentu saja dan kebetulan sekali, tempat ini pernah menjadi tempat latihan paman dan ayah kalian dahulu."
Sejak mengikuti Lin Feng dan menjadi saudara angkatnya, kehidupan Lin Tian benar-benar sudah berubah total, ia tidak hanya mendapatkan kehidupan yang lebih baik, tapi juga mendapatkan pencapaian yang cukup membanggakan.
Untuk saat ini, kultivasi Lin Tian sudah berada di ranah Immortal bintang sembilan, dan hanya tinggal menunggu waktu sampai ia bisa menerobos ke ranah selanjutnya. Selain itu, reputasinya di dunia kultivasi juga sangat baik, karena ia mendapat julukan sebagai Dewa Es.
Selain gelar yang ia dapatkan di dunia kultivasi, Lin Tian juga memiliki gelar khusus di kekaisaran Feng, yaitu sebuah gelar yang diberikan secara langsung oleh sang kaisar yang juga merupakan ayah mertuanya, gelar itu adalah Singa kekaisaran Feng.
*
Setelah berbincang-bincang cukup lama, Lin Tian kemudian memulai latihan untuk kedua keponakannya itu, latihan pertama yang ia berikan pada mereka adalah latihan yang sama dengan latihan yang dulu diberikan oleh tetua Liu Changhai kepada dia dan Lin Feng.
"Bertahanlah selama mungkin, jangan turunkan kayu itu sebelum tangan kalian gemetaran" ucap Lin Tian sembari mengawasi kedua keponakannya.
__ADS_1
"Paman, a-aku sudah tidak sanggup."
"Ling'er, jangan mudah menyerah, latihan ini masih berada di tahapan awal dan jika kau menyerah sekarang, maka kau tidak akan pernah bisa menjadi orang yang hebat seperti ayahmu" sahut Lin Tian.
Kemudian, Lin Tian menjelaskan manfaat dari latihan yang mereka jalani sekarang, yaitu sangat berguna untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan tubuh mereka, oleh karena itu, selama latihan ini berlangsung, mereka tidak diizinkan untuk menggunakan energi spiritual.
***
Waktu kian berlalu, matahari yang semula menerangi seluruh daratan, sekarang sudah digantikan oleh rembulan dan jutaan bintang yang menghiasi langit malam, sementara si kembar, saat ini mereka tengah menyantap daging bakar yang disiapkan oleh Lin Tian.
"Paman, bisakah paman menceritakan beberapa hal tentang ayah?" tanya Xie Long.
"Boleh saja, tapi sebelum itu, paman ingin mengingatkan kalian tentang satu hal, apapun yang akan paman ceritakan nanti, paman harap kalian tidak salah dalam menanggapinya, apa kalian mengerti?"
"Kami mengerti!" jawab keduanya serempak.
Setelah itu, Lin Tian menceritakan kisah saat pertemuan pertamanya dengan Lin Feng hingga diangkat menjadi saudaranya, lalu ia juga menceritakan tentang perjuangan Lin Feng saat menyelamatkan dirinya dari tangan asosiasi pembunuh bayaran.
Tidak hanya itu saja, Lin Tian juga menceritakan bagaimana perjuangan keras Lin Feng saat berhadapan dengan musuh-musuhnya, dan terakhir, ia menceritakan betapa Lin Feng sangat menyayangi keluarganya, termasuk Lin Feng yang sanggup mengorbankan nyawa demi melindungi keluarganya.
"Dari semua cerita itu, pelajaran penting apa yang kalian dapatkan?" tanya Lin Tian.
"Ayah adalah orang yang pantang menyerah dan tidak pernah mundur dalam pertarungan, dan sebagai anaknya, aku juga akan melakukan hal yang sama" jawab Xie Ling.
"Long'er, bagaimana denganmu?"
"Sekarang aku paham kenapa ayah selalu tegas padaku, karena ayah ingin aku menjadi seseorang yang bisa diandalkan" jawab Xie Long.
"Mungkin aku tidak akan bisa menjadi seperti ayah, tapi aku pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang pernah ayah lakukan untuk melindungi keluarga" lanjutnya.
"Bagus, paman senang karena kalian bisa mempelajari sesuatu dari cerita yang paman sampaikan" sahut Lin Tian.
"Malam sudah semakin larut, sebaiknya kalian tidur, karena besok ada latihan berat yang sudah menunggu" lanjutnya.
__ADS_1
"Baik paman."