Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-107. Peperangan kedua (2)


__ADS_3

Setelah menyelesaikan ucapannya, Lin Feng kemudian keluar dari formasi pelindung yang ia ciptakan, lalu ia terbang menjauh dari sana, agar dampak pertarungannya dengan Lin Xie Long tidak akan mengenai Luo Ning.


"Zhao Feng, aku sudah mengajarimu banyak hal, dan aku harap kau tidak melupakan semua itu" ucap Lin Xie Long.


"Satu-satunya hal yang kuingat darimu adalah tindakan kurang ajar mu yang berani memukulku!" sahut Lin Feng.


"Hahahaha, bukankah tidak masalah jika guru memukul muridnya sendiri saat muridnya berbuat salah?"


"Lalu, apakah pantas bagi seorang anak memukul ayahnya sendiri?!"


"Sialan! Jangan bawa-bawa ayahku!"


"Kenapa? Apa kau tidak terima kalau ternyata murid mu ini adalah ayahmu sendiri?"


"Sudah kukatakan, jangan samakan ayahku denganmu, bocah sialan!" Lin Xie Long benar-benar kesal karena Lin Feng selalu saja mengungkit ayahnya.


Sebenarnya, apa yang Lin Feng katakan tidak sepenuhnya salah, karena bagaimanapun juga, dia memanglah ayah Lin Xie Long, dan satu-satunya hal yang membedakannya adalah, masa dimana mereka hidup sangat jauh berbeda.


Lin Feng yang merupakan ayah Lin Xie Long, adalah Lin Feng yang hidup di masa lalu, sedangkan Lin Feng yang berhadapan dengan Lin Xie Long adalah Lin Feng yang hidup di masa sekarang. Intinya, keduanya adalah satu orang yang sama namun hidup di masa yang berbeda.


***


Pertarungan antara ayah dan anak itu berlangsung sangat sengit, walaupun sudah mengetahui identitas masing-masing, namun keduanya bertarung dengan sangat serius, seolah-olah yang mereka hadapi saat ini adalah orang lain.


Terutama Lin Feng yang memang sudah menyimpan dendam dengan Lin Xie Long. Pada awalnya, Lin Xie Long adalah salah satu orang yang sangat dihormati oleh Lin Feng, tapi setelah mengetahui identitasnya, entah mengapa rasa hormat itu malah menjadi kebencian.


Meski begitu, kebencian yang ia rasakan tidaklah sebesar kebencian yang ia rasakan pada Dewa Huo, dan daripada disebut kebencian, perasaan itu lebih cocok disebut sebagai kekesalan, karena ia kesal terlambat menyadari identitas gurunya itu.


"Lin Xie Long, saat kau melatihku, apa kau sudah mengetahui siapa aku sebenarnya?" tanya Lin Feng.


"Tentu saja, karena tujuan Dewi Nuwa memintaku ke sana adalah untuk melatih mu" jawab Lin Xie Long.


"Jika kau sudah tahu, kenapa kau masih saja memperlakukanku dengan tidak sopan, bocah sialan!" ujar Lin Feng.

__ADS_1


"Berapa kali harus aku katakan? Kau itu bukan ayahku, jadi tidak ada gunanya aku bersikap sopan padamu!"


"Teknik pedang hampa, tebasan kematian!"


Lin Feng terkejut ketika melihat Lin Xie Long menggunakan teknik pedang hampa, tapi kemudian, ia tertawa senang saat mengetahui penyebabnya, "Hahahaha, aku hampir saja lupa kalau kau itu adalah anakku!"


"Teknik pedang hampa, tebasan kematian!"


Dhuaarrr!


Ledakan dahsyat terjadi ketika dua energi pedang yang sama saling beradu, karena kekuatan yang mereka gunakan seimbang, kedua energi pedang tersebut langsung lenyap seketika itu juga, dan satu-satunya hal yang tersisa dari serangan mereka hanyalah kehancuran.


Pada saat yang bersamaan, keduanya langsung melesat maju dan melanjutkan pertarungan mereka, dari segi kecepatan dan juga kekuatan, keduanya terlihat sangat seimbang, tapi itu karena Lin Feng tidak mengerahkan kemampuannya yang sebenarnya.


"Jurus seribu pedang!" ucap keduanya serempak.


Dhuaarrr!


Dhuaarrr!


"Zhao Feng, kau harus mati agar jiwa ayahku tenang!"


"Justru kaulah yang harus mati agar anakku tidak dihantui oleh jiwamu itu!"


"Teknik pedang hampa, pedang pencabut nyawa!"


Lagi-lagi, keduanya menggunakan teknik yang sama untuk menyerang, dan hasil akhirnya pun juga tetap sama, serangan yang mereka lancarkan langsung lenyap begitu saja saat saling beradu, dan tidak memberikan dampak apapun pada keduanya.


"Tidak, aku tidak bisa terus-terusan seperti ini, dia bukan anakku, jadi tidak perlu memikirkan nyawanya!" ucap Lin Feng dalam hatinya.


Lin Feng melompat mundur untuk menghindari Lin Xie Long, lalu setelah itu, Lin Feng melepaskan aura dewa kematian dari tubuhnya, "Lin Xie Long, maafkan aku!" ucapnya.


Setelah menyelesaikan ucapannya, Lin Feng kemudian menghilang dari pandangan Lin Xie Long, sesaat setelah itu, Lin Feng kembali muncul tepat didepan Lin Xie Long dan pada saat yang bersamaan, Lin Feng juga langsung menusukkan pedangnya tepat di dada Lin Xie Long.

__ADS_1


"Ka-kau..."


"Maaf, tapi aku tidak ingin kau sengsara lebih lama lagi" ujar Lin Feng, lalu menciptakan bola api emas di telapak tangan kirinya.


"Gege, tunggu!" Luo Ning berteriak menghentikan Lin Feng saat ia ingin membakar jiwa Lin Xie Long dengan kekuatan api emas.


"Gege, izinkan aku bicara dengannya sebentar saja" pinta Luo Ning.


Lin Feng menganggukkan kepalanya, "Pengaruh giok jiwa sudah hilang, jadi tidak masalah jika ingin bicara dengannya" ucap Lin Feng.


"I-ibu"


Air mata Luo Ning langsung menetes ketika mendengar pria tua itu memanggilnya dengan sebutan ibu, jiwanya ikut bergetar dan dadanya terasa sesak melihat keadaan pria tersebut. Walaupun dia bukan anaknya, tapi setelah mendengar semuanya, Luo Ning tidak bisa untuk tidak menganggap pria itu sebagai anaknya sendiri.


"I-ibu, ja-jangan menangis" Lin Xie Long meraih pipi Luo Ning dan menghapus air matanya.


"A-ayah, bo-boleh aku memeluk ibu untuk terakhir kalinya?"


Tanpa menunggu persetujuan dari sang suami, Luo Ning langsung memeluk Lin Xie Long dengan sangat erat, kehangatan yang sama langsung menyelimuti tubuh Luo Ning, bahkan perasaan yang ia rasakan sekarang benar-benar sama dengan perasaan saat ia memeluk putranya yang masih berumur tujuh tahun.


Saat melihat pemandangan itu, air mata Lin Feng juga ikut menetes, walaupun sempat kesal dengan Lin Xie Long, namun tetap tidak bisa dipungkiri jika Lin Feng juga menganggap pria tua yang tengah sekarat itu sebagai anaknya sendiri.


"Ning'er, aku harus menyegel jiwanya sekarang" ucap Lin Feng.


"Tidak bisakah kita menyelamatkan nyawanya?"


"Sadarlah Ning'er, dia sudah lama meninggal dan tidak baik jika dia hidup di dunia manusia" jawab Lin Feng.


"Tapi..."


"I-ibu, yang ayah katakan memang benar, aku tidak sepantasnya berada di sini, meski begitu, aku tetap senang karena bisa melihat ibu untuk yang terakhir kalinya."


"Lin Xie Long, aku akan mengembalikan mu ke sisi keluargamu yang sebenarnya" sahut Lin Feng, kemudian membakar tubuh Lin Xie Long dengan api emas.

__ADS_1


Setelah tubuh Lin Xie Long terbakar habis, ekspresi sedih yang ditunjukkan Lin Feng sebelumnya langsung lenyap, tatapan matanya menjadi sangat tajam dan penuh dengan kebencian.


"Dewa Huo, aku pasti akan mencincang tubuhmu menjadi ribuan bagian!"


__ADS_2