
Setelah puas mengobrol dan mengabiskan makanan dan minuman yang dipesan, mereka kemudian mengajak Xie Long untuk berangkat menuju ke kepulauan para Beast, karena penerimaan murid akan segera diadakan.
Disepanjang perjalanan, Xie Long berusaha mengorek lebih banyak informasi lagi mereka mereka, namun sayangnya, tidak ada satupun informasi penting yang ia dapatkan dari obrolan panjang tersebut.
"Adik Long, kau berasal dari mana?"
"Aku berasal dari tempat yang cukup jauh dari sini" jawab Xie Long asal.
"Apa kau anak seorang bangsawan? Maksudku, penampilanmu tidak seperti anak muda pada umumnya."
Xie Long menggeleng pelan, "Aku bukan anak bangsawan, tapi keluargaku memang sedikit berada."
Mau tidak mau, Xie Long harus memberikan informasi palsu mengenai dirinya, karena tidak mungkin ia menjelaskan jika dirinya adalah putra seorang Dewa kematian.
Sebenarnya, tidak salah jika Xie Long menyebut dirinya sebagai bangsawan, karena pada kenyataannya, dia memang keturunan seorang bangsawan ternama di wilayah timur Benua Biru.
"Ternyata begitu? Pantas saja kau tidak keberatan mengeluarkan uang untuk kami."
Sementara Xie Long sedang sibuk mengobrol dengan salah seorang dari mereka, yang lainnya nampak berkomunikasi dengan isyarat mata, dan bisa dilihat dengan jelas jika mereka tengah merencanakan sesuatu.
Karena sudah mengetahui jika Xie Long adalah pemuda kaya, mereka kemudian menyusun rencana untuk menguras kekayaannya demi kepentingan mereka sendiri, bahkan mereka berencana untuk merampas semua sumberdaya miliknya.
Namun, yang tidak mereka ketahui adalah, apa yang sedang mereka rencanakan telah diketahui oleh Xiao Xue yang masih mengawasi mereka, ia bahkan sudah memberitahukan tentang kebusukan mereka pada Xie Long.
"Abaikan saja, karena sekarang masih belum saatnya untuk mencabut nyawa mereka" ucap Xie Long yang tengah berkomunikasi dengan Xiao Xue melalui telepati.
"Baik, tuan!"
"Tapi, bagaimana jika mereka menyerang tuan secara diam-diam?"
"Terserah mereka mau melakukan apa, yang jelas, nyawa mereka sudah ada dalam genggaman tanganku" jawab Xie Long.
"Apa tuan merencanakan sesuatu?"
"Sebelum berangkat, paman Fang Ren memberikan satu jenis racun padaku, dan rencananya, aku akan menjadikan mereka sebagai kelinci percobaan untuk menguji racun tersebut."
"Ternyata begitu? Pantas saja tuan nampak sangat santai."
Du Fang Ren memang pernah memberikan satu jenis racun pada Xie Long, hal ini ia lakukan demi untuk keselamatan Xie Long, karena akan ada masanya dimana ia membutuhkan racun untuk mengalahkan musuhnya.
__ADS_1
Racun yang Du Fang Ren berikan adalah sebuah racun tingkat menengah, atau lebih tepatnya, racun tertinggi diantara semua jenis racun pada tingkat menengah, nama racun itu adalah racun hati.
Dengan adanya racun hati ini, Xie Long dapat dengan mudah mengalahkan musuh-musuhnya, karena keberadaan racun hati sama sekali tidak bisa dideteksi, kecuali oleh orang yang memberikannya.
"Sudahlah, kau tidak perlu terlalu khawatir, aku pasti akan baik-baik saja."
"Baik tuan."
***
Setelah melakukan perjalanan selama dua minggu, Xie Long dan para kultivator itu akhirnya sampai di kepulauan para Beast, dan saat ini, mereka tengah bersiap-siap untuk mengikuti pemilihan murid baru.
Selama dua Minggu ini, para kultivator itu semakin berani menunjukkan belangnya, bahkan mereka tidak segan-segan meminta Xie Long membayarkan segala kebutuhan mereka selama perjalanan.
Tidak hanya itu saja, mereka juga dengan santainya meminta sumberdaya pada Xie Long, jika Xie Long menolak, maka mereka akan memberikan ancaman padanya, yaitu tidak akan membawanya ke kepulauan Beast.
Demi untuk menjalankan sandiwaranya, Xie Long terpaksa mengikuti kemauan mereka, namun sumberdaya yang ia berikan bukanlah sumberdaya tingkat tinggi, melainkan sumberdaya yang sudah tidak ia perlukan lagi.
Selain itu, Xie Long juga memasukkan racun hati kedalam setiap sumberdaya yang ia berikan pada mereka, bahkan sudah tidak terhitung berapa banyak racun hati yang sudah mereka masukkan kedalam tubuhnya.
Dan dengan adanya racun tersebut, Xie Long dapat merenggut nyawa mereka kapan saja dan dimana saja, dan yang ia butuhkan untuk membunuh mereka sekarang hanyalah satu hentikan jari.
"Xie Long, jalankan rencana kita!"
Setelah itu, Xiao Xue melesat terbang mendekati sekte Beast Agung, kemudian melancarkan serangan layaknya hewan buas yang tengah mengamuk.
Dhuaaar!
Dhuaaar!
Serangan yang dilakukan oleh Xiao Xue membuat keadaan menjadi kacau, para murid berlarian menyelamatkan diri, sementara para tetua nampak bersiap-siap untuk menyerang Xiao Xue.
"Jangan panik! Para tetua akan menaklukkan Beast tersebut!" Ujar salah seorang murid senior menenangkan semua murid baru.
"Menaklukkannya? Aku rasa itu hanya ada dalam mimpi kalian" sahut Xie Long.
"Apa maksudmu bocah!?"
"Bukan apa-apa, aku hanya sedang menyampaikan kebenaran."
__ADS_1
"Xie Long, apa yang kau lakukan? Apa kau ingin membuat kita semua berada dalam bahaya?"
"Kita? Sejak kapan ada yang namanya kita?" tanya Xie Long, kemudian menjentikkan jari tangannya.
"Arkhhh!"
Para kultivator yang mengikuti Xie Long sebelumnya berteriak kesakitan, jantung mereka tiba-tiba saja berdetak dengan sangat cepat, bahkan seolah ingin meledak saat itu juga.
Pada saat yang bersamaan, mereka semua juga memuntahkan darah berwarna hitam, yang menandakan jika darah dalam tubuh mereka telah bercampur dengan racun.
"A-apa yang telah kau lakukan pada kami?"
"Hanya memberikan sedikit racun" jawab Xie Long, kemudian mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya.
"Ka-kau..."
Boom!
Tubuh para kultivator yang mengikuti Xie Long sebelumnya tiba-tiba saja meledak dan berubah menjadi kabut darah, dan kejadian itu sontak membuat keadaan di depan gerbang sekte menjadi semakin kacau.
"Saatnya berpesta!" ujar Xie Long kemudian melesat maju dan mulai membantai para murid sekte.
"Dengarkan aku! Siapapun yang bisa membunuh bocah itu, maka akan langsung diangkat menjadi murid dalam!" ujar murid senior sebelumnya.
Perkataan itu membuat para calon murid bersemangat, mereka kemudian mengeluarkan senjata dan menyerang Xie Long bersama-sama, namun ada juga yang memilih untuk meninggalkan tempat tersebut.
Mereka yang memilih pergi, tentu tidak akan dibunuh oleh Xie Long, karena bagaimanapun juga, mereka belum menjadi bagian dari sekte Beast Agung, sedangkan mereka yang memilih tinggal, tentu tidak akan ia biarkan hidup.
"Tujuh tebasan kematian!"
Slash!
Slash!
Tujuh energi pedang melesat dengan kecepatan tinggi dan memotong apapun yang ada dilaluinya, dan hanya dalam hitungan detik, puluhan calon murid dan murid sekte telah meregang nyawa dengan mengenaskan.
Xie Long melompat ke udara, kemudian menciptakan bola api langit di telapak tangannya, lalu ia melempar bola api tersebut kearah para murid sekte Beast Agung yang ada di bawahnya.
Pada saat yang bersamaan, Xie Long juga menggunakan kekuatan mata ungu untuk meningkatkan kekuatan serangannya, sehingga tidak ada seorangpun yang bisa lolos dari kobaran api langit.
__ADS_1
"Xiao Xue, jangan tahan kekuatanmu dan hancurkan semuanya!"
"Dengan senang hati, tuan!" ujar Xiao Xue yang masih dalam wujud Phoenix hitam.