
Dengan kekuatan api emas, Jia Zhen berhasil mengalahkan dan melenyapkan para roh di sana, bahkan ia hampir saja memusnahkan seluruh roh di wilayah pertama.
Setelah semua roh itu menghilang dari pandangannya, Jia Zhen kemudian melanjutkan perjalanan menuju wilayah selanjutnya, namun ia tidak langsung menyimpan pedangnya.
Jia Zhen juga masih menyelimuti pedangnya dengan api emas, agar saat para roh menyerang, ia sudah siap untuk menghadapi mereka, tapi itu tidak mungkin lagi, karena para roh takut dengan api emas.
"Sepertinya mereka tidak akan menyerang lagi" gumam Jia Zhen sembari terus melangkah maju.
"Kak, aku merasakan aura yang sangat dingin dari depan sana."
"Jika tidak salah, aura dingin ini berasal dari api biru, atau yang disebut kekuatan api dingin" sahut Jia Zhen.
Benar saja, tidak lama berselang, Jia Zhen sudah bisa melihat kobaran api emas di depannya, yang menandakan jika dirinya telah berhasil mencapai ujung dari wilayah pertama.
Berbeda dengan wilayah pertama, pada wilayah kedua ini, Jia Zhen justru merasakan dingin yang menusuk ke tulang, tapi setelah itu, energi dingin langsung dinetralkan oleh kekuatan api emas.
"Groaarrr!"
Suara raungan yang sangat kencang menggema di seluruh wilayah kedua, pada saat yang bersamaan, tempat yang semula diselimuti oleh api berwarna biru, mendadak berubah menjadi daratan es.
Tidak lama kemudian, di hadapan Jia Zhen muncul sesosok monster yang tercipta dari es, ukuran tubuhnya juga sangat besar hingga terlihat seperti sebuah gunung es berjalan.
"Sepertinya aku sudah menemukan cara untuk mengalahkan monster ini" gumam Jia Zhen, kemudian menyimpan pedangnya.
Karena lawan yang ia hadapi terbuat dari kekuatan es, maka kekuatan yang paling tepat untuk mengalahkannya adalah api, dan kebetulan, Jia Zhen memiliki api terkuat di alam semesta.
Setelah itu, Jia Zhen menciptakan segel dengan jari-jari tangannya, lalu di bawah kaki monster es raksasa itu muncul sebuah lingkaran sihir berwarna emas yang cukup besar.
"Matilah!"
Wushh!
Api emas muncul dari dalam lingkaran sihir dan langsung menyelimuti monster es tersebut, seketika itu juga, tubuh monster es raksasa itu dibuat meleleh olehnya.
__ADS_1
Hanya dalam hitungan detik, tubuh monster es raksasa itu sudah dilahap habis oleh api emas, bahkan tidak ada apapun lagi yang tersisa dari tubuhnya yang besar itu.
Namun, setelah kekuatan api emas menghilang, daratan es itu tiba-tiba saja bergetar hebat, kemudian monster yang sebelumnya telah meleleh, tiba-tiba saja muncul kembali.
Monster es raksasa itu kemudian mengarahkan tangannya pada Jia Zhen, lalu dari tangannya muncul ratusan tombak es yang langsung melesat kearah Jia Zhen.
Wushh.
Jia Zhen juga tidak mau kalah, ia menciptakan puluhan bola api emas untuk menghadapi serangan itu meski jumlahnya sedikit, namun panas api itu berhasil melenyapkan semua tombak es tersebut.
Tidak hanya itu saja, Jia Zhen juga melompat ke udara kemudian menciptakan bola api emas yang sangat besar, setelahnya, ia melempar bola api itu ke arah monster es tersebut.
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat terjadi saat bola api emas itu menghantam tubuh monster es, dan seketika itu juga, tubuhnya yang sangat besar langsung mencair karena panas yang berasal dari api emas.
Akan tetapi, kejadian yang sama kembali terulang, monster es raksasa itu muncul lagi setelah lenyap oleh api emas, bahkan kekuatan dan ukuran tubuhnya malah semakin besar dari sebelumnya.
Disaat yang bersamaan, tekanan intimidasi yang sangat besar langsung menimpa tubuh Jia Zhen, bahkan tekanan itu sampai memaksanya untuk turun ke daratan.
"Kakak, awas!" ujar Zhen Jia.
Perkataan Zhen Jia membuat Jia Zhen tersentak dan langsung melompat kesamping, jika ia terlambat sedetik saja, mungkin tombak es yang sangat besar itu sudah menancap di tubuhnya.
"Kekuatan monster ini terus bertambah, jika dibiarkan, mungkin kekuatannya akan setara dengan para Dewa" gumam Jia Zhen.
Karena serangan sebelumnya tidak lagi efektif, Jia Zhen memutuskan untuk menggunakan pedangnya lagi, dan kali ini, ia berniat untuk menggabungkan kedua kekuatan dalam dirinya.
Slash!
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat terjadi saat energi pedang berwarna merah keemasan menghantam tubuh raksasa es, serangan itu tidak hanya berhasil memotong tubuhnya, tapi juga berhasil melenyapkannya.
__ADS_1
Jia Zhen memfokuskan pandangannya pada tubuh raksasa es yang telah mencair, dan akhirnya, Jia Zhen menemukan penyebab raksasa es itu tidak bisa dihancurkan.
"Ternyata begitu, pantas saja kau kau bisa hidup lagi setelah dihancurkan."
Setelah mengetahui kelemahan lawannya, Jia Zhen kemudian melesat dengan kecepatan tinggi mendekati raksasa es, disaat yang sama, Jia Zhen juga membentuk segel tangan.
Dhuaaar!
Petir berwarna merah keemasan menyambar tubuh raksasa es yang baru saja utuh, lalu di bawah kakinya juga muncul kobaran api emas yang langsung melahap seluruh tubuhnya.
Alhasil, raksasa es yang baru saja utuh itu kembali mencair dibuatnya, dan saat tubuhnya hendak menyatu lagi, Jia Zhen langsung melempar pedangnya kearah benda kecil yang melayang di udara.
Benda kecil menyerupai kristal itu hancur karena dihantam oleh pedang Jia Zhen, dan seketika itu juga, tubuh raksasa es yang mulai terbentuk, kembali mencair dan akhirnya menghilang secara perlahan.
Pada saat yang bersamaan, daratan yang diselimuti oleh es itu juga ikut menghilang, dan saat ini, Jia Zhen telah kembali ke tempat sebelumnya, yaitu wilayah kedua dalam neraka Asura.
Meski sudah keluar dari daratan es, namun bukan berarti ia sudah keluar dari semua masalah yang ada di sana, karena sekarang, masalah lain sudah menantinya di wilayah kedua tersebut.
"Hah" Jia Zhen menghela napasnya, "sepertinya aku tidak akan bisa istirahat selama berada disini."
Di hadapan Jia Zhen sudah ada ratusan burung Phoenix yang terbentuk dari api biru, meski ukuran tubuh mereka tidak terlalu besar, namun kekuatan mereka jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya.
"Kakak, hanya api emas yang bisa melawan mereka, jadi sebaiknya kakak tidak menggunakan kekuatan petir surgawi."
"Saran yang bagus, terima kasih, Zhen Jia" sahut Jia Zhen, kemudian melesat dengan kecepatan tinggi.
Namun anehnya, semakin Jia Zhen mendekati pasukan burung Phoenix itu, kecepatannya semakin menurun dan kakinya terasa sangat berat, hingga akhirnya, langkah kakinya benar-benar terhenti.
"Ada apa ini? Kenapa sulit sekali untuk melangkah?"
"Hati-hati, mereka mulai menyerang."
Karena sangat sulit baginya untuk bergerak, Jia Zhen hanya bisa bertahan seraya menghindari serangan para Phoenix itu.
__ADS_1
Selain bertahan, Jia Zhen juga berusaha melakukan serangan balasan, namun serangannya selalu gagal mengenai sasarannya.