
Sekte Naga Angin.
"Patriark, ada kabar buruk" ucap salah seorang tetua sekte.
"Kabar buruk apa yang kau bawa?"
"Salah satu kelompok yang memburu pelaku pembantaian sebulan yang lalu telah meninggal."
"Apa!?"
"Benar, patriark! Aku baru saja memeriksa giok jiwa milik mereka dan semuanya telah hancur."
Boom!
Patriark sekte Naga Angin berdiri sembari memukul meja didepannya hingga hancur, kemarahan akibat kematian anggota sekte-nya sebulan yang lalu masih belum hilang dan sekarang, ia dibuat semakin marah karena kematian anggota sekte-nya yang lain.
Satu bulan yang lalu, patriark sekte Naga Angin mengerahkan pasukannya untuk menangkap pelaku pembantaian itu, demi menghemat waktu, iapun membagi pasukan itu menjadi beberapa kelompok, dan masing-masing dari mereka merupakan kultivator hebat yang bisa diandalkan.
Akan tetapi, kabar kematian salah satu kelompok tersebut benar-benar merupakan pukulan menyakitkan baginya. Selama ini, mereka bisa hidup dengan tenang tanpa ada yang berani mengusik, karena kekuatan sekte mereka bukanlah sesuatu yang bisa dipandang dengan sebelah mata.
Tapi sekarang, sekte mereka malah bertemu dengan musuh misterius yang telah membunuh lebih dari dua puluh anggota sekte-nya, dan masalah ini tentunya tidak bisa ia abaikan begitu saja, jika tidak, pasti lebih banyak lagi anggota sekte yang akan menjadi korban.
"Patriark, mohon tenangkan diri Anda, karena kematian salah satu kelompok itu memberikan titik terang untuk kita."
"Apa maksudmu?"
"Sebelum giok jiwa mereka hancur, salah seorang anggota kelompok menyampaikan informasi mengenai musuh padaku."
"Katakan, siapa mereka sebenarnya!?"
Tetua itu mengangguk pelan, kemudian menyampaikan informasi yang ia dapatkan dari anggota kelompok yang dibantai oleh Xie Long.
Pada awalnya, informasi tersebut hanya dianggap sebagai omong kosong belaka, apalagi setelah mengetahui pelaku pembantaian itu hanya dua orang remaja, namun setelah dijelaskan, mereka akhirnya percaya.
"Siapa sebenarnya kedua bocah ini? Bagaimana mungkin mereka bisa memiliki kekuatan luar biasa di umurnya yang masih sangat muda?"
__ADS_1
"Patriark, kita harus membinasakan kedua bocah ini, jika tidak, mereka pasti akan mendatangkan masalah yang lebih besar untuk kita."
"Aku tahu itu, tapi aku punya rencana yang lebih baik" sahut patriark sekte.
"Tetua kedua, panggil seluruh pasukan kembali, kota hentikan pencarian ini sekarang juga!"
Para tetua nampak bingung dan sangat keberatan dengan perintah patriark sekte, tapi setelah ia menjelaskan rencananya, para tetua akhirnya setuju untuk mengikuti saran patriark tersebut.
Patriark sekte Naga Angin tentu tidak akan melupakan dendamnya begitu saja, apalagi karena Xie Long dan Huanran sudah dua kali membantai anggota sekte Naga Angin, yang membuat dendamnya semakin besar.
Namun, rencana yang ia susun masih jauh lebih baik daripada menyerahkan anggota mereka pada kematian. Rencana yang ia maksud adalah, dia berniat mengundang Xie Long dan Huanran untuk bergabung dengan sekte Naga Angin.
Dari informasi yang mereka dengar, sudah bisa dipastikan jika keduanya adalah jenius kultivasi yang jarang ditemui, dan jika keduanya bergabung dengan sekte mereka, tentunya kekuatan sekte mereka akan bertambah.
Tapi, jika Huanran menolak ajakannya untuk bergabung dengan sekte Naga Angin, barulah mereka akan bertindak dan membalaskan dendam tersebut, dan ia akan melakukan hal tersebut di hadapan seluruh murid sekte.
***
Di kedalaman hutan.
Saat ini, mereka tengah berada di tepi danau yang cukup luas, namun sayangnya, Xie Long masih belum juga sadarkan diri, padahal sudah beberapa hari berlalu sejak pertarungan itu selesai.
Meski begitu, Huanran masih setia merawat dan menjaga Xie Long dengan baik, ia bahkan berjuang sendirian melawan para Beast yang datang ke danau itu.
Selain itu, Huanran juga tidak menghiraukan luka yang ia dapatkan dari pertarungannya melawan para Beast, karena yang ada dalam pikirannya hanyalah keadaan Xie Long.
"Zilong, cepatlah sadar, aku benar-benar kesepian" gumam Huanran.
Karena lelah, Huanran kemudian merebahkan tubuhnya di samping Xie Long, tapi sebelum itu, ia sudah memastikan tidak ada ancaman di sekitar mereka, sehingga tidak akan ada yang mengganggu waktu istirahat mereka.
"Zilong, aku menyukaimu" Huanran berucap pelan sembari mengecup dahi Xie Long. Setelah itu, ia memejamkan matanya dan akhirnya tertidur di samping Xie Long.
Satu jam kemudian.
Xie Long akhirnya membuka mata setelah tidak sadarkan diri selama beberapa hari, dan saat membuka mata, ia menemukan Huanran yang tengah tertidur tepat disampingnya.
__ADS_1
Alis Xie Long berkerut saat melihat luka di tubuh Huanran, dan dari bekas luka tersebut, Xie Long dapat mengetahui jika luka itu bukan berasal dari pertarungan mereka sebelumnya, melainkan pertarungan yang mungkin baru saja terjadi.
"Xiao Hua, apa kau terluka karena melindungi ku?"
Kemudian, Xie Long mengarahkan telapak tangannya pada Huanran, lalu ia menggunakan kekuatan api langit untuk menyembuhkan seluruh luka ditubuh gadis bercadar itu.
"Lemah!" ujar sosok yang ada di dalam diri Xie Long.
"Apa maksudmu, sialan!?"
"Kau benar-benar lemah, bahkan menjaga dirimu sendiri saja tidak bisa. Lihat gadis itu, dia terluka sangat parah hanya karena melindungi mu dari para Beast."
"Jadi, dia benar-benar melindungi ku?"
"Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi itulah yang sebenarnya terjadi!"
"Xiao Hua, kenapa kau mau melindungi ku sampai seperti ini?"
"Cihh! Aku tahu kalau kau itu sangat lemah, tapi tidak menyangka jika kau juga sangat bodoh!"
"Dia berani mengorbankan dirinya dan tidak takut pada kematian hanya untuk melindungi mu, menurutmu, apa alasannya melakukan semua itu jika bukan karena menyukaimu?"
Ucapan sosok di dalam dirinya membuat Xie Long terdiam seribu bahasa, ia benar-benar tidak menyangka jika Huanran ternyata menyukai dirinya, dan saat ini, Xie Long akhirnya mengetahui alasan kenapa Huanran ingin mengikutinya.
Selain itu, Xie Long juga mengetahui kenapa tidak ada rasa takut dalam diri Huanran, padahal saat itu Xie Long benar-benar ingin memenggal kepalanya. Ya! Satu-satunya alasan yang masuk akal adalah karena Huanran menyukainya.
"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Maafkan aku, Xiao Hua. Tapi untuk saat ini, aku belum bisa membalas perasaanmu, karena aku sendiri masih belum mengerti dengan perasaanku padamu."
"Tapi kau tenang saja, karena mulai sekarang, akulah yang akan menjagamu" ucap Xie Long, kemudian membelai pipi Huanran dengan lembut.
Namun tidak lama setelah itu, Xie Long langsung menarik tangannya karena Huanran telah membuka matanya, "Zilong, bagaimana keadaanmu?"
"Kau..." Xie Long menggantung ucapannya, ia tidak menyangka jika Huanran masih saja memikirkan keadaan orang lain, padahal keadaannya sendiri sempat tidak baik-baik saja.
"Aku tidak apa-apa" jawab Xie Long.
__ADS_1