
Sementara itu.
Jia Zhen dan anggota pilar kematian terpaksa harus menghentikan perjalanan mereka, karena kini mereka tengah di hadang oleh musuh yang sangat kuat, musuh yang telah menyebabkan Lin Feng terluka parah, yaitu Xin Yi.
"Aku sudah lama mencari kalian, dan tidak menyangka akan bertemu dengan kalian semua di sini" ucap Xin Yi.
"Maaf Tuan, jika boleh tahu, ada urusan apa Tuan mencari kami?" tanya Jia Zhen dengan sopan.
Jia Zhen tentu dapat merasakan aura yang begitu luar biasa dari pria di depannya saat ini, bahkan ia bisa merasakan adanya permusuhan dalam tatapan yang ditunjukkan oleh pria tersebut.
Meski begitu, Jia Zhen masih berusaha untuk bersikap sopan, karena bagaimanapun juga, ia harus mengetahui alasan kenapa pria itu mencari mereka semua dan setidaknya, ia memiliki alasan untuk bertarung dengannya.
"Hahahaha!" Xin Yi malah menanggapi pertanyaan Jia Zhen dengan tawa lantang, "Bocah, apa kau tidak tahu kalau aku sudah membunuh ayahmu?"
Jia Zhen masih terlihat tenang bahkan tidak terlihat marah sedikitpun, tapi bukan berarti Jia Zhen tidak percaya pada pria itu, atau hanya menganggap ucapan Xin Yi sebagai gurauan belaka.
Justru, ia sangat yakin jika pria di depannya itu adalah penyebab dari menghilangnya Lin Feng, karena kekuatan yang dimiliki pria itu bisa dikatakan melebihi kekuatan ayahnya.
"Benarkah? Kalau begitu, kebetulan sekali kita bertemu di sini."
Xin Yi mengernyitkan dahi, ia benar-benar tidak menyangka jika tanggapan Jia Zhen hanya seperti itu saja, padahal, ia sempat membayangkan betapa marahnya putra Lin Feng ketika mengetahui dirinyalah yang telah membunuh ayahnya.
"Menarik, sikapmu benar-benar berbeda dari apa yang aku bayangkan" sahut Xin Yi.
"Memangnya, bagaimana bayanganmu mengenai diriku?" tanya Jia Zhen, masih dengan gayanya yang begitu santai.
"Aku sempat berpikir kalau kau akan marah, bahkan aku sudah membayangkan betapa marahnya dirimu saat mengetahui hal ini, tapi... kau benar-benar berbeda."
Jia Zhen tersenyum, "Jujur saja, aku benar-benar marah, bahkan sangat marah sampai ingin membunuhmu."
"Apa kau bercanda? Aku bahkan tidak merasakan adanya amarah dalam dirimu!"
Jia Zhen kembali tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, "Kenapa aku harus menunjukkan kemarahan-ku padamu? Lagipula, amarah hanya akan menjadi beban pikiran yang sangat mengganggu."
Xin Yi kembali mengerutkan dahi, ia benar-benar bingung dan tidak bisa memahami karakteristik putra Lin Feng yang satu ini. Bahkan, Xin Yi tidak bisa membaca emosinya, karena di wajahnya hanya ada ketenangan yang begitu menyejukkan hati.
Anehnya lagi, amarah dan kebencian dalam diri Xin Yi seperti memudar secara perlahan, dan penyebabnya adalah ketenangan yang ditunjukkan oleh Jia Zhen, bahkan rasa bersalah yang sempat ia rasakan sebelumnya malah kembali muncul dalam dirinya.
__ADS_1
"Ada apa dengan anak ini? Kenapa aku tidak bisa membaca emosinya?"
"Cihh! Bocah ini tidak boleh hidup, jika tidak, dia akan menjadi sosok yang lebih kuat dariku" gumam Xin Yi, kemudian menghilang dari pandangan.
Sesaat kemudian, Xin Yi telah muncul tepat di depan Jia Zhen dan langsung menyerangnya, dan karena gerakannya yang sangat cepat, Huise dan yang lainnya sampai tidak menyadari jika Xin Yi sudah berada di depan Jia Zhen.
Namun sayangnya, serangan yang dilancarkan oleh Xin Yi dengan menggunakan kecepatan yang luas biasa tinggi itu, nyatanya masih berhasil dihindari Jia Zhen dengan mudah.
Di mata Huise dan yang lainnya, serangan Xin Yi mungkin mustahil untuk bisa mereka lihat, apalagi menghindari serangannya, namun di mata Jia Zhen, serangannya justru terlihat dengan sangat jelas.
"Lumayan juga!" ujar Xin Yi, kemudian melancarkan serangan secara beruntun.
Akan tetapi, setiap serangan yang ia lancarkan selalu berhasil dihindari oleh Jia Zhen dengan mudah. Namun, Jia Zhen hanya fokus menghindar saja, karena ia menyadari jika dirinya bukanlah tandingan Xin Yi.
"Ini tidak mungkin! Ayahmu saja tidak luput dari serangan ku, kenapa kau yang hanya seorang bocah malah selalu bisa menghindari serangan ku!" ujar Xin Yi disela-sela melakukan serangan.
"Jika kau menganggap Tuan Muda hanya sebagai bocah, maka kau sudah salah besar!" ujar Lang Diyu.
Xin Yi tersentak, kemudian menghentikan serangannya, ia juga melesat mundur untuk menjauhi Jia Zhen, karena saat menyerangnya barusan, Xin Yi merasakan perasaan aneh dari dalam diri Jia Zhen.
"Apa maksudmu?"
"Paman, kesombongan bukanlah hal yang baik" ujar Jia Zhen menghentikan Lang Diyu dari mengungkapkan identitas dirinya.
"Ma-maaf, Tuan Muda!"
Sementara itu, Xin Yi malah semakin penasaran dengan identitas Jia Zhen yang sebenarnya, apalagi Lang Diyu tidak sempat menyelesaikan ucapannya, yang membuat Xin Yi benar-benar penasaran dengan putra bungsu Lin Feng tersebut.
"Hahahaha!"
Xin Yi tertawa lantang, kemudian ekspresi wajahnya berubah sangat serius, bahkan tatapan matanya menyiratkan kebencian yang sangat besar.
"Aku tidak peduli siapa kau sebenarnya, karena yang aku inginkan hanyalah membunuh kalian semua!" ujar Xin Yi.
Wushh!
Energi yang sangat besar terpancar dari tubuh Xin Yi, yang membuat tubuhnya diselimuti oleh aura yang sangat gelap, bahkan, pancaran energi tersebut memberikan penindasan yang sangat besar pada Jia Zhen dan yang lainnya.
__ADS_1
"Bersiaplah untuk mati!" ujar Xin Yi.
"Lindungi Tuan Muda!"
Huise dan yang lainnya kemudian berpindah ke depan Jia Zhen, meski lawan yang akan mereka hadapi memiliki kekuatan yang begitu dahsyat, namun mereka akan melakukan apapun demi melindungi Jia Zhen.
"Hahahaha! Kalian masih belum pantas menjadi lawan-ku!" ujar Xin Yi, kemudian melesat maju menyerang Huise dan yang lainnya.
Sementara Huise dan yang lainnya tengah bertarung melawan Xin Yi, Jia Zhen yang masih menyaksikan pertarungan mereka, nampak tengah berusaha mencari kelemahan di tubuh Xin Yi.
Namun sayangnya, setelah mengamati untuk waktu yang lama, ia tetap tidak berhasil menemukan kelemahan tersebut, bahkan Xin Yi seperti tidak memiliki kelemahan apapun di tubuhnya.
"Kakak."
"Ada apa, Zhen Jia?"
"Gunakan aku untuk membantu mereka" jawab Zhen Jia dari dalam diri Jia Zhen.
"Maksudmu?"
Kemudian, gumpalan energi berwarna emas keluar dari dalam tubuh Jia Zhen, lalu gumpalan energi itu melayang menghampiri tangan kanan Jia Zhen, dan setelannya, gumpalan energi tersebut berubah menjadi pedang.
"Zhen Jia, apa maksudnya ini?"
"Aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya, tapi intinya, aku bisa mengubah diriku menjadi apapun yang aku inginkan."
Jia Zhen diam sejenak sembari memandangi pedang hitam seperti pedang milik ayahnya, "Ini benar-benar membingungkan" gumamnya.
"Kakak, tunggu apa lagi, bantulah mereka sekarang juga!"
"Baiklah."
Dengan sebilah pedang yang mirip dengan pedang milik Lin Feng di tangannya, Jia Zhen kemudian menghilang dari pandangan. Detik berikutnya, Jia Zhen tiba-tiba muncul dihadapan Xin Yi dan langsung menyerangnya.
Kecepatan Jia Zhen benar-benar sangat luar biasa, bahkan Xin Yi sampai tidak menyadari jika Jia Zhen telah berada di hadapannya, beruntung ia memiliki insting yang begitu luar biasa, jika tidak, serangan Jia Zhen pasti akan mengenainya.
"Sial! Ada apa dengan anak ini?"
__ADS_1
Sama halnya dengan Xin Yi, Jia Zhen sendiri juga tidak menyangka jika kecepatannya telah meningkat dengan begitu pesat, bahkan kecepatan pergerakannya barusan melebihi kecepatan maksimalnya sendiri.
"Kakak, jangan bingung, kecepatan ini adalah gabungan dari kecepatan kita berdua" jelas Zhen Jia.