Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-133. Keputusan Xie Long


__ADS_3

Malam harinya.


Bayangan Lin Feng yang sedang bercengkrama dengan tetua Liu Changhai, terpaksa harus undur diri karena Xie Ling memanggilnya, dan karena Lin Feng sudah berpesan untuk memperlakukan Xie Ling dengan baik, maka dia tidak punya pilihan lain selain mendatanginya.


"Ling'er, kenapa memanggil ayah?" tanya Lin Feng yang sudah muncul di kediaman si kembar.


Xie Ling tidak langsung menjawab, ia beranjak dari tempat duduknya dan langsung memeluk Lin Feng dengan erat, sementara Xie Long, ia nampak masih begitu tenang dan santai, padahal ia sangat iri dengan adiknya yang bisa begitu akrab dengan ayah mereka.


"Ayah, aku sangat merindukan ayah" ucap Xie Ling.


"Benarkah? Bukankah kita sudah sering bertemu?"


"Itu benar! Tapi ayah tidak pernah memperhatikan aku" jawab Xie Ling dengan wajah cemberut.


"Ling'er, ayah bukannya tidak memperhatikanmu, justru ayah selalu mengawasi kalian setiap waktu, tapi semua ini terpaksa ayah lakukan demi kalian berdua" sahut Lin Feng.


Xie Ling masih diam dan tidak mengatakan apapun, ia bahkan menyimpangkan kedua tangannya di dada sembari mengalihkan pandangannya dari Lin Feng, dan tentunya, ia masih dengan wajah cemberutnya itu.


"Baiklah, sebagai permintaan maaf, ayah akan melakukan apapun untukmu" ucap Lin Feng.


"Benarkah?"


"Tentu saja, putriku, kapan ayah pernah berbohong padamu?"


Xie Ling mengalihkan pandangannya lagi pada Lin Feng, namun ekspresi wajahnya masih belum berubah, padahal, dalam hatinya ia sangat senang karena berhasil membuat ayahnya ingin melakukan apapun demi dirinya.


"Tadi siang, pemimpin dan para tetua mendatangi kami, mereka semua ingin menjadikan kami sebagai muridnya, apa ayah punya saran?"


"Memiliki seorang guru memang sangat penting, karena akan ada masanya dimana kalian menemukan jalan yang membingungkan, dan gurulah orang yang akan membantu kalian menemukan jalan yang terbaik."


"Untuk memilih seorang guru, kalian tidak harus melihat seberapa hebat kemampuan dan kekuatannya, tapi lihatlah seberapa luas pengetahuan dan pengalamannya, apa kalian sudah mengerti?"


"Aku malah semakin bingung" jawab Xie Ling.


Berbeda dengan Xie Ling yang masih kesulitan mencerna perkataan ayahnya, Xie Long yang sudah memiliki pemikiran lebih dewasa dari umurnya, nampak sudah memahami maksud dari ucapan ayahnya itu, bahkan ia sudah menemukan cara untuk memilih guru yang tepat untuk mereka berdua.


"Long'er, bagaimana denganmu?"


"Aku sudah mengerti dan sudah menemukan cara yang tepat untuk memilih siapa yang akan menjadi guru kami" jawab Xie Long.

__ADS_1


"Bagus, kau memang bisa diandalkan" sahut Lin Feng.


Malam semakin larut, obrolan antara ayah dan anak itu terpaksa harus diakhiri karena Xie Ling sudah tertidur di pangkuan Lin Feng, lalu setelah memindahkan putrinya ke kamar, Lin Feng kemudian berpamitan kepada Xie Long.


Namun, saat ia hendak pergi meninggalkan kediaman mereka, Xie Long malah menghentikan langkahnya, "Ayah, aku ingin..." Xie Long nampak ragu untuk melanjutkan ucapannya.


"Long'er, ayah selalu memperhatikanmu, bahkan tidak pernah sehari pun ayah lalui tanpa memperhatikan kalian berdua, khususnya dirimu."


"Maksud ayah?"


"Ayah tahu apa yang kau pikirkan, jadi tidak perlu menyembunyikannya lagi."


"Maaf, ayah, aku hanya iri pada Xie Ling yang bisa memeluk ayah dan sangat dekat dengan ayah" sahut Xie Long.


"Apa hanya itu saja yang membuatmu berpikir jika ayah membeda-bedakan kalian berdua?"


"Long'er, kau itu laki-laki, jadi tidak mungkin ayah memanjakan dirimu sama seperti adikmu, jika kau ayah manjakan, maka sampai kapanpun, kau akan tetap menjadi anak yang manja."


"Satu lagi, akan ada masanya dimana ayah tidak bisa menjaga kalian lagi dan saat masa itu tiba, kaulah satu-satunya yang ayah percaya untuk menjaga adik-adikmu, jika saat itu kau masih menjadi anak yang manja, bagaimana kau mau menjaga mereka?"


"Ayah, maafkan aku, seharusnya aku tidak berburuk sangka seperti ini pada ayah."


"Ayah benar! Aku memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga adik-adik" gumam Xie Long.


Setelah Lin Feng pergi meninggalkannya, Xie Long langsung kembali ke kamarnya, namun bukan untuk tidur, melainkan untuk meningkatkan kultivasinya dengan menyerap kristal jiwa yang ia peroleh dari ujian tahap kedua sebelumnya.


Saat ujian kedua berlangsung, Xie Long berhasil mendapatkan lima puluh kristal jiwa, begitu juga dengan Xie Ling, namun mereka berbohong dengan mengatakan hanya mendapatkan tiga puluh kristal jiwa saja, hal itu mereka lakukan agar tidak menarik perhatian banyak orang.


Selain tidak menunjukkan semua kristal jiwa yang mereka dapatkan, keduanya juga tidak membawa burung Phoenix yang mereka temui di hutan, dan hal itu juga mereka lakukan agar tidak menjadi pusat perhatian dan tentunya untuk menghindari kecemburuan yang mungkin akan muncul di hati murid-murid lain.


***


Beberapa hari kemudian.


Seperti biasanya, pemimpin dan para tetua sekte tengah berkumpul di aula pertemuan milik sekte, namun semua orang nampaknya sedang gelisah, karena sampai saat ini, si kembar belum juga datang untuk menentukan siapa yang akan menjadi guru mereka.


"Kenapa mereka masih belum datang? Bukankah ini sudah lewat beberapa hari?"


"Tenanglah, anak-anakku tidak mungkin mengingkari janjinya" jawab Lin Feng.

__ADS_1


"Itu benar, reputasi tetua Lin patut untuk dipertanyakan jika kedua anaknya mengingkari janji" sahut tetua pertama.


Tidak lama kemudian, yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang.


"Hormat pada pemimpin dan para tetua sekalian" ucap si kembar serempak.


"Hahahaha, akhirnya kalian datang juga, katakan, siapa yang kalian pilih?" tanya Jin Feng Huang.


"Pemimpin, sebelum kami memilih, aku ingin mengajukan sebuah permintaan" jawab Xie Long.


"Silahkan."


"Jika diizinkan, kami ingin belajar dengan pemimpin dan para tetua selama beberapa hari secara bergantian" ucap Xie Long.


Jin Feng Huang dan para tetua mengerutkan alisnya ketika mendengar permintaan Xie Long, namun mereka tetap menyanggupi keinginannya itu, karena yang mereka inginkan adalah menjadikan dua anak jenius itu sebagai muridnya.


"Baiklah, aku tidak keberatan dengan keinginanmu itu."


"Aku juga tidak keberatan!"


"Zilong, bukankah kau hanya perlu memilih? Kenapa harus melakukan hal semacam ini?" tanya Jin Feng Huang, ia sepertinya merasakan sesuatu dari ucapan Xie Long barusan.


"Pemimpin, jangan salah paham, aku melakukan hal ini untuk mengetahui siapakah yang memiliki pengetahuan lebih luas" jawab Xie Long tanpa rasa takut sedikitpun.


"Semua tetua di sekte Phoenix Emas memiliki pengetahuan yang luas, mereka juga memiliki kemampuan dan keunikan tersendiri dalam mengajari para murid, jadi kalian tidak perlu meragukan para tetua, khususnya diriku."


"Jika itu memang benar, maka aku dan adikku tidak keberatan jika menjadi murid dari pemimpin dan para tetua sekalian" sahut Xie Long.


"Sebagaimana yang diucapkan oleh tetua keempat sebelumnya, bakat yang tinggi pasti akan semakin berkembang jika memiliki guru yang tepat, dan menurutku, semakin banyak guru maka semakin luas pula pengetahuan yang didapat" lanjutnya.


"Kau benar, tapi memiliki banyak guru juga tidak terlalu baik, karena mungkin saja ada perbedaan yang akan membuat kalian bingung" ucap tetua pertama.


Xie Long menggelengkan kepalanya, "Perbedaan tidak menjadi masalah, karena kami tidak mungkin mempelajari hal yang sama dari para tetua sekalian."


"Misalnya, jika pemimpin sekte mengajari kami tentang cara berkultivasi dengan benar, maka para tetua bisa mengajari hal yang lain, seperti memperkuat kekuatan fisik, teknik pengobatan, teknik membuat pil dan lain-lain."


Jin Feng Huang dan para tetua sekte terdiam, mereka tidak pernah menyangka jika anak berusia dua belas tahun di hadapan mereka saat ini sudah memiliki pemikiran yang luas, padahal, anak seusia mereka seharusnya belum memikirkan hal semacam ini.


"Baiklah, aku menerima keinginanmu ini, tapi suatu saat nanti, kalian tetap harus memilih untuk menjadi murid siapa" ucap Jin Feng Huang.

__ADS_1


__ADS_2