
Pasukan Shen Guoshi masih belum menyadari jika mereka sudah terjerat dalam ilusi yang diciptakan oleh Xiao Lang, dan saat ini, pasukan tersebut tengah menghancurkan apapun yang ada di depannya, padahal yang mereka serang hanyalah ruang hampa tanpa ujung.
Tidak lama kemudian, di depan mereka muncul sejumlah besar prajurit bersenjata lengkap, namun kemunculan para prajurit ini justru membuat mereka ketakutan, pasalnya, prajurit yang baru saja muncul itu bukanlah manusia, melainkan tengkorak yang mengenakan armor lengkap.
"Darimana datangnya monster-monster itu?"
"Siapa yang peduli, tugas kita adalah menghancurkan apapun yang ada didepan kita, termasuk para tengkorak sialan itu!"
"Itu benar! Lagipula mereka hanyalah tulang-belulang, mustahil mereka bisa menghentikan kita semua!"
"Maju! Habisi para tengkorak sialan itu!" ucap salah seorang prajurit memberikan komando.
Kemudian, ribuan prajurit yang terjerat ilusi itu menyerang pasukan tengkorak yang ada didepan mereka, dan hanya butuh waktu kurang dari lima menit bagi mereka untuk menghancurkan pasukan tengkorak tersebut. Namun, saat mereka merasa telah mendapatkan kemenangan, para tengkorak yang telah hancur itu mendadak utuh lagi.
"Apa-apaan ini? Kenapa mereka masih bisa menyatu?"
"Jangan hiraukan hal itu, jika kita bisa menghancurkannya sekali, itu artinya kita bisa menghancurkannya berkali-kali!"
Pertarungan kembali terjadi antara pasukan Shen Guoshi melawan pasukan tengkorak tersebut, tapi kejadian yang sama terulang kembali, tidak peduli berapa kali mereka menghancurkannya, para tengkorak itu akan bangkit seperti semula lagi.
Namun, yang tidak mereka sadari adalah, setiap kali tengkorak itu bangkit dari kehancuran, kekuatan mereka terus meningkat berkali-kali lipat, kekuatan mereka yang awalnya tidak sebanding dengan kekuatan pasukan Shen Guoshi, sekarang malah memiliki kekuatan yang seimbang.
Akibatnya, pasukan tengkorak yang semula sangat mudah dilenyapkan, sekarang malah sangat sulit untuk dihancurkan, bahkan pasukan Shen Guoshi harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menghancurkan pasukan tengkorak tersebut.
"Monster apa mereka sebenarnya? Kenapa kekuatan mereka bisa meningkat dengan sangat drastis seperti ini?"
"Menghindar!"
Slash!
Suara tebasan terdengar dengan sangat jelas, bersamaan dengan itu, suasana di sana mendadak menjadi hening, karena seluruh pasukan Shen Guoshi yang ada di sana sangat terkejut dengan apa yang tengah terjadi di hadapan mereka saat ini.
__ADS_1
Bagaimana tidak? Para tengkorak yang awalnya mereka pandang dengan sebelah mata, nyatanya berhasil merenggut nyawa salah seorang dari mereka.
"I-ini tidak mungkin!" Pandangan semua orang tertuju pada prajurit yang telah mati, mereka sepertinya masih tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan.
"Hancurkan! Hancurkan para tengkorak sialan itu!"
Pasukan Shen Guoshi murka, mereka semua benar-benar tidak bisa menerima kematian temannya begitu saja. Namun, pertarungan mereka sekarang tidak sama seperti pertarungan sebelumnya, karena pasukan tengkorak yang mereka pandang rendah itu telah berubah menjadi pasukan ganas yang siap merenggut nyawa mereka semua.
***
Di dunia nyata.
Shen Guoshi nampak kebingungan ketika melihat hampir setengah pasukan kedua hanya diam mematung di udara, ia sudah mencoba untuk memberikan perintah pada mereka namun hasilnya nihil, karena tidak seorang prajurit pun yang merespon perintahnya.
Tidak lama kemudian, Shen Guoshi lebih dikejutkan lagi saat salah seorang prajurit jatuh ke tanah dengan kepala yang telah terpenggal, ia yang penasaran dengan kejadian itu, mencoba untuk mencaritahu penyebabnya, namun usahanya juga tidak membuahkan hasil apapun.
"Apa yang terjadi? Kenapa mereka semua diam saja?" gumam Shen Guoshi.
"Yang mulia, apa yang harus kita lakukan?" tanya salah seorang prajurit.
"Baik!"
Pasukan kedua yang sempat terhenti karena kejadian aneh yang menimpa sebagian dari mereka, akhirnya mulai bergerak lagi, namun langkah mereka harus terhenti lagi, karena di hadapan mereka sekarang muncul seorang wanita yang tidak lain adalah Luo Ning.
"Jika tidak ingin mati, menyingkir lah dari jalan kami!" ucap salah seorang prajurit.
Luo Ning tidak menghiraukan perkataan prajurit tersebut dan malah mengulang ucapannya, namun dengan versinya sendiri, "Jika tidak ingin mati, menghilang lah dari pandanganku dalam tiga detik."
"Hahaha, sepertinya gadis cantik ini tidak menyadari dengan siapa dia berhadapan sekarang."
"Tiga!"
__ADS_1
Luo Ning menghilang dari pandangan mereka setelah mengucapkan satu kata, sesaat kemudian, beberapa prajurit di barisan terdepan mendadak jatuh ke tanah dengan tubuh yang telah terpotong menjadi beberapa bagian.
"A-apa yang..."
Ucapan prajurit itu belum diselesaikan, namun tubuhnya telah terpotong menjadi beberapa bagian, kemudian diikuti oleh para prajurit lain yang juga mengalami hal yang sama. Prajurit yang tersisa berusaha untuk mencaritahu apa yang terjadi, namun tidak seorangpun dari mereka yang bisa menemukan penyebabnya.
Dibalik awan.
"Istrimu ternyata kejam juga, ya?"
"Ini masih belum seberapa, dia bahkan bisa lebih kejam lagi dariku" jawab Lin Feng.
"Tapi, apa tidak masalah membiarkannya sendirian?"
"Justru aku tidak bermaksud untuk ikut campur, kecuali jika pria itu sudah turun tangan" jawab Lin Feng.
Saat menyadari pasukan kedua Shen Guoshi mulai melakukan pergerakan lagi, Lin Feng langsung meminta Luo Ning untuk mengatasi mereka, alasannya karena Lin Feng tidak ingin menahan istrinya itu lagi, selain itu, Lin Feng juga mengetahui jika istrinya itu memiliki rasa haus darah yang sama dengannya.
Oleh sebab itu, Lin Feng sengaja membiarkan istrinya mengatasi pasukan kedua Shen Guoshi sendirian, agar istrinya itu dapat melepaskan rasa haus akan darah yang sudah sangat lama ia tahan. Selain itu, Lin Feng juga sangat merindukan senyuman istrinya saat ia merenggut nyawa musuh-musuhnya.
Disisi lain.
Pasukan pertama Shen Guoshi sudah mulai kewalahan menghadapi pasukan raja malam, pasalnya, mereka tidak hanya menghadapi pasukan yang sangat kuat, tapi juga menghadapi pasukan yang sangat ganas, bahkan, keganasan yang ditunjukkan oleh pasukan raja malam berhasil membuat mental mereka menciut secara perlahan.
Pasukan raja malam adalah sebuah pasukan yang latih secara khusus oleh Lin Feng sendiri, sehingga, pasukan raja malam ini tidak hanya mahir dalam berperang saja, tapi juga mahir dalam melakukan pembantaian sama seperti Lin Feng. Jadi, sangat wajar jika pasukan ini tidak memiliki rasa belas kasihan kepada musuh-musuhnya, karena memang itulah yang diajarkan oleh Lin Feng pada mereka.
Saat ini, pasukan pertama Shen Guoshi tengah diselimuti oleh kengerian dan rasa takut yang tidak bisa diungkapkan, bahkan, mereka merasa seperti tidak berperang dengan pasukan bangsa manusia, melainkan berperang dengan pasukan yang jauh lebih ganas dan lebih mengerikan daripada pasukan bangsa iblis.
"Sial! Kenapa malah seperti ini?!"
"Dewa Huo, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Shen Guoshi mencoba untuk meminta pendapat dari tangan kanannya itu, namun ia tidak mendengar jawaban apapun darinya.
__ADS_1
"Dewa Huo, kenapa kau..." ucapan Shen Guoshi terhenti ketika menyadari bahwa Dewa Huo tidak ada di sana.
"Cihh, kemana perginya si sialan itu?!"