
Dimensi kesembilan.
Persiapan panjang yang dilakukan oleh Dewa Huo akhirnya berhasil diselesaikan dan saat ini, ia tengah menemui Shen Guoshi untuk menyampaikan kabar gembira tersebut. Selain itu, Dewa Huo juga ingin membujuk Shen Guoshi agar menyerang dimensi pertama sesegera mungkin.
Akan tetapi, yang dilakukan oleh Dewa Huo bukanlah demi kebaikan Shen Guoshi, melainkan demi kebaikannya sendiri, karena semakin cepat Shen Guoshi menyerang dimensi pertama, maka semakin cepat pula tujuannya untuk menguasai dimensi kesembilan tercapai.
Jika tujuan Dewa Huo menguasai dimensi kesembilan bisa segera dicapai, maka akan semakin cepat pula Dewa Huo menjalankan rencananya, dan dimensi kesembilan akan ia jadikan tempat mengumpulkan kekuatan serta pasukan untuk mencapai tujuannya tersebut.
"Dewa Huo, aku harap kau memiliki kabar baik untukku" ucap Shen Guoshi.
"Kebetulan sekali, yang mulia. Tujuan hamba datang menemui yang mulia memang untuk menyampaikan kabar baik" jawab Dewa Huo.
"Benarkah, kabar baik apa yang ingin kau sampaikan itu?"
"Yang mulia, persiapan untuk menyerang dimensi pertama telah selesai, dan kita bisa berangkat ke sana serangan sekarang juga. Selain itu, aku juga telah menyiapkan lima ratus ribu prajurit dengan masing-masing kekuatan di ranah puncak kultivasi" jelas Dewa Huo.
"Hahahaha, apa kau berencana untuk menghancurkan dimensi pertama?"
"Yang mulia, hanya sekedar menyerang saja rasanya tidaklah seru, jadi aku putuskan untuk sekalian menghancurkannya saja."
"Bagus! Persiapkan mereka dan kita akan berangkat sebentar lagi!"
"Baik, yang mulia" jawab Dewa Huo, kemudian pergi dari sana.
Setengah jam kemudian.
Lima ratus ribu prajurit berkumpul luar istana Dewa, mereka semua terlihat sudah sangat siap untuk menyerang dan menghancurkan dimensi pertama, dan saat ini, mereka tengah menunggu kedatangan Shen Guoshi dan Dewa Huo, karena tanpa kedua sosok tersebut, lima ratus ribu prajurit itu tidak akan bisa melakukan apapun.
"Hormat kami, yang mulia!" ucap seluruh prajurit sembari berlutut pada Shen Guoshi.
"Hahahaha, sungguh pasukan yang luar biasa! Dengan pasukan sekuat ini, aku yakin tidak akan ada lagi yang bisa menghalangiku menggapai tujuanku!"
"Kau salah, Shen Guoshi, mereka bahkan tidak bisa dibandingkan dengan pasukan yang telah aku siapkan secara khusus" ucap Dewa Huo dalam hatinya.
"Dengarkan aku! Hari ini kita akan pergi ke dimensi pertama, tujuan kita datang ke sana hanya ada satu, yaitu menyerang dan menghancurkan dimensi pertama."
__ADS_1
"Baik, yang mulia!"
Setelah menyampaikan beberapa hal kepada pasukannya, Shen Guoshi kemudian meminta Dewa Huo membuka gerbang menuju dimensi pertama. Dan ketika gerbang dimensi terbuka, Shen Guoshi langsung memimpin pasukan tersebut masuk kedalamnya.
***
Dimensi pertama.
Malam semakin larut, suasana di kerajaan Dunia Bawah sudah semakin sunyi, karena semua penduduknya sudah tenggelam dalam dunia mimpi mereka masing-masing. Hal yang sama juga terjadi di istana kerajaan dan saat ini, semua orang sudah terlelap kecuali Lin Feng dan Xiao Lang yang masih mengobrol di ruang keluarga.
"Jadi, kemana tujuan kita selanjutnya?"
Lin Feng menggelengkan kepala, "Aku masih belum memikirkan tujuanku selanjutnya, tapi jika kau mau ikut, maka itu akan menjadi tugasmu" jawab Lin Feng.
"Tugasku? Sejak kapan kau berani memberiku tugas?"
"Jika mau ikut denganku, jangan harap bisa bersantai, dan salah satu tugasmu adalah menentukan tujuan selanjutnya."
"Apa kau menganggap ku sebagai bawahan mu?"
"Hah" Xiao Lang menghela napas panjang, "Baiklah, aku akan memikirkannya nanti" ucapnya, kemudian berdiri dan beranjak pergi dari sana.
"Aku ingin istirahat, kau juga sebaiknya beristirahatlah, aku yakin istrimu sudah lelah menunggumu" lanjutnya.
Lin Feng tersenyum mendengar perkataan Xiao Lang, "Sepertinya kau sangat pengertian, ya."
"Aku sudah menikah jauh lebih dulu darimu, jadi aku tahu apa yang membuatmu tidak bisa berpikir jernih" Xiao Lang menjawab tanpa menoleh kebelakang.
Setelah Xiao Lang tidak terlihat lagi, Lin Feng kemudian beranjak dari tempat duduknya dan langsung kembali ke kamarnya. Dan saat ia membuka pintu, dirinya langsung disambut dengan pelukan hangat dari sang istri.
"Maaf sudah membuatmu menunggu" ucap Lin Feng membalas pelukan istrinya.
"Aku baru saja kembali dari kamar anak kita."
"Ini sudah larut, apa mereka berdua terbangun?"
__ADS_1
Luo Ning menggelengkan kepala, "Mereka masih tidur, sepertinya mereka kelelahan setelah bermain dengan Gege."
Lin Feng melonggarkan pelukannya, lalu mendaratkan kecupan mesra di dahi Luo Ning kemudian berlanjut ke bibirnya. Setelah itu, Lin Feng menggendong Luo Ning dan membawanya ke tempat tidur, tentunya setelah ia mengunci pintu kamar mereka.
***
Dinginnya angin malam tidak lagi dirasakan oleh dua insan yang baru saja selesai memadu kasih, meski tubuh mereka tidak diselimuti oleh sehelai benangpun, namun kehangatan yang berasal dari tubuh keduanya seolah menjadi perisai yang membuat udara dingin tidak bisa menyentuh tubuh mereka.
"Kau lelah?"
"Sedikit... memangnya kenapa?"
Lin Feng menggelengkan kepalanya, "Bukan apa-apa, aku hanya tidak ingin istriku ini kelelahan saja, karena hari-hari setelah ini pasti akan sangat melelahkan untukmu."
"Melelahkan?"
"Merawat mereka berdua bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi aku tidak ada disini, sudah pasti kau akan sangat kerepotan mengurus mereka."
"Aku tidak sendirian, Gege. Karena ada ibu, Zhu Lien dan juga Zhu Ling yang selalu membantuku mengurus si kembar, jadi Gege tidak perlu khawatir."
"Benarkah? Kalau begitu..." Lin Feng menghentikan ucapannya, kemudian berpindah keatas tubuh Luo Ning dan menggunakan kedua lengannya untuk menopang berat badannya, "Mari kita lanjutkan!"
"La-lagi? Ta-tapi..." Luo Ning belum sempat menyelesaikan ucapannya namun bibir Lin Feng telah mendarat di bibirnya. Dan pada akhirnya, mereka berdua melanjutkan aktivitas melelahkan itu untuk yang kedua kalinya.
Esoknya.
Suasana di istana kerajaan Dunia Bawah nampak jauh lebih ramai daripada sebelumnya, karena saat ini, seluruh keluarga Lin Feng sudah berkumpul lagi di istana kerajaan Dunia Bawah, termasuk tetua Liu Changhai dan Sun Xiang, begitu juga dengan Luo Yuan yang merupakan saudara ipar Lin Feng.
"Lin Tian, dimana anakmu?" tanya Lin Feng menanyakan keberadaan keponakannya.
"Saat sampai di sini, ia langsung mengajak ibunya ke kamar si kembar, mungkin dia merindukan kedua adik kembarnya itu" jawab Lin Feng.
"Yasudah, kalau begitu mari ke meja makan, semua orang sudah berada di sana sekarang."
Lin Tian mengangguk pelan, kemudian mengikuti Lin Feng ke meja makan. Setelah berada di sana, Lin Feng kembali memperkenalkan Xiao Lang dan Shen Long kepada semua keluarganya, dan hal yang dirasakan oleh Lin Hua sebelumnya juga dirasakan oleh Lin Jianheeng dan yang lainnya.
__ADS_1
"Semuanya, tidak perlu sungkan seperti itu, karena mulai sekarang, aku akan menjadi bagian dari keluarga kalian" ucap Xiao Lang.