Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-117. Kabar bahagia


__ADS_3

Istana kerajaan Dunia Bawah.


"Saudaraku, kapan kau akan memulai perjalananmu?" tanya Xiao Lang.


Lin Feng menggelengkan kepalanya, "Aku sendiri masih belum tahu, karena yang ingin aku lakukan sekarang hanyalah menghabiskan waktu bersama keluargaku."


"Selain itu, aku juga harus melatih Sun Xiang agar menjadi lebih kuat lagi, karena aku ingin menjadikan dia sebagai penguasa dimensi pertama, itupun kalau dia mau menerimanya."


"Sun Xiang, ya? Aku rasa pilihanmu itu sangat tepat, karena menurut pandanganku, dia adalah pemuda berbakat dan memiliki banyak talenta, dan aku yakin dia sangat cocok bila menjadi penguasa" sahut Xiao Lang.


"Lalu, bagaimana dengan si kembar? Aku dengar kau sudah menyegel kekuatan mereka, apa itu tidak akan mempersulit mereka nantinya?"


"Tentu saja tidak, justru segel itu akan membantu dan mempermudah mereka nantinya" jawab Lin Feng.


Setelah lama mengobrol, Xiao Lang kemudian berpamitan kepada saudara angkatnya itu, karena ia harus segera kembali ke dimensi ketujuh. Selain itu, ia juga harus mempersiapkan dirinya untuk menduduki singgasana sang penguasa semesta.


Tidak lama setelah Xiao Lang pergi, Luo Ning datang menghampiri Lin Feng yang masih berada di halaman istana, "Gege, ada yang ingin aku sampaikan" ucapnya.


"Katakan saja, Ning'er."


"Aku..." Luo Ning nampak ragu untuk mengatakan isi pikirannya.


Lin Feng mengerutkan alisnya, "Apa ada masalah?"


Luo Ning menggelengkan kepalanya, "Sebenarnya bukan masalah, aku ingin mengatakan kalau aku sedang hamil."


"Ka-kau apa?"


"Aku hamil lagi, Gege."


"Hahahaha!" Lin Feng tertawa lantang mendengar kabar bahagia yang disampaikan oleh istrinya itu, "Ini sungguh berita yang menggembirakan, istriku" ucapnya, kemudian memeluk Luo Ning dengan erat.


"Apa yang lainnya sudah tahu?"


"Belum, aku masih merahasiakannya dari mereka."


"Baiklah, malam ini kita harus mengadakan pesta besar-besaran agar mereka semua mengetahui kabar gembira ini."


Kemudian, Lin Feng memanggil Huise dan yang lainnya, lalu ia memerintahkan mereka bertujuh pergi ke Benua Biru untuk menjemput keluarganya, termasuk kaisar Feng dan juga kaisar Yuan yang merupakan kakeknya.

__ADS_1


Selain ketiga kaisar tersebut, Lin Feng juga meminta mereka untuk menjemput pemimpin serta seluruh tetua sekte Phoenix Emas, karena pesta yang akan ia adakan itu tidak akan lengkap tanpa kehadiran mereka, khususnya tetua Liu Changhai yang merupakan guru Lin Feng.


"Huise, aku ingin kau pergi ke Alam Nirvana Agung untuk menjemput Dewi Nuwa dan Lao Tzu."


"Dan kau Yin Ouyang, aku ingin kau menjemput paman Bei dan keluarganya di Negeri Lima Benua" lanjutnya.


"Baik, Tuan!" jawab keduanya serempak.


Lin Feng mengangguk pelan, "Kalian boleh pergi sekarang."


Setelah itu, mereka bertujuh pergi meninggalkan Dunia Bawah untuk menjalankan tugas masing-masing, Zhu Lien bertugas menjemput keluarga Lin, Zhu Ling menjemput pemimpin serta para tetua sekte Phoenix Emas, sedangkan Heilong menjemput kaisar Feng, lalu Lang Diyu menjemput kaisar Yuan dan Du Fang Ren menjemput kaisar Luo.


"Sayangnya Xiao Lang sudah pulang, jika tidak, kehadirannya pasti akan membuat pesta ini semakin lengkap" gumam Lin Feng.


***


Sore hari.


Sejak pagi, suasana di istana kerajaan Dunia Bawah nampak sangat ramai, karena semua orang tangah sibuk mempersiapkan acara pesta yang akan diadakan malam ini, ada yang mempersiapkan aula pesta dan ada pula yang menyiapkan makanan.


Sementara itu, Lin Feng masih berdiri didepan gerbang kerajaan menunggu kedatangan keluarga yang lain, ia juga terlihat kesal karena sampai saat ini belum ada satupun dari mereka yang datang.


Tidak lama kemudian, sebuah gerbang dimensi terbuka di depan gerbang kerajaan, lalu dari dalamnya keluar Zhu Lien bersama dengan Lin Jianheeng dan seluruh anggota keluarga Lin.


"Hah" Lin Feng menghela napas lega, "Akhirnya datang juga" gumamnya, kemudian menghampiri mereka.


"Selamat datang, kakek" ucapnya, kemudian berlutut untuk menghormati kakeknya itu.


Kemudian, Lin Feng juga melakukan hal yang sama pada pamannya, begitupun dengan para tetua klan dan anggota klan, hanya saja, Lin Feng tidak membungkuk atau berlutut pada mereka, melainkan merekalah yang berlutut padanya.


"Feng'er, ada apa ini? Kenapa kau tiba-tiba saja mengadakan pesta?" tanya Lin Jianheeng.


"Akan aku jelaskan nanti, sekarang lebih baik kakek dan yang lainnya beristirahat di istana" jawab Lin Feng.


Lin Jianheeng memandangi cucunya itu dengan tatapan curiga, "Apa kau menyembunyikan sesuatu dari kakek mu ini?"


Lin Feng hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan kakeknya, "Jangan salah paham kakek, aku tidak menyembunyikan apapun."


Ketika mereka tengah mengobrol, gerbang dimensi lainnya terbuka tidak jauh dari mereka, lalu dari dalamnya keluar Zhu Ling bersama pemimpin serta tetua sekte Phoenix Emas. Pada saat Lin Feng menyambut kedatangan mereka, empat gerbang dimensi kembali terbuka, mereka adalah rombongan dari empat kekaisaran yang baru saja datang.

__ADS_1


***


Malam harinya.


Karena Lin Feng ingin mengadakan pesta besar-besaran, iapun memilih halaman istana sebagai tempat untuk mengadakan acara. Pada awalnya, ia ingin mengadakannya di dalam istana, namun karena ia juga mengundang seluruh penduduk kerajaan, jadi halaman istana adalah tempat yang tepat untuk acara tersebut.


"Apa semuanya sudah datang?" tanya Lin Feng yang baru saja keluar dari dalam istana bersama Luo Ning, kedua anaknya dan juga ibunya.


Para penduduk kerajaan, para prajurit istana serta seluruh anggota klan Lin langsung berlutut, "Hormat, yang mulia!" ucap mereka serempak.


Lin Feng menganggukkan kepala dan meminta mereka untuk berdiri lagi, "Terima kasih karena kalian semua sudah mau datang, malam ini ada dua hal yang ingin aku sampaikan pada kalian dan dua hal ini jugalah yang menjadi alasan diadakannya pesta ini" ucapnya setelah semua orang berdiri.


"Pertama, pesta ini sengaja aku adakan untuk merayakan kemenangan yang telah berhasil kita raih, sekaligus merayakan bebasnya alam semesta dari cengkeraman kegelapan."


"Lalu yang kedua, ada berita bahagia yang ingin aku sampaikan pada kalian semua" Lin Feng diam sejenak, kemudian mengalihkan pandangannya pada Luo Ning, "Saat ini, Luo Ning sedang mengandung anak ketiga ku."


Semua orang nampak terkejut dengan perkataan Lin Feng dan langsung mengarahkan pandangannya pada Luo Ning, seolah-olah meminta kepastian dari perkataan Lin Feng barusan.


"Ning'er, apa yang dikatakan suamimu itu benar?" tanya Lin Hua.


Luo Ning tersenyum sembari mengangguk pelan, "Benar, Bu. Saat ini aku sedang mengandung."


"Hahahaha!" suara tawa kebahagiaan menggelegar di halaman istana, mereka yang tertawa bahagia adalah keempat kaisar dan juga Lin Jianheeng.


"Aku akan memiliki cucu lagi!" ujar Luo Ming An.


Disaat yang bersamaan, para penduduk kerajaan, para prajurit dan semua anggota klan Lin langsung berlutut seraya berkata, "Selamat untuk yang mulia!"


Kemudian, satu-persatu mereka semua mengucapkan selamat pada Lin Feng dan Luo Ning, dan setelah semuanya selesai mengucapkan selamat, Lin Tian dan Feng Yue Yin melangkah maju menghampiri keduanya.


"Kakak, selamat untukmu, dan aku juga punya kabar bahagia" ucap Lin Tian.


"Benarkah? Apa itu?"


"Istriku juga tengah mengandung" jawab Lin Tian.


"Hahahaha! Ini kabar yang sangat menggembirakan, saudaraku dan selamat untukmu" sahut Lin Feng.


Pertama, semua orang dibuat bahagia ketika mendengar kabar mengenai kehamilan Luo Ning, lalu kebahagiaan mereka kembali ditambah lagi dengan kabar kehamilan istri Lin Tian, dan pada akhirnya, malam itu mereka lalui dengan perasaan bahagia yang sangat besar.

__ADS_1


(End)


__ADS_2