
Xie Long kemudian pergi meninggalkan Huanran yang masih membisu, biasanya dia akan menghentikan Xie Long atau berusaha mengikutinya, tapi kali ini, perkataan Xie Long benar-benar berhasil membuatnya bungkam.
"Nenek..."
Ingatan masa lalu kembali muncul dalam benak Huanran, ingatan yang memberikan kekuatan padanya, ingatan yang membuatnya mampu bertahan sampai saat ini, dan ingatan yang membuat hatinya semakin yakin jika masa depannya adalah Xie Long.
"Zilong, aku akan membuatmu yakin jika aku adalah masa depanmu!" ujar Huanran, kemudian bergegas menyusul Xie Long yang sudah sangat jauh darinya.
"Zilong, tunggu!"
"Apa lagi?"
"Aku mohon, izinkan aku ikut bersamamu, jika kau mengizinkannya, aku berjanji tidak akan banyak bicara" pinta Huanran.
"Kau hanya akan menjadi beban untukku!" sahut Xie Long.
Huanran menggeleng, "Tidak! Aku berjanji tidak akan menjadi beban, aku akan bertarung bersamamu, aku akan melakukan apapun untukmu, jadi aku mohon... izinkan aku pergi bersamamu!"
Xie Long menghentikan langkahnya, kemudian menoleh pada Huanran, wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi apapun membuat Huanran sedikit takut, bahkan ia tidak berani menatap mata Xie Long secara langsung.
"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Ingat, jangan sampai kau membuatku kesal!"
"Terima kasih, Zilong!"
"Namaku Lin Xie Long."
"Aku lebih suka memanggilmu Zilong."
"Yasudah, terserah kau saja!"
***
Hari-hari kembali berlalu dengan cepat, sudah lebih dari satu Minggu berlalu sejak Xie Long meninggalkan kota Petir, dan selama itu pula, perjalanannya ditemani oleh Huanran.
Awalnya Xie Long berharap agar gadis bercadar itu melakukan kesalahan atau bersikap seperti sebelumnya, agar dia punya alasan untuk meninggalkan ataupun mengusir Huanran, namun sayangnya, sikap Huanran benar-benar berubah total.
Ia yang sebelumnya banyak bicara dan memiliki sikap yang menyebalkan, sekarang malah lebih banyak diam, bahkan tingkah menyebalkan yang selalu membuat Xie Long kesal, sepertinya sudah benar-benar hilang dari dalam dirinya.
Selain jauh lebih tenang dan tidak banyak bicara, Huanran juga membuktikan bahwa dirinya tidak menjadi beban untuk Xie Long, bahkan sering kali ia ikut bertarung saat Xie Long menghadapi Beast yang kuat, ataupun Beast dalam jumlah banyak.
"Kau banyak berubah, ya?"
"Hmm?"
"Aku tidak bermaksud apa-apa, hanya sekedar kagum dengan perubahan sikapmu."
"Aku memang seperti ini sejak dulu."
"Benarkah?"
Huanran mengangguk, "Aku bersikap menyebalkan hanya untuk menarik perhatian orang lain, karena selama ini aku selalu diabaikan oleh orang-orang di sekitarku."
__ADS_1
"Bagaimana dengan keluargamu, apa mereka juga bersikap seperti itu padamu?"
"Keluargaku... mereka sudah lama meninggal."
"Maaf!"
"Untuk apa?"
"Karena telah mengingatkanmu pada keluargamu yang sudah tiada" jawab Xie Long.
"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan."
"Kau berasal dari mana?"
"Dari suatu tempat yang sangat jauh."
Ketika tengah mengobrol, insting Xie Long tiba-tiba merasakan keberadaan bahaya di sekitar mereka, karena penasaran, ia kemudian melepaskan kekuatan jiwanya, dan benar saja, mereka tengah diawasi oleh sekelompok orang.
"Ada apa, Zilong?"
"Sepertinya kita harus bertarung" jawab Xie Long.
Tidak lama setelah Xie Long menyelesaikan ucapannya, orang-orang yang sebelumnya mengawasi mereka akhirnya muncul, jumlah mereka sekitar sepuluh orang dengan masing-masing kultivasi berada di ranah Heaven Spiritual.
"Kami benar-benar tidak menyangka jika akan menemukan sepasang kekasih yang tengah tersesat di hutan."
"Bos, aku rasa mereka tidak tersesat."
"Maksudmu?"
"Hahahaha!" para kultivator itu tertawa lantang ketika mendengar perkataan salah seorang temannya.
Sementara itu, Xie Long dan Huanran hanya diam membisu mendengar percakapan para kultivator tersebut, bukan karena merasa takut pada para kultivator tersebut, mereka berdua tengah mengamati kekuatan musuh yang akan mereka hadapi.
"Yang tertinggi berada di ranah Heaven Spiritual bintang delapan, dan aku yakin dialah yang memimpin kelompok ini" Huanran berucap pelan.
"Mereka masih bukan apa-apa" jawab Xie Long, kemudian menarik pedang yang terletak di punggungnya.
"Wah, wah, sepertinya mereka tidak terima karena kita ganggu."
"Hahahaha! Bukankah memang ini yang kita inginkan?"
Xie Long tersenyum dibalik penutup wajahnya, kemudian ia menghilang dari pandangan semua orang, sesaat kemudian, ia telah muncul lagi di hadapan salah seorang dari mereka, dan bersamaan dengan itu, kepala pria tersebut mendadak lepas dari tempatnya.
"Satu selesai!" ujar Xie Long, kemudian menyerang pria yang berada disisi kanannya.
"Habisi dia!" ujar pemimpin kelompok tersebut.
Delapan kultivator maju secara bersamaan dan menyerang Xie Long, sementara pemimpin mereka malah mengarahkan pandangannya pada Huanran. Senyum sinis terbentuk di bibirnya ketika melihat kecantikan Huanran dari balik cadar transparan yang ia gunakan.
"Aku harus memiliki gadis cantik ini." gumamnya, kemudian melesat kearah Huanran.
__ADS_1
Disisi lain, Xie Long nampak masih fokus menghadapi delapan kultivator yang lain, ia bahkan tidak merasa khawatir sedikitpun pada Huanran, padahal, kekuatan pemimpin kelompok tersebut tidak bisa dipandang dengan sebelah mata.
"Kau akan menjadi milikku!" ujar pemimpin kelompok setelah berada di hadapan Huanran.
Disaat yang bersamaan, pemimpin kelompok tersebut mengarahkan kedua tangannya untuk menangkap Huanran, namun sayangnya, Huanran telah lebih dulu menghilang sesaat sebelum sepasang tangan itu berhasil menggapai tubuhnya.
Wushh!
Boom!
Detik berikutnya, Huanran telah muncul dibelakang pemimpin kelompok tersebut dan dengan santainya, Huanran melayangkan tendangan ke kepala pria itu, yang membuatnya terlempar hingga menabrak pohon sampai pohon itu hancur karenanya.
"Cihh! Wanita sialan! Aku tidak akan mengampuni mu!"
Pemimpin para kultivator itu benar-benar kesal dan marah pada Huanran, ia bahkan telah mengeluarkan sebilah pedang dari cincin penyimpanannya untuk menghadapi Huanran, sedangkan Huanran sendiri, ia masih terlihat diam seperti sebelumnya.
Disisi lain.
Musuh yang Xie Long hadapi, kini hanya tersisa lima orang saja, sementara yang tiga lainnya telah lebih dulu menyusul teman mereka yang pertama, keadaan mereka bertiga pun tidak jauh berbeda, yaitu mati dengan kepala terpenggal.
Kengerian mulai nampak di raut wajah mereka berlima, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan selain melawan, karena tidak ada yang ingin mati sia-sia tanpa melakukan perlawanan.
Kalaupun mereka kabur dan berhasil lolos, mereka juga tidak akan selamat, karena pemimpin mereka yang sebenarnya pasti akan membunuh mereka, apalagi jika mengetahui bahwa mereka berlima telah melarikan diri dari pertarungan.
Dengan kata lain, mereka sudah tidak memiliki jalan untuk selamat, kecuali dengan mengalahkan dan membunuh Xie Long, itupun jika mereka benar-benar berhasil melakukanya, jika tidak, mereka akan tetap mati di tangan Xie Long.
"Jurus pedang satu tebasan!"
Slash!
Dua lagi nyawa berhasil direnggut oleh Xie Long dengan menggunakan satu serangan, namun kali ini bukan kepala mereka yang terpenggal, melainkan tubuhnya yang terpotong menjadi dua bagian.
"La-lari! Dia bukan manusia!" ujar salah seorang dari mereka yang masih hidup.
"Jangan harap!"
"Tujuh tebasan kematian!"
Tujuh energi pedang berbentuk bulan sabit dengan ukuran yang cukup besar, tercipta dari tujuh tebasan yang Xie Long lakukan, ketujuh energi pedang itu melesat dengan kecepatan tinggi dan memotong apapun yang mereka lewati.
Pada akhirnya, tiga kultivator yang tersisa berhasil dilenyapkan oleh Xie Long, namun kematian mereka jauh lebih mengerikan daripada yang lainnya, karena tubuh mereka telah terpotong menjadi beberapa bagian.
"Huanran, sudah saatnya kita pergi dari sini, jadi cepatlah!" ujar Xie Long.
Huanran mengangguk, kemudian bersiap untuk merenggut nyawa pemimpin kelompok tersebut.
"Tu-tunggu!"
"Ka-kalian tidak bisa membunuhku, a-aku adalah anggota sekte Naga Angin, jika kalian membunuhku, maka kalian akan diburu oleh pasukan sekte."
"Benarkah?"
__ADS_1
Pemimpin kelompok itu mengangguk dengan cepat, "Jika kalian ingin selamat, sebaiknya lepaskan aku dan ikut aku ke sekte Naga Angin!"
"Maaf, aku lebih suka membantai kalian semua!" ujar Xie Long, kemudian mengangguk pada Huanran dan seketika itu juga, Huanran langsung merenggut nyawa pemimpin kelompok tersebut.