Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-154. Kasih sayang seorang kakak


__ADS_3

Hutan para monster.


Beberapa Minggu telah berlalu sejak Lin Tian dan Xie Long menginjakkan kakinya di hutan para monster, selama beberapa Minggu itu, mereka berdua terus menyusuri hutan dan telah menghadapi berbagai macam Beast Monster yang kuat.


Selama beberapa Minggu itu pula, Sun Xiang terus melakukan penyerapan saat mereka beristirahat, dan saat ini, tingkat kultivasinya telah meningkat sebanyak dua bintang, yang artinya kultivasi Xie Long saat ini berada di ranah Earth Spiritual bintang tujuh.


"Paman, kita sudah menyusuri hutan ini selama beberapa Minggu, sumberdaya yang kita kumpulkan juga sudah banyak, apa tidak sebaiknya kita pulang sekarang?"


Lin Tian menggelengkan kepalanya, "Belum saatnya untuk kembali, karena masih banyak tempat yang belum kita kunjungi, khususnya puncak gunung tersebut" ucapnya seraya mengarahkan telunjuknya ke puncak gunung.


"Selain itu, kau juga belum menggunakan mutiara naga yang paman bawa dari dasar danau" lanjutnya.


Saat memasuki danau, Lin Tian benar-benar berhasil menemukan mutiara naga yang tertinggal di sana, tidak hanya satu atau dua mutiara naga saja, tapi ia berhasil menemukan lima mutiara naga sekaligus.


Dua diantaranya telah ia berikan kepada Xie Long, lalu dua butir lagi akan ia berikan kepada Xie Ling, sedangkan yang terakhir akan ia berikan kepada anaknya. Lin Tian sengaja memberikan satu mutiara kepada anaknya, karena dia tidak memiliki kekuatan darah naga didalam tubuhnya.


Selain itu, kekuatan sesungguhnya dari mutiara naga juga akan muncul jika diberikan kepada orang yang memiliki kekuatan darah naga, jika diberikan kepada orang yang tidak memilikinya, maka potensi sebenarnya dari mutiara tersebut tidak akan bisa keluar.


"Paman, apa tidak masalah memberikan dua mutiara padaku dan Ling'er?"


"Kau tenang saja, kakakmu tidak akan iri pada kalian, lagipula, dia sanggup memberikan apapun untuk adik-adiknya" jawab Lin Tian.


Sama halnya dengan Lin Tian, Lin Chen juga memiliki sikap baik dan sangat murah hati, ia juga sangat menyayangi Xie Long dan Xie Ling, bahkan ia tidak ragu-ragu untuk menggunakan kemampuannya demi membantu kedua adiknya itu.


Jika saja peristiwa yang dialami oleh si kembar saat di sekte sampai terdengar ke telinganya, maka sudah bisa dipastikan jika Lin Chen akan mengerahkan kekuatan kekaisaran untuk memburu orang-orang yang sudah mengganggu kedua adiknya itu.


Dalam segi kekuatan, Lin Chen mungkin tidak sebanding dengan kedua adiknya, namun dari segi kekuasaan, bisa dikatakan tidak ada yang mampu menandinginya di kekaisaran Feng ini, karena kedua pamannya mau memberikan apapun yang ia inginkan.


Kasih sayang kaisar Feng dan kedua putranya, membuat Lin Chen bisa melakukan apapun yang ia inginkan, termasuk menggerakkan pasukan kekaisaran, oleh karena itu, para penduduk ibukota kekaisaran memberikan julukan khusus untuk dirinya, yaitu Kaisar Muda.


***

__ADS_1


Istana kekaisaran Luo.


"Ling'er, apa kau disini?"


"Kakak! Aku disini!" ujar Xie Ling, kemudian menghampiri sepupunya yang tidak lain adalah Lin Chen.


"Hahaha, aku kira siapa yang berteriak di istana ku ini, rupanya cucuku sendiri."


Lin Chen mengalihkan pandangannya pada Luo Ming An yang baru saja datang bersama Luo Ning, kemudian ia menghampiri mereka berdua dan memberikan hormatnya pada mereka.


"Lin Chen memberi hormat pada kakek dan ibu."


"Berdirilah, Chen'er, seorang kaisar harusnya tidak mudah menundukkan kepala" ucap Luo Ming An.


"Kakek benar, tapi sudah sepantasnya aku menundukkan kepala pada kakek dan ibuku sendiri."


"Chen'er, dimana ibumu?"


"Lalu, kau datang bersama siapa?"


"Aku datang bersama beberapa prajurit kekaisaran" jawab Lin Chen.


"Yasudah, ajak adikmu mengobrol di taman, ibu dan kakek masih ada urusan penting yang harus di bahas."


"Baik, Bu" sahut Lin Chen, kemudian mengajak Xie Ling ke taman istana.


Setibanya di taman istana, Lin Chen kemudian meminta adiknya itu untuk menceritakan tentang pengalaman mereka selama berada di sekte, karena sejak kedua adiknya itu masuk ke sekte, ia belum pernah mengunjungi mereka sama sekali.


Pada awalnya, Xie Ling hanya menceritakan hal-hal biasa kepada kakak sepupunya itu, mulai dari ujian masuk hingga mereka yang diperebutkan oleh para tetua sekte, namun kemudian, ia tanpa sengaja menceritakan peristiwa buruk yang pernah menimpa mereka sebelumnya.


Lin Chen yang mendengar hal itupun langsung berdiri dari tempat duduknya, "Ling'er, katakan padaku siapa saja orangnya!"

__ADS_1


Xie Ling menggelengkan kepala, "Kakak, masalahnya sudah selesai, jadi jangan dipikirkan lagi" ucapnya.


"Kalian boleh saja menganggapnya selesai, tapi bagaimana dengan orang-orang itu? Apakah mereka benar-benar menganggap masalah ini selesai begitu saja seperti kalian?"


"Ling'er, orang-orang seperti mereka ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, jika tidak diberi pelajaran yang berarti, mereka tidak akan pernah merasa jera!"


"Katakan saja, siapa mereka dan berapa banyak jumlah mereka?"


Xie Ling kembali menggelengkan kepalanya, ia tetap menolak untuk mengatakan siapa saja yang telah mengganggu dia dan kakaknya, karena selain tidak mengenal mereka, ia juga tidak ingin menimbulkan keributan lagi di sekte Phoenix Emas.


"Hah" Lin Chen menghela napas panjang, "Baiklah, jika kau tidak mau mengatakannya juga tidak apa-apa, tapi lain kali, jangan biarkan mereka mengganggumu, apa kau mengerti?"


Xie Ling mengangguk, "Jika mereka masih melakukan itu, aku akan segera melapor pada kakak" ucapannya.


"Bagus, dan saat kau melaporkan hal itu, aku akan memberikan mereka pelajaran yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan!"


***


Hutan para monster.


Setelah mendapatkan beberapa tanaman herbal langka, Lin Tian kemudian membawa Xie Long naik ke puncak gunung di hutan para monster, karena sudah saatnya bagi Xie Long untuk meningkatkan kekuatannya ke tingkatan yang lebih tinggi lagi.


Setibanya di puncak gunung, Lin Tian kemudian meminta Xie Long untuk menyerap energi yang terkandung dalam mutiara naga, ia juga memintanya menyerap energi dari beberapa sumberdaya tingkat tinggi yang telah berhasil mereka kumpulkan sebelumnya.


"Paman, apa ini tidak terlalu berlebihan?"


"Bagi seorang kultivator, tidak ada yang namanya berlebihan, jadi jangan banyak bertanya dan lakukan saja seperti yang paman perintahkan!"


"Baik, paman!" ujar Xie Long, kemudian mengeluarkan kedua mutiara naga serta beberapa kristal jiwa tingkat tinggi dari dalam cincin penyimpanannya.


Setelah itu, Xie Long membawa semua sumberdaya tersebut ke pinggir danau lava dipuncak gunung, lalu ia duduk dan meletakkan semua sumberdaya itu di depannya, termasuk kedua mutiara naga yang melayang di udara.

__ADS_1


Xie Long menarik napas panjang, kemudian mengeluarkannya secara perlahan dari mulut, hal itu ia lakukan berulang-ulang untuk mendapatkan ketenangan diri dan juga pikirannya, dan setelah benar-benar tenang, barulah Xie Long memulai proses penyerapan tersebut.


__ADS_2