
Istana Dunia Bawah.
Setelah berhasil membinasakan pasukan musuh yang menyerang, Lin Feng dan pasukannya kemudian kembali ke dunia bawah dan saat ini, ia tengah mengumpulkan semua orang di aula pertemuan untuk membahas masalah penyerangan yang baru saja terjadi.
"Sekarang, aku ingin mendengar pendapat kalian mengenai masalah ini" ucap Lin Feng setelah menceritakan semuanya kepada mereka.
"Tuan, aku rasa pendapat kami semuanya sama, yaitu kita harus membalas perbuatan mereka."
"Aku sependapat dengan Lang Diyu, kita memang harus membalas perbuatan mereka, setidaknya, mereka harus menerima ganjaran karena sudah berani menyerang dimensi kita" Yin Ouyang menambahkan.
"Aku rasa itu tidak perlu dilakukan" sahut Huise.
"Memangnya kenapa? Apa kau ingin membiarkan masalah ini berlalu begitu saja?" tanya Lang Diyu.
Huise kemudian menjelaskan alasan kenapa dia tidak setuju dengan saran Lang Diyu. Pertama, mereka sudah membinasakan pasukan serta penguasa dimensi kesembilan, jadi menurutnya, tidak akan ada gunanya lagi jika mereka melakukan serangan balasan terhadap dimensi kesembilan.
Alasan yang kedua, menurut Huise, tidak semua orang di dimensi kesembilan bersalah dalam hal ini, terlebih lagi, dalang dibalik penyerangan ini adalah Dewa Huo, jadi ia sangat yakin jika orang-orang dimensi kesembilan tidak mengetahui apapun.
Dengan kata lain, jika mereka melakukan serangan balasan ke dimensi kesembilan, maka merekalah yang akan dianggap sebagai pihak yang bersalah, dan tidak menutup kemungkinan jika penguasa dimensi yang lain akan menganggap mereka sebagai pihak yang akan memulai kehancuran.
"Jadi, sebaiknya kita tidak melakukan serangan balasan, tapi itupun jika Tuan setuju dengan saran ku" ucap Huise menyelesaikan penjelasannya.
"Bagaimana dengan yang lain?" tanya Lin Feng.
"Saudaraku, maaf jika aku ikut campur, tapi menurutku, apa yang dikatakan oleh Huise ada benarnya juga, dan bisa saja memang inilah yang diinginkan oleh Dewa Huo untuk menjebak mu" ucap Xiao Lang.
"Feng'er, ibu memang tidak mengetahui apapun mengenai masalah ini, tapi perkataan mereka berdua memang benar, sebaiknya lupakan saja masalah peperangan ini dan fokuslah pada misi mu" sahut Lin Hua.
Lin Feng diam sejenak sembari memikirkan keputusan apa yang akan ia ambil, "Baiklah, kalau begitu kita lupakan saja masalah ini dan aku harap, kalian semua setuju dengan keputusanku ini" ucap Lin Feng.
Sebenarnya Lin Feng sendiri ingin melakukan serangan balasan, karena bagaimanapun juga, ia tidak bisa menerima penyerangan itu begitu saja. Namun setelah ia memikirkan dampak buruk yang akan terjadi, ia akhirnya memutuskan untuk melupakan masalah tersebut.
"Lalu, bagaimana dengan Dewa Huo?" tanya Xiao Lang.
"Karena dia adalah dalang dari penyerangan ini, aku yakin dia sekarang ada di dimensi kesembilan, jadi kita harus segera menyusulnya ke sana" jawab Lin Feng.
__ADS_1
"Kapan kita akan berangkat?"
"Kita akan berangkat besok!"
Di dalam kamar.
Setelah kembali dari medan perang, Luo Ning langsung menuju ke kamar anak-anaknya, walaupun ia mengetahui jika kedua anaknya dalam keadaan baik-baik saja, namun rasa khawatir dan takut akan kehilangan mereka berdua membuatnya tidak bisa tenang.
"Ning'er, kau menangis?"
Luo Ning mengusap air mata yang mengalir di pipinya, "Aku hanya takut kehilangan mereka berdua."
"Itu tidak akan terjadi, karena aku akan melakukan apapun demi melindungi mereka berdua" sahut Lin Feng.
"Tapi bagaimana jika Dewa Huo menyerang saat Gege tidak ada di sini?"
"Ning'er tenanglah..."
"Bagaimana aku bisa tenang saat nyawa anak-anakku terancam bahaya?!"
Lin Feng memeluk Luo Ning untuk memberikan ketenangan padanya, "Apa kau masih percaya padaku?" tanya Lin Feng dan hanya dijawab dengan anggukan oleh Luo Ning.
"Janji?"
"Aku berjanji!"
Setelah berhasil menenangkan istrinya, Lin Feng kemudian keluar dari kamar dan pergi ke halaman istana untuk menemui Xiao Lang.
"Bagaimana keadaan istrimu?"
"Dia masih memikirkan perkataan Shen Guoshi, padahal dia sendiri yang membunuhnya, tapi entah kenapa dia tidak bisa berhenti merasa khawatir" jawab Lin Feng.
"Lalu bagaimana denganmu?"
"Maksudmu?"
__ADS_1
"Lin Feng, kau memang terlihat tenang, tapi aku yakin kau juga merasakan hal yang sama seperti istrimu" jawab Xiao Lang.
"Aku baik-baik saja" sahut Lin Feng.
"Kau tidak bisa menyembunyikan niat membunuhmu dariku, jadi bagaimana mungkin itu bisa dianggap baik-baik saja?"
"Jika aku tidak baik-baik saja, aku pasti sudah pergi ke dimensi kesembilan untuk menghancurkan apapun yang ada di sana."
***
Dimensi kesembilan.
"Hahahaha!"
Suara tawa yang disertai dengan pancaran aura kekuatan membuat seluruh istana Dewa bergetar, bahkan suara tawanya sampai menggema dan terdengar ke seluruh penjuru istana. Dia adalah Dewa Huo, yang tertawa bahagia atas keberhasilan rencananya.
Berkat kelicikannya, Dewa Huo berhasil menyingkirkan Shen Guoshi tanpa harus turun tangan secara langsung, dengan kata lain, tujuannya untuk menguasai dimensi kesembilan telah berhasil dicapai tanpa adanya hambatan sedikitpun dan saat ini, ia hanya perlu menyusun rencana lain untuk mencapai tujuannya yang kedua.
"Tujuanku untuk menguasai dimensi ini telah tercapai, sekarang waktunya untuk menggapai tujuan yang kedua" gumam Dewa Huo.
"Tapi, sepertinya aku belum bisa merayakan keberhasilan ini sekarang, karena aku yakin Lin Feng akan segera datang ke sini" lanjutnya.
Meski rencananya untuk menguasai dimensi kesembilan berjalan dengan sangat mulus, namun Dewa Huo masih belum bisa merasakan ketenangan walaupun hanya untuk sesaat, dan hal itu dikarenakan musuh terbesarnya masih ada di luar sana, bahkan Dewa Huo sangat yakin jika Lin Feng akan datang ke dimensi kesembilan.
"Sepertinya aku harus menyiapkan hadiah untuk menyambut kedatangannya nanti" ucap Dewa Huo, kemudian beranjak dari singgasananya.
Setelah itu, Dewa Huo pergi ke suatu tempat yang berada diluar alam para Dewa, atau lebih tepatnya di sebuah pengunungan yang berada diantara alam manusia dan alam Dewa. Dan di pegunungan itulah Dewa Huo menyembunyikan pasukan khusus yang telah ia siapkan selama berada di dimensi kesembilan.
"Hormat kami, yang mulia" ratusan ribu prajurit berlutut dan memberi hormat pada Dewa Huo.
"Tidak lama lagi, akan ada yang datang ke dimensi ini, dan aku ingin kalian menyambut kedatangannya" ucap Dewa Huo.
"Yang mulia, berapa banyak prajurit yang harus dikerahkan?"
"Tidak banyak, cukup dua puluh ribu pasukan saja, dan sisa akan tetap berada di tempat ini."
__ADS_1
Dewa Huo sengaja tidak mengerahkan semua pasukannya, karena yang ia inginkan bukanlah peperangan, melainkan hanya pesta penyambutan kecil-kecilan untuk Lin Feng. Lagipula, dia akan rugi sangat besar jika mengerahkan seluruh pasukannya untuk menghadapi Lin Feng nantinya.
"Baik, yang mulia!"