Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-105. Kemunculan Dewa Hua


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu sejak Dewi Nuwa dan yang lainnya datang ke dimensi kesepuluh, namun sampai saat ini, belum ada juga tanda-tanda kemunculan Dewa Huo. Meski begitu, mereka semua masih tetap setia menunggu karena Lin Feng sangat yakin jika Dewa Huo akan datang ke sana.


Saat ini, kepemimpinan sudah diserahkan sepenuhnya kepada Lin Feng, karena hanya dialah yang dianggap pantas untuk memimpin pasukan tersebut dalam peperangan nantinya, tapi tentunya, hal ini sudah disetujui oleh semua pihak, sehingga tidak terjadi pertentangan ataupun perbedaan pendapat.


"Lin Feng, apa kau benar-benar yakin jika Dewa Huo akan datang? Maksudku, bagaimana kalau ternyata dia tidak datang dan malah menyerang dimensi pertama dan ketujuh?"


"Kau tenang saja, Dewa Huo tidak akan melakukannya dan dia pasti akan datang ke sini" jawab Lin Feng.


"Lin Feng, kau sendiri pasti sudah tahu bagaimana liciknya Dewa Huo, dan tidak menutup kemungkinan jika berkumpulnya kita disini sudah termasuk dalam rencananya" sahut Xiao Lang.


"Kau benar, semua ini mungkin sudah ada dalam rencana Dewa Huo, tapi dia tetap tidak akan menyerang dimensi pertama atau ketujuh, dan kalaupun dia memang melakukannya, dia tetap tidak akan mendapatkan apapun."


"Maksudmu?"


"Tujuan utama Dewa Huo adalah untuk menguasai alam semesta ini dan untuk mencapai tujuannya itu, dia harus melenyapkan kita bertiga, yaitu aku, kau dan Dewi Nuwa."


"Jika dia menyerang dimensi pertama atau ketujuh, tentu saja dia tidak akan mendapatkan apapun, karena kita semua sudah ada di sini, dan bisa dikatakan bahwa memang inilah yang diinginkan oleh Dewa Huo, karena dia bisa melawan kita sekaligus."


"Ucapan mu cukup masuk akal" sahut Xiao Lang.


Lin Feng berdiri dari tempat duduknya, "Kumpulkan semua prajurit, ada yang ingin aku sampaikan pada kalian semua" ucapnya.


"Baik!" ujar Xiao Lang, kemudian meninggalkan Lin Feng dan langsung mengumpulkan seluruh prajurit.


Setelah semua orang berkumpul, Lin Feng kemudian menghampiri mereka semua, lalu ia mengatakan jika Dewa Huo sedang dalam perjalanan menuju ke dimensi kesepuluh, jadi ia meminta mereka semua untuk bersiap-siap untuk segera berangkat menuju Alam Dewa.


Ketika mendengar ucapan Lin Feng, mereka semua terlihat kaget, terutama Xiao Lang yang beberapa saat lalu berbicara dengan Lin Feng, bahkan ia masih ingat saat Lin Feng mengatakan jika dirinya sendiri tidak tahu kapan Dewa Huo akan datang, tapi sekarang ia malah mengejutkan mereka semua dengan perkataannya.


"Lin Feng, bukankah sebelumnya kau..."

__ADS_1


"Benar, aku berkata seperti itu sebelumnya karena belum merasakan keberadaannya, tapi beberapa saat yang lalu, aku bisa merasakan keberadaannya dengan sangat jelas."


"Yang Lin Feng katakan memang benar, aku juga merasakan aura keberadaan Dewa Huo" sahut Dewi Nuwa membenarkan.


"Baiklah! Kalau begitu mari kita menyambut kedatangannya!" ujar Xiao Lang.


Lin Feng mengangguk, kemudian membuka gerbang dimensi menuju ke alam Dewa dimensi kesepuluh, lalu setelah itu, ia memimpin seluruh pasukan memasuki gerbang dimensi yang sudah ia buka.


Di alam Dewa dimensi kesepuluh.


Saat ini, Lin Feng dan pasukannya sudah berada di alam Dewa dimensi kesepuluh, tepatnya di dekat istana Dewa yang telah hancur karena peperangan sebelumnya.


Ada dua alasan yang membuat Lin Feng memilih alam Dewa sebagai tempat peperangan mereka, pertama karena tempat itu memang sudah menjadi medan perang, kedua adalah untuk menghindari hancurnya alam manusia karena dampak peperangan.


"Mereka datang!" ucap Lin Feng.


Sesaat setelah Lin Feng menyelesaikan ucapannya, di udara muncul sebuah gerbang dimensi yang sangat besar, kemudian dari dalam gerbang tersebut keluar Dewa Huo bersama seratus ribu pasukannya.


"Hahahaha!" Dewa Huo tertawa lantang, "Ini merupakan kehormatan bagiku karena bisa disambut oleh tiga Dewa terhebat di alam semesta ini" ucapnya.


"Dewa Huo, apa yang telah kau lakukan pada delapan penguasa yang lain?" tanya Dewi Nuwa.


"Delapan penguasa?" Dewa Huo terlihat bingung dengan pertanyaan Dewi Nuwa, "Ah, ya! Sekarang aku ingat, delapan penguasa yang kau maksud itu adalah delapan sampah yang tidak berguna itu, kan?"


"Sampah? Siapa yang kau sebut sebagai sampah?!"


"Hahaha, tentu saja delapan penguasa itu, karena bagiku, mereka semua tidak ada bedanya dengan sampah yang sangat tidak berguna!" jawab Dewa Huo.


"Sampah, ya? Bukankah kau juga pantas disebut sebagai sampah? Tidak... kau itu justru jauh lebih rendah dari sampah!" sahut Lin Feng.

__ADS_1


"Benarkah? Tapi aku tidak merasa begitu."


Lin Feng mengangkat sudut bibirnya, lalu mengeluarkan pedang Dewa Asura dari cincin penyimpanannya, "Aku rasa sudah tidak ada lagi yang bisa kita bicarakan, jadi lebih baik kita akhiri sekarang saja" ucapnya.


"Tidak masalah, tapi sebelum itu, ada hadiah yang ingin aku berikan kepada kalian berdua" sahut Dewa Huo.


Setelah itu, Dewa Huo menjentikkan jari tangannya dan pada saat yang bersamaan, di sampingnya muncul seorang pria tua yang langsung membungkukkan badannya pada Dewa Huo.


"Hormat hamba, yang mulia" ucap pria tua tersebut.


"I-ini tidak mungkin!"


Xiao Lang nampak sangat terkejut dengan kemunculan pria tua itu, bahkan Shen Lang dan seluruh prajurit dari dimensi ketujuh juga menunjukkan ekspresi yang sama dengan Xiao Lang.


Bagaimana tidak, pria tua yang saat ini tengah membungkuk pada Dewa Huo adalah pria yang sangat mereka kenali, bahkan mereka semua pernah berhadapan dengan pria tersebut, khususnya Xiao Lang.


"Saudaraku, ada apa?" tanya Lin Feng.


Xiao Lang seperti tidak mendengarkan pertanyaan Lin Feng, bahkan tatapan matanya tidak lepas dari pria yang berada di samping Dewa Huo.


"Dewa Huo, apa yang kau lakukan pada jiwa Ziran?!"


Ya! Pria yang baru saja dipanggil oleh Dewa Huo itu tidak lain adalah Ziran, sosok luar biasa yang pernah mengacau dan membuat dimensi ketujuh berguncang karena ulahnya.


"Hahahaha! Aku tidak melakukan apapun, aku hanya membangkitkan jiwanya agar dia bisa bertemu denganmu lagi" jawab Dewa Huo.


Sementara itu, Lin Feng yang awalnya tidak mengerti apapun, akhirnya mulai memahami situasi yang tengah terjadi saat ini, dan walaupun ia tidak mengetahui siapa pria yang dipanggil oleh Dewa Huo, tapi ia yakin jika pria itu adalah musuh Xiao Lang.


"Keterlaluan! Kenapa kau membangkitkan dia? Apa kau masih tidak puas dengan kekacauan yang sudah kau ciptakan saat ini?"

__ADS_1


"Puas? Aku akan merasa puas setelah berhasil menguasai alam semesta ini, dan sebelum tujuan itu tercapai, aku tidak akan pernah merasa puas!"


"Maaf saja, tapi tujuanmu itu tidak akan pernah bisa kau capai!" sahut Lin Feng.


__ADS_2