
Setelah mengetahui jika yang ia kejar hanyalah seorang remaja, gadis cantik itupun memutuskan untuk pergi dari sana, namun langkahnya terhenti ketika Xie Long mendadak muncul didepannya seraya mengarahkan tatapan tajam padanya.
"Katakan, apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?" tanya Xie Long.
"Maaf aku tidak butuh apa-apa dari seorang bocah!"
"Lalu kenapa kau membuntuti ku? Apa jangan-jangan..." Xie Long sengaja menghentikan ucapannya untuk melihat reaksi wanita itu.
"Jangan-jangan apa? Aku tidak bermaksud apa-apa padamu dan sebaiknya kau jangan macam-macam padaku!"
Xie Long mengangkat sudut bibirnya ketika mendengar perkataan wanita cantik itu, dan entah kenapa, dalam benaknya tiba-tiba saja muncul pikiran jahil.
"Oh, memangnya kenapa kalau aku macam-macam, Nona?" tanya Xie Long dengan tatapan mata yang sulit diartikan.
Wanita yang awalnya sangat percaya diri saat membuntuti Xie Long, sekarang nyalinya malah menciut melihat tingkah Xie Long yang mulai terlihat aneh, dan entah mengapa, dalam benaknya malah muncul pikiran buruk yang mungkin saja akan Xie Long lakukan padanya.
"Ja-jangan mendekat!"
"Kenapa? Bukankah kau sendiri yang mengejar ku?"
"I-itu..." habis sudah, dia benar-benar tidak memiliki alasan apapun lagi untuk membantah perkataan Xie Long.
"Maafkan aku, aku benar-benar tidak bermaksud untuk menyinggung mu, jadi lebih baik kita sudahi saja semua ini sekarang."
"Tidak semudah itu, Nona. Kau sudah berani membuntuti ku, jadi menurutku, kau menginginkan sesuatu dariku, dan sekarang, aku juga menginginkan hal yang sama!"
Rasa takut mulai menyelimuti gadis itu, ia benar-benar tidak menyangka jika remaja tiga belas tahun didepannya itu sudah memiliki pikiran yang jahat, padahal, seharusnya remaja seusianya belum memiliki hati yang sejahat itu.
Xie Long berusaha keras agar tidak tertawa ketika melihat ekspresi wanita itu, meski wajahnya ditutupi oleh cadar, namun kain yang ia gunakan adalah kain transparan, sehingga wajahnya masih terlihat cukup jelas oleh Xie Long.
"A-apa yang mau kau lakukan?"
"Hmm? Menurutmu, apa yang sebaiknya aku lakukan pada Nona cantik sepertimu?"
"Kau... sebaiknya kau jangan menyentuhku, jika tidak..."
__ADS_1
"Hahahaha"
Tawa yang sudah sudah payah ia tahan akhirnya keluar juga dari mulutnya, meski tidak bisa membaca isi pikiran wanita itu, namun Xie Long sudah bisa menebak apa yang wanita itu pikirkan mengenai dirinya, walaupun hanya sedikit.
"Maaf, aku tidak tertarik padamu!" ujarnya, kemudian menghilang dari pandangan.
Suasana menjadi sangat hening setelah Xie Long menghilang, wajah wanita itu nampak memerah karena menahan amarah dan juga malu, dan yang pastinya, ia sangat kesal dengan Xie Long yang sudah sangat berani menggoda dirinya.
"Bocah sialan! Tunggu pembalasanku!" ujarnya dengan suara keras.
***
Xie Long kembali tertawa setelah mendengar teriakan wanita itu, meski ia telah menghilang dari pandangan, namun ia masih berada di sekitar sana, bahkan jaraknya cukup dekat dengan tempat wanita itu berada.
"Dasar aneh! Padahal dia sendiri yang membuntuti ku, tapi sekarang malah aku yang disalahkan" gumamnya.
"Ah, apa yang telah kulakukan? Bagaimana jika ibu tahu mengenai hal ini, bisa-bisa aku dimarahi habis-habisan olehnya."
Meski sudah berbuat jahil pada seorang gadis, Xie Long sama sekali tidak merasa menyesal ataupun punya keinginan untuk minta maaf, hanya saja, ia benar-benar takut jika kejadian ini sampai terdengar ke telinga ibunya.
Jika hal itu benar-benar terjadi, maka tamatlah riwayatnya, setidaknya dia harus menebalkan dendang telinganya, atau paling tidak, ia harus melindungi telinganya dengan formasi berlapis-lapis, agar jari ibunya tidak bisa menyentuhnya.
"Hah" Xie Long menghela napas panjang, kemudian berdiri dari tempat duduknya, "Ibu, aku berjanji tidak akan melakukan hal ini lagi, ini adalah kenakalanku yang pertama dan terakhir kalinya."
Setelah mengucapkan janji pada ibunya dan disaksikan oleh dirinya sendiri, Xie Long kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke istana, lagipula, ia sudah cukup puas menyusuri kota kekaisaran.
***
"Long'er, apa kau bersenang-senang?"
"Kakek, kapan kakek kembali?" bukannya menjawab, Xie Long malah melontarkan pertanyaan pada kaisar Yuan yang tidak lain adalah kakek buyutnya sendiri.
"Belum lama. Jadi, apa cucu kakek bersenang-senang?" Yuan Chun Zhe mengulang pertanyaannya.
Xie Long menggeleng pelan, "Tidak juga, tapi ada satu hal yang ingin aku sampaikan pada kakek."
__ADS_1
"Benarkah? Apa itu?"
Xie Long menghela napas panjang, kemudian menceritakan mengenai niatnya yang ingin pergi ke Daratan Suci, meski sudah mengetahui betapa berbahayanya tempat itu, namun tekadnya sudah bulat dan tidak mungkin baginya untuk mundur lagi.
Selain itu, Xie Long juga mengatakan jika dirinya tidak akan mendapatkan banyak pengalaman jika berada di Benua Biru saja, lagipula, Xie Long sudah mengetahui hampir semua hal tentang Benua Biru, jadi tidak ada hal lain yang bisa membuatnya tertarik.
"Baiklah, kakek izinkan kau ke sana, tapi bagaimana dengan ayah dan ibumu?"
Yuan Chun Zhe sebenarnya ingin menolak keinginan cucunya itu, namun setelah mendengar semua penjelasan Xie Long, sang kaisar wilayah Selatan itu akhirnya setuju untuk memberikan izin pada cucunya tersebut.
"Terima kasih kakek, mengenai ayah dan ibu, kakek tidak perlu khawatir, karena aku yakin mereka akan setuju dengan keputusanku ini."
"Ya sudah, kakek hanya bisa berharap agar aku selalu baik-baik saja di sana nanti."
"Dan ingat, jangan pernah meremehkan lawan mu."
"Baik, kakek!"
Setelah meminta izin dan berpamitan kepada kakeknya, Xie Long langsung pergi meninggalkan istana kekaisaran, walaupun Yuan Chun Zhe masih ingin ia tinggal di sana sampai gerbang itu terbuka, namun Xie Long lebih memilih untuk berkelana.
"Ayah, ibu, beri aku restu agar langkahku selalu mudah" gumam Xie Long, kemudian menghilang dari gerbang istana.
Tidak lama kemudian, Xie Long telah muncul lagi tidak jauh dari gerbang kota kekaisaran, "Sudah saatnya mencoba terbang bebas di udara."
Xie Long memejamkan matanya dan memfokuskan pikirannya, lalu ia mengalirkan energi dalam dirinya ke seluruh bagian tubuhnya agar bisa menjadi lebih ringan, kemudian ia mencoba menciptakan sepasang sayap dengan energinya itu.
Karena baru pertama kali melakukannya, proses yang ditumbuhkan Xie Long memakan cukup banyak waktu, namun pada akhirnya, ia tetap bisa menciptakan sepasang sayap yang masih berbentuk energi berwarna biru di punggungnya.
"Lumayan, semoga saja aku bisa menciptakan sepasang sayap yang jauh lebih indah dari milik ayah" ucap Xie Long, kemudian melesat terbang dengan kedua sayapnya itu.
Terbang bebas di udara, membuat Xie Long merasa jauh lebih bebas dari sebelumnya, walaupun cara terbangnya masih terlihat kaku, namun ia benar-benar menikmati perasaan bebas saat angin menerpa tubuhnya.
Disaat yang bersamaan, wanita bercadar yang sebelumnya juga tengah melesat terbang mengikuti Xie Long, namun ia berusaha untuk menjaga jarak agar keberadaannya tidak diketahui, tapi sayangnya, keberadaannya tidak bisa lepas dari pengawasan Xie Long.
"Para kultivator yang seumuran denganku saja masih banyak yang belum bisa terbang, tapi bocah ini... dia benar-benar luar biasa."
__ADS_1
"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Dasar wanita keras kepala!" gumamnya,
Meski merasa jengkel karena dibuntuti, namun Xie Long berusaha untuk tidak menghiraukan keberadaan gadis tersebut, lagipula, gadis itu tidak memiliki niat jahat padanya, jadi akan lebih baik jika dia mengabaikan keberadaan wanita bercadar tersebut.